
Author POV
Alaram ponsel Carlos berbunyi dia bangun dan melihat Jessica masih tertidur pulas, hari ini mereka akan pergi ke Imigrasi untuk pengambilan foto sekaligus interview. Carlos membangun Jessica, dia mencium keningnya dan jessica membuka matanya lalu tersenyum.
“Selamat pagi sayang.” Ucap Carlos pada Jessica
“Selamat pagi beb, kenapa kamu bangun begitu cepat?”
“Hari ini kita akan ke kantor Imigrasi untuk interview.”
“Kenapa pagi sekali?” Tanya Jessica sambil memutar badannya menghadap Carlos
“Sayang batas pengambilan nomor antrian itu hanya sampai jam delapan, makanya harus pagi. Lagipula kantor Imigrasi jauh dari sini. Ayo bangun.” ( Carlos sudah sering ke imigrasi makanya dia sangat mengetahuinya.)
Carlos turun ke dapur dan mengambilkan air putih hangat untuk Jessica kemudian dia kembali ke kamar dan memberikan minumnya kepada Jessica. Ini adalah kebiasaan Jessica, setiap pagi dia selalu minum air putih hangat sebelum minum susu. Katanya bagus untuk kesehatan.
Jessica mengambil minumnya dari tangan Carlos dan meminumnya, dia meletakkan gelas di meja dan berdiri mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi, Carlospun mengikuti Jessica masuk ke kamar mandi dan mereka mandi bersama. Semenjak Carlos tahu Jessica hamil dia tidak pernah menyentuh Jessica lagi. Carlos takut berpengaruh pada janinnya.
Selesai mandi mereka turun untuk sarapan, jessica duduk di mejan makan dan carlos membuatkan susu untuk Jessica. Carlos membuat roti bakar, pagi ini sarapan mereka susu dan roti. Selesai sarapan mereka kembali ke kamar dan mengganti pakaian, setelah itu mereka keluar dari apartemen menuju ke basement sampai di basement mereka naik mobil dan pergi ke kantor Imigrasi.
Dan akhirnya Jessica dan Carlos sampai di kantor Imigrasi, Carlos pergi mengambil nomor antrian dan kembali duduk di samping Jessica. Carlos selalu memegang tangan Jessica dan akhirnya Jessica di panggil, Jessica masuk ke dalam ruangan dan Carlos menunggu di luar. Dia masuk dan duduk, di depannya ada pertugas dan sebuah kamera.
Jessica di interview, mereka bertanya kenapa membuat paspor dan rencana mau jalan jalan kemana. Jessica menjawab semuanya, Jessica disuruh melihat kamera dan mereka mengambil gambar setelah itu dia disuruh membuat tanda tangan di atas mesin. Mereka bertanya mau buat E-paspor atau paspor biasa, Carlos sudah berpesan padanya untuk membuat E-paspor. Jadi dia mengatakan pada petugas ingin E-paspor, setelah selesai dia harus membayar di Bank atau kantor pos.
Beruntung di luar kantor Imigrasi ada mobil pos keliling yang melayani pembayaran administrasi, Jessica dan Carlos membayar lewat pos keliling. Selesai dari Imigrasi Jessica dan Carlos pergi ke kantor, sampai di kantor seperti biasa karyawan selalu memberi salam pada Carlos juga Jessica. Mereka masuk ke ruangan dan Jessica langsung tiduran di sofa dan Carlos kemeja kerjanya dan meyalakan komputernya.
Carlos menghampiri Jessica dan membuka sepatunya dia mengangkat kepala Jessica dan duduk, dia meletakkan kepala Jessica di atas pahanya dan meluruskan kakinya di atas meja.
“Kamu lelah sayang?”
“Iya, tidak tau kenapa kok sekarang aku cepat lelah ya beb?”
“Mungkin karena kamu sedang hamil sayang, nanti sebelum kita ke America kamu kontrol lagi ke dokter ya.” Kata Carlos sambil membelai rambut Jessica dan tangan yang satunya lagi memegang perut Jessica.
“Iya beb.”
“Kamu sudah minum vitamin?”
“Belum, nanti sebentar aku minum.” Kata Jessica pada Carlos
Jessica dan Carlos mendengar keributan di luar dan tiba tiba pintu di buka, tenyata Jenny dan security. Security tidak mengijinkan dia masuk tapi dia tetap memaksa ingin masuk. Jessica ingin berdiri tapi Carlos menahannya.
“Jangan berdiri, tetap berbaring!”
Carlospun tidak merubah posisinya, kakinya tetap di atas meja.
Jessica membuka buku dan membaca sambil pasang telinga ada apa Jenny ke kantor.
dengan tatapan dingin. “Ada apa Jenny?”
“Carlos bisa kita bicara sebentar?” Tanya Jenny pada Carlos
“Bicara saja Jenny.”
“Tapi Carlos aku ingin hanya kita berdua.”
“Maaf Jenn calon istriku harus tau, jadi kalau kamu mau bicara silahkan bicara depan calon istriku. Aku tidak mau menyembunyikan sesuatu dengan orang yang aku cintai.” Kata Carlos pada Jenny. Jessica berpura pura membaca buku
“Baiklah Carlos, aku hanya ingin mengatakan kalau aku masih mencintaimu.
Mendengar Jenny berbicara seperti itu Jessica melengkungkan bibirnya sambil mengangkat kedua keningnya, ternyata Carlos melihat expresi wajah Jessica. Dan dia tertawa.
“Mencintaiku, kamu sungguh lucu Jenny.” Kata Carlos sambil tertawa
“Carlos aku serius.”
__ADS_1
“Ya aku juga serius kamu itu sunggu lucu.”
Jenny ingin mendekat tapi Carlos melarangnya. “Jangan mendekat tetap berdiri di situ!” Dan Jenny berhenti. “Kamu meninggalkanku begitu saja, kamu pergi dengan laki laki lain dan begitu kamu melihatku dengan wanita lebih cantik darimu lebih jauh mudah darimu, kamu datang dan mengatakan kalau kamu mencintaiku.”
“Kenapa sekarang kamu datang dan bilang kamu mencintaiku? apakah kekasihmu sudah meninggalkanmu?”
“Carlos dengar dulu penjelasanku.”
“Tidak ada yang perlu di jelaskan, aku tidak mencintaimu jangan ganggu aku lagi. Kamu hanya masa laluku, sekarang aku sudah punya masa depan dan aku sangat bahagia. Jadi tolong jangan ganggu aku lagi. Tinggalkan kami, kamu hanya mengganggu saja kesenanganku dengan calon istriku.”
Jenny menatap marah pada Carlos dan meninggalkan ruangan, dia menutup pintu dengan kencang. Jessica duduk dan menatap Carlos, Carlos mengangkat kedua alisnya.
“Kenapa sayang, jangan menatapku seperti itu.”
“Jadi dia itu mantan kamu, kenapa kamu tidak pernah menceritakannya padaku?”
“Untuk apa aku ceritakan, mereka hanya masa laluku. Aku tidak suka menceritakan masa laluku apa lagi masa lalu dengan perempuan itu, sayang sudahlah aku tidak ingin membahasnya. Yang terpenting sekarang aku sudah mempunyai masa depan dan masa depanku yaitu kamu dan anakku yang sedang kamu kandung. Aku menyayangi kalian berdua.” Kata Carlos sambil membelai rambut Jessica.
Jessica memeluk Carlos dan Carlos mencium Jessica dan berbisik. “Sayang kamu dan anakku adalah kebahagiaanku sekarang.”
Jessica melepaskan pelukan Carlos dan memegang kedua pipi Carlos, Jessica duduk di pangkuan Carlos dan langsung mencium bibir Carlos dan Carlos membalas ciuman Jessica. Mereka berciuman cukup lama dan Jessica menatap Carlos. Carlos memegang wajah Jessica dan mengusapnya.
“Beb kenapa kamu tidak pernah menyentuhku lagi?”
“Sayang, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan kandunganmu.”
“Beb, kamu bisa melakukan itu asal jangan menindiihh perutku.” Kata Jessica pada Carlos
“Tidak akan berpengaruh pada janin?”
“Tidak beb, asalkan kamu melakukannya denga pelan.”
“Aku hanya takut saja terjadi sesuatu pada janin kita, makanya aku tidak ingin menyentuhmu walaupun aku sudah ingin sekali tapi aku menahannya.” Kata Carlos pada Jessica sambil membelai wajah Jessica
“Berarti kita bisa melakukan sekarang?”
“Nanti kalau sudah pulang beb.” Kata Jessica sambil terseyum pada Carlos
Carlos tertawa dan mencium Jessica, lalu pintu di ketuk Jessica langsung berdiri dan Carlos menyuruh masuk. Ternyata Tiara
“Maaf mengganggu.”
“Tidak apa apa, ada apa Tiara?” Tanya Carlos pada Tiara
“Aku mau membawa laporan keuangan.” Jawab Tiara
“Letakkan saja di atas meja.” Carlos berdiri dan menuju kemeja kerjanya dan mengambil bukti pembayaran di imigrasi tadi. “Tiara ini bukti pembayaran kami tadi, dua hari lagi bisa di ambil. Mungkin suamimu bisa membantu untuk mengambilnya dan dia bisa titipkan padamu. Kamu tahukan kantor Imigrasi jauh dari tempat kami.”
“Iya Tuan Carlos nanti aku suruh suamiku yang mengambilnya.”
“Terima kasih Tiara, kamu sudah banyak membantu.” Ucap Carlos pada Tiara
“Tidak apa apa tuan Carlos, aku permisi dulu.”
“Ok, terima kasih”
Baru saja Carlos duduk handphonenya berbunyi.
Carlos menjawab telpon itu dan Jessica melihat raut wajah Carlos berubah marah. Entah siapa yang menelponnya. “Siapa yang menelpon carlos, kenapa wajahnya berubah begitu. Ada apa ya hmm, selalu saja ada masalah yang datang.” Carlos menutup telpon dan menghampiri Jessica
“Ada apa beb, siapa yang menelponmu?”
“Andrew yang menelpon, dia memberitahukan tentang masalah penculikan.”
“Beb siapa yang menculikku?” Tanya Jessica penasaran
__ADS_1
“Sayang, yang menculik kamu Glen dan Olivia. Mereka menyewa orang untuk menculikmu.
“Serius beb, jadi Glen yang menculikku. Kenapa dia melakukannya?”
“Mereka ingin memisahkanmu dariku sayang.”
“Terus Olivia dengan Glen dimana sekarang?” Tanya Jessica lagi
“Olivia sekarang sedang di tahan di kantor polisi sedangkan Glen barusan Andrew menelpon katanya Glen melarikan diri.
“Dasar pengecut, aku jadi benci sama Glen.”
Jessica melingkarkan kedua tangannya di pinggang Carlos dan Carlos memeluknya.
“Aku menyesal mengenalkanmu pada Glen.”
“Sudahlah beb, semua sudah terjadi dan bersyukur aku tidak apa apa.”
“Iya sayang?”
“Beb kamu menuntut olivia?” Tanya Jessica
“Iya sayang, dia harus di beri pelajaran.”
“Sudahlah beb, batalkan saja tuntutannya kasian dia beb.”
“Sayang... Dia sudah berlaku jahat padamu, dia pantas di penjara.” Kata Carlos pada Jessica
“Beb yang melakukan bukan hanya Olivia tapi Glen juga, masa Olivia yang menanggung semua. Sudah batalkan saja tuntutannya, dia pasti sudah jera beb.”
“Sayang...”
“Beb.. Please batalkan tuntutannya.”
“Baiklah, terserah kamu saja. Kita pulang sekarang?”
Jessica menganggukan kepala, Carlos mengambil tasnya dan mereka berdua pulang ke apartemen.
Sampai di apartemen Jessica langsung masuk kamar dan mengganti pakaiannya kemudian berbaring di tempat tidur, Carlos masuk dan melepaskan pakaiannya. Dia hanya memakai underwear boxer dan berbaring di samping jessica kemudian dia mengelus perut Jessica.
Jessica memegang tangan Carlos dan Carlos mencium kening Jessica. Jessica membalikkan badannya menghadap Carlos dan memeluk Carlos. Carlos mengelus wajah Jessica dan merabah bibirnya.
“Sayang bisa sekarang?”
Jessica menganggukan kepala.
“Tapi beb... Jangan menindiihh perutku ya.”
“Iya sayang, aku akan melakukannya dengan lembut.” Kata Carlos pada Jessica
Carlos melepaskan pakaian Jessica dan mereka berdua melakukannya
Carlos melakukannya dengan lembut. ----------
Dan dia terbaring lemas di samping Jessica. Jessica bersandar di dada Carlos dan memeluknya.
“Are you feel better now?”
”Yes.. I feel better, Thank you.”
Jessica tersenyum dan Carlos memeluk Jessica. Mereka berduapun tidur.
Dan Thor juga mau istirahat nanti di lanjutkan lagi
Selamat membaca
__ADS_1