
Semenjak Laura tinggal di rumah mereka, Kairos selalu pulang cepat, terkadang masih siang Kairos sudah pulang. Hari ini Kairos pulang cepat juga, dari kamarnya dia memperhatikan Laura dan Carissa bermain kejar kejaran di halaman belakang. Kairos tersenyum melihat Laura dan Carissa.
“Laura cepat sekali akrab dengan Carissa, aku tidak khawatir Carissa padanya.” Kata Kairos sambil tersenyum kemudian dia keluar dari kamarnya dan pergi duduk di teras belakang.
Sementara itu Cella sedang bersiap siap, dia ingin pergi ke Kota Seattle. Dia mengambil beberapa potong pakaian kemudian dia masukkan kedalam koper kecilnya. Cella keluar dari kamar kemudian dia menemui Kairos.
Dia melihat Kairos lagi senyum senyum sendiri memperhatikan Carissa dan Laura. Cella menghampiri Kairos lalu menepuk punggung Kairos lalu Kairos terkejut
“Cella, kamu mengejutkanku.” Kata Kairos lalu Cella tertawa
“Makanya jangan terlalu serius.” Kata Cella kemudian dia duduk di samping Kairos. “Umm.. Kairos, nanti kamu antar aku ke Airport ya.”
Kairos menatap Cella dengan heran
“Kamu mau kemana Cella?”
“Aku mau ke Kota Seattle.” Kata Cella sambil tersenyum
“Untuk apa kamu kesana?” Tanya Kairos dengan heran
“Kairos aku ingin bertemu denga Joe.”
“Kamu tidak kuliah?” Tanya Kairos lagi.
“Kuliah Kairos, tapi aku libur beberapa hari.”
“Baik, tapi ingat pesanku padamu.” Kata Kairos kepada Cella.
“Tentu saja Kairos, aku akan ingat.” Jawab Cella sambil berdiri. “Kamu akan mengantarku?”
“Iya aku akan mengantarmu. Sudah mau pergi sekarang?” Tanya Kairos
“Iya Kairos, aku akan berangkat sekarang.” Jawab Cella sambil berjalan masuk kedalam rumah.
“Baiklah sebentar aku ganti pakaianku.” Kata Kairos kemudian dia pergi ke kamarnya sedangkan Cella dia naik ke atas dan mengambil koper kecilnya dan turun kebawa.
Kairos keluar dari kamarnya dan melihat Cella sudah menunggunya di depan.
“Ayo Cella!” Ajak Kairos kemudian dia membuka pintu mobil dan masuk.
Cella meletakkan kopernya ke dalam bagasi kemudian dia masuk kedalam mobil. Kairos menjalankan mobilnya menuju ke Airport
__ADS_1
“Cella, apakah Joe benar benar serius padamu.” Tanya Kairos sambil menyetir.
“Iya Kairos, dia juga mencintaiku.” Kata Cella sambil tersenyum.
“Jangan sampai Joe hanya mempermainkanmu, kalau dia melakukannya maka aku akan memberi pelajaran padanya. Aku tidak perduli walaupun dia anak Tuan Arnets.
“Kairos, kamu tidak usah khawatir. Aku dan Joe saling mencintai, Joe tidak mungkin menyakitiku.” Kata Cella lagi.
“Kita lihat saja nanti Cella.” Kata Kairos
Akhirnya mereka tiba di Airport
Cella mencium kedua pipi Kairos kemudian dia turun dari mobil, Cella mengambil kopernya dari bagasi kemudian dia masuk ke dalam Airport. Sedangkan Kairos dia kembali ke rumah.
Tiba di rumah Kairos langsung masuk ke dalam, dia langsung mencari Laura dan Carissa.
Sementara Acel tanpa sepengetahuan Kairos dia mencari tahu siapa musuh musuh dari Carlos. Usaha Acel berhasil, dia mendapatkan informasi tentang orang yang membebaskan Adrian. Acel lebih terkejut dengan informasi yang dia dapatkan.
“Hemm… ternyata mereka menyuntikan virus di tubuh papa. Kita lihat saja nanti, aku akan membalas semua perbuatan kalian.” Kata Acel kemudian dia memisahkan diri dari teman temannya.
Acel pergi ke kantor Mike, tiba di kantor Acel langsung menuju ke ruang kerja Mike kemudian Acel mengetuk pintu. Dari dalam terdengar suara Mike menyuruh Acel masuk, Acel membuka pintu dan dia langsung menyapa Mike.
“Selamat siang paman Mike.” Sapa Acel sambil menghampiri Mike.
“Seperti yang paman lihat, aku baik baik saja dan masih terlihat tampan.” Canda Acel lalu Mike tertawa
“Kamu bisa saja. Ayo duduk.” Kata Mike lalu mereka berdua duduk di sofa. “Ada apa Acel? Ada yang bisa paman bantu?” Tanya Mike sambil menyandarkan badannya di sandaran.
“Paman, aku ingin bertanya. Apakah paman sudah mendapatkan informasi tentang siapa yang telah membebaskan Adrian?” Tanya Acel
“Em..belum Acel. Kenapa?” Tanya Mike.
“Paman, aku selama ini mencari informasi siapa yang telah membunuh papa dan mama. Tapi aku hanya mendapatkan informasi tentang orang yang membebaskan Adrian dan orang yang menyuntikkan virus di tubuh papa.” Kata Acel lalu Mike terkejut.
“Apaaa? Tubuh papa kalian di suntik virus?” Tanya Mike
“Iya paman, aku juga terkejut mendengarnya.” Jawab Acel dengan wajah sedih
“Acel, siapa yang melakukannya?” Tanya Mike dengan penasaran.
“Umm… mungkin paman mengenal mereka.” Kata Acel
__ADS_1
“Iya siapa mereka, katakan padaku.” Kata Mike like, dia menjadi penasaran siapa yang telah menyuntikkan virus di tubuh Carlos.
Acel mengeluarkan foto dan menunjukkannya kepada Mike.
“Paman orang di foto yang telah menyuntikan virus di tubuh papa.” Kata Acel kemudian dia menunjukan satu foto lagi kepada Mike. “Dan yang ini, dia yang telah membebaskan Adrian.
Mike mengambil foto itu dan melihat orang yang ada dalam foto itu. Dia mengamati wajah orang itu lalu Mike menaril nafas panjang.
“Hmmm.. iya Acel, paman mengenal mereka.” Jawab Mike.
Acel menatap Mike
“Siapa mereka paman? Apakah mereka musuh papa?” Tanya Acel penasaran.
“Acel ceritanya panjang.” Kata Mike sambil menunduk melihat foto itu. “Bangsaat kalian, jadi kalian ingin balas dendam? Aku akan mencari kalian sekaligus menghabisi kalian.” Kata Mike dalam kemudian dia meremas foto itu.
Acel memperhatika Wajah Mike yang berubah menjadi merah menahan marah.
“Paman, apakah paman baik baik saja?” Tanya Acel
Mike menatap Acel lalu dia tersenyum.
“Iya Acel, paman baik baik saja.” Kata Mike. “Oh ya Acel, darimana kamu mendapatkan informasi ini?” Tanya Mike penasaran.
“Paman waktu aku di café aku sempat mendengar pembicaraan seseorang, dia entah sedang menelepon siapa. Lalu aku mendengar dia menyebut nama papa dan marga papa. Selesai dia menelepon aku menghampirinya dan duduk di depannya. Lalu aku menawarkan kerja sama dengannya.
“Terus?” Tanya Mike penasaran
“Dia mau bekerja denganku asalkan bayarannya tinggi. Lalu aku menyetujuinya. Orang itu ingin memeras bossnya aku mendengar di telepon dia akan membocorkan rahasia mereka.” Kata Acel
“Ohh.. begitu.” Gumam Mike. “Acel aku tidak ingin kamu bertindak sendiri, mereka itu sangat berbahaya.” Kata Mike
“Paman tenang saja, aku sudah menyewa orang orang terlatih untuk menyerang mereka. Dan banyak teman temanku yang akan membantuku. Apalagi anak buah Charlie mereka juga sangat terlatih paman.” Kata Acel sambil tersenyum.
“Beri kabar padaku kalau kalian ingin menyerang.” Kata Mike lagi, dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Acel.
“Baiklah paman, kalau begitu aku pamit dulu.” Kata Acel sambil berdiri.
“Iya Acel. Hati hati ya!” Kata Mike kemudian dia memeluk Acel
“Terima kasih paman.” Ucap Acel kemudian dia meninggalkan kantor Mike.
__ADS_1
Acel naik ke atas motor kemudian dia memakai helmya. Acel langsung kembali ke rumah.