
Jessica POV
Besok pernikahanku dengan Carlos akan di langsungkan, aku dan Carlos masih tinggal di villa pinggir pantai rencananya nanti siang aku dan Carlos akan pulang ke rumah kediaman orang tuanya juga tempat dimana pesta pernikahan kami akan di langsungkan. Aku berdiri di teras kamar menghadap pantai sedangkan Carlos dia masih tidur.
Semalam dia tidak bisa tidur karena aku menyuruh dia mengelus belakangku, aku tidak ingin mengganggu tidurnya. Aku keluar kamar dan berjalan menuju ke arah pantai, aku ingin duduk duduk di pasir, aku membawa kain dan aku jadikan sebagai alas kemudian aku duduk dan memperhatikan ombak yang datang silih berganti. Aku merasakan desiran angin yang membelai kulitku, dan mengibaskan rambutku. “Hmmm.. terasa tenang hati ini.” Aku berbaring dan melepaskan lelahku, bebanku, kesedihanku, dan kupandang langit yang begitu cerah.
Aku berdiri dan berjalan menyisir bibir pantai sambil menikmati indahnya pantai di pagi hari, tak terasa aku sudah berjalan begitu jauh. Aku melihat ada batu di bibir pantai, aku pergi dan duduk di atas batu sambil menikmati ombak yang datang menyentuh kakiku, dan melihat dari jauh Carlos berlari lari menuju ke arahku. “Sejauh inikah aku berjalan sampai Carlos terlihat kecil dan villanya juga tidak terlihat.”
Aku tersenyum melihat Carlos, akhirnya dia sampai di depanku dia menarik nafas panjang wajahnya penuh dengan kekhawatiran.
“Sayang aku mencarimu ternyata kamu disini, apa yang kamu lakukan disini. Aku sangat mengkahatirkanmu.”
“Beb aku hanya ingin jalan jalan saja, aku mau bangunkan kamu tapi kamu tidurnya pulas jadi aku pikir aku jalan sendiri saja.
“Sayang, lihat kamu berjalan jauh sekali aku takut dengan kandunganmu sayang.” Kata Carlos sambil memegang tanganku.
“Tidak apa apa beb.”
“Kamu sudah sarapan sayang?”
“Iya tadi aku minum susu dan makan roti.”
“Kalau begitu kita kembali ke villa ya sayang.”
Aku berdiri dan melingkarkan tanganku di pinggangnya. “Sebentar lagi beb, aku masih ingin disini.”
“Baiklah sayang tapi jagan lama lama ya.”
Aku menganggukan kepala, aku dan Carlos duduk di batu. Aku memainkan kakiku di air dan dia tersenyum melihatku, dia membelai rambutku. Aku menatapnya dan tersenyum aku memegang tangannya dan menempelkan di pipiku. “Aku mencintaimu beb.”
Carlos berdiri di depanku dan memegang wajahku, dia mengelusnya dan berkata. “Aku juga mencintaimu sayang, sangat mencintaimu.” Aku berdiri dan melingkarkan tanganku di pinggangnya dan Carlos memelukku dia mencium bibirku dan aku membalas ciumannya terasa dia memainkan lidahnya di dalam mulutku aku juga membalas memainkan lidahku di dalam mulutnya, Carlos berhenti menciumku. Sinar matahari mulai menyengat kulitku dan carlos mengajakku kembali ke villa.
“Sayang kita kembali ke villa ya.”
“Iya beb.”
Aku dan Carlos berjalan di bibir pantai tanganku melingkar di pinggangnya, sesekali dia menciumku. Dan kami tiba di villa aku dan Carlos langsung masuk kedalam dan menuju kamar, aku masuk kamar mandi dan mandi begitu juga Carlos. Selesai mandi aku duduk di depan teras kamar sambil meluruskan kakiku, dan Carlos duduk disampingku.
“Beb, besok kita akan menikah aku jadi nervous.”
“Kenapa nervous sayang?”
“Karena ini pertama dalam hidupku.”
__ADS_1
“Sayang tidak perlu nervous, daddy yang akan dampingi kamu keluar dari rumah. Yang harusnya nervous itu aku, karena aku akan berdiri sendiri di depan.”
“Oh.. Begitu ya jadi aku jalan ke depan bersama daddy?”
“Iya sayang, jadi tidak perlu nervous kalau kamu nervous pegang kuat tangan daddy.” Kata Carlos sambil tertawa. “Sayang aku lapar kita makan ya.
“Iya beb.”
Aku dan Carlos berdiri dan keluar dari kamar menuju ke ruang makan disana pelayan sudah menyiapkan makan siang kami. Aku dan Carlos duduk, dan dia mengambilkan makanan untukku. Kami berdua makan dan selesai makan aku kembali kekamar
Aku membereskan pakainku yang akan aku bawa ke rumah orang tua Carlos dan Carlos membantuku, selesai membereskan pakaian Carlos mengangkatnya dan memasukan ke dalam mobil. Carlos menyuruhku masuk ke dalam mobil, aku masuk dan menunggu Carlos.
Tidak lama kemudian Carlos datang dan langsung masuk ke dalam mobil kemudian dia menghidupkan mesin mobil dan langsung jalan.
Dan tidak lama kemudian kami sampai di kediaman orang tua Carlos, aku turun dari mobil dan di rumah sangat ramai banyak keluarga dari Federico juga Liliana berkumpul di rumah.
Aku dan Carlos masuk ke dalam dan mereka menatap aku dan Carlos. Liliana menghampirku dan memelukku.
“Apakah kamu baik baik saja sayang?”
“Iya mom aku baik baik saja.”
Liliana memperkenalkanku pada keluarga mereka, aku tidak mengerti bahasa mereka jadi aku senyum senyum saja. Mereka memelukku dan menciumku, Carlos datang dan mengajakku melihat decorasi di taman.
“Wow beb ini sangat indah.” Carlos tersenyum melihatku, aku menarik tangan Carlos dan berjalan keliling taman, Carlos menarik tanganku dan melingkarkan di pinggangnya. Kami berdua berjalan dan memperhatikan orang orang yang lagi mendecorasi taman. Aku melihat decorasi tempat aku dan Carlos akan mengucapkan janji pernikahan. Mereka menatanya sungguh indah.
-----------------------------------
Hari ini akan di langsungkan pernikahan aku dan Carlos, aku jadi tidak tenang dan mondar mandir di dalam kamar. Carlos masuk ke dalam kamar dan melihatku tidak tenang. Carlos menghampiriku
“Kenapa sayang, kamu terlihat gelisah ada apa?” Tanya Carlos padaku sambil memegang tanganku
“Beb aku nervous.”
“Sayang tidak perlu nervous, tenangkan pikiranmu supaya kamu tidak nervous.”
Aku menganggukan kepala dan Liliana masuk ke dalam kamar dan menghampiriku
“Sayang penata rias yang akan make up kamu sudah ada di luar, kamu mau make up dimana sayang?”
“Make up di kamar ini saja mom.”
“Baiklah sayang.” Liliana keluar dari kamar dan tidak lama kemudian masuk bersama dengan penata rias. Mereka membawa peralatan make up dan gaun penngantin yang akan aku pakai.
__ADS_1
Aku duduk di depan cermin dan mereka mulai melakukan make up di wajahku, mereka sudah terlatih mereka melakukannya dengan cepat dan sekarang mereka menata rambutku. Aku tersenyum melihat mereka dari cermin, aku tidak bisa berbincang dengan mereka karena mereka tidak bisa berbahasa Inggris. Akhirnya rambutku selesai di tata.
Dan mereka memakaikan gaun pengantin padaku dan selesai mereka berkata. “Hermosa.” Sambil memegang pipiku, aku hanya tersenyum dan tidak lama kemudian Liliana masuk ke dalam kamar dia menatapku dan menghampiriku
“Sayang kamu cantik sekali.” Puji Liliana padaku sambil memegang tanganku.
“Terima kasih mom.”
Dan Federico juga masuk kedalam kamar dan melihatku, dia menghampiriku juga dan memujiku.
“Ah… Anakku kamu cantik sekali.”
“Terima kasih dadd.”
“Kamu sudah siap nak?”
“Iya dadd, tapi aku sedikit nervous.”
Mendengar aku berkata begitu Federico langsung tertawa dan memegang tanganku
“Nak tidak perlu nervous daddy akan mendampingimu ok.”
Aku menganggukan kepala. Liliana keluar dari kamar dan pergi ke taman, tinggal aku dan Federico, aku menarik nafas panjang.
“Dadd Carlos dimana?”
“Dia sudah di depan, mereka sudah menunggu kita ayo kita keluar sekarang.”
“Baik dadd.”
Aku dan Federico berjalan keluar dari kamar dan menuju ke pintu arah ke taman. Aku menatap Federico dan Federico tesenyum padaku, Aku menggandeng tangan Federico dan berjalan menuju arah pintu ke taman sampai depan pintu aku melihat Carlos sudah berdiri di depan bersama pastor.
Federico berbisik padaku. “Kamu sudah siap Nak?”
Aku menganggukan kepala. “Iya dadd aku siap.” Jawabku pada Federico
Aku dan Federico berjalan perlahan lahan, aku memegang kuat tangan Federico aku sangat nervous, semua mata memandang aku dan Federico. Dan mataku tertuju pada seorang pria yang aku kenal, dia tersenyum padaku.
Langkahku terhenti dan menunduk aku menarik nafas panjang dan pria itu berjalan menghampiriku. Dia memelukku dan aku memeluknya juga, aku menangis dan dia berbisik
“Jangan menangis nanti make upmu berantakan.” Bisiknya padaku dan menyeka air mataku.
Siapakah pria itu? Tunggu episode selanjutnya
__ADS_1
Selamat membaca
"Terima kasih yang masih setia memberi like dan koment"