
Semenjak kejadian di restoran pada malam itu, Kairos Acel dan Cella selalu di kawal oleh anak buah Charlie bahkan Charlie menamba dua orang lagi. Dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada ketiga anak Jessica dan Carlos. Charlie sangat menyayangi mereka.
Hari ini Kairos akan pergi meninjau proyek. Lincon dan Ryder akan mengawal Kairos. Terlihat Kairos masih bersiap siap di kamarnya. Selesai memakai sepatu Kairos keluar dari kamarnya, dia menuju keruang kerjanya lalu mengambil beberapa dokumen kemudian dia keluar dan masuk ke dalam mobil.
Sedangka Acel dan Cella mereka sudah pergi kulia. Kairos menjalankan mobilnya menuju ke proyek. Sambil menyetir Kairos menelepon Elena. Ryder dan Lincon mengikuti Kairos dari belakang
Kairos menghubungi Elena dan terdengar suara Elena dari seberang telepon
“Hallo dear, kamu lagi dimana?” Tanya Elena
“Aku lagi menuju ke proyek sayang, kamu tidak kuliah hari ini?”
“Aku kulia dear, aku lagi siap siap.”
“Oh begitu, oh ya nanti siang aku jemput kamu ya.”
“Iya, kamu akan menjemputku di kampus?” Tanya Elena lagi
“Iya sayang, aku akan menjemputmu di kampus dan nanti selesai makan siang kita pergi ke villa ya.”
“Baiklah dear, aku tunggu ya.”
“Iya sayang, kalau begitu sampai jumpa siang nanti.” Kata Kairos kemudian dia menutup teleponnya
Kairos melajukan mobilnya menuju ke proyek. Terdengar music di dalam mobil Kairos, sesekali Kairos ikut bernyanyi.”
Akhirnya Kairos tiba di proyek, terlihat Frank berlari lari menghampiri Kairos
“Selamat pagi Tuan Kairos.” Sapa Frank sambil memberikan helm kerja kepada Kairos
Kairos mengambil helm kerja yang di berikan Frank lalu dia memakainya. Mereka berdua masuk ke dalam proyek. Frank membuka dena dan menunjukan hasi pekerjaan mereka kepada Kairos.
“Umm.. berarti tidak lama lagi proyek ini selesai ya?” Tanya Kairos sambil memperhatikan denah yang di berikan Frank
“Iya Tuan Kairos sekita 6 – 7 bulan proyek ini selesai.” Kata Frank kemudian dia menggulung kembali denan tersebut dan mengajak Kairos berkeliling Proyek
“Oh ya Frank nanti selesai proyek ini nanti kamu menangani proyek di Maryland. Disana akan di bangun hotel bintang 5.
“Dengan senang hati Tuan Kairos. Aku lihat perushaan kita tidak pernah kehabisan proyek.” Canda Frank
__ADS_1
“Itu berkat kalian, pekerjaan kalian yang membuat banyak perusahaan mempercayakan proyek mereka kepada perusahaan kita.” Kata Kairos sambil tersenyum
Frank tersenyum kepada Kairos
“Bukan hanya itu Tuan, tapi mereka juga melihat Financial perusahaan dari Tuan Kairos sangat bagus.” Kata Frank
“Ya salah satu itu juga.” Kata Kairos. “ Baiklah Frank, aku akan kembali ke kantor. Nanti kalau kalian perlu sesuatu, hubungi aku saja.”
“Baiklah Tuan Kairos.” Ujar Frank
Kairos masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan proyek. Dia langsung mengarahkan mobilnya menuju ke kantor.
Di kampus terlihat Acel sedang berjalan ke parkiran motor, tiba tiba dia di hadang oleh sekelompok orang. Salah satu dari mereka melayangkan pukulan ke wajah Acel tapi Acel bisa menghindar. Yang lain juga ikut melayangkan pukulan ke wajah Acel tapi Acel bisa menangkisnya, merasa terdesak akhirnya Acel melayani mereka.
“Aku tidak mengenal kalian tapi jika kalian ingin coba coba denganku, baiklah aku akan melayani kalian. tapi one by one.
Terlihat dean dan Alex berjalan menghampiri Acel. Acel melihat Dean dan Alex berjalan ke arahnya, dia langsung memberi isyarat agar tidak usah masuk campur. Akhirnya Alex dan Dean berdiri tidak jauh dari Acel, mereka berdua hanya mengawasi jangan sampai ada yang memegang senjata.
Acel menantang mereka.
“Ayo maju.” Kata Acel kepada mereka
Orang itu meringis kesakitan, Acel tidak berhenti. Dia melayangkan tendangn ke wajah orang itu dan orang itu tejatuh. Salah satu dari mereka maju, dia langsung melayangkan tendangan kepada Acel tapi Acel menuduk dan memukul kaki orang itu sehingga orang itu terjatuh. Mereka ingin mengeroyok Acel, Alex dan Dean tidak tinggal diam. Mereka maju dan membantu Acel, Akhirnya mereka meninggalkan Acel.
Acel menatap Alex dan Dean kemudian dia tertawa.
“Untug ada kalian. Kalau tidak, aku sudah habis di keroyok sama mereka.” Kata Acel sambil tertawa
“Makanya kamu tidak boleh pergi sendiri. Oh ya, kira kira siapa mereka itu?” Tanya Alex
“Aku juga tidak tahu, umm… mungkin ini ada hubungannya dengan kejadian di restoran itu.” Kata Acel sambil mengambil tas punggungnya. Ehmm.. oh ya Dean Alex, aku belum mau pulang.”
“Kamu mau kemana lagi Acel?” Tanya Dean
“Aku masih ingin pergi ke tempat aku dan teman temanku berkumpul, Umm.. aku pikir kalian tidak perlu ikut denganku.”
“Maaf Acel, kami harus mengikutimu kemanapun kamu pergi.” Kata Dean
“Ok.. kalau begitu silahkan kalian berdua mengikutiku, oh ya apakah kalian berdua sudah makan?” Tanya Acel
__ADS_1
“Ehmm… kami belum makan Acel.” Jawab Alex sambil tersenyum
“Baiklah kalau begitu, kita cari restoran lalu kita makan dulu.” Kata Acel kemudian dia naik ke atas motor lalu memakai helmnya
Sedangkan Dean dan Alex mereka berdua masuk ke dalam mobil dan mengikuti Acel dari belakang.
Sementara di kediaman Tuan Adam terlihat Clinton sedang memarahi anak buah Tuan Adam
“Dasar kalian bodoh, menghadapi anak yang masih ingusan saja kalian tidak bisa.” Kata Clinton sambil membanting gelas yang ada di tangannya. Aku ingin kalian membunuh salah satu dari mereka, kalau kalian tidak berhasil maka kepala kalian akan aku pecahkan dengan peluru yang ada di senjataku ini.” Kata Clinton dengan emosi. Cari di mana mereka tinggal.
“Tapi Tuan Clinton, mereka di kawal dengan ketat.” Kata salah satu anak buah Tuan Adam
“Aku tidak mau tahu, itu tigas kalian untuk mencari cara bagaimana untuk membunuh salah satu dari mereka.” Kata Clinton lagi. “Sekarang pergi dari hadapanku.”
Mereka meninggalkan Clinton sendiri di ruangan
“Elena, aku akan melakukan sesuatu padamu. Dan sesuatu ini tidak akan membuatmu melupakanku. Kata Clinton dalam hati. “Tunggu saja Elena.”
Sementara itu Kairos menjemput Elena di kampusnya. Kairos memarkirkan mobilnya dan menunggu Elena di dalam mobil. Kairos mengambil handphonenya lalu megirim pesan kepada Elena.
“Sayang, aku sudah di parkiran.” Kairos mengirim pesan itu
Tidak lama kemudian terlihat Elena keluar dari kampus, Kairos turun dari mobil lalu menyambut Elena. Dia memeluk Elena dan mengecup kening Elena
“Kita makan dulu ya.” Kata Kairos sambil membukakan pintu mobil kepada Elena
“Iya dear.” Sahut Elena kemudian dia masuk kedalam mobil
Kairos masuk ke dalam mobil, dia menatap Elena dan mencium bibir Elena. Mereka saling berciuman dan memainkan lidah. Elena berhenti mencium Kairos lalu dia memegang pipi Kairos
“Dear, aku lapar.” Kata Elena sambil tersenyum
“Umm… Baiklah kita cari restoran.” Kata Kairos kemudian dia menjalankan mobilnya keluar dari parkiran kampus. Mereka berdua langsung menuju Restoran.
Ryder dan Lincon masih mengikuti Kairos dari belakang.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya
__ADS_1
Terima kasih