End Of Love

End Of Love
SS2 EOL Eps 33


__ADS_3

Di kantor terlihat Acel dan Kairos sedang berbincang bincang, lalu Laura masuk membawakan kopi untuk Acel dan Kairos.


Kairos menatap Laura, tanpa dia sadari Acel memperhatikannya.


"Sepertinya dia menyukai Laura, matanya tidak lepas dari Laura." Kata Acel dalam hati sambil tersenyu.


"Silahkan boss diminum kopinya." Kata Laura kepada Kairos.


"Laura duduk dulu, aku ingin bertanya padamu." Kata Acel kepada Laura lalu Laura duduk di sofa.


"Apa yang Tuan ingin tanyakan padaku." Tanya Laura sambil melirik Kairos.


"Umm.. Kamu berasal darimana?" Tanya Acel.


"Oh.. Umm.. Aku berasal dari Indonesia Tuan." Jawab Laura.


Kairos hanya dian dan mendengarkan.


"Ohh.... Kamu dari Indonesia? Dari Kota mana?"


"Ehmm... Aku dari kalimantan Tapi papaku Sumatra Utara dan Mama Jawa.


"Ohh begitu. Mamaku juga dari Indonesia dia berasal dari Kota Tomohon Sulawesi Utara." Kata Acel sambil tersenyum.


"Berarti Tuan bisa berbahasa Indonesia?"


Kairos langsung mengedipkan sebelah matanya kepada Acel. Acel mengerti lalu dia tersenyum


"Aku tidak bisa berbahasa Indonesia. Di rumah mama selalu menggunakan Bahasa Inggris. Tapi aku ingin belajar Bahasa Indonesia." Kata Acel sambil melirik Kairos.


"Itu bagus Tuan." Kata Laura dengan penuh semangat."


"Tapi kamu yang mengajari aku ya." Canda Acel.


"Ahh... Tuan tenang saja. Aku akan mengajari Tuan Berbahasa Indonesia." Kata Laura sambil menepuk lengan Acel. Lalu Acel tertawa.


"Baiklah Laura, silahkan kembali ketempatmu." Kata Kairos kemudian Laura berdiri lalu meninggalkan Kairos dan Acel.


Kairos memperhatikan Laura sampai Laura hilang dari pandanganya.


"Umm.... Sepertinya kakaku mulai menyukai seseorang." Goda Acel lalu Kairos tertawa.


"Kamu bisa saja Acel. Aku merasa lucu saja melihat dia." Kata Kairos kemudian dia berdiri dan duduk di duduk di kursinya.


"Oh ya Kairos, Abel dan Osbert menginformasikan kalau Clinton saat ini lumpuh total."


Kairos menatap Acel


"Oh ya? Kenapa dia jadi seperti itu?" Tanya Kairos dengan heran


"Ehmm... Joe memberikan suntikan kepada Joe.


"Joe yang membuatnya seperti itu? Bagaimana bisa?" Tanya Kairos lagi. Dia tidak tahu kalau Acel dan Joe pada waktu itu mengikuti Clinton.


"Iya Kairos. Malam itu aku dan Joe pergi ke club. Osbert dan Abel memberi informasi kalau Clinton akan pergi ke Club. Lalu aku langsung menuju ke Club di susul Joe."


"Mengapa kamu tidak mengatakannya padaku Acel."


"Aku tidak ingin kamu terlibat. Sudahlah yang terpenting sekarang, Joe sudah melakukan pembalasan kepada Clinton." Kata Acel kemudian dia berdiri. "Aku pergi dulu Kairos." Pamit Acel.


"Baiklah, hati hati ya." Kata Kairos lalu Acel menganggukan kepala.


Acel meninggalkan ruangan Kairos lalu dia berpapasan dengan Laura.

__ADS_1


"Hei Laura sebentar." Panggil Acel kepada Laura.


Laura berhenti lali dia menghampiri Acel.


"Ada apa Tuan?"


Acel tersenyum


"Jangan panggil aku Tuan lagi. Panggil saja Acel."


"Baik Tuan Acel." Kata Laura lalu Acel tertawa.


"Laura, sudah aku katakan jangan panggil lagi aku Tuan. Cukup panggil saja Acel. Ok!"


Laura tersenyum


"Umm.. Baiklah Acel. Oh ya ada apa kamu memanggilku?"


"Kamu pulang jam berapa sebentar?" Tanya Acel


"Ehm.. Kalau Boss galak itu sudah pulang, baru aku pulang. Kalau aku lebih dulu pulang walau jam kerja sudah selesai dia akan memarahiku." Kata Laura dengan wajah cemberut.


"Oh ya? Jadi kakaku itu galak?" Tanya Acel sambil tertawa


"Iya, kakakmu itu galak." Jawab Laura kemudian Acel tertawa lagi.


Sementara di dalam ruangan, Kairos memperhatikan Luara dan Acel


"Apa yang sedang mereka perbincangkan?" Tanya Kairos sambil memperhatikan Acel dan Laura dari dalam ruangannya.


"Jadi sebentar kamu pulang jam berapa?" Tanya Acel lagi.


"Mungkin jam enam Acel." Jawab Laura


"Umm.. Baiklah. Sebentar aku akan menjemputmu, aku ingin kamu mengajariku Bahasa Indonesia." Kata Acel. Dia berpura pura tidak bisa berbahasa Indonesi.


"Sudah. Pokoknya sebentar aku akan menjemputmu." Kata Acel lalu dia meninggalkan Laura yang masih terbengong bengong.


Kairos berdiri lalu dia keluar dari ruangannya. Dia menghampiri Luara yang masih terbengong sambil melihat Acel pergi.


"Apa yang kalian bicarakan tadi." Tanya Kairos tiba tiba sehingga Laura terkejut.


"Ahh....umm... Aku..


Laura bingung harus jawab apa. Kairos menatap Laura sambil mengangkat kedua keningnya menunggu jawaban dari Laura


"Ohh.. Tuan Acel hanya menanyakan kalau aku pulang jam berapa. Terus aku jawab, tergantung bos kalau bos belum pulang aku juga belum bisa pulang."


"Benarkah? Tanya Kairos lagi.


"Iya benar boss, sejak kapan aku berbohong. Mau di pecat sama bos? Kalau aku di pecat, aku harus kerja apalagi, terus aku dapat uang darimana? Bagaimana hidup aku sehari hari? Bagaimana dengan makanku?"


Laura nyerocos terus lalu Kairos membekap mulut Laura.


"Sudah diam, berisik." Kata Kairos kemudian dia meninggalkan Laura dan kembali keruangannya.


Sementara di rumah terlihat Cella sedang teleponan dengan Joe.


"Joe, aku sangat rindu padamu." Kata Cella sambil berbaring di tempat tidur.


"Aku juga rindu padamu." Kata Joe dari seberang telepon.


"Benarkah?"

__ADS_1


"Iya Cella." Jawab Joe. "Aku merindukan desahanmu." Canda Joe


"Joee." Teriak Cella lalu terdengar tawa Joe dari seberang telepon.


"Aku hanya bercanda sayang." Kata Joe lagi. "Oh ya kapan kampusmu libur?" Tanya Joe


"Umm.. Dua minggu lagi libur."


"Kalau libur kamu akan mengunjungiku?" Tanya Joe lagi.


"Tentu saja Joe, aku akan mengunjungimu." Jawab Cella.


"Baiklah sayang nanti aku telepon lagi ya. Ada pasien."


"Iya Joe. Aku mencintaimu." Kata Cella.


"Aku juga mencintaimu sayang." Kata Joe lalu telepon di tutup.


Cella meletakkan handphonenya di atas tempat tidur lalu dia memjamkan matanya.


Dia terbayang saat Joe memberikan kenikmatan itu lalu dia tersenyum.


Di kantor Kairos bersiap siap untuk pulang, dia mengambil tas kerjanya lalu dia meninggalkan ruangannya.


Kairos berpapasan dengan Laura.


"Boss sudah mau pulang?" Tanya Laura sambil mengikuti Kairos dari belakang.


"Iya, kenapa?" Tanya Kairos tanpa menoleh.


"Umm.. Berarti aku sudah boleh pulang?" Kata Laura lagi.


"Terserah kamu, mau tidur juga di kantor tidak ada yang melarangmu." Kata Kairos sambil membuka pintu mobil.


"Boss, aku hanya bertanya. Kenapa jawabnya seperti itu?" Kata Laura dengan wajah cemberut.


Kairos menatap Laura.


"Terserah aku mau jawab apa." Kata Kairos lalu dia melihat mobil Acel masuk ke dalam parkiran.


Acel berhenti tepat di samping mobil Kairos kemudian dia turun dan menghampiri Laura.


"Hi Kairos, kamu sudah mau pulang?" Tanya Acel sambil matanya melirik Laura.


"Iya Acel. Kenapa?"


"Tidak kenapa kenapa. Oh ya, kamu akan pulang bersama Laura?" Tanya Acel lagi.


"Umm.. Tidak. Aku akan pulang sendiri." Jawab Kairos sambil masul ke dalam mobil.


"Ok. Kalau begitu Laura pulang bersamaku. Ayo Laura!" Kata Acel sambil menarik tangan Laura.


Laura terbengong bengong melihat Acel menarik tangannya.


"Acel kita mau kemana?" Tanya Laura sambil menatap Kairos yang lagi di dalam mobil.


Sementara di dalam mobil Kairos menjadi heran melihat Acel dan Laura. Kairos langsung turun dari mobil.


"Acel, kamu mau kemana?" Tanya Kairos sambil melihat Laura yang kebingungan.


"Aku akan mengantar Laura pulang." Jawab Acel sambil menarik tangan Laura. "Ayo masuk Laura." Kata Acel sambil membukakan pintu mobil kepada Laura. Lalu Laura masuk ke dalam mobil.


Acel tersenyum melihat Kairos.

__ADS_1


"Ok Kairos, aku pergi dulu ya." Kata Acel sambil masuk ke dalam mobil, lalu dia meninggalkan Kairos yang masih kebingungan melihat dia dan Laura.


Kairos masuk ke dalam mobil lalu dia langsung meluncur kembali ke rumah.


__ADS_2