
Semenjak dia merasakan kenikmatan itu Laura semakin ketagihan dia tidak malu lagi, kalau dia ingin dia selalu mengatakannya kepada Kairos, Kairos senang dengan sikap Laura seperti itu.
Hampir setiap saat mereka berdua melakukan itu. Kairos masih ingin menjaga perawan Laura, dia tidak ingin melakukan lebih dari itu kepada Laura.
Baginya mendapatkan kenikmatan dengan cara seperti itu sudah cukup baginya. Kairos sudah benar-benar jatuh cinta kepada Laura begitu juga dengan Laura, setiap malam mereka berdua tidur bersama.
Lauran tidak mau lagi jauh dari Kairos, begitu juga dengan Kairos. Kebersamaan mereka berdua selalu di ganggu oleh Carissa, dia tidak ingin Laura terus bersama Kairos. Carissa selalu mencari perhatian kepada Laura. Dia sangat menyayangi Laura,
“Laura apakah kamu suka dengan Kairos? Bukan kah waktu itu kamu bilang padaku kalau Kairos jahat padamu? Tapi aku lihat kamu malah sering tidur di kamar Kairos,” ujar Carissa dengan polos. Laura menatap Kairos dia tidak tahu mau bicara apa pada Carissa.
Melihat Laura kebingungan, Kairos langsung tertawa. Dia berdiri lalu mengangkat Carissa kemudian dia duduk kembali dan mendudukan Carissa di pangkuannya, “Gadis kecil, aku tidak jahat kepada Laura. Itu hanya perasaan Laura saja. Tapi yang sebenarnya, kakakmu ini sudah jatuh cinta kepada Laura. Apakah kamu suka aku pacaran dengan Laura?” tanya Kairos sambil matanya melirik Laura
“Benarkah Kairos? Aku senang kamu dengan Laura, tapi ingat jangan marah-marah kepada Laura. Kalau kamu marah kepada Laura maka aku akan menarik kupingmu ini,” canda Carissa sambil memegang kuping Kairos kemudian Laura dan Kairos tertawa.
Kairos menurunkan Carissa lalu dia meminta Laura untuk menemani Carissa tidur. Laura mengajak Carissa pergi ke kamar, mereka berdua naik ke tempat tidur lalu Carissa langsung berbaring. Laura mengambil buku dan membacakan untuk Carissa, dia membaca buku cerita itu sampai Carissa tertidur.
Setelah Carissa tertidur, perlahan-lahan Laura turun dari tempat tidur dan memakaikan selimut kepada Carissa. Sebelum keluar dia mematikan lampu kemudian Laura menutup pintu.
Laura pergi ke kamarnya kemudian dia berpapasan dengan Acel, Laura tersenyum dan menyapa Acel.
“Selamat malam, Acel,”
“Hi. Selamat malam, Laura. Apakah adikku yang cerewet itu sudah tidur?” tanya Acel.
“Um, iya Carissa sudah tidur,” jawab Laura kemudian dia pamit kepada Acel, “Aku ke kamar dulu ya.” Acel tersenyum kemudian dia menganggukan kepala dan memperhatikan Laura yang berlalu dari hadapannya. Acel masuk ke kamar dan menghempaskan tubuhnya di ranjang.
“Hum ….” Dia menarik napas panjang dan menghembuskan kembali. “Sudah mulai mendapatkan titik terang, besok aku harus bertanya lagi kepada kedua orang itu,” kata Acel dalam hati kemudian dia bangun dan duduk di sisi tempat tidur.
“Aku ingin tahu siapa yang membunuh ke dua orang tuaku, aku harus membalasnya. Besok aku akan memulainya kalau mereka berdua tidak menjawab, aku akan membunuhnya.”
Acel berdiri kemudian di keluar dari kamar dan pergi ke dapur. Tanpa sengaja dia melihat Kairos dan Laura sedang berciuman di teras belakang.
Dia tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala, “Mereka berdua sedang di mabuk cinta,” kata Acel kemudian dia mengambil gelas dan pergi ke mini bar, dia bertemu dengan Cella dan Joe.
“Baru pulang,” tanya Acel sambil tersenyum kepada Joe
“Iya, Acel. Aku dan Joe makan malam di luar,” jawab Cella
“Aku pulang dulu ya,” pamit Joe kemudian dia mengecup kening Cella, “Besok aku akan bicara dengan Kairos dan Acel,” bisik Joe di kuping Cella. Acel memperhatikan Joe lalu dia menepuk punggung Joe.
__ADS_1
“Jangan berbisik di depanku,” canda Acel.
Joe dan Cella langsung tertawa, “Aku hanya berbisik hal yang tidak penting,” kata Joe kepada Acel
“Oh …” gumam Acel sambil menganggukan kepala, “Baiklah aku ke kamar dulu,” kata Acel lalu dia meninggalkan Cella dan Joe.
Cella menatap Joe kemudian dia melingkarkan tangannya di punggung Joe, “Hati-hati ya,” bisik Cella di kuping Joe.
Joe melingkarkan tangannya di pinggang Cella kemudian dia mencium bibir tipis berwarna merah delima itu. Cella menghentikan ciuman Joe dan menyeka bibirnya,
“Sudah cukup nanti milikmu bangun,” canda Cella dengan mengedipkan sebelah matanya lalu Joe tertawa
“Hmm … baiklah, kalau begitu aku pulang dulu ya,” pamit Joe kemudian dia mengecup kembali bibir Cella
“Iya, hati-hati ya,” ucap Cella lalu dia membalas mengecup bibir Joe. Cella menurunkan tangannya dari punggung Joe lalu mengantar Joe sampai di depan.
Joe masuk ke mobil kemudian dia meninggalkan kediaman Cella. Seperginya Joe Cella langsung pergi ke kamarnya, dia masuk dan menghempaskan tubuhnya di ranjang.
“Hm … mudah-mudahan Kairos dan Acel tidak menentang aku dan Joe untuk menikah,” kata Cella sambil mengambil bantal dan menutup wajahnya.
Sementara di teras terlihat Kairos dan Laura sedang bermesaraan, Laura duduk di pangkuan Kairos dan kedua tangannya berada di punggung Kairos. mereka berdua saling berciuman dan memainkan lidah, Kairos berhenti mencium Laura kemudian dia memegang pipi yang sedikit tembam itu,
“Pergi ke kamarmu?” tanya Laura lalu Kairos menganggukan kepala, “Baiklah,” ujar Laura lalu dia berdiri dari pangkuan Kairos dan berjalan menuju ke kamar Kairos.
Mereka berdua masuk lalu Laura naik ke tempat tidur dan duduk. Dia memperhatikan Kairos yang sedang melepaskan pakaiannya, kemudian dia berbaring.
Kairos melepaskan Celana pendeknya kemudian dia pergi berbaring di samping Laura, “Kamu lagi ingin?” tanya Kairos sambil meletakkan tangan satunya di belakang kepala.
“Um … apakah kamu lagi ingin?” Laura balik bertanya kepada Kairos kemudian Kairos memutar tubuhnya dan meletakkan tangannya di perut Laura.
“Iya, aku lagi ingin. Apakah kamu tidak lihat milikku sudah keras,” canda Kairos lalu dia memasukkan tangannya di dalam kaos dan merabah dada Laura.
Laura duduk kemudian dia melepaskan kaos dan celana pendek lalu dia berbaring di samping Kairos,
“Baiklah, lakukan sekarang,” ujar Laura kemudian Kairos duduk dan melepaskan celana dalam miliknya dan milik Laura kemudian dia menindih tubuh Laura
Dia membuka paha Laura dan menempelkan miliknya di daerah ke wanitaan Laura yang mulai basah itu. Kairos mencium bibir Laura dan memasukan lidahnya sambil tangannya menggerayangii tubuh Laura. Laura meyambut lidah Kairos, dia mengisap lidah itu bagaikan mengisap permen sambil tangannya turun ke bawah dan memegang milik Kairos yang sudah semakin tegang.
Dia membuka pahanya lebar-lebar lalu dia menggesek-gesekkannya di klit.
__ADS_1
Kairos membantu dengan menggerekkan pinggangnya naik turun,
“Bagaimana kalau kita melakukan lebih dari kemarin-kemarin?” bisik Kairos di kuping Laura
“Maksudmu?” Laura tidak mengerti apa yang di katakan Kairos
“Aku masukkan milikku di sini.” Tangan Kairos memegang milik Laura
“Apakah sakit?” tanya Laura dengan menatap mata Kairos
“Iya. Awalanya sakit, tapi lama kelamaan kamu akan merasakan kenikmatan itu, kenikmatan yang luar biasa,” jawab Kairos sambil memainkan jarinya di klit
“Baiklah, kita coba.”
Kairos tersenyum kemudian dia mencium kembali bibir Laura sambil tangannya meremas dada Laura. Sedangkan Laura dia kembali memegang milik Kairos dan menggesek-gesekan di klit yang sudah basah itu.
Kairos turun mencium leher jenjang itu lalu dia turun di dada Laura, dia meremas dan mencium dada itu. dia menggigit daging kenyal berwarna merah delima itu dan memainkannya dengan lidah, sesekali dia mengapit daging kenyal itu dengan bibir dan menarik dengan lembut.
Terdengar desahan keluar dari mulut Laura, dia meremas rambut hitam milik Kairos sambil menggeliat. Kairos turun mencium perutnya dan jarinya tengahnya tetap memainkan klit yang semakin basah itu. Laura semakin membuka lebar pahanya dan membiarkan jari Kairos memainkan klitnya yang sudah mengeras. Dia membelai rambut Kairos dan meletakkan kakinya di punggung yang kekar itu.
Kairos semakin turun ke bawah, dia membuka bibir V yang masih berwarna merah muda itu kemudian dia menerjang dengan ujung lidahnya. Pinggang laura terangkat, dia menikmati setiap jilatan-jilatan yang di lancarkan Kairos dengan lidahnya di klit yang berwarna merah itu.
Tubuh Laura tersentak, dia mengalami pelepasan kemudian Kairos duduk dan mengocok miliknya, cairan bening keluar dari ujung milik Kairos kemudian dia oleskan di permukaan lubang kenikmatan yang masih sempit dan belum terjamah dengan benda tumpul milik lelaki lain.
Kairos menggesek-gesekan miliknya di permukaan lubang kenikmatan itu kemudian dia mulai mendorong dengan perlahan, ujung tumpul itu mulai masuk lalu,
“Ah … Kairos sakit,” riintih Laura sambil mencoba mendorong tubuh Kairos, tapi Kairos menahan tangan Laura
“Iya. Sakitnya hanya sebentar, kamu tahan saja,” ujar Kairos sambil memaksa mendorong miliknya yang sulit masuk ke dalam lubang kenikmatan itu.
Laura menjerit kesakitan, dia meremas tangan Kairos yang menyanggah di tempat tidur, “Kairos ini sakit sekali, aku tidak bisa menahannya,” rintih Laura tapi Kairos tidak perduli, dia tetap mendorong masuk miliknya tapi Laura menggerakkan pinggangnya sehingga ujung milik Kairos keluar kembali.
Kairos menahan Laura kemudian dia memegang miliknya dan menuntun masuk kembali ke dalam lubang yang masih sempit itu.
Laura kembali menjerit kesakitan, tapi Kairos kembali memaksa mendorong miliknya dan akhirnya ujung kepala miliknya masuk. Laura memejamkan matanya, dia merasakan milik Kairos sudah berhasil membobol pertahanannya. Dia merasakan sakit yang luar biasa sampai airmata keluar dari sudut matanya.
Kairos melihat sudah setengah yang masuk kemudian dia menggerakkan pinggangnya dengan perlahan-lahan sambil memperhatikan Laura yang sedang menahan kesakitan, tangan satunya menyeka airmata Laura. “Maafkan aku, aku tidak bisa menahannya,” ucap Kairos dengan menggerakkan pinggangnya maju mundur.
Lama-kelamaan terdengar desahan dari bibir Laura
__ADS_1
Bikin nanggun dulu ah