End Of Love

End Of Love
EOL 42


__ADS_3

Hari ini Carlos sudah di ijinkan pulang. Aku membereskan semua barang barang milik aku dan Carlos, obat obatan aku masukin ke dalam tas dan tidak lama kemudian Andrew datang


“Selamat pagi, jemputan siaapp.” Kata Andrew padaku dan Carlos, aku dan Carlos tertawa.


“Terima kasih Ndrew, kamu sudah banyak membantu.” Kata Carlos pada Andrew dan Andrew tersenyum. Dia duduk disofa dan memandang aku dan Carlos


“Ahh, bantuanku belum seberapa.” Kata Andrew lagi dan Carlos tersenyum pada Andrew.


“Ndrew aku bisa minta tolong lagi gak?” Andrew menatapku


“Katakan saja Jess.” Kata Andrew sambil berdiri dan mendekatiku.


“Ndrew di depan rumah sakitkan ada toko kue, kamu beliin kue dong. Aku mau tinggalkan buat mereka petugas sama suster mereka baik banget.


“Ok, kuenya di campur ajakan?” Tanya Andrew


“Iya, disitukan ada jual cake marmer sama bolu dan brownis beli aja itu.” Kataku pada Andrew sambil memberikan uang pada Andrew dan Andrew pergi membeli kue.


Semua barang sudah beres aku dan Carlos tinggal menunggu andrew membeli kue. Aku dan Carlos duduk di sofa, dan ponselku berbunyi. Aku melihat pesan dari Glen, dia bertanya kalau kapan aku akan shooting lagi tapi aku tidak membalasnya. Carlos menatapku dan bertanya.


“Siapa itu?”


“Pesan dari Glen beb.” Carlos memandangku


“Kenapa dia?” Tanya Carlos dengan ketus, aku terseyum pada Carlos. Aku tahu dia tidak suka pada Glen


“Dia hanya bertanya beb, kapan aku shooting lagi.”


Carlos mengernyitkan keningnya dan menatapku. “shooting apa, sayang?”


Aku tersenyum pada Carlos. “Nanti aku ceritakan di apartemen beb, itu andrew sudah datang.”


Andrew masuk membawa kue, aku berdiri dan Carlos mengambil tas kemudian kami keluar dari ruangan dan menuju ke petugas jaga disana mereka lagi berkumpul. Aku samperin mereka untuk pamitan sekaligus memberikan kue pada mereka.


“Hallo semua, kami pamit dulu ya. Makasi kalian sudah melayani kami dengan baik, ini ada kue aku tinggalkan untuk kalian.” Kataku pada mereka.


“Mba Jessica makasih ya, itu sudah tugas kami untuk melayani pasien.” Kata sus padaku


“Iya tapi pelayanan kalian sangat baik, kami permisi dulu ya.” Kami berpamitan pada mereka, setelah itu kami berjalan ketempat parkir. Andrew membuka pintu bagasi dan memasukan barang barang kami. Carlos masuk ke dalam mobil, dia duduk di samping Andrew dan aku duduk di belakang.


Andrew menjalankan mobilnya dan pulang menuju apartemen, Andrew masuk ke basement dan memarkirkan mobil. Aku dan Carlos langsung turun di ikuti Andrew, Carlos mengambil barang di bagasi dan kami berjalan menuju lift. Andrew menekan tombol dan lift terbuka, Carlos menempelkan kartu dan menekan angka delapan belas. Lift tertutup dan lift mulai naik ke atas. sampai di apartemen kami masuk ke dalam.


Dan ruangan begitu berantakan, aku melihat pada Carlos dia langsung memalingkan wajahnya. Aku dan Andrew saling pandang dan tertawa, Andrew langsung berbisik di kupingku.


“Aku akan membantumu merapikan apartemennya.” Kata Andrew padaku


Kami naik ke atas dan meletakkan barang barang di lantai, bau alkohol masih tercium di ruangan. Aku membuka gorden jendela dan cahaya terang masuk ke dalam ruangan.


Aku berjalan menuju kamar yang biasa aku pakai, aku membuka pintu kamarku dan kamarku sangat bau alkohol. Di dalam kamar banyak botol botol minuman yang sudah kosong, Andrew berdiri di belakangku dan melihat kamarku berantakan. Dia langsung tertawa, aku menatap Carlos dia hanya terseyum. Carlos menghampiriku.


“Sayang aku akan membantumu merapikan ruangan ini.” Kata Carlos padaku


“Tidak usah beb, kamu istirahat saja.”


“Tidak apa apa sayang, aku sudah sehat.” Kata Carlos lagi.


“Beb,please.” Aku tidak mengijinkan Carlos membantuku. Aku ingin dia beristirahat.


“Sudah Carlos kamu istirahat saja, aku akan membantu Jessica membereskan ruangan.” Kata Andrew pada Carlos


“Terima kasih Ndrew, kamu sudah banyak membantu aku dan Jessica.” Kata Carlos pada Andrew dan Andrew tersenyum


“Tidak apa apa Carlos, aku senang membantu Jessica.” Kata Andrew lagi


Aku dan andrew ke ruang bawah dan mengambil dus, kami masukkan semua botol botol yang sudah kosong kedalam dus. Aku mengambil vacuum cleaner dan membersihkan kamar, ruang Tv dan kamar Carlos. Andrew mengambil parfum ruangan dan menyemprot di kamar dan ruang Tv. sementara Carlos berbaring di kamarnya.


Kemudian aku dan andrew membersihkan ruangan lantai satu.


“Jess minuman sebanyak itu di habiskan sendiri, pantes saja sakit.” Kata Andrew padaku sambil membuang botol botol minuman yang sudah kosong


“Iyalah apa lagi ini minuman import semua, terus nggak makan lagi. Ya sakit lah.” Aku dan Andrew tertawa bersamaan

__ADS_1


“Gila ya orang kalau sudah cinta apa saja bisa dia lakukan.” Kata Andrew padaku sambil tertawa


Aku menatap andrew dan tertawa, akhirnya aku dan andrew selesai merapikan lantai satu. Andrew menyemprotkan parfum di ruangan, setelah itu aku dan dia naik ke atas dan duduk di sofa.


Andrew merebahkan dirinya di sofa.


“Ndrew istirahat saja di kamarku.” Kataku pada Andrew


“Terus kamu istirahat dimana?”


“Aku akan istirahat di kamar Carlos.”


“Ya sudah.” Kata Andrew sambil berdiri dan masuk ke kamarku dan akupun masuk ke kamar Carlos. Carlos lagi berbaring tapi tidak tidur, aku naik ke tempat tidur dan memeluknya.


“Apa yang kamu pikirkan beb?”


“Aku memikirkan kamu dan aku, kedepannya harus bagaimana dan sepertinya sudah saatnya aku harus jujur padamu.” Kata Carlos padaku


“Beb kalau masalah Olivia sudah lupakan saja, aku sudah memaafkanmu. Tidak perlu di jelaskan lagi.” Kataku pada Carlos, aku tidak mau dia mengungkit lagi soal dia dan Olivia.


“Bukan hanya masalah Olivia sayang, ada beberapa hal yang harus aku katakan padamu. Aku tidak ingin ada salah paham lagi di antara kita, aku ingin mengatakan siapa aku sebenarnya dan nanti kamu akan mengerti kenapa ada Olivia.” Kata Carlos padaku


Aku menatap Carlos. “Apakah kamu sudah tidur dengan olivia.”


“Tidak sayang, sumpah aku tidak pernah tidur dengan Olivia aku tidak pernah menyentuhnya. Aku hanya mencium dia satu kali saja, makanya kamu dengar dulu apa yang mau aku katakan jangan menyela pembicaraanku.” Kata Carlos dengan kesal


“Baiklah kalau begitu katakan beb.”


Carlos bangun dan duduk di tempat tidur dan aku masih berbaring, Carlos memegang tanganku.


“Tapi kamu jangan terkejut kalau tau siapa aku.” Kata Carlos padaku


“Iya katakan saja.” Kataku pada Carlos dengan penasaran.


“Aku sudah berbohong padamu, aku disini tidak bekerja pada siapapun. Aku mempunyai perusahaan disini, aku memiliki dua tambang di Indonesia. Satu tambang di pulau Kalimantan dan satu tambang di pulau Sulawesi.( aku mengernyitkan alisku sambil mendengarkan Carlos berbicara.) Aku mengeksport hasil tambang ke China dan Korea.


“Terus apa hubungan dengan olivia?”


Carlos melanjutkan lagi. “Orang tua ku memiliki bisnis yang sangat bagus, mereka pebisnis yang berhasil, mereka mempunyai perusahaan minyak di Ecuador. Tapi kematian adiku membuat orang tuaku menjual perusahaan minyak di Ecuador. Mereka punya perusahaan pelayaran di Spain. Mereka memilik kapal pesiar yang sangat megah bahkan mereka memiliki hotel berbintang di setiap kota yang ada di Amerika, Eropa bahkan di beberapa negara Asia juga ada.” Cerita Carlos padaku dan dia melanjutkan lagi


“Kamu tahu adiku mati di bunuh oleh rekan bisnis orang tuaku, dia meninggal di usia delapan belas tahun {aku membelalakan mata dan menutup mulutku dengan kedua tanganku}, dia adalah adikku satu satunya. Kami hanya berdua dan aku sangat menyayangi adiku, kematian adikku membuat aku terpukul. Kematian adikku membuat aku jadi seorang pembunuh, aku menjadi pembunuh di usiaku yang ke dua pulu tahun. Aku tidak segan segan membunuh siapa saja yang menggangu bisnis orang tuaku dan aku sering masuk penjara tapi orang tuaku selalu menebusku.


Dan akhirnya orang tuaku mengirim aku ke spain ke rumah kakekku, disana aku berubah. Aku datang ke indonesia dan membangun bisnis di Indonesia dengan bantuan kakek, dan aku berhasil.


“Kamu ingat terakhir aku kembali ke America?" Tanya Carlos padaku dan aku menganggukan kepala.


“Aku menceritakan tentangmu pada mereka, dan mereka sangat menyukaimu. Daddy sampai meminta aku untuk menikahimu tapi aku katakan pada daddy kalau kamu masih ingin sekolah dan kuliah. Tapi jawaban daddy, untuk apa sekolah datang saja ke America kamu anakku satu satunya semua bisnisku pasti kamu yang akan pegang dan tentu saja dia bisa juga meneruskan bisnis mommy kamu. Tapi aku menolak karena aku tau kamu masih ingin sekolah dan daddy ku berkata.


“ Nak kami sudah tua kami merindukan cucu, kapan kamu akan memberikan kami cucu tapi aku hanya balas dengan candaan. Saat aku kembali ke Indonesia aku memikirkan hal itu.


Aku berpikir umurku sekarang tiga pulu satu kalau aku menunggumu sampai selesai kuliah umurku mungkin sekitar tiga pulu lima atau tiga puluh enam dan orang tuaku semakin tua, mereka sangat merindukan cucu.”


“Dan akhirnya aku mencoba membuka situs date in dan aku bertemu Olivia, kami bertemu di kantorku dan kami berbincang di kantor. Disitu aku berbohong kalau aku belum punya pacar, tapi pada keesokannya aku berkata jujur pada Olivia. Aku bilang aku sudah punya pacar, tapi dia berkata tidak apa apa Carlos, itu kan baru pacar belum istri. Dan dia menawarkan untuk menjadi pacarku dan aku menerimanya tapi aku tidak pernah berjanji padanya untuk menikah dengannya. aku mencoba menjalani hubungan dengan Olivia tapi aku tidak menemukan cinta, selama jalan dengan Olivia pikiranku selalu tertuju padamu.


Ada perasaan takut dalam diriku, sampai terakhir aku melihatmu di Cafe kamu menangis dan memeluk glen hatiku terasa sakit aku tidak sakit hati kamu memeluk Glen tapi rasa sakit saat melihat kamu menangis. Dan akhirnya aku mengambil keputusan ingin meninggalkan Olivia, sebelumnya aku tidak tahu kalau kamu sudah mengetahui tentang aku dan Olivia.


Aku pulang ingin bicara denganmu tapi kamu mengunci diri di kamar dan aku berpikir aku harus menghentikan aktifitasmu sementara sampai aku memutuskan Olivia, karena aku takut kalau kamu tahu lebih dulu hubunganku dengan Olivia. Tapi hari itu aku sudah salah bicara padamu, aku malah menyakiti hatimu. Semua ini aku ingin jelaskan di rumah sakit tapi kamu selalu menolaknya.


Sayang maafkan aku, aku semestinya tidak bicara begitu padamu. Aku sangat menyesal.” Kata Carlos padaku.


Aku bangun dan memegang pipi Carlos.


“Beb aku sudah mengerti semuanya, masalah Olivia aku mengerti dan sudah memaafkanmu. Tapi aku tidak suka kamu bohong padaku tentang dirimu.”


“Iya aku minta maaf sudah berbohong tentang diriku padamu.” Kata Carlos lagi


“Beb, aku turut prihatin dengan apa yang terjadi pada adikmu.”


“Iya terima kasih sayang, sayang menikahlah denganku. Aku tidak mau kehilanganmu lagi, aku ingin memilikimu selamanya.” Kata Carlos sambil memohon padaku.


“Iya aku akan menikah denganmu.” Kataku pada Carlos sambil memegang pipinya

__ADS_1


“Kapan?”


“Selesai aku sekolah beb.”


“Kamu tidak ingin kuliah?” Tanya Carlos sambil membelai wajahku


“Beb, walau sudah menikahkan aku bisa kulia.”


“Iya bisa.” Kata Carlos padaku dan aku menatap mata Carlos


“Kamu mau menungguku beb?”


“Iya.. Aku akan menunggumu sayang.” Kata Carlos sambil mencium keningku


“Sekarang istirahat ya. kamu pasti lelah”


“Iya kamu juga istirahat beb.”


“Andrew mana?” Tanya Carlos


“Lagi istirahat di kamarku.”


“Ya sudah kita istirahat ya sayang.”


“Iya beb.” Carlos membalikkan badanku dan memelukku dari belakang. Aku memejamkan mata dan tertidur.


Author POV


Carlos memeluk Jessica dengan erat. “Terima kasih sayang kamu sudah memberikan kesempatan padaku. Aku janji tidak akan pernah menyakitimu lagi, aku akan setia menunggumu. Aku sangat mencintaimu.” Kata Carlos dalam hati.


Jessica bangun dan terkejut melihat jam suda puku dua, dia melihat Carlos masih tertidur pulas. Pelan pelan dia melepaskan pelukan Carlos dan turun dari tempat tidur. Dia keluar kamar dan menuju kamarnya, Jessica membuka pintu pelan pelan dan di sana Andrew masih tidur pulas.


Jessica turun ke bawah dan memesan makanan, dia membuka aplikasi dan memesan bubur ayam untuk Carlos, nasi dan seafood untuk dia dan Andrew. Sambil menunggu pesanan dia membuka medsosnya, Selama dia dan Carlos berpisah dia tidak pernah membukanya. Dan Jessica melihat Glen menandaiku foto foto yang sudah di editnya, ada juga video. Jessica menghapus tandainya dan memblock Glen dari medsosnya.


Tidak lama kemudian handphonenya berbunyi Jessica membukanya. “Hmm, pesanan sudah datang.” Jessica keluar dan menuju lobby, dia mengambil makanan dan membayarnya setelah itu dia kembali ke apartemen. Jessica meletakkan makanan di atas meja kemudian mengambil piring dan mangkok, dia meletakkan makanan di piring.


Jessica naik keatas dan membangunkan Carlos.


“Beb, bangun kamu harus makan.” Kata Jessica pada Carlos. Carlos membuka matanya dan menatap Jessica. Dia menarik Jessica dan memeluknya.


“Beb makan dulu, kamu harus minum obat.” Kata Jessica lagi pada Carlos


“Iya sayang.” Kata Carlos sambil mengecup kening Jessica. “Aku mencintaimu.” Kata Carlos sambil berdiri dan berjalan keluar kamar.


Aku keluar kamar dan menuju kamarku dan membangunkan Andrew.


“Andrew bangun.” Kata Jessica pada Andrew sambil menggerakan badan Andrew


“Hmm... Kenapa Jess?”


“Makan dulu ayo.” Jessica menarik tangan Andrew dan dia bangun dari tempat tidur dan berjalan mengikuti Jessica dari belakang. Mereka turun ke bawah dan menuju meja makan, Carlos sudah duduk di mejak makan. Jessica duduk di samping Carlos dan Andrew duduk di depan Jessica.


Jessica memberikan bubur kepada Carlos dan Carlos memakannya, Jessica dan Andrew memakan nasi dan sea food. Carlos dan andrew makan begitu lahap, Jessica tersenyum melihat mereka berdua. “Aku beruntung mendapatkan teman seperti andrew.” Kata Jessica dalam hati sambil memperhatikan Andrew


Selesai makan Jessica membereskan meja makan dan meletakkan piring di tempat cuci piring. Jessica mengambil obat obatan Carlos dan memberikan pada Carlos dan Carlos meminumnya.


Sedangkan Andrew sibuk dengan Handphonenya, Jessica menghampiri Andrew


“Ndrew besokkan hari minggu, kamu tidur disini aja ya.” Kata Jessica pada Andrew


“Memangnya kenapa?” Tanya Andrew sambil menatap Jessica.


“Tidak kenapa kenapa, suka aja.”


“Ya sudah tapi aku pulang dulu nanti balik lagi.” Kata Andrew lagi


Mereka kembali ke atas dan duduk di sofa, Carlos mengeluarkan papan catur dan mengajak Andrew bermain catur.


Sementara itu Glen sangat marah begitu mengetahui Jessica memblockir medsosnya.


“Ini tidak mungkin Jessica yang melakukannya, ini pasti ulah Carlos. Lihat saja Carlos aku akan merebut Jessica dari tanganmu. Aku akan membawa Jessica jauh darimu, tunggu saja Carlos aku bisa melakukan apa saja untuk menjauhkanmu dari Jessica. Aku harus memiliki Jessica dan teman Jessica itu, aku akan menyingkirkannya karena dia Jessica dan Carlos bersatu lagi.” Kata Glen dengan geram.

__ADS_1


Selamat membaca


__ADS_2