
Jessica POV
Dan akhirnya kami tiba di Spain dan ternyata mereka juga punya landasan sendiri di Spain. Pesawat sudah landing dan kami siap siap untuk turun dari pesawat. Carlos mengambil tasku dan memegang tanganku, aku dan Carlos turun terlebih dahulu dan di dekat pesawat sudah ada dua mobil untuk menjemput kami. Aku dan Carlos menunggu Liliana dan Federico yang masih berada di dalam pesawat.
Tidak lama kemudian Liliana dan Federico keluar dari pesawat mereka turun dan menghampiri aku dan Carlos.
“Ayo kita langsung jalan saja, sudah malam Jessica harus cepat istirahat.” Kata Federico
“Iya dadd, Carlos dan aku masuk ke dalam mobil, begitu juga Liliana dan Federico masuk ke mobil lainya dan kami mengikuti mereka dari belakang. Akhirnya kami tiba di kediaman orang tua Carlos. Kediaman mereka ini berbentuk villa dan lebih besar dari rumah mereka di America halamannya sangat luas, kami masuk kedalam dan di sambut oleh pelayan rumah. Mereka berbahasa Spain aku tidak mengerti.
Federico melihatku dan menghampiriku.
“Nak kamu istirahat dulu, kamu pasti sangat lelah. Carlos bawah Jessica ke kamar
Carlos dan aku berjalan menuju ke kamar dan kami masuk ke dalam kamar. “Sayang kamu istirahat ya.”
“Iya beb.. Tapi jangan tinggalkan aku sendiri, aku takut.”
“Iya sayang, aku hanya ingin mengambil air minum untukmu, tunggu sebentar ya.”
“Jangan lama lama beb.”
“Iya sayang..”
Carlos keluar dari kamar dan aku berbaring di tempat tidur, tidak lama kemudian dia datang sambil membawa air minum untukku dan dia meletakkannya di meja. Carlos duduk disisi tempat tidur dan memegang perutku.
“Sayang pinggangnya masih sakit?” Tanya Carlos padaku
“Sedikit beb.”
“Ya sudah kamu istirahat ya.”
“Iya beb.. Tapi belakangku di elus ya.” Pintaku dengan suara manja
“Balik belakang aku akan elus.” Aku balik belakang dan Carlos mengelus belakangku sampai aku tertidur.
Author POV
Kemudian Carlos mencium kening Jessica dan memakaikan selimut padanya. Carlos berdiri dan keluar dari kamar menuju ke ruang tv, disana ada Liliana and Federico. Carlos duduk bersama mereka berdua dan becakap cakap, mereka membicarakan tentang pernikahan Carlos dan Jessica, dan ternyata Federico sudah mengatur semuanya. Dia sudah menghubungi keluarga maupun wedding EO.
Mereka sudah memutuskan untuk tema pernikahannya tetap outdoor. Sudah larut malam Carlos berdiri dan masuk ke kamar. Carlos berbaring di samping Jessica sedangkan Jessica sudah tertidur pulas. Carlos mengelus dan mencium perut Jessica dan memeluknya kemudian dia memejamkan mata dan akhirnya Carlos tertidur.
Jessica POV
Dua hari lagi pernikahanku dengan Carlos, dan sudah tiga hari aku dan Carlos tidur di villa milik orang tuanya yang terletak di pinggir pantai. Aku berjalan ke arah pantai tapi langkahku terhenti karena ada mobil mengarah ke villa, aku kembali ke dalam dan menemui Carlos.
“Beb itu mobil siapa yang datang?” Carlos berdiri dan melihat keluar.
“Oh.. itu mobil daddy sayang.” Jawab Carlos.
Aku pergi keluar dan mobil itu masuk, aku melihat Mike turun dari mobil.
“Hi Mike kamu sudah datang?” Sambil menghampiri Mike dan memeluknya.
“Iya Jessi aku baru tiba dan langsung datang kesini.”
Aku melihat Federico dan Liliana turun juga dari mobil, aku menghampiri mereka berdua dan mencium mereka. Kami masuk kedalam dan duduk menghadap pantai, Carlos duduk disampingku dan Federico menanyakan sesuatu padaku.
__ADS_1
“Nak bagaimana dengan orang tuamu, apakah kamu tidak ingin orang tuamu hadir di pernikahanmu?”
“Hmm.. Dadd tanpa orang tuaku di pernikahanku tidak apa apa dadd.” Jawabku pada Federico.
Federico berdiri dan duduk disampingku dia memegang tanganku dan berkata,
“Begini sayang kalau kamu ingin orang tuamu hadir, kami bisa membawa kedua orang tuamu kesini.”
“Ah... Dadd, aku pikir tidak perlu tidak perlu mereka hadir dadd.”
“Tapi kenapa sayang..?” Tanya Federico penasaran.
Dalam hatiku apa harus aku ceritakan semuanya kepada mereka kalau aku belum bisa memaafkan mamaku, apakah harus aku ceritakan bagaimana mama menyiksaku dari umurku lima tahun. aku tidak ingin mengingatnya lagi.
“Maaf dadd, aku hanya tidak ingin saja mereka hadir.” Mike Liliana dan Carlos menatapku.
“Tapi kenapa sayang?” Tanya Liliana.
“Maaf mom, aku belum bisa memaafkan mamaku.” Mereka semua menatapku dengan heran.
“Apa yang di perbuat oleh mama kamu sampai kamu tidak bisa memaafkannya?” Tanya Federico lagi sambil memegang tanganku. Aku menatap Carlos, dia tersenyum padaku dan membelai rambutku.
Aku menunduk dan berpikir, aku harus menjelaskan semuanya. Aku menarik nafas panjang.
“Begini dadd sebenarnya aku tidak ingin mengingat semua yang terjadi padaku dari umurku lima tahun sampai aku bertemu dengan Carlos, tapi aku akan menjelaskan semuanya kenapa aku belum bisa memaafkan mamaku.
“Saat umurku lima tahun mamaku selalu menyiksaku tanpa alasan, dia marah pada papaku tapi dia melampiaskannya padaku. Pernah lenganku di sundut rokok oleh mamaku karena dia marah padaku.” Aku menggulung kaosku dan menunjukan pada mereka kalau hanya dilihat sekilas tidak akan terlihat tapi kalau di perhatikan baik baik itu akan terlihat. Carlos melihatnya dan membelai rambutku
“Dan bukan hanya itu saja, dia sering memukulku dengan menggunakan sebatang kayu itu usiaku masih lima tahun. Aku hanya menangis, papaku tidak bisa membelaku kalau papa membelaku maka dia tidak akan berhenti memukulku, aku melihat Liliana menyeka air matanya, aku mengarahkan pandanganku kepantai dan terasa sesak didada.
“Mama seperti bukan mamaku, dari kecil aku tidak pernah mendapatkan kasih dari mama terkadang aku berpikir apakah dia mamaku atau bukan dan kejadian yang tidak pernah aku lupakan aku hampir di perkosa oleh kakak tertuaku, mamaku mengetahuinya tapi dia membiarkan ulah kakaku, tapi Tuhan masih sayang kepadaku saat kakak tertua mencoba memperkosaku kakak perempuanku datang, dia menyelamatkanku dan itu terjadi di usiaku sepuluh tahun dan setiap kakak tertuaku datang aku selalu menghindar, aku pergi bermain kerumah teman. Aku menunggu kakak perempuanku pulang.
“Dan setiap aku pulang rumah mama selalu memukulku dengan sebatang kayu, tapi aku lebih memilih di pukul dari pada di perkosa oleh kakak tertuaku.” Tak terasa air mataku jatuh. “semua itu terjadi saat papa tidak di rumah, karena papa waktu itu polisi dia sering dinas di luar dan aku tidak mau memberitahukan semuanya pada papaku dan kekejaman mama berlangsung terus menerus sampai akhirnya aku bertemu dengan Carlos. Aku tidak tahan lagi dan melarikan diri dari rumah dan Carlos membawaku ke Jakarta.
Aku tidak bisa menahan lagi air mataku dan aku menangis Carlos memelukku dengan erat.
“Maaf beb aku tidak ingin bertemu dengan mamaku, tolong jangan bawa dia kesini.” Pintaku pada Carlos, Carlos membelai rambutku.
“Iya sayang aku tidak akan membawa mama kamu kesini, kamu tenang ya sayang ingat kamu lagi hamil.”
Liliana berdiri dan menghampiriku, Federico berdiri dan menyuruh Liliana duduk disampingku kemudian dia memelukku.
“Maaf mom, aku belum bisa memaafkan mamaku.”
“Iya sayang tidak apa apa kami mengerti, Liliana memelukku dengan erat.
“Terima kasih mom, mom dan daddy sudah menyayangiku seperti anak kalian sendiri selama ini aku tidak pernah merasakan kasih sayang dari mamaku tapi aku menemukan kasih sayang itu dari kalian, kasih sayang yang begitu tulus aku rasakan.
“Dan aku berterima kasih padamu beb entah apa yang akan terjadi kalau aku tidak bertemu denganmu.” Carlos memegang tanganku dan menciumnya, dia juga menyeka air mataku.
Federico mendekat padaku dan bertanya.” Apa yang papa kamu lakukan saat melihatmu di pukul oleh mama kamu?”
“Dia tidak bisa berbuat apa apa, kalau dia membelaku mama akan marah dan mereka berdua bertengkar. Kalau mereka bertengkar mama suka berteriak dan semua tetangga mendengarnya, makanya papa memilih diam.
“Kalau mama selesai memukulku papa menemuiku di kamar dan memelukku dia selalu minta maaf padaku, karena dia tidak bisa melindungiku dia selalu bertanya.” dimana yang sakit nak sini papa obati.” dia mengobati bekas pukulan mama sambil berlinang air mata, dia sangat menyayangiku. Dan aku sangat menyayangi papaku.”
Aku memeluk Carlos dan menangis, Carlos memelukku dengan erat dia memberi isyarat kepada Federico. Terasa tangan Liliana membelai rambutku, Carlos berdiri dan mengajakku masuk kedalam kamar. Aku dan Carlos berjalan kekamar, sampai di kamar aku berbaring dan Carlos duduk disisi tempat tidur, dia menyeka air mataku.
__ADS_1
“Jangan bersedih lagi sayang, nanti anak kita juga ikut sedih melihat mamanya menangis.” Sambil mengelus perutku, dia mencium keningku kedua pipiku dan bibirku kemudian dia berdiri hendak keluar tapi aku menahannya.
“Mau kemana beb?”
“Aku akan mengambil air minum untukmu sayang.”
“Baiklah.” Carlos keluar dan aku memejamkan mata.
Author POV
Carlos meninggalkan Jessica di kamar dan mengambil air minum untuknya, Carlos berpapasan dengan Federico dan berkata
“Dadd sebenarnya tidak perlu menanyakan hal itu pada Jessica, kalau dia tidak ingin mamanya hadir berarti ada sesuatu. Kita jangan memaksanya, aku tau Jessica dadd aku tidak ingin kesedihannya berpengaruh pada kandungannya.”
“Iya maafkan daddy nak.”
Carlos meninggalkan Federico dan masuk kedalam kamar, tapi Carlos melihat Jessica sudah tertidur. Carlos menghampirinya dan mencium keningnya dan memakaikan selimut padanya, kemudian dia keluar kamar dan pergi keluar dia bertemu dengan Mike dan carlos mengajak Mike duduk di pinggir pantai dia berbincang bincang dengan Mike.
“Aku tidak habis pikir Carlos tentang mama Jessica, kenapa sekejam itu pada anaknya sendiri.” Kata Mike pada Carlos.
“Aku juga mike, ada ya orang tua seperti itu.”
Liliana datang dan duduk bersama mereka dan berkata kepada Carlos
“Sayang bagaimana dengan Jessica apa dia baik baik saja?”
“Iya mom dia sedang tidur sekarang.”
“Ahh, sayang mommy merasa kasihan padanya dia di perlakukan buruk oleh mamanya sendiri.”
“Iya mom, entah apa jadinya kalau dia tidak bertemu denganku. Jessica membantuku saat aku traveling ke kotanya, mom saat di resort dia datang padaku sambil menangis dan tangan serta kakinya merah karena di pukul mamanya.
“Sayang kamu sudah menyelamatkan Jessica, sayangi dia ya nak buat dia bahagia.”
“Tentu saja mom, aku sangat mencintainya.”
“Baguslah sayang.”
Hari semakin sore Liliana, Federico dan Mike akhirnya berpamitan pada Jessica dan Carlos mereka berdua mengantar mereka sampai depan, lalu mereka masuk kedalam dan tiba tiba perut Jessica berbunyi, dia memandang Carlos dan tersenyum
“Beb aku lapar perutku sudah berbunyi.”
“Ok sayang ayo kita makan.”
Jessica dan Carlos menuju ke ruang makan, disana sudah tersedia makanan Jessica dan Carlos duduk di meja makan dan Carlos mengambilkan makanan untuk Jessica. Carlos ingin menyuapi Jessica.
“Sayang aku suap ya.”
“Beb aku makan sendiri saja.”
“Sayang aku suap saja, sini buka mulutnya.”
Dan akhirnya Jessica mengalah dan Carlos menyuapi Jessica, Jessica bahagia sekali berada disamping Carlos, karena Carlos selalu memanjakannya.
Selamat membaca
Terima kasih bagi yang masih setia memberi like dan koment
__ADS_1