
Acel dan Laura tiba di rumah, Acel langsung menarik tangan Laura pergi ke Teras belakang.
"Acel mengapa kamu membawa aku kesini?" Tanya Laura sambil menatap Acel dengan heran.
Acel tertawa melihat mimik wajah Laura
"Aku membawamu ke rumah karena aku ingin belajar Bahasa Indonesia."
"Apakah harus sekarang?" Tanya Laura lagi.
“Iya tentu saja harus sekarang.” Jawab Acel.
“Acel bagaimana kalau besok saja, besokkan hari libur. Kalau sekarang aku lelah sekali, aku ingin pulang istirahat.” Kata Laura dengan wajah memelas.
“Kamu tidak boleh pulang. Kalau kamu mau istirahat, istirahat saja di kamarku.” Canda Acel lalu Laura membelalakan matanya.
“Apaa??
Melihat mimik wajah Laura, Acel langsung tertawa
“Aku hanya bercanda Laura, kamu terlalu serius menanggapinya.” Kata Acel sambil tertawa.
“Acel bolehkah aku pulang sekarang?” Tanya Laura dengan wajah memohon.
“Umm…baiklah, aku akan mengantarmu dan besok aku akan menjemputmu lagi. Ok?”
“Iya Acel, besok kamu jemput aku lagi.” Kata Laura lagi.
Tidak lama kemudian Kairos datang, Kairos pergi ke dapur dan matanya menangkap Laura. Kairos melangkah mundu, dia ingin memastikan apakah itu benar benar Laura.
“Kenapa Laura di sini? Pasti Acel yang membawanya. Tapi untuk apa Acel membawanya kesini?” Tanya Kairos kemudian dia pergi ke teras belakang.
Laura melihat Kairos
“Aduchh bos galak itu ada disini lagi.” Kata Laura dalam hati
Kairos menatap Laura
“Mengapa kamu belum pulang?” Tanya Kairos kepada Laura
“Aku yang membawanya kesini Kairos, aku ingin dia mengajariku Bahasa Indonesia.” Kata Acel sambil tersenyum kepada Laura. “Bukankah begitu Laura?”
Laura menatap Acel
“Ohh..ehm.. iya boss. Acel ingin belajar Bahasa Indonesia tapi aku katakan padanya besok saja, hari ini aku sangat lelah.”
“Ohh… kalau begitu sini aku akan mengantarmu pulang.” Kata Kairos
“Ah.. tidak usah Kairos, biar aku saja yang mengantar Laura. Kan aku yang menjemputnya.” Kata Acel sambil tersenyum.
“Tidak apa apa Acel, aku saja yang mengantarnya.” Kata Kairos lagi
Acel tersenyum kepada Kairos
“Baiklah kalau begitu.” Kata Acel lalu Laura menatap Acel dengan heran
__ADS_1
“Tapi Acel, kamu yang menjemput aku berarti kamu juga yang harus mengantarku pulang.” Kata Laura sambil memasang wajah permohonan kepada Acel.
Acel tertawa melihat Laura
“Tidak apa apa Laura, kakaku itu baik. Kamu jangan takut.” Kata Acel lagi
“Kamu takut aku mengantarmu?” Tanya Kairos kepada Laura
“Bukan begitu Boss, yang menjemput akukan Acel masa Boss yang mengantarku pulang.” Kata Laura lagi
“Sudah, ayo kalau mau pulang. Atau kamu mau tidur denganku.” Canda Kairos tapi dia menunjukan wajah serius
Mendengar Kairos bicara seperti itu Acel langsung tertawa
“Tidur dengan Boss? Ichh.. siapa lagi yang mau?” Kata Laura. “Huh.. tidur dengannya najiss tralalala dech.” Kata Laura dalam hati kemudian dia berjalan keluar.
Acel tertawa melihat mimic wajah Laura lalu dia menatap Kairos. Dia melihat juga Kairos lagi menahan tawa.
Kairos mengikuti Laura dari belakang. Kemudian Kairos membuka pintu mobil dan masuk sedangkan Laura masih berdiri di samping mobil. Kairos menurunkan kaca jendela mobil.
“Kamu mau jalan kaki pulang?” Kata Kairos lagi.
Laura menatap Kairos dengan wajah cemberut lalu dia membuka mobil dan masuk. Kairos langsung menjalankan mobilnya
“Kamu tinggal di mana.” Tanya Kairos lagi
“Umm.. aku tinggal di Gereja.” Jawab Laura sambil memandang ke luar jendela
“Tinggal di gereja?” Tanya Kairos dengan heran. “Kamu tidak punya tempat tinggal?”
“Kenapa kamu bisa tinggal di gereja?” Tanya Kairos penasaran
“Aku ingin bekerja di America dan untuk mendapatkan visa itu tidak mudah, jadi aku ikut rombongan Misionaris.” Kata Laura lagi.
“Ohh.. aku mengerti, Jadi kamu illegal disini?”
“Aku legal, Visaku nanti berakhir bulan depan.” Kata Laura. “Enak saja bilang aku illegal” Kata Laura dalam hati.
“Aku tahu, tapi itukan Visa berkunjung bukan Visa kerja. Berarti kamu illegal.”
“Terserah boss saja mau bilang Ilegal atau Legal, aku tidak bisa melarangnya. Boss atasanku” Kata Laura
Kairos ingin tertawa tapi dia menahannya.
“Dia sangat lucu, aku ingin dia tinggal di rumah saja menemani Carissa. Carissa pasti suka padanya.” Kata Kairos dalam hati. “Oh ya apakah Gerejanya masih jauh?”
“Sudah dekat.” Jawab Laura pendek.
Akhirnya Kairos tiba di gereja tempat Laura tinggal.
“Jangan lupa besok jangan terlambat.” Kata Kairos mengingatkan Laura
“Boss, besokkan libur. Masa aku harus masuk lagi, ini namanya perbudakan.” Kata Laura
“Oh maaf aku lupa.” Kata Kairos sambil tersenyum
__ADS_1
“Ah.. dasar. Masih mudah sudah pikun.” Kata Laura dalam hati. “Baiklah Boss kalau begitu aku masuk dulu.” Kata Laura kemudian dia meninggalkan Kairos.
Kairos memperhatikan Laura yang berjalan masuk lewat pintu samping gereja kemudian dia tersenyum sendiri. Kairos menjalankan mobilnya kembali ke rumah.
Sampai di rumah Kairos langsung ke dalam menuju halaman belakang, dia melihat Acel masih duduk disana.
Acel melihat Kairos lalu dia tersenyum
“Kamu sudah mengantarnya pulang?” Tanya Acel
“Iya Acel, dia ternyata tinggal di Gereja.” Jawa Kairo sambil duduk
“Ohh… jadi Laura tinggal di Gereja?”
“Iya Acel. Oh ya aku rencana akan mengajak dia tinggal di rumah ini, aku ingin dia menemani Carissa di rumah. Kasihan Carissa tidak bersama sama dengan kita.” Kata Kairos sambil menuang red wine di gelas dan meminumnya.
“Itu bagus Kairos, lagipula dia terlihat wanita baik baik.” Kata Acel penuh semangat. “Dan dia terlihat sangat lucu.”
“Iya Acel, dia sangat lucu. Terkadang aku tertawa sendiri melihat tingkah dia, aku sering mengerjainya di kantor.” Kata Kairos sambil tersenyum. “Baiklah Acel aku ke kamar dulu.” Kata Kairos sambil berdiri kemudian dia meninggalkan Acel lalu dia masuk ke dalam.
Terlihat Cella turun dan menuju ke teras belakang, dia melihat Acel sedang duduk sambil minum wine. Cella menghampiri Acel dan menyapanya
“Hi Acel, kamu tidak pergi? Inikan weekend.”
Acel menatap Cella lalu tersenyum
“Aku lagi malas pergi keluar.” Kata Acel sambil menarik tangan Cella duduk di sampignya. “Bagaimana dengan Joe? Apakah dia sudah kembali ke Seattle?”
“Iya Acel, dia sudah kembali ke Seattle.” Jawab Cella sambil duduk di samping Acel.
“Berarti sendiri lagi.” Canda Acel lalu Cella tertawa.
“Iya tapikan kita bisa video call. Kamu sudah punya pacar Acel?” Tanya Cella sambil meletakkan dagunya di bahu Acel
“Umm.. belu. Aku belum ingin punya pacar.” Canda Acel lagi
“Kamu bohong, aku sering melihatmu jalan bersama wanita di kampus.”
Acel mencubit pipi Cella
“Itu hanya teman Cella, bukan pacar. “Oh ya aku dan Kairos berencana akan membawa Carissa tinggal bersama kita.”
Cella menatap Acel
“Lalu siapa yang akan menjaga Carissa kalau kita pergi kuliah dan Kairos pergi kerja?” Tanya Cella
“Ada yang akan menemani Carissa disini.”
“Oh ya? siapa?” Tanya Cella lagi
“Nanti kamu akan melihatnya, dan kamu pasti juga akan meyukainya.” Kata Acel sambil berdiri. “Baiklah aku akan ke kamar.”
“Hemm… aku juga.” Kata Cella sambil berdiri lalu mereka berdua masuk ke dalam dan menuju ke kamar mereka masing masing.”
Selamat membaca
__ADS_1