End Of Love

End Of Love
SS2 EOL Eps 41


__ADS_3

Semenjak Laura menjadai pacarnya, Kairos selalu pulang siang. Kadangkala dia tidak pergi ke kantor, dia ingin bersama terus dengan Laura. Hari ini juga Kairos tidak pergi ke kantor, dia menemani Carissa bermain sedangkan Laura sedang memasak di dapur. Terlihat di dapur Laura sedang sibuk membuatkan sup untuk Carissa, Carissa sangat suka dengan sup buatan Laura.


“Aku akan membuat sup ini lesat,” gumam Laura. Dia mengambil ponselnya dan menyetel musik. Sambil membuat sup dia mendengar musik dan ikut bernyanyi. Tanpa dia sadari Kairos sudah berada di belakangnya. Kairos menahan tawa melihat Laura bernyanyi sambil bergoyang di depan kompor. Saat Laura memutar badannya dia terkejut dan berteriak, “booosssss … mengapa kamu selalu membuat aku terkejut.” Kairos tertawa terpingkal-pingkal melihat mimik wajah Laura.


Dia melingkarkan tangannya di pinggan Laura, “aku suka mendengar kamu bernyanyi dan bergoyang.” Wajah Laura langsung memerah kemudian dia mendorong Kairos. Kairos kembali tertawa lalu dia menarik Laura kemudian dia melingkarkan tangannya di pinggang Laura. “Aku suda katakan padamu jangan panggil aku boss, kamu sekarang adalah kekasiku,” ujar Kairos kemudian dia mendekatkan wajahnya ke wajah Laura,dia ingin mencium bibir Laura


Laura menjauhkan wajahny dari wajah Kairos dan kembali mendorong tubuh Kairos. “Aku tidak pernaha mengatakan ya kepadamu.” Laura melihat mimik wajah Kairos langsung berubah. “Sekali-kali aku mengerjaimua,” kata laura dalam hati


“Jadi kamu tidak menganggap aku ke kasihmu?” tanya Kairos dengan kesal, dia menarik kembali Laura degan kasar lalu dia menyandarkan Laura di dinding. Kairos langsung menerjang bibir Laura, dia menggigit bibir Laura. Laura membelalakan mata, dia terkejut dengan Kairos, Laura mendorong tubuh Kairos lalu dia menyeka bibirnya.


“Apakah kamu tidak bisa bersikap lembut padaku,” ujar Laura dengan kesal, dia mematikan kompor kemudian dia meninggalkan Kairos di dapur lalu pergi ke kamarnya. Laura masuk ke dalam kamar kemudian dia duduk di sisi tempat tidur.


Sementara di Seattle Cella sedang bersiap-siap untuk kembali ke kota Torrance. Joe menghampiri Cella lalu mengecup leher Cella. “Kamu sudah selesai sayang,” tanya Joe kemudian dia duduk dan menarik Cella duduk di pangkunnya.


Cella menatap Joe dan menarik napas panjang, “hm … kamu jangan melirik wanita di sini ya,” canda Cella lalu Joe tertawa dan mencubit pipi Cella


“Aku hanya mencintaimu, Sayang. tidak mungkin aku melirik wanita lain, lagipula tidak lama lagi kita akan menikah. Oh ya bulan depan aku akan menemui Kairos aku akan katakan padanya kalau aku ingin menikahimu,” ucap Joe sambil tangannya meremas dada Cella.


Cella tertawa lalu menepuk tangan Joe, “kalau seandainya Kairos tidak mengijinkan kita berdua menikah bagaimana?” Joe melingkarkan tangannya di pinggan Cella dan menatap mata Cella.


“Sayang, kalau Kairos tidak mengijinkan kamu menikah denganku, kamu bisa berbohong pada Kairos.” Celle mengkerutkan keningnya lalu dia merubah posisi duduknya. Dia duduk di menghadap Joe di atas paha Joe.


“Berbohong apa?” tanya Cella lagi.


“Sayang, kamu bisa katakan kepada Kairos kalau kamu sudah hamil.” Mendengar Joe berkata begitu Cella langsung tertawa


“Bagaimana kalau Kairos tidak percaya? Bagaimana kalau Kairos menyuruh periksa ke dokter?” tanya Cella sambil membelai wajah Joe.


“Sayang, tidak mungkin Kairos akan melakukan itu. Atau bagaimana kalau kamu hamil saja,” canda Joe lagi lalu Cella mendorong wajah Joe dengan pelan

__ADS_1


“Aku akan membujuk Kairos, dan mencoba caramu itu,” kata Cella kemudian dia berdiri dan mengambil tasnya. “Joe aku harus cepat ke Airport, nanti kita bicarakan lagi kalau kamu sudah di Torrance.” Joe berdiri kemudian dia memeluk Cella dan mengecup kening Cella.


“Jangan ada laki-laki lain di sana ya,” ujar Joe lalu Cella tertawa


“Tidak mungkin Joe, aku hanya mencintaimu.” ucap Cella kemudian dia mencium bibir Joe. Mereka berdua saling berciuman. Joe memeluk Cella dengan erat lalu meluumat bibir Cella, mereka berdua saling memainkan lidah lalu Cella berhenti. “Sudah Joe, nanti aku terlambat pesawat.” Joe menatap Cella kemudian dia tersenyum


“Baiklah sayang, ayo! Aku akan mengantarmu.” Joe mengangkart koper kecil milik Cella kemudian mereka berdua keluar dari apartemen. Mereka masuk ke dalam mobil lalu Joe menjalankan mobilnya menuju ke Aiport.


Torrance


Acel sedang berkumpul-kumpul bersama teman-temannya kemudian dia mendapatkan telepon dari Ryder. Acel langsung menjawab telepon itu.


“Hallo, Ryder. Bagaimana? Apakah kamu sudah mendapatkan informasinya?” tanya Acel sambil berjalan menjauh dari teman-temannya.


“Hi, Acel. Aku sudah mendapatkan informasi siapa yang telah membebaskan Adrian,” jawab Ryder dari seberang telepon.


“Baik, Acel. Aku akan menelepon Luca dan Alex,” ujar Ryde


“Ok, Ryder. Terima kasih,” ucap Acel kemudian dia menutup teleponnya lalu Acel pamit kepada teman-temannya. Acel kembali ke rumahnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selesai menidurkan Carissa, Laura kembali pergi ke kamarnya. Dia masuk lalu dia terkejut melihat Kairos sedang berbaring di tempat tidurnya. Laura berjalan dan duduk di kursi depan cermin. “Mengapa kamu ada di kamar ini? Apa yang kamu lakukan?” tanya Laura dengan wajah cemberut.


Kairos bangun lalu dia duduk di sisi tempat tidur, dia menarik tangan Laura dan langsung memeluk Laura. Laura berusaha melepaskan diri dari Kairos tapi dia tidak bisa, Kairos terlalu kuat memeluknya. Kairos menghempaskan tubuh Laura di ranjang kemudian dia menindih tubuh Laura.


“Kairos, apa yang kamu lakukan?” tanya Laura sambil menatap mata Kairos.


Kairos tersenyum kepada Laura kemudian dia mencium bibir Laura. Laura membelalakkan matanya, dia berusaha kembali mendorong tubuh Kairos tapi Kairos menahan Laura dan terus melancarkan ciumannya di bibir Laura. Dia berusaha menerobos mulut Laura dengan lidahnya, sambil pinggangnya di gerak-gerakkan. Laura merasakan lain di daerah ke wanitaannya, dia merasakan milik Kairos yang bersembunyi di balik celana pendek mulai keras.

__ADS_1


Laura berusaha menghindar agar tidak terkena di daerah kewanitaannya tapi Kairos membuka lebar kaki Laura dengan kakinya. Dia menarik paha Laura lalu menggesek-gesekkan miliknya yang mulai keras di daerah sensitive milik Laura. Walau masih terbungkus dengan celana dalam tapi Laura bisa merasakan milik Kairos menempel di daerah sensitifnya. Laura merasakan seseuatu yang tidak pernah dia rasakan.


Laura memejamkan mata lalu dia membalas ciuman Kairos, dia memasukan lidahnya ke dalam mulut Kairos dan memainkan lidahnya di sana. Kairos menggigit lembut lidah Laura sambil tangannya masuk ke dalam Kaos Laura dan meremas dengan lembut kedua bukit milik Laura. Tedengar desahan dari bibir Laura saat Kairos menempelkan miliknya yang masih terbungkus dan menggesek-gesekkan di daerah ke wanitaanya.


Kairos mengangkat kaos Laura lalu dia menghisap daging kecil milik Laura, Laura mendorong kepala Kairos tapi Kairos kembali menahan tangan Laura. Kairos memainkan daging kecil kenyal itu dengan lidahnya, sesekali dia mengapit dengan bibirnya dan menarik daging kenyal itu. kembali Laura mendesah dan meremas rambut Kairos.


Tangan Kairos mulai liar, tangannya turun ke bawah dan merabah milik Laura yang sudah mulai basah. Laura mencoba menahan tangan Kairos tapi lagi-lagi dia gagal, Jari Kairos menerobos di balik celana dalam Laura. Dia mengelus daging kecil berbentuk kacang dengan jari tenganya, dia mengelusnya dengan lembut.


Terdengar desahan dari bibir Laura, dia meremas kembali rambut Kairos. Dia membuka pahanya dan membiarkan jari Kairos bermain di sana. Dia memejamkan mata dan menikmati jari Kairos yang sedang memainkan klitnya.


Kairos tidak ingin memasukan jarinya karena dia tahu Laura masih virgin, dia merasakan milik Laura semakin basah kemudian dia mengeluarkan miliknya dan menempelkannya di klit Laura. Laura tersadar dia berusaha mendorong Kairos.


“Kairos, aku tidak ingin melakukannya,” ujar Laura dengan wajah memohon.


Kairos menindih tubuh Laura lalu dia mengecup bibir Laura, “kamu jangan khawati, aku tidak akan memasukannya,” bisik Kairos kemudian dia melepaskan celana Laura juga celananya. Kairos membuka lebar paha Laura lalu dia membenamkan wajahnya di antara paha Laura, dia membuka bibir V laura lalu dia memainkan ujung lidahnya di klit Laura.


Pinggang Laura terangkat saat Kairos memainkan lidahnya dengan cepat, dia meremas rambut Kairos dan mendesah. Tiba-tiba tubuhnya tersentak, dia mengalami pelepasan. Kairos menjilat cairan yang keluar dari daerah ke wanitaan Laura kemudian dia membuka kembali bibir V Laura dan menempelkan ujung batang miliknya di klit Laura dan menggesek-gesakan di klit Laura.


Laura mulai merasakan kembali kenimatan itu, dia memegang dan meremas tangan Kairos. Kairos menindih tubuh Laura dan mengapit kedua paha Lura dengan kakinya kemudian dia menggerakan pinggangnya naik turun. Dia melingkarkan kedua tangannya di punggung Laura kemudian dia menggerakan pinggangnya dengan cepat.


Terdengar nafasnya memburuh rasa licin di daerah ke wanitaan Laura membuat Kairos lebih memacu gerakannya. Tiba-tiba laura memeluk Kairos dengan erat, dia mengalami pelepasan lagi. Kairos lebih memacu kemudian dia memeluk erat Laura, dia menyentakkan pinggangnya dan mengelurkan cairannya di antar paha Laura.


Kairos memegang wajah Laura kemudian dia mengecup bibir Laura. Dia kembali memeluk Laura dan berbisik, “aku mencintaimu.” Laura hanya diam, dia tidak percaya dengan apa yang dia rasakan. Suatu rasa yang tidak pernah dia rasakan. Rasa yang tidak bisa di ungkapkan, kenikmatan yang tidak bisa di katakan.


Laura memejamkan matanya kemudian dia memeluk Kairos, “aku juga mencintaimu,” bisik Laura di kuping Kairos. Kairos mengangkat kepalanya dan menatap mata Laura, dia membelai wajah Laura.


Laura tersenyum dan memegang wajah Kairos kemudian mereka berdua berciuman kembali.


Selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2