
Kairos mondar mandir di kamar, sampai saat ini telepon Elena tidak bisa di hubungi.
“Mengapa Telepon Elena tidak bisa di hubungi? Kemana dia?” Tanya Kairos dalam hati.
Kairos keluar dari kamarnya kemudian dia dia masuk ke dalam mobil, dia menjalanka mobilnya menuju ke rumah Elena.
“Tidak biasanya handphone Elena mati.” Kata Kairos sambil menyetir mobilnya.
Tiba di rumah Elena Kairos langsung turun dari mobil dan pergi mengetuk pintu rumah Elena. Pintu terbuka lalu Kairos menyapa Nyonya Arnets
“Selamat sore Nyonya, apakah Elena ada?” Tanya Kairos.
“Elena tidak bersamamu Kairos?” Tanya Nyonya Arnets dengan heran
“Tidak Nyonya, aku pikir dia di rumah. Dari tadi siang aku meneleponnya tapi handphonenya tidak aktif.”
“Dia belum pulanh Kairos. Mungkin dia lagi pergi bersama temannya.” Kata Nyonya Arnets.
“Umm.. mungkin saja Nyonya. Baiklah kalau begitu aku pergi dulu.” Pamit Kairos kemudian dia kembali masuk kedalam mobil. Kairos menyandarkan badannya di sandaran kursi mobil. “Kemana Elena, biasanya dia mengatakan padaku kalau dia akan pergi bersama temannya.”
Akhirnya Kairos meninggalkan kediaman Elena dan kembali ke rumah. Kairos masuk kedalam rumah lalu dia berpapasan dengan Cella.
“Kairos aku mau pergi ke rumah temanku.” Kata Cella pada Kairos.
“Iya Cella tapi alex dan dean haris bersamamu.”
“Tentu saja Kairos, aku tidak ingin membuat kakaku khawatir.” Canda Cella
Kairos tersenyum kemudian dia memeluk Cella
“Hati hati ya!” Kata Kairos sambil mengecup kening Cella
Cella masuk ke dalam mobil lalu dia pergi ke rumah temannya. Alex dan Dean menunggu Cella di depan rumah temannya.
Sementara Kairos, dia masuk kedalam kamar lalu dia berbaring di tempat tidur. Dia masih memikirkan Elena.
Menjelang malam hari Kairos mencoba menghubungi Elena lagi, tapi tetap sama handphone Elena tidak aktif.
“Mungkin dia sudah pulang tapi handphonenya sedang di charger.” Kata Kairos dalam hati kemudian dia keluar dari kamarnya dan pergi ke mini bar. Dia mengambil botol red wine lalu dia pergi ke halaman belakang. Kairos duduk di kursi lalu menuangkan red wine ke dalam gelas kemudian dia meminumnya.
Acel pergi ke dapur dan melihat Kairos lagi termenung sendiri. Acel berjalan menghampiri Kairos kemudian dia menarik kursi lalu duduk di depan Kairos.
“Kamu sedang memikirkan apa Kairos?” Tanya Acel sambil mengambil botol red wine lalu menuangkannya di gelas.
Kairos menarik nafas panjang
__ADS_1
“Aku memikirkan Elena Acel.” Jawab Kairos sambil meminum red wine yang ada di gelas
“Ada apa dengan Elena? Tanya Acel lagi. “Apakah hubungan kalian baik baik saja?”
“Iya Acel, hubungan kami baik baik saja. Tapi aku hanya heran saja sudah sehari handphone Elena tidak aktif.”
“Kamu sudah pergi ke rumahnya?”
“Suda Acel, tapi dia belum pulang juga.” Jawab Kairos
Acel melihat jam yang ada di tangannya sudah menunjukan pukul 22:30
“Coba kamu telepon ke rumahnya, mungkin saja dia sudah pulang.” Kata Acel
“Iya Acel, aku akan mencobanya.” Kata Kairos lalu dia berdiri dan pergi ke kamarnya.
Kairos mengambil handphonenya kemudian dia kembali ke halaman belakang lalu dia duduk. Kairos mencoba menelepon handphone Elena. Tapi tetap sama, handphone Elena masih tidak aktif. Kemudian Kairos menelepon kediaman Tuan Arnets terdengar nada panggil dan terdengar suara perempuan dari seberang telepom.
“Selamat malam, kediaman Keluarga Arnets.”
“Selamat malam Nyonya. Ini dengan Kairos, apakah Elena sudah pulang?” Tanya Kairos.
“Ohh Kairos., ehmm.. Elena belum pulang Kairos.” Jawab Nyonya Arnets dari sebrang telepon.
Kairos menatap Acel sambil mengangkat kedua bahunya.
“Dia tidak di rumah Acel.” Kata Kairos kepada Acel.
“Kairos mungkin dia masih bersama dengan teman temannya.”
“Mudah mudahan Acel.” Kata Kairos kemudian dia berdiri lalu masuk dan menuju ke kamarnya.
Sementara Acel menghubungi Abel dan Osbert. Acel mengirim pesan kepada mereka berdua, dia meminta untuk mencari tahu apakah Clinton bersama dengan Elena.
Lalu pesan masuk di handphone Acel
“Baik Tuan Acel, kami akan mencari tahu.” Jawab Osbert
“Terima kasih Osbert, beri kabar secepatnya.” Balas Acel kemudian dia berdiri dan masuk ke dalam rumah. Acel naik ke atas menuju kamarnya.
Sementara itu terlihat Clinton sedang berusaha melepaskan pakaian Elena
“Ayolah Elena kamu sudah meraskan bagaiman mana milikku memberikan kenikmatan padamu, dan aku ingin melakukan lagi Elena.” Kata Clinton sambil berusaha melepaskan pakaian Elena.
“Clinton tolong jangan lakukan itu lagi. Bagaimana kalau besok saja, ini sudah larut malam dan aku sangat lelah. Seharian aku melayanimu.” Kata Elena sambil memohon kepada Clinton.
__ADS_1
“Elena sekali saja, dan aku tidak akan memintanya lagi. Kamu lihat milikku sudah keras Elena, atau kamu ingin aku memaksamu?” Kata Clinton sambil menatap marah kepada Elena.
Dan Akhirnya Elena membiarkan Clinton menyentuhnya. Clinton kembali melampiaskan nafsunya kepada Elena.
Selesai melampiaskan nafsunya Clinton meninggalkan Elena. Sedangkan Elena, dia hanya terbaring tak berdaya di tempat tidur. Setiap kali Clinton melakukan hubungan dengannya Clinton selalu menyiksa Elena.
“Bagaiman caranya aku keluar dari sini, Jendelanya pakai teralis lagi.” Kata Elena dalam hati
Elena melihat ada botol di dalam kamar, dia mengambil botol itu lalu dia memecahkannya kemudian Elena menyimpan pecahan botol itu.
“Kalau besok Clinton masuk kedalam kamar aku akan menancapkan pecahan botol ini di lehernya.” Kata Elena dalam hati, kemudian dia berbaring di tempat tidur. Dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Terlebih di daerah kewanitaannya, dia merasakan sakit karena Clinton selalu bermain kasar dan memasukan benda ke organ intimnya.
Sementara di kediaman Kairos terlihat Kairos tidak bisa tidur, dia masih memikirkan Elena. Sudah larut malam handphone Elena belum aktif juga. Kairos berbaring di tempat tidur dan memjamkan matanya.
“Dimana Elena, sudah satu hari ini handphonenya tidak aktif.” Kata Kairos, dia menjadi khawatir kepada Elena. Dan akhirnya Kairos tertidur.
Keesokan paginya Acel bangun lalu dia mengaktifkan handphonenya, begitu handphone aktif banyak sekali pesan masuk di wa milik Acel. Dia membuka satu persatu pesan yang masuk, mata Acel langsung tertuju ke salah satu pesan, dia melihat itu pesan dari Abel.
Acel langsung membaca pesan dari Abel, Acel terkejut kemudian dia berlari keluar dari kamarnya. Dia turun menuju kamar Kairos.
“Kairos.. Kairos..” Acel mengetuk pintu kamar Kairos sambil memanggil Kairos. lalu pintu terbuka
“Ada apa Acel? Mengapa pagi pagi kamu sudah berteriak?” Tanya Kairos sambil mengucek matanya
“Kairos, kamu tahu dimana Elena sekarang?” Tanya Acel
Kairos menatap Acel
“Aku tidak tahu Acel, dari kemarin hanphonya tidak aktif.” Jawab Kairos.
“Hei Kairos, Elenamu sedang di sekap oleh Clinton.”
Kairos terkejut mendengar Elena di sekap
“Kamu tahu dari mana Elena di sekap?” Tanya Kairos penasaran
“Kamu baca sendiri, yang mengirim ini adalah anak buah dari Clinton tapi mereka sekarang bekerja denganku.” Kata Acel sambil memberikan handphonenya kepada Kairos lalu Kairos membaca pesan dari Abel
“Bangsaat kamu Clinton. Aku akan menghajarmu.” Kata Kairos dengan geram. “Acel tanyakan kepada mereka, dimana Clinton menyekaap Elena, aku akan mandi lalu pergi ke rumah orang tua Elena.” Kata Kairos lalu dia memberikan handphone kepada Acel kemudian dia masuk ke kamar lalu dia mandi.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya
Terima kasih
__ADS_1