End Of Love

End Of Love
SS2 EOL Eps 15


__ADS_3

Hari ini organisasi pengusaha mengadakan pertemuan


Terlihat Kairos sedang bersiap siap. Dia memakai kemejanya kemudian dia mengambil sepatunya dan memakainya. Kairos keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar Acel, dia membuka pintu kamar Acel


“Acel kamu sudah selesai?” Tanya Kairos sambil masuk kedalam kamar Acel


“Sebentar lagi Kairos, aku akan memakai sepatuku dulu.” Kata Acel sambil mengambil sepatu. “Oh ya, apakah Cella sudah selesai.”


“Aku tidak tahu, sebentar aku pergi melihatnya.” Kata Kairos kemudian dia keluar dari kamar Acel dan pergi ke kamar Cella.


Kairos mengetuk pintu dan terdengar suara Cella dari dalam kamar


“Masuk saja.” Kata Cella


Kairos membuka pintu kamar Cella dan melihat Cella lagi di depan cermin. Kairos berjalan menghampiri Cella


“Hmm.. adikku malam ini cantik sekali.” Kata Kairos sambil memeluk Cella dari belakang dan memandang Cella dari cermin


Cella tersenyum


“Kakaku juga malam ini sangat tampan.” Kata Cella sambil memutar badannya menghadap Kairos dan memegang pipi Kairos. “Apakah Elena juga akan datang?”


“Tentu saja adikku. Dia akan datang bersama orang tuanya. Kamu sudah selesai?”


“Iya Kairos aku sudah selesai. Apakah kita akan pergi sekarang?” Tanya Cella


“Iya Cella, Acel juga pasti sudah selesai.”


“Kalau begitu, ayo.” Kata Cella kemudian dia dan Kairos meninggalkan kamarnya.


Mereka berdua berpapasan dengan Acel


“Kita akan pergi sekarang?” Tanya Acel sambil menggulung lengan kemejanya.


“Iya Acel, ayo nanti kita terlambat.” Kata Kairos.


Mereka bertiga masuk kedalam mobil, Kairos langsung menjalankan mobilnya menuju ke Gedung pertemuan.


“Acel mengapa kamu tidak membawa pacarmu?” Kata Kairos kepada Acel sambil menyetir mobil


“Ah.. Kairos, untuk apa?” Kata Acel sambil tertawa


“Untuk menemanimu.” Canda Kairos dan terdengar tawa Cella


“Tidak perlu Kairos kan ada Cella.”


“Iya Kairos, kalau Acel datang bersama pacarnya lalu aku sama siapa?” Kata Cella sambil tersenyum


“Makanya kamu cepat caro pacar.” Sela Acel lalu Kairos tertawa.


“Ahh.. Acel, aku masih malas pacarana. Nanti saja kalau sudah selesai kulia.” Kata Cella


Akhirnya mereka tiba di Gedung pertemuan. Mereka turun dari mobil dan masuk kedalam Gedung, mata Kairos langsung mencari Elena


“Hmm… Sepertinya mereka belum datang.” Kata Karios dalam hati

__ADS_1


Kairos Acel dan Cella adalah pengusaha termudah, pengusaha pengusaha yang lain menyapa mereka bertiga. Mereka saling bersalaman dan berbincang bincang.”


Kairos berbisik kepada Acel dan Cella.


“Jangan sampai mereka tahu kedua orang tua kita. Kita harus sembuyikan identitas kita.” Kata Kairos


Cella dan Acel menganggukan kepala


“Kairos itu Elena baru sampai.” Bisik Cella


Kairos melihat ke pintu masuk, Elena dan Tuan Arnets baru saja sampai. Kairos menatap Elena dan tersenyu. Terlihat Elena berjalan menghampiri Kairos.


“Hi dear.” Sapa Elena sambil mencium kedua pipi Kairos


Kairos tersenyum dan mengecup kening Elena


“Kamu sangat cantik sayang.” Bisik Kairos


“Terima kasih dear. Kamu juga sangat tampan.” Balas Elena sambil tersenyum


Tanpa mereka sadari beberapa pasang mata sedang memperhatikan mereka berdua.


“Bukankah itu Elena anak dari Tuan Arnets? Dan pria itu siapa? Aku baru melihatnya. Apakah itu kekasih Elena.” Tanya Clinton dalam hati


Clinton adalah anak dari Tuan Adam, dia terkenal sombong dan sadis. Dia suka mempermainkan wanita. Clinton berjalan menghampiri Elena dan Kairos lalu dia menyapa Elena


“Hi Elena, apakabar? Apakah kamu masih ingat denganku?” Tanya Clinton sambil tersenyum kepada Elena.


“Hei.. Clinton.” Kata Elena lalu dia memeluk Clinton dan mencium kedua pipi Clinton. “Aku baik baik saja Clinton. Oh ya selama ini kamu kemana saja?” Tanya Elena


“Ehmm… selama ini aku berada di Venezuela. Mengurus bisnis daddy.” Kata Clinton sambil matanya melirik Kairos.


“Senag bertemu dengan kalian.” Kata Clinton sambil tersenyum.


“Sama sama Clinton.” Balas Kairos


“Oh ternyata benar, dia itu pacarnya Elena. Hmm.. ternyata dia sudah punya pacar, tapi aku akan merebutnya.” Kata Clinton dalam hati. “Baiklah guys aku pergi dulu, sepertinya orant tuaku sedang mencariku.”


“Baiklah Clinton.” Kata Elena sambil tersenyum


Clinton meninggalkan mereka dan bergabung dengan rekan rekan bussinesnya. Dia selalu memperhatikan Elena


“Elena akan menjadi miliku. Dia harus menjadi miliku.” Kata Clinton dalam hati sambil memperhatikan Elena.


Tuan Arnets mengajak Kairos Acel dan Cella, kemudian dia memperkenalkan mereka bertiga kepada anggota anggota organisasi pengusaha.


Akhirny acara selesai. Kairos menghampiri Elena


“Sayang, aku pulang lebih dulu ya.” Bisik Kairos di kuping Elena


“Kenapa dear?”


“Sayang, besok pagi pagi aku harus ke kantor karena aku akan bertemu degan rekan bisnisku. Kami akan meninjau proyek.” Kata Kairos


“Baiklah dear, hati hati ya.”

__ADS_1


“Iya sayang. Aku pergi ya.” Kata Kairos


Kairos juga berpamitan kepada Tuan Arnets dan istrinya, lalu mereka bertiga meninggalkan Gedung pertemuan dan kembali ke rumah.


Tiba di rumah mereka turun dari mobil lalu masuk ke dalam. Kairos menarik Acel dan mengajak Acel masuk ke ruang kerjanya.


“Ada apa Kairos?” Tanya Acel dengan heran


“Acel, aku tidak suka tatapan Clinton kepada Elena. Dia juga terlihat tidak menyukaiku.”


“Umm.. mungkin dia menyukai Elena, Kairos.” Kata Acel. “Kamu harus hati hati Kairos, kelihatannya dia bukan orang biasa.” Acel mengingatkan Kairos


“Iya Acel, kamu benar. Dia bukan orang biasa, dan aku mencium seperti bauh kejahatan menempel di tubuhnya.”


“Makanya, aku katakan kepadamu Kairos, kamu harus hati hati.” Kata Acel


“Iya Acel, aku harus hati hati. Baiklah aku mau mandi.” Kata Kairos lalu mereka keluar dari ruang kerja. Acel langsung naik ke atas sedangkan Kairos dia langsung masuk ke kamarnya. Dia mengambil handuk lalu mandi.


Selesai mandi Kairos memakai pakaiannya kemudian dia mengambil handphonenya lalu dia berbaring di tempat tidur. Kairos menelepon Elena, terdengar suara Elena dari seberang telepon


“Hallo dear, kamu sudah di rumah?” Tanya Elena


“Iya sayang, aku suda di rumah. Kamu di mana sekarang.”


“Aku lagi dalam perjalanan pulang ke rumah bersama orang tuaku.” Jawab Elena dari seberang telepon.


“Oh begitu, nanti kalau sudah sampai di rumah kamu telepon aku ya.”


“Iya dear, nanti aku telepon kamu.” Kata Elena


“Baiklah sayang, kalau begitu hati hati ya.” Kata Kairos kemudian dia menutup telepon dan memejamkan mata. “Aku tidak suka dengan tatapan Clinton kepada Elena, dia sepertinya menyukai Elena.” Kata Kairos dalam hati. “Aku akan terus mengawasi Elena, aku tidak akan membiarkan Clinton merebutnya dariku.”


Sementara di kediaman Tuan Adam terlihat Clinton sedang berbincang bincang dengan Tuan Adam


“Dad, sudah lama aku tidak bertemu dengan Elena. Dia semakin cantik dad.” Kata Clinton kepada Tuan Adam


“Iya Nak, tapi dua sudah punya kekasih, dan kamu sudah lihatkan tadi.” Kata Tuan Adam


Clinton tertawa


“Aku tidak perduli dad, aku akan merebutnya.” Kata Clinton sambil tersenyum kepada Tuan Adam


Tuan Adam tertawa


“Semoga berhasil, kalau kamu berhasil mega proyek itu akan menjadi milik kita.” Kata Tuan Adam


Clinton menatap Tuan Adam dengan heran


“Oh.. jadi proyek itu bukan perusahaan daddy yang mengerjakan?”


“Iya Clinton, Tuan Arnets membatalkan semuanya dan memilih Global Investmen untuk membiayai proyek itu. Daddy masih menyelidiki siapa pemilik perushaan tersebut.” Kata Tuan Adam.


Tuan Adam tidak tahu pemilik perusahaan itu adalah Kairos.


Selamat Membaca

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar ya


Terima kasih


__ADS_2