End Of Love

End Of Love
SS2 EOL Eps 59


__ADS_3

Kairos terlihat sangat panik melihat Laura kesakitan, dia memanggil Jessica untuk menemaninya. Carlos tertawa melihat kepanikan Kairos, dia menghampiri Kairos dan meletakkan tangannya di punggunga Carlos.


“Tidak usah panik begitu, kalau sudah sembilan bulan memang seperti itu. Mama kamu juga waktu mengandung kamu seperti itu,” ujar Carlos kemudian dia menepuk punggung Kairos.


“Aku khawatir saja, Pap. Aku kasihan melihat dia kesakitan,” sahut Kairos dengan tersenyum kemudian dia duduk dekat dengan Laura. Kairos mengelus perut Laura dan merasakan gerakan di perut lalu Kairos tertawa.


“Dia menendang, Mam.” Kairos terlihat senang lalu dia menempelkan telinganya di perut Laura.


Jessica dan Carlos tertawa melihat Kairos, Jessica duduk dekat dengan Laura kemudian dia membelai rambut Laura.


“Apakah masih sakit?” tanya Jessica


“Iya. Sakit sekali, Mam,” sahut Laura dengan memegang perutnya.


“Mungkin sudah saatnya dia akan melahirkan,” sela Carlos kepada Jessica


“Iya, Mam. Benar kata papa, lebih baik kita ke rumah sakit saja sekarang,” ujar Kairos dengan wajah khawatir.


“Baiklah kalau begitu, mama siapkan perlengkapan bayi dan Laura.” Jessica berdiri kemudian dia menyiapkan semua keperluan Laura di rumah sakit.


Sedangkan Kairos dia keluar dari kamar dan menghidupkan mesin mobil kemudian dia kembali ke kamar. Kairos membantu Jessica menyiapkan perlengkapan Luara dan bayi.


Carlos keluar dari kamar dan menemui Carissa, dia menggantikan pakaian kepada Carissa dan mengajak Carissa ke ruang santai. Mereka berdua menunggu Kairos dan Jessica.


Tidak lama kemudian Kairos, Laura dan Jessica keluar dari kamar, Carlos dan Carissa berdiri dan mengikuti mereka dari belakang.


Kairos membuka pintu mobil lalu Laura masuk di ikuti Jessica. Carlos mengangkat Carissa dan menaikan Carissa ke mobil kemudia Carlos membuka pintu mobil dan dia masuk. Kairos masuk ke mobil dan menjalankan mobil ke klinik.


Mereka tiba lalu Kairos turun dan memegang Laura keluar dari mobil, mereka berdua masuk ke dalam klinik lalu perawat membawa Laura ke ruang bersalin. Kairos ikut masuk dan duduk menemani Laura.


Carlos dan Jessica juga Carissa menunggu di depan ruang bersalin lalu Kairos keluar menemui Jessica.


“Mam, bujuk Laura agar di caesar saja. aku khawatir dia melahirkan normal,” pinta Kairos kepada Jessica


Jessica berdiri kemudian dia masuk ke dalam ruang bersalin, dia mengambil kursi kemudian Jessica duduk.


“Laura, kamu ingin melahirkan normal?” tanya Jessica dengan memegang tangan Laura


“Iya, Mam. Aku ingin melahirkan normal,” sahut Laura

__ADS_1


“Tapi itu sangat beresiko bagimu,” ujar Jessica. Dia mencoba untuk membujuk Laura


“Mam, aku pasti bisa,” kata laura dengan tersenyum.


‘Baiklah kalau begitu.” Jessica berdiri kemudian dia keluar dari ruang bersalin menemui Kairos.


Melihat Jessica keluar, Kairos langsung berdiri dan menghampiri Jessica.


“Bagaimana, Mam. Apakah Laura mau di caesar?”


“Tidak, Sayang. Dia ingin melahirkan normal, sudah tidak apa-apa. Mama juga saat melahirkan kamu normal. Temani saja Laura di dalam.”


Kairos menarik napas panjang kemudian dia masuk ke ruang bersalin, dia duduk di kursi dan memegang tangan Laura. Laura merintih kesakitan, dia memegang tangan Kairos dan meremasnya.


Dokter masuk lalu dia duduk di bawah Laura, dia membuka lebar paha Laura lalu dia menyuruh perawat untuk membantunya.


“Sudah waktunya dia akan melahirkan, tunggu aba-aba dariku,” ujar dokter


Kairos berdiri dan membelai rambut Laura, mereka berdua saling bertatap mata kemudian Laura tersenyum. Dia tidak ingin membuat Kairos panik.


Perawat mengatur peralatan di dekat dokter kemudian dokter meminta bidan pendamping untuk memantau Laura.


Laura tersenyum dan membelai pipi bayinya yang lembut. Kairos memberikan kembali bayinya kepada Perawat kemudian dia berdiri di sisi tempat tidur. Kairos membelai pipi Laura.


“Anak kita cantik sekali,” kata Kairos kemudian dia mengecup kembali kening Laura.


Kairos keluar menemui Jessica dan Carlos, dia tersenyum dan memeluk Jessica.


“Dia berhasil, Mam,” ujar Kairos lalu tiba-tiba seorang perawat berlari keluar dari ruang bersalin.


Kairos, Jessica dan Carlos menjadi panik, Kairos langsung berlari masuk ke dalam dia melihat dokter dan bidan sibuk menangani Laura.


“Ada apa dengan istriku?” tanya Kairos dengan khawatir.


“Maaf, Anda harus keluar. Istri anda mengalami pendarahan yang hebat,” ujar dokter kepada Kairos.


Kairos keluar dan menemui Jessica dan Carlos, wajahnya tampak pucat. Dia begitu khawatir dengan keadaan Laura.


“Mam, Laura mengalami pendarahan,” ucap Kairos dengan menyeka air matanya

__ADS_1


Jessica dan Carlos terkejut, Carlos memeluk Kairos dan menenangkannya. Sedangkan Jessica, dia menjadi tidak tenang. Dia berjalan mondar-mandir di depan ruang bersalin lalu perawat berlari masuk membawa kantong darah.


Jessica menghapus air mata Kairos lalu memeluknya sambil berbisik, “Tidak akan terjadi apa-apa.” Jessica membelai pipi Kairos and mengecup kening Kairos.


Tidak lama kemudian dokter keluar menemui Kairos, Jessica dan Carlos. wajah dokter terlihat murung, dia menundukkan kepala dan menarik napas panjang.


Kairos berjalan menghampiri dokter, dia heran dengan sikap dokter seperti itu.


“Dokter, bagaimana dengan istriku? Apakah dia baik-baik saja?” tanya Kairos dengan cemas


Jesica dan Carlos berjalan menghampiri dokter mereka khawatir sudah terjadi sesuatu kepada Laura.


“Dok, bagaimana keadaan Laura?” tanya Jessica, kecemasan mulai datang Jessica mendesak dokter untuk menjawabnya.


Dokter menatap Kairos kemudian dia menggeleng-gelengkan kepala. Kairos mengerti apa yang di maskudkan dokter, dia menangis dan berlari masuk ke dalam ruangan.


“Maaf, Tuan. Kami sudah berusaha tapi pasien mengalami pendarahan yang hebat,” jelas dokter kepada Carlos and Jessica.


Carlos menggendong Carissa sedangkan Jessica dia langsung berlari masuk ke dalam ruangan dan melihat Kairos sedang menangisi jasad Laura. Jessica memegang punggung Kairos dan menenangkan Kairos.


“Dia tidak boleh pergi, Mam,” ujar Kairos sambil menangis dan membelai pipi Laura. “Kenapa kamu tidak mau mendengarkan aku, sudah aku katakan di caesar tapi kamu tidak mau.” Kairos terus menangis dan memeluk tubuh Laura. Dia berteriak dan mengguncang tubuh yang sudah tidak bernyawa itu.


"Jangan tinggalkan aku, bangun, Sayang." Kairos terus menangis dan memeluk Laura


Jessica membelai wajah Laura dan ikut menangis, dia tidak menyangkah secepat itu Laura pergi. Dia mengecup kening Laura lalu Carlos masuk, Carlos menurunkan Carissa dan memeluk Kairos.


Carlos memeluk Kairos dengan erat, dia menatap tubuh yang sudah terbujur kaku itu dan meneteskan air mata. Carissa berdiri di samping tempat tidur dan memegang tangan Laura.


“Laura, Ayo bangun. Aku ingin bermain denganmu, kamu jangan tidur terus,” ujar Carissa lalu Kairos memeluk Carissa dan menangis. Dia memeluk Carissa dengan erat.


“Laura sudah pergi, dia tidak bisa bermain lagi denganmu,” kata Kairos sambil menangis.


“Tidak, Kairos. Laura hanya tidur saja, dia sedang lelah.”


Jessica memeluk Carlos dan menangis dia merasa kasihan melihat Kairos. Carlos menenangkan Jessica, dia membelai rambut Jessica dan memeluk Jessica dengan erat.


Petugas masuk dan membawa jasad Laura. Carlos, Jessica dan Kairos juga Carissa keluar dari ruangan dan menuju ke kamar mayat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2