
Aku memeluk papa dengan erat, aku menangis dan dia menyeka air mataku.
“Jangan menangis sayang, ini adalah hari kebahagiaanmu papa senang bisa melihatmu lagi.” Bisik papa di kupingku
“ Maafkan Jessi pa, Jessi tidak memberi kabar pada pap. Saat Jessi mau menikah Jessi tidak memberitahukan papa, maafkan Jessi pa.”
“Papa mengerti sayang, jangan menangis nanti riasanmu berantakan.” Kata papa padaku
Aku melepaskan pelukan papa dan papa mengganti posisi Federico tapi aku menarik tangan Federico untuk mendampingiku juga dan akhirnya papa dan Federico mendampingiku sampai di depan dan carlos menjemputku kemudian kami berdua berjalan ke arah Pastor.
Aku dan Carlos berdiri di depan Pastor dan Mike berdiri di samping Carlos kemudian Pastor berdoa, setelah berdoa Pastor membacakan kitab suci kemudian Aku dan Carlos berdiri saling berhadapan dan Pastor membacakan janji pernikahan yang di ikuti oleh Carlos setelah itu Mike memberikan cincin pada Carlos dan Carlos memasangkan di jariku.
Kemudian Pastor membacakan janji pernikahan lagi yang di ikuti olehku, setelah itu Mike memberikan cincin padaku dan aku memasangkan di jari Carlos setelah itu Carlos mencium bibirku. Dan pastor berdoa lagi untuk aku dan Carlos.
Setelah itu aku dan Carlos berdiri menghadap undangan. Papa, Federico dan Liliana berdiri dan datang menghampiri aku dan Carlos. Papa memelukku dan menciumku begitu juga Federico dan Liliana mereka memelukku dan menciumku juga dan kami melakukan sesi foto
Setelah itu aku dan Carlos berjalan menuju ketempat resepsi, aku besyukur disini tidak seperti di tempatku pesta pernikahannya lama tapi disini hanya sebentar saja.
Aku dan Carlos duduk di meja resepsi bersama papa, Federico dan Liliana. Terdengar alunan music lagu lagu Spanish tapi enak di dengar.
Carlos mengajakku berdansa, Aku berdiri dan Carlos memelukku, dia tesenyum memandangku dan berbisik
“Kamu cantik sekali sayang.”
“Kamu juga sangat tampan beb.”.
Carlos memelukku erat “Kamu bahagia sayang?” Tanya Carlos padaku
“Tentu saja beb, aku sangat bahagia.” Jawabku pada Carlos. “Beb kenapa papaku bisa disini?”
“ Nanti aku ceritakan padamu sebelum kita tidur.” Jawab carlos padaku.
Aku merasa lelah dan aku meminta Carlos untuk duduk, dan akhirnya kami berdua duduk dan aku berbisik pada Carlos
“ Beb kakiku sakit.” Carlos menatapku dan tertawa, dan aku langsung mencubit perut Carlos.
“aauh.. Sakit sayang.” Kata Carlos sambil memegang tanganku.
Aku melihat papa lagi berbincang dengan Federico, papaku juga bisa berbahasa Inggris bahasa Inggrisku aku belajar dari papa.
Papa terlihat akrab dengan Federico aku senang sekali papa hadir di pernikahanku, Carlos dan Federico telah membuat kejutan padaku. Mereka benar benar membuat aku bahagia.
Aku berbisik pada Carlos untuk mengganti sepatuku, aku membuka sepatuku dan Carlos membawa ke dalam dan mengganti dengan yang rendah dan membawanya padaku.
Aku memakai sepatu yang di bawah Carlos aku berdiri dan berjalan ke arah papa dan Federico. Aku mengajak papa untuk berdansa dan papa berdiri dan kami berdansa. Aku menanyakan mama.
“Bagaimana kabar mama pa?”
”Mama baik baik saja sayang, dan seperti kamu tau mama tidak berubah masih cerewet dan suka berteriak.” jawab papa sambil tertawa.
“Maafin Jessi ya pa, Jessi belum bisa memaafkan mama.”
__ADS_1
“Iya sayang papa mengerti papa sangat melihatmu bahagia, menemukan suami yang mencintaimu bahkan keluarga yang sangat sayang padamu.”
“Iya pa, federico dan Liliana memperlakukanku seperti anak kandung mereka, mereka sangat menyayangiku apalagi Carlos dia sangat mencintaiku.
“Papa bisa melihatnya sayang.”
Federico mendekati aku dan papa dan meminta gantian untuk berdansa denganku dan akhirnya Federico berdansa denganku. Aku berbisik pada Federico,
“Dadd terima kasih sudah menghadirkan papa jessi disini.”
“Nak daddy ingin melihat kamu bahagia, maaf tidak memberitahukanmu soal kedatangan papa kamu.” Kata Federico padaku
“Tidak apa apa dadd.” Federico memelukku dan mencium keningku, dan akhirnya kami berdua duduk. Aku duduk di samping Carlos.
Carlos memegang tanganku dan mengelus wajahku. aku tersenyum memandang Carlos.
sementara liliana sibuk melayani tamu tamu undangan dan sesekali dia bercakap cakap dengan teman temannya.
Dan akhirnya pesta usai aku masuk ke dalam dan melepaskan gaun pengantin dan mengganti dengan pakaian biasa, setelah itu aku keluar kamar dan bergabung dengan mereka di ruang tamu. aku duduk di samping papa dan berbisik,
“Pa Jessi istirahat dulu ya hari ini Jessi sangat lelah.”
”Iya sayang istirahat saja.” Kata papa padaku.
Aku pamit pada Federico dan Liliana juga Mike. Kemudian aku masuk ke dalam kamar dan Carlos mengikuti ke kamar, Dia memelukku.
“Sayang, kamu sudah mau tidur?”
“Iya beb, aku merasa lelah aku ingin segera meluruskan kakiku.”
“Iya beb.”
Aku berbaring di tempat tidur karena lelah aku langsung tertidur.
Author POV
Sementara itu Carlos keluar dan menemui Liliana, Federico dan papa Jessica juga Mike di ruang tamu. Mereka berbincang bincang Federico menayakan mama Jessica.
“Bagaiamana kabar mama Jessica.”
“Dia baik baik saja.” Jawab Papa Jessica.
“Kami minta maaf karena membatalkan mama Jessica untuk datang kesini, Karena Jessica tidak menginginkan kehadirannya.” Kata Federico
“Tidak apa apa Tuan Federico, aku mengerti dan memang lebih bagus istriku tidak datang, karena aku tidak ingin Jessica terganggu dengan kehadirannya. Aku tau Jessica belum bisa memaafkan istriku.
“Iya Jessica sudah menceritakan semuanya pada kami, semua yang dia alami sejak dia masih kecil. Dan dia juga belum bisa memaafkan mamanya, kami juga turut prihain.”
Carlos dan Liliana hanya duduk dan mendengarkan percakapan papa Jessica dengan Federico tentang mama Jessica.
Federico bertanya lagi kepada papa Jessica.
__ADS_1
“Kenapa istri anda memperlakukan Jessica seperti itu, padahal Jessica kan anak kandungnya tapi kenapa dia memperlakukan Jessica seperti bukan anaknya.” Tanya Federico
“Begini, sebenarnya aku tidak ingin mengatakannya tapi tidak apa apa aku akan menceritakan yang sebenarnya tapi tolong jangan sampai jessica tahu. Rahasia ini aku simpan dari Jessica, aku tidak ingin dia merasa sedih.
“Rahasia apa, apakah Jessica bukan anak kandung kalian?”
Papa Jessica agak ragu untuk menjawabnya, dia khawatir kalau jessica tahu karena dia sangat menyayanig Jessica. Papa Jessica menarik nafas panjang dan memandang fedrico.
“Apa yang tuan Federico katakan itu benar.” Dengan berat papa Jessica menjawab pertanyaan Federico.
Carlos dan Liliana terkejut denga apa yang mereka dengar, begitu juga mike.
“Jadi Jessica bukan anak kandung kalian.” Tanya Carlos pada papa Jessica
“ Iya benar, Jessica bukan anak kandung kami. Aku akan menceritakan kenapa Jessica ada pada kami.
“Aku bertemu mama kandung Jessica saat dia sedang mengandung Jessica sembilan bulan, saat itu mamanya ingin bunuh diri karena dia tidak di terima oleh keluarganya karena hamil di luar nikah dan apalagi laki laki tidak bertanggung jawab dan di daerah kami itu merupakan aib bagi keluarga.
Karena aku seorang polisi maka aku menyelamatkan mama Jessica dan membawanya ke rumah sakit. Di rumah sakit dia bercerita padaku tentang dirinya, jadi dulu mama Jessica adalah istri kontrak dari pria yang berkewarga negaraan Portugal. Dalam perjanjian kawin kontrak dia tidak boleh hamil.
Tapi dia hamil tanpa sepengetahuan pria itu dan sampai sekarangpun pria itu tidak tahu karena mereka hilang komunikasi. Jadi papa kandung Jessica berasal dari portugal.
“Terus mama Jessica dimana sekarang?” Tanya Carlos lagi dia sangat penasaran
Papa Jessisca melanjutkan ceritanya.
“Saat melahirkan Jessica mama Jessica meninggal karena pendarahan, Kemudian Jessica aku bawah pulang kerumah. Waktu aku membawa Jessica ke rumah aku bertengkar hebat dengan istriku karena dia tidak menerima Jessica dia berpikir Jessica anak dari hasil selingku. Dan aku menjelaskan pada istriku tapi dia tidak percaya. Tapi aku berkeras ingin membesarkan Jessica.
Anak perempuanku yang nomor dua sangat menyayangi Jessica, dia dan aku yang membesarkan Jessica. Istriku sangat membenci Jessica, tapi aku selalu menguatkan Jessica, aku memberi dia kasih sayang. Saat dia lari dari rumah aku dan istriku bertengkar hebat, aku merasa kehilangan dia satunya satunya yang selalu memperhatikan aku.
Setiap pulang sekolah dia selalu memelukku, menciumku dan bermanja padaku hanya Jessica yang melakukan itu padaku. Anak kandungku tidak pernah memelukku apa lagi menciumku, dan walau dia menderita tapi dia selalu ceria, dia tidak memperlihatkan penderitaannya dan kesedihannya pada orang lain. Dia hanya menyimpannya.
Papa Jessica menyeka air matanya. “Aku sangat menyayanginya, saat dia pergi aku mencarinya kemana mana sampai teman teman polisiku membantu mencarinya tapi kami tidak menemukannya. Tapi sekarang aku bahagia dan merasa tenang Jessica sudah berada di tangan yang tepat, Jessica di tangan orang orang yang mencintainya. Jessica memang layak untuk mendapatkanya.
“Terima kasih sudah menerima Jessica sebagai bagian dari keluarga kalian.”
“Tentu saja Jessica layak untuk mendapatkannya karena dia sudah menderita sekian tahun. Dan sekarang dia patut berbahagia.” Kata Carlos pada papa Jessica.
“Terima kasih Carlos, kamu sudah mencintainya dan mau menjadikan Jessica istri kamu. Aku titip Jessica padamu.” Kata papa Jessica pada Carlos.
“Jangan khawatir aku akan selalu menjaga Jessica dan akan selalu menicntainya.”
Hari semakin larut malam akhirnya mereka berhenti berbincang bincang dan tidur. Carlos masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaiannya, setelah itu dia berbaring di samping Jessica. Dia menatap Jessica dan memegang wajah Jessica kemudian dia mencium kening Jessica, Jessica bergerak dan membuka matanya dan memandang Carlos.
Dengan suara serak. “Beb kamu belum tidur?”
“Iya sayang, aku baru saja selesai berbincang bincang dengan papa kamu juga mommy dan daddy.” Jawab Carlos pada Jessica.
Jessica melingkarkan tangannya di pinggang Carlos dan Carlos memeluk Jessica.
“Tidur lagi ya sayang.”
__ADS_1
Jessica menganggukan kepala dan tidur.
Thank you yang masih setia