
Carissa berlari masuk kedalam rumah sambil memanggil Kairos
“Kairos… Kairos… Kamu dimana?” Panggil Carissa sambil berlari menuju kamar Kairos
Carissa membuka pintu kamar Kairos tapi dia tidak mendapati Kairos di kamar, Cella tersenyum melihat Carissa.
“Sayang, Kairos lagi mengantar Laura untuk mengambil barang barang Laura.” Kata Cella sambil membelai rambut Carissa.
“Oh begitu.” Gumam Carissa lalu dia duduk di sofa. “Apakaha Kairos masih lama Cella?”
“Tidak sayang, pasti sebentar lagi sampai.” Jawab Cella sambil tersenyum. “Kamu senang tinggal disini sayang?”
“Tentu saja Cella, aku sangat senang. Aku selalu merindukan kalian.” Kata Carissa sambil melipat tangannya di depan dada.
Cella tersenyum lalu dia mencium kedua pipi Cella. Terdengar mobil masuk, Carissa langsung turun dari sofa lalu dia berlari membuka pintu. Dia melihat mobil Kairos yang masuk, Carissa langsung berlari menyambut Kairos.
“Kairos, aku sangat merindukanmu.” Kata Carissa sambil memeluk Kairos
Kairos mengangkat Carissa lalu menggendongnya
“Aku juga sangat rindu padamu.” Kata Kairos sambil mencium kedua pipi Carissa lalu mereka masuk ke dalam rumah.
Kairos mendudukan Carissa di sofa
“Sayang sebentar ya, aku ingin membantu mengangkat barang barang Laura.”
“Baiklah Kairos.” Kata Carissa lalu dia duduk di sofa.
Kairos pergi keluar lalu dia membantu Laura mengangkat barang barang milik Laura. Kairos mengantar Laura ke kamar yang sudah dia siapkan untuk Laura.
“Laura ini kamarmu, letakkan saja barang barang di situ.” Kata Kairos sambil menunjuk ke arah lemari pakaian.
“Terima kasih Boss.” Ucap Laura sambil meletakkan barangnya di lantai.
Kairos menganggukan kepala
“Selesai merapikan barang barangmu, nanti langsung ke ruang santai ya.” Kata Kairos kemudian dia meninggalkan Laura
Kairos menemui Carissa di ruang santai.
“Sayang nanti Laura akan menemani kamu kalau aku ke kantor dan Cella ke kampus.” Kata Kairos sambil membelai rambut Carissa
“Aku senang sekali Kairos, akhirnya aku bisa tinggal dengan kalian.” Kata Carissa sambil memeluk Kairos
Terdengar bunyi motor di luar. Carissa menatap Kairos
“Kairos aku akan bersembunyi, aku ingin membuat kejutan kepada Acel.”
“Iya sayang , ayo bersembunyi.” Kata Kairos lalu dia mengangkat Carissa dan menyembunyikannya di belakang sofa kemudian Kairos duduk kembali.
Acel masuk kemudian dia menyapa Kairos
“Kamu sudah pulang Kairos?” Tanya Acel sambil duduk di sofa
“Iya Acel, aku pulang cepat.” Kata Kairos sambil tersenyum
Tiba tiba Carissa menutup mata Acel, lalu Acel tertawa
“Ini pasti Carissa yang cantik dan cerewet.” Kata Acel sambil memegang tangan Carissa lalu dia memutar badannya menghadap Carissa.
Carissa tertawa lalu Acel mengangkat Carissa lalu dia menggendongnya.
“Aku rindu padamu sayang.” Kata Acel sambil mencium kedua pipi Carissa
Carissa memegang pipi Acel dan menciumnya
“Aku juga rindu padamu.” Kata Carissa lalu dia memeluk Acel.
Mereka duduk di sofa lalu bersenda gurau. Laura datang menemui Kairos.
“Boss, aku sudah selesai merapikan barang barangku. Ada pekerjaan lainnya?” Tanya Laura
Acel menatap Laura
__ADS_1
“Jadi kamu sudah tinggal disini?” Tanya Acel dengan gembira.
“Iya Acel, dia mulai hari ini bekerja disini.” Kata Kairos sambil tersenyum melihat Laura. “Oh ya Laura ini adikku Carissa, kamu harus menemaninya setiap hari.”
Laura melihat Carissa
“Hallo Carissa, kamu cantik sekali.” Kata Laura sambil menghampiri Carissa dan memegang pipi Carissa.
“Hi Laura, jadi kamu akan menamaniku kalau Kairos ke kantor?” Tanya Carissa sambil tersenyum kepada Laura.
“Iya Carissa, kaka kamu yang memintanya.” Jawab Laura.
“Ohh begitu.” Gumam Laura. “Ayo laura ikut aku ke kamarku.” Ajak Carissa kepada Laura.
Laura menatap Kairos dan Acel lalu mereka berdua menganggukan kepala. Laura berdiri lalu dia mengikuti Carissa naik ke atas dan masuk ke dalam kamar Carissa.
Mereka berdua duduk di tempat tidur dan bermain.
Kairos dan Acel berbincang bincang di teras belakang.
"Mudah mudahan Carissa cocok denhan Laura." Kata Kairos membuka pembicaraan.
"Iya Kairos, tapi sepertinya Laura itu suka dengan anak kecil." Kata Acel
"Iya sepertinya cel. Aku suka melihat Laura, dia sangat lucu." Kata Kairos lalu dia tersenyum sendiri saat mengingat dia dan Laura di mobil.
Acel memperhatikan Kairos
"Suka atau sudah jatuh cinta?" Goda Acel lalu Kairos tertawa.
"Mungkin saja." Canda Kairos lalu mereka berdua tertawa.
"Tidak apa apa kalau kamu jatuh cinta padanya, lagipula Laura wanita baik baik." Kata Acel sambil tersenyum.
"Ah.. Tidak tahu juga, lihat saja nanti." Kata Kairos sambil berdiri. "Aku mau pergi ke kamar."
Acel juga berdiri
"Iya, aku juga mau ke kamar."
Carissa dan Laura bermain main di kamar.
"Oh ya Carissa, kaka kamu itu galak ya." Kata Laura sambil memegang boneka
Carissa menatap Laura.
"Laura aku mempunyai tiga kakak, apakah mereka bertiga galak padamu?"
"Tidak semua, kalau Cella dia sangat ramah, terus Acel dia sangat baik."
Carissa menarik nafas panjang
"Hemm.. Jadi kakaku yang galak itu Kairos?" Tanya Carissa lalu Laura menganggukan kepala.
Carissa memegang pipi Laura
"Apakah dia sering memarahimu?"
"Iya Carissa, dia sering memarahiku." Jawab Laura.
"Ehmm.. Kamu tenang saja Laura, kalau Kairos memarahimu aku akan menarik kupingnya." Kata Carissa lalu Laura tertawa.
"Kamu bisa melakukannya?" Tanya Laura sambil mencubit pipi Carissa
"Tentu saja Laura, aku bisa melakukannya." Kata Carissa lagi.
Laura tersenyum.
"Aku akan membalas si boss lewat Carissa." Kata Laura sambil tersenyum.
Carissa dan Laura menjadi sangat dekat. Setiap malam Carissa lebih memilih tidur di kamar Laura dari pada kamarnya.
Kairos sangat senang karena Laura betah tinggal bersama dengan mereka, apalagi Laura sudah dekat dengan Carissa.
__ADS_1
Laura bangun pagi lalu dia ke dapur, dia membantu pelayan rumah menyiapkan sarapan untuk mereka. Selesai menyiapkan sarapan dia membuatkan susu untuk Carissa lalu dia membawa ke kamarnya.
Laura masuk ke dalam kamarnya, dia melihat Carissa sudah duduk di tempat tidur.
"Selamat pagi sayang, ini minum susunya." Kata Laura sambil duduk di sisi tempat tidur dan memberikan susu kepada Carissa.
"Terima kasih Laura." Ucap Carissa sambil mengambil susu dari tangan Laura kemudian dia meminumnya.
Kairos pergi ke kamar Carissa, dia membuka pintu tapi dia tidak melihat Carissa.
"Dia pasti tidur di kamar Laura lagi." Kata Kairos dalam hati kemudian dia pergi ke kamar Laura.
Pintu kamar Laura tidak tertutup, Kairos mengintip, dia melihat Carissa sedang duduk di tempat tidur sambil minum susu.
Kairos tersenyum
"Laura sangat memperhatikan Carissa." Kata Kairos kemudian dia masuk ke dalam kamar dan menyapa Carissa.
"Selamat pagi sayang." Ucap Kairos sambil duduk di sisi tempat tidur kemudian dia mengecup kening Carissa.
Carissa tersenyum lalu dia memberikan gelas kepada Laura.
"Selamat pagi kakaku yang galak." Canda Carissa sambil memeluk Kairos.
Wajah Laura langsung berubah, dia langsung memalingkan wajahnya
"Mengapa Carissa berkata begitu." Kata Laura dalam hati. Dia tidak berani menatap Kairos.
"Sayang mengapa kamu bilang aku galak? Siapa yang mengajarimu?" Tanya Kairos sanbil matanya melirik Laura.
"Umm.. Tidak ada Kairos. Oh ya Kairos aku mau ke toilet." Kata Carissa kemudian Kairos menurunkan Carissa.
Carissa langsung berlari masuk ke dalam toilet.
Kairos menatap Laura kemudian dia menarik tangan Laura dan menghempaskan tubuh Laura di ranjang lalu Kairos menindih tubuh Laura.
Dia menahan kedua Tangan Laura.
"Kamu pasti yang mengajarinya ya?" Tanya Kairos sambil mendekatkan wajahnya di wajah Laura.
"Tidak boss, aku tidak mengajarinya." Kata Laura sambil memiringkan wajahnya dan memejamkan mata
"Kamu bohong, kamu harus menerima akibatnya." Kata Kairos lagi sambil memegang pipi Laura dan menghadapkan ke wajahnya.
Laura mencoba melepaskan diri dari Kairos.
"Boss lepaskan aku." Pinta Laura.
Laura merasakan hembusan nafas Kairos di kupingnya, Laura menggerakan kepalanya lalu tiba tiba dia merasakan bibir Kairos menempel di bibirnya
Laura membelalakan matanya dia berusaha menghindar tapi Kairos tetap mencium bibirnya.
Kairos menggigit lembut bibir Laura lalu dia melepaskan tangan Laura dan turun dari atas tubuh Laura
Kairos tersenyum melihat Laura yang sedang membersihkan bibirnya.
Laura menatap Kairos lalu dia mengambil bantal dan memukulkan di badan Kairos.
"Dasar Boss mesum." Kata Laura lalu Kairos tertawa.
"Makanya jangan mengajari Carissa seperti itu." Kata Kairos sambil menahan tangan Laura. "Oh ya kamu sukakan gigitanku." Canda Kairos lalu dia meninggalkan kamar Laura.
"Dasae boss gila." Kata Laura sambil meraba bibirnya.
Carissa keluar dari toilet lalu dia menghampiri Laura
"Laura, mengapa kamu senyum senyum sendiri?" Tanya Carissa
Laura terkejut
"Ah.. Tidak Carissa. Aku hanya mengingat hal lucu saja." Jawab Lautmra sedikit gugup. " Ayo Carissa kita sarapan.
" Ayo Laura."
__ADS_1
Mereka berdua pergi ke ruang makan.
Selamat membaca