End Of Love

End Of Love
EOL 47


__ADS_3

Jessica POV


Aku terbangun mendengar suara Carlos lagi teleponan, aku bangun dan pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil selesai aku keluar dan melihat carlos lagi sementara telponan tapi entah dengan siapa. Dia mendekatiku dan menarik tanganku, dia duduk di sofa dan aku duduk di pangkuannya. Dia masih ngobrol di telepon tapi sesekali dia menciumku. Aku bersandar di dadanya, sebenarnya aku masih ngantuk tapi Carlos menarikku. aku tidak tahu percakapan mereka apa. Cuma terdengar Carlos membalas perckapan dengan iya, baik aku mengerti. Entah apa yang di bicarakan. Dan akhirnya dia menutup telepon.


“Sayang aku butuh surat surat kamu untuk pembuatan paspor, Tiara akan mengurusnya kebetulan suaminya kerja di imigrasi.” Kata Carlos padaku.


“Sudah mau di bawah sekarang?” Tanyaku pada Carlos.


“Iya, lebih cepat kan lebih bagus sayang.” Kata Carlos padaku. “Kamu ikut ke kantor ya.”


“Beb aku disini saja.”


“Sayang aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri disini, aku tidak tenang.” Kata Carlos padaku dengan wajah memohon.


“Aku tidak apa apa beb, lagipulakan pintu pakai kode pengaman.” Aku meyakinkan carlos, tapi dia bersih keras agar aku ikut dengannya ke kantor.


“Aku tidak bisa sayang, ikut ke kantor ya please.” Kata Carlos lagi.


“Baikla, aku mandi dulu beb.” Kataku pada Carlos sambil berdiri dari pangkuannya, dan Carlos juga ikut berdiri.


“Iya aku juga mau mandi sayang, kita mandi sama sama ya.” Kata Carlos padaku. Kami berdua berjalan ke kamar dan mengambil handuk kemudian masuk kamar mandi.


Kami berdua melepaskan pakaian dan mandi bersama, seperti biasa dia selalu menyabuni belakangku dan aku juga menyabuni belakangnya. Selesai mandi kami berdua kembali ke kamar dan memakai pakaian. Aku merapikan kemeja carlos, sekarang badannya sudah mulai bagus lagi. Aku tesenyum melihatnya dan dia menatapku.


“Kenapa kamu senyum senyum sendiri?” Tanya Carlos padaku.


“Tidak kenapa kenapa beb.” Aku kemudian membuka satu kancingnya.


“Kenapa satu kancing di buka.” Tanya Carlos padaku sambil menatapku heran.


“Biar Carlosku terlihat lebih keren dengan bulu di dadanya.” Candaku pada Carlos dan dia langsung tertawa, kemudian dia berbisik di kupingku


“Kamu tidak takut kalau wanita wanita tertarik dengan Carlosmu?”


Dan aku membalas bisikan Carlos. “Aku tidak takut, aku percaya Carlosku sangat mencintai jessi. Dan Carlosku tidak akan mengkhianati Jessi lagi. Carlos memelukku dengan erat dan berbisik.


“Aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin kehilanganmu lagi dan tidak akan pernah mengkhinatimu. Cintaku hanya untukmu.” Bisik Carlos


Dan aku memeluknya erat. “Aku juga sangat mencintaimu, dan cintaku hanya untukmu. Sampai kapanpun aku hanya milikmu.” Bisiku di kuping Carlos


“Terima kasih sayang sudah hadir dalam hidupku, aku sangat beruntung memilikimu. Baiklah sayang kita berangkat sekarang.”


Aku menganggukan kepala dan melepaskan pelukanku, aku mengambil surat yang di perlukan untuk pembuatan paspor kemudian aku dan Carlos keluar menuju basement. Carlos membukakan pintu mobil dan aku masuk. Kemudian Carlos masuk ke mobil dan menyalakan mesin dan menjalankan mobilnya menuju ke kantor. Sepanjang jalan kekantor dia selalu memegang tanganku. Sesekali dia mengelus perutku, dia terlihat sangat bahagia. “Hmm.. Suatu kebahagiaan melihat orang yang kita cintai bahagia.” Gumamku dalam hati sambil menatap Carlos dan tersenyum padanya.


Akhirnya kami sampai di kantor, Aku dan carlos turun dari mobil dan masuk ke dalam kantor. karyawan menyapa aku dan Carlos dan aku membalas dengan senyuman. Aku dan Carlos masuk ke dalam ruangan. Kami lupa sarapan jadi kami memesan makanan lewat aplikasi dan makanannya datang, aku dan Carlospun sarapan. Selesai sarapan Carlos duduk di meja kerjanya dan aku membaca buku. Sesekali mata Carlos menatapku dan aku membalas dengan mengangkat kedua keningku dan dia tersenyum sambil menggelengkan kepala.


Aku berdiri dan mengunci pintu, Carlos menatapku heran aku mendekati Carlos dan memutar kursi kerjanya, Carlos semakin heran melihatku.


“Sayang apa yang akan kamu lakukan?” Tanya Carlos padaku, aku hanya tersenyum padanya.


“Sudah diam saja.” Kataku pada Carlos, aku membuka kakinya dan berlutut.


“Sayang kamu mau apa?” Tanya Carlos semakin heran.


“Sudah diam!” Aku membuka ikat pinggangnya, kancing celananya dan membuka resletingnya." aku menatapnya dan tersenyum


“Sayang kamu nakal.” Kata Carlos.


Aku tersenyum dan melakukan aksi.


{Maaf di sensor}----------

__ADS_1


Terdengar desahan Carlos dan erangannya, dia membelai rambutku.


Aku berdiri dan mengambil tissue dan membersihkan mulutku, terlihat Carlos menarik nafas Panjang. Dia berdiri dan berbisik.


“Kamu semakin nakal.” Dan aku membalas bisikan Carlos. “Iya nakalnya hanya sama kamu.” Carlos tersenyum dan mencubit hidungku kemudian masuk kamar mandi. Tidak lama kemudian dia keluar dan merapikan kemeja dan celananya. Aku tersenyum melihatnya, dan dia juga tersenyum. Aku kembali membuka kunci pintu dan duduk kembali di sofa dan dia kembali bekerja.


Aku dan Carlos tidak sampai sore di kantor, Carlos memberikan surat surat miliku pada mba tiara dan kami meninggalkan kantor. Aku dan Carlos pergi ke mall, Carlos tidak ingin aku memakai celana yang ada kancingnya. Dia ingin membeli celana yang pinggangnya karet.


Kami masuk ke dalam mall dan mencari toko pakaian, Carlos mengajakku masuk ke dalam toko pakaian yang bermerek terkenal. Aku masuk dan melihat lihat kaos dan celana legging jeans.


Author POV


Carlos sedang menemani Jessica melihat pakaian, tiba tiba ada yang menepuk punggungnya. Carlos membalikan badan dan melihat ternyata dia adalah mantan Carlos yang bernama Jenny, dia menyapa Carlos


“Hi Carlos apa kabar.” Sapa Jenny


“Hi aku baik, Carlos melihat Jessica masih melihat lihat pakaian. Jessica tidak melihat Carlos dan Jenny, dia sibuk memilih pakaian.


“Sendiri saja?” Tanya Jenny lagi


“Ohh tidak, aku tidak sendiri.” Kata Carlos. “Aku bersama calon isitriku.” Wajah Jenny berubah, “Umm… Itu dia sedang memilih pakaian.” Kata Carlos lagi sambil menunjuk Jessica.


“Calon istri, cepat sekali ya.” Kata Jenny


“Tentu saja, untuk apa berlama lama.” Kata Carlos sambil tertawa.


“Kamu mencintainya?” Tanya Jenny lagi, dia terlihat cemburu pada Jessica.


“Tentu saja aku sangat sangat mencintainya.”


Carlos memanggil Jessica, dia ingin memperkenalkan Jessica pada Jenny.


“Sayang sini sebentar.”


“Sayang kenalkan ini temanku, namanya Jenny.” Kata Carlos pada Jessica. “Dan Jenny ini Jessica calon istriku.” Jessica kemudian menyapa Jenny


“Hi Jenn, apa kabar?”


“Hi...baik.” Kata Jenny sambil menatap sinis kepada Jessica. Dalam hati Carlos. “Dia pikir dia yang paling cantik, sekarang kamu lihat aku mendapatkan wanita lebih cantik darimu masih muda dan pintar.”


“Ok Carlos Jessica aku duluan ya.” Jenny akhirnya berpamitan dan meninggalkan Carlos dan Jessica.


Carlos dan Jessica kembali memilih pakaian, Carlos tidak ingin Jessica memakai celana jeans karena akan berpengaruh pada perutnya. Carlos ingin membelikan celana yang pinggangnya karet, selesai memilih Carlos pergi membayar di kasir.


Carlos dan Jessica keluar dari toko dan Jessica mengajak Carlos ke toko buku. Jessica senang membaca, mereka masuk ke toko buku dan Jessica memilih buku. Selesai memilih Jessica memberikan buku kepada Carlos dan Carlos pergi membayarnya. Mereka keluar dari toko buku, dan Carlos mengajak Jessica pulang, Carlos tidak ingin Jessica lelah. Sampai di apartemen Carlos dan Jessica masuk ke kamar dan mengganti pakaian.


Jessica POV


Selesai mengganti pakaian aku turun ke dapur dan minum air putih, aku duduk di ruang makan dan Carlos menghampiriku dan duduk di sampingku kemudian dia mencium keningku.


“Beb aku ingin makan durian.” Kataku pada Carlos dan Carlos terkejut, Carlos tidak suka dengan bauh durian


“Apa…?” Kenapa durian sayang?” Kata Carlos dengan suara lemas


“Beb anak kamu yang minta, kalau kamu tidak turuti anak kamu akan sedih.”


“Sayang tapi kenapa mintanya durian, kenapa tidak minta yang lain saja. Aku tidak bisa mencium durian sayang.” Kata Carlos lagi


“Beb please, aku mau durian.” Pintaku pada Carlos dengan suara manja


“Aku harus beli di mana sayaaang?”

__ADS_1


“Di aplikasi ada beeebb.” Carlos mengambil handphonenya, dia mencari yang menjual durian.


“Beb aku mau durian lokal.”


“Iya sayang, kenapa harus durian? ruangan ini akan berbauh durian.” Carlos menggerutu.


“Sayang lihat, papa kamu menggerutu, dia tidak ikhlas membelikan mama durian.


“Sayang jangan bicara seperti itu kepada anakku nanti dia marah padaku.” Kata Carlos


Aku tersenyum melihat Carlos, akhirnya dia memesan durian. dan tidak lama kemudian durianku datang, aku membuka bungkusannya dan Carlos menutup hidungya. Aku pingin tertawa tapi aku menahannya.


Aku mulai memakan durian dan Carlos berlari ke kamar mandi dan mulai muntah, aku langsung tertawa.


“Beebbb aku yang hamil kenapa kamu yang muntah.” Candaku pada Carlos


“Sayang aku tidak bisa mencium durian, kenapa kamu mintanya yang aneh aneh.” Kata Carlos dari kamar mandi.


“Lihat sayang papa kamu tidak sayang sama kita berdua, dia tidak mau menemani mama makan durian.”


“Sayang jangan bicara begitu, sayang papa sangat sayang kalian berdua.” Teriak Carlos dari kamar mandi.


Carlos keluar dari kamar mandi dengan lemes dan aku langsung tertawa.


“Sayang kamu sudah selesai makan duriannya?” Tanya Carlos padaku sambil tangannya menutup hidungnya


“Iya sudah selesai, aku sudah masukan kedalam kantong plastik.” Kataku pada Carlos


Sambil menutup hidung Carlos mengambil kantong plastik dan membuangnya, dia mengambil parfum dan menyemprotkan ke ruangan. Aku tertawa melihatnya.


“Sayang bersihkan mulutmu.” Kata Carlos padaku.


“Iya… Iya...” Aku ke dapur dan menyalakan air dan mencuci mulutku kemudian aku kembali keruang makan.


Aku tersenyum melihat Carlos, Carlos menatapku dan menggeleng gelengkan kepala. Kemudian aku duduk di sampingnya.


“Kenapa beb?”


“Tidak apa apa, next jangan minta durian ya. aku tersiksa.” Kata Carlos


“Kalau anak kita yang minta bagaimana?" Kataku pada Carlos dan Carlos memegang perutku.


“Sayang jangan minta durian lagi ya, papa tidak bisa cium bauh durian. Kata Carlos sambil mengelus elus perutku. Carlos kemudian mencium perutku.


“Beb kamu tidak mencium bibirku?” Candaku pada Carlos


“Tidak, mulutmu masih bauh durian.” Kata Carlos padaku


“Lihat sayang papamu tidak menyayangi mama lagi, biasa papa selalu mencium bibir mama sekarang papa sudah tidak mau lagi.” Kataku lagi sambil melirik pada Carlos.


“Sayang kenapa bicara seperti pada anaku. sayang papa sangat menyayangi mama juga kamu. Karena mama makan durian papa tidak ingin mencium mama, nanti kalau bauh duriannya sudah tidak ada lagi nanti papa cium mama lagi.” Kata Carlos sambil mengelus perutku dan menciumnya.


“Beb aku cuma bercanda, aku mau ke atas.”


“Ya sudah ayo ke atas.”


“Tapi gendong.” Kataku dengan suara manja.


“Iya dasar manja.”


Aku tertawa dan Carlos menggendongku naik ke atas. “Mau ke kamar atau sofa? Tanya Carlos padaku.

__ADS_1


“Kamar saja.” Carlos membawaku ke kamar dan meletakkanku di kasur kemudian Carlos memberikan buku padaku dan aku membacanya. Kemudian dia pergi ke ruang Tv.


Selamat membaca


__ADS_2