
Semenjak Laura bekerja di perusahaannya Kairos selalu pergi pagi ke kantor. Hari ini juga Kairos datang ke pagian. Dia masuk ke dalam ruangannya tapi dia melihat Laura belum juga datang.
Kairos melihat jam
“Hmm.. baru jam 7:30.” Kata Kairos dalam hati.
Dia duduk dikursi kerjanya lalu Kairos mengeluarkan handphonenya, sambil menunggu Laura dia membaca berita dari handphonenya.
Tidak lama kemudian Kairos melihat Laura berjalan menuju keruangannya. Laura berhenti di dinding kaca ruangan Kairos lalu dia mengatur pakaiannya. Dia tidak tahu kalau Kairos sudah berada di dalam ruangan. Laura mengatur rambut kemudian dia melihat giginya di kaca lalu dia terssenyum.
“Mudah mudah boss galak itu belum datang.” Kata Laura di depan kaca kemudian dia memperagakan gaya Kairos lagi marah dan gaya Kairos berjalan
Di dalam Kairos melihat Laura kemudian dia tertawa saat Laura memperagakan dia berjalan di depan kaca.
“Dia sangat lucu.” Kata Kairos
“Aku akan terus mengerjai bossku itu.” Kata Laura kemudian dia membuka pintu
“Aaaahhhhh….” Laura terkejut kemudian dia berteriak. Laura melihat ke dinding kaca. “Ohh..shit dia pasti memperhatikanku.” Kata laura dalam hati.
“Heii.. mengapa kamu berteriak?” Tanya Kairos berpura pura marah.
“Ehmm.. tidak boss. Aku terkejut, aku pikir boss belum datang.” Kata Laura sambil memalingkan wajahnya. Dia merasa malu kepada Kairos.
“Ayo bersihkan ruanganku.” Kata Kairos sambil berdiri kemudian dia berjalan keluar ruangan, sebelum keluar dia berbisik kepada Laura. “Next masuk dulu ke dalam ruangan setelah itu kamu keluar lagi dan berkaca di depan ruanganku.”
Laura membelalakan matanya
“Berarti dia melihatku. Iccchhh…. Dasar bodoh.”
Saat Kairos keluar Laura mengepalkan tangannya. “Ichh rasanya ingin ku pukul kepalamu itu.” Kata Laura kemudian dia mulai membersihkan ruang kerja Kairos. dia membereskan meja dan merapikan lemari file kemudian dia menyedot debu yang ada di karpet.
Selesai membersihkan ruangan Laura keluar dan menemui Kairos.
“Boss, ruanganmu sudah bersih. Masuk saja.” Kata Laura kepada Kairos
“Bagus, pekerjaanmu belum selesai. Buatkan aku kopi.” Kata Kairos kepada Laura
“Baik boss.”
“Hei kopinya jangan terlalu pahit.” Kata Kairos lagi kemudian dia masuk ke dalam ruangan
“Baik boss.” Kata Laura sambil membengkokkan bibirnya di belakang Kairos.
Kairos masuk kedalam ruangan kemudian dia duduk dan menghidupkan computer. Tidak lama kemudian Laura masuk dengan membawa kopi. Laura meletakkan kopi di atas meja kerja Kairos.
“Silahkan diminum kopinya boss.” Kata laura setengah meledek Kairos. “Apakah masih ada yang harus aku kerjakan?” Tanya Laura
Kairos menatap Laura.
“Terima kasih, kembali saja ketempatmu.” Kata Kairos kemudian dia kembali melihat ke layar computer.
Laura keluar dari ruangan kerja sambil melengkungkan bibirnya
“Kembali saja ketempatmu.” Kata Laura dalam Bahasa Indonesia.
Kairos sempat mendengar apa yang di katakan oleh Laura.
“Hei kamu bicara apa?” Tanya Kairos lalu Laura menghentikan langkahnya.
“Aku tidak bicara apa apa boss.” Kata Laura sambil berlari keluar dari ruangan Kairos. “Tajam juga pendengaran si boss.” Kata Laura dalam hati.
Sementara di rumah Cella lagi menunggu Joe. Joe ingin mengantar Cella ke kampus, terlihat mobil Joe masuk ke dalam halaman rumah. Cella berjalan mengampiri mobil Joe
__ADS_1
Joe turun dari mobil lalu dia memeluk Cella dan mencium bibir Cella.
“Berangkat sekarang?” Tanya Joe
“Iya Joe, kita berangkat sekarang.” Jawab Cella lalu Joe membukakan pintu mobil untuk Cella
Cella masuk ke dalam mobil, Joe berjalan ke sisi mobil kemudian dia masuk ke dalam mobil. Joe langsung menjalankan mobilnya menuju ke kampus.
Di dalam mobil Joe memegang tangan Cella kemudian dia menciumnya.
“Nanti kalau sudah selesai aku jemput kamu ya.” Kata Joe sambil memegang wajah Cella.
“Iya Joe, oh ya nanti makan siang di rumahku saja ya.” Kata Cella lalu Joe menganggukan kepala.
“Oh ya dua hari lagi aku akan pergi ke Seattle. Kamu akan menungguku kan?”
Cella tersenyum lalu memegang tangan Joe.
“Iya, aku akan menunggumu. Kalau di seattle jangan melirik wanita lain.” Canda Cella lalu Joe tertawa.
“Tentu saja sayang, aku hanya mencintaimu.” Kata Joe lagi
Akhirnya mereka tiba di kampus, sebelum turun mereka berdua berciuman. Joe memasukan lidahnya di dalam mulut Cella lalu Cella menggigit lembut lidah Joe dan dia membalas memasukan lidahnya ke dalam mulut Joe. Joe meremas dada Cella lalu Cella menahan tangan Joe, Cella menghentikan ciumannya lalu dia menatap mata Joe dan dia tersenyum
“Aku masuk ke dalam ya.” Kata Cella sambil memegang pipi Joe.
“Baiklah, aku langsung pulang. Nanti aku jemput kamu.” Kata Joe
‘Iya Joe.” Kata Cella kemudian dia turun dari mobil Joe dan masuk ke dalam kampus.
Joe meninggalkan kampus lalu dia kembali ke rumah.
Sementara di kediaman Tuan Adam terdengar teriakan Clinton.
“Daaddddd.!!
“Ada apa Clinton mengapa kamu berbaring di lantai?” Tanya Tuan Adam
“Dad, aku tidak bisa menggerakan tangan dan kakiku. Aku seperti lumpuh dan lidahku seperti pendek.” Kata Clinton sambil berusaha menggerakan tangannya.
“Kita ke pergi kerumah sakit Clinton.” Kata Tuan Adam lalu dia berteriak memanggil Abel.
Abel masuk ke dalam kamar
“Ada apa Tuan?”
‘Siapkan mobil, dan angkat Clinton. Bawa dia kerumah sakit.” Kata Tuan Adam kemudian Abel keluar dan pergi ke garasi. Abel mengeluarkan mobil dari garasi lalu dia memanggil Osbert untuk membantu dia mengangkat Clinton.
Osbert dan Abel masuk ke dalam kamar Clinton lalu mengangkat Clinton dan membawanya ke mobil. Mereka berdua memasukan Clinton ke dalam mobil. Tuan Adam ikut masuk ke dalam mobil. Dia mendampingi Clinton.
Abel dan Osbert membawa Clinton ke rumah sakit.
Sementara di kantor terlihat Kairos sedang senyum senyum sendiri, dia mengingat tingak Laura di depan kaca
“Hmmm. Aku ingin dia bekerja saja di rumahku. Supaya setiap saat aku bisa melihatnya.” Kata Kairos dalam hati.
Tiba tiba pintu terbuka, Kairos terkejut dan melihat siapa yang membuka pintu, dia melihat Laura yang masuk.
“Hei… biasakan sebelum masuk ketuk dulu pintunya. Kamu pikir ini perusahaan milik nenek moyangmu seenaknya masuk.” Kata Kairos berpura pura marah.
“Ehmmm.. maaf Boss, aku lupa mengetuk pintu.” Kata Laura. “Ichh dasar galak.” Kata Laura dalam hati. “Oh ya Boss, apakah masih ada yang harus aku kerjakan? Kalau tidak aku ingin pulang sebentar. Nanti aku kembali lagi.”
Kairos berdiri lalu menghampiri Laura dia berdiri sangat dekat dengan Laura. Laura melangkah mundur tapi Kairos maju lagi sampai Laura tersandar di dinding kaca.
__ADS_1
“Boss, harus jaga jarak.” Kata Laura sambil menatap Kairos
“Kenapa harus jaga jarak? Tanya Kairos sambil tangannya menyanggah di dinding kaca dan mendekatkan wajahnya ke wajah Laura.
Laura dengan gesit menghindar sehingga dahi Kairos membentur dinding kaca. Laura ingin tertawa tapi dia menahannya.
Kairos menarik Laura lalu menyandarkan Laura di dinding, dia menahan tangan Laura dan kaki satunya di masukan di antara kaki Laura.
Laura menatap Kairos dengan heran.
“Apa yang Tuan lakukan, lepaskan tanganku.” Kata Laura sambil berusaha melepaskan diri dari Kairos tapi Kairos tidak melepaskan tangan Laura. Dia menatap Laura lalu tersenyum.
Tiba tiba Kairos melihat Tuan Arnets sedang berjalan menuju ruangannya, Kairos langsung menarik Laura dan mentuh Laura masuk di bawah meja kerjanya.
Laura masuk di bawah meja kerja kemudian Kairos duduk di kursi kerjanya. Kairos duduk di ujung Kursi lalu dia memajukan kursi sehingga wajah Laura berada di antara kedua paha Kairos.
“Bossku ini memang tidak tahu sopan.” Kata laura dalam hati.
Tuan Arnet mengetuk pintu lalu Kairos berdiri dan membukakan pintu kepada Tuan Arnest.
“Selamat siang Tuan Arnets, apa kabar? Sapa Kairos
“Selamat siang Kairos, aku baik baik saja. Apakah aku menganggumu?” Tanya Tuan Arnets sambil berjalan masuk dan duduk di depan meja Kairos.
Kairos kembali duduk di kursi kerjanya dia duduk di ujung kursi lalu dia memajukan kursinya, kali ini wajah Laura benar benar dekat dengan milik Kairos.
Laura memejamkan matanya.
“Mentang mentang boss terus seenaknya padaku.” Kata Laura dalam hati.
Laura membuka matanya dan melihat tonjolan di balik celana Kairos. dia melihat ada benang yang menggantung tepat di tenga tenga celana Kairos.
Laura memegang benag itu dan menariknya dengan perlahan. Kairos merasakan sentuhan di celananya kemudian dia menahan nafas.
“Apa yang dia lakukan? Oh.. shit.” Umpat Kairos dalam hati sambil tersenyum kepada Tuan Arnets
“Oh ya Tuan ada apa tuan kesini?” Tanya Kairos
“Aku hanya ingin menanyakan perkembangan proyek. Selama kepergian Elena aku tidak tahu lagi soal proyek yang kita kerjakan.” Kata Tuan Arnets.
Sementara di bawah meja Laura berusaha menarik benang yang menggantung di celana Kairos. Kairos menggerakan kedua kakinya agar Laura berhenti tapi Laura tetap melakukannya sampai Laura melihat tonjolan itu semakin besar.
“Bagaimana keadaan proyek saat ini Kairos?” Tanya Tuan Arnets
Kairos tidak konsentrasi karena jari Laura menyentuh miliknya, walaupun masih terbungkus dengan celana tapi dia bisa merasaknannya.
“Ahhh….umm… proyek.. ya proyek berjalan dengan baik.” Kata Kairos sambil menahan tangan Laura. Tapi Laura menggunakan tangannya yang satu lagi lalu dia menarik kasar benang itu.
“Ohh bagus kalau begitu. Aku khawatir saja.”
“Tuan tidak perlu khawatir. Lagipula billy yang menangani proyek itu.
“Baiklah Kairos, aku tenang mendengarnya. Kalau begitu aku pergi dulu.” Kata Tuan Arnets sambil berdiri.
Kairos ikut berdiri dan mengantar Tuan Arnet sampai di depan pintu. Kairos menutup pintu lalu dia menarik Laura keluar dari bawah meja lalu Kairos memegang lengan Laura.
“Apa yang kamu lakukan? Mengapa kamu menyentuh celanaku.” Tanya Kairos
Laura menunjukan benag yang ada di tangannya.
“Maaf boss, aku hanya mengambil benang yang tergantung di celana boss.”
“Alasan, bilang saja kalau kamu ingin menyentuh milikku.” Kata Kairos sambil menahan tawa lalu Laura membelalakkan mata
__ADS_1
“Apa??? Aku ingin memegang milik Tuan. Icccchhhhh.” Kata Angel sambil mengibas ngibaskan tangannya. Lalu dia melepaskan tangan Kairos dari lengannya lalu Laura berlari kepintu, dia membuka pintu dan meninggalkan Kairos. “Dasar boss mesum.” Kata Laura
Melihat Laura melarikan diri, Kairos langsung tertawa.