End Of Love

End Of Love
SS2 EOL Eps 40


__ADS_3

laura menatap dirinya di cermin, dia memegang gaun yang di belikan Kairos kemudian dia berdiri Laura ingin melepaskan pakiannya, tiba-tiba pintu terbuka. Laura langsung berteriak sambil menutup tubuhnya dengan gaun yang ada di tangannya, matanya melotot kepada Kairos. Kairos juga terkejut melihat Laura yang hanya menggunakan cd dan bra, Kairos langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan memutar tubuhnya.


“Tidak bisakah kamu mengetuk pintu sebelum masuk?” ucap Laura dengan marah kemudian dia mengambil kaos dan celana pendek kemudian dia memakainya.


“Maaf aku tidak tahu kalau kamu sedang tidak menggunakan pakaian,” ujar Kairos sambil berjalan keluar dari kamar Laura. “Wow tubuhnya sangat indah, dan kulitnya aku suka,” gumam Kairos sambil tersenyum membayangkan tubuh Laura.


Melihat Kairos sudah pergi Laura cepat-cepat menutup pintu kamar dan mengunci dari dalam kemudian dia duduk di sisi tempat tidur.


“Dasar tidak tahu sopan,” ujar Laura dengan kesal, “bukannya mengetuk pintu malah main masuk saja.” Laura berdiri kemudian dia melepaskan kembali pakaiannya dan mencoba gaun itu. Dia melihat di depan cermin apakah gaun itu bagus atau tidak, dia berputa-putar di depan ceriman lalu dia tersenyum sendiri.


Laura melepaskan kembali gaun itu kemudian dia mengambil handuk dan pergi mandi. Selesai mandi dia duduk kembali di depan cermin, kemudian dia mulai bersiap-siap untuk pergi makan malam bersama Kairos. Lalu terdengar pintu kamar di ketuk, Laura berdiri lalu pergi membuka pintu kamar. Dia melihat Kairos berdiri di depan pintu kamar dengan stelan kemeja putih tipis dengan dua kancing terbuka serta di lapisi dengan jas dan celana jeans.


Kairos tertegun melihat Laura, dia menatap Laura dari ujung kaki sampai ujung rambut lalu dia tersenyum.


“Apakah kamu sudah selesai,” tanya Kairos sambil memperhatikan gaun yang di kenakan Laura


“Aku pakai sepatuku dulu,” jawab Laura lalu dia mengambil sepatu dan memakainya. Laura berdiri kemudian dia berjalan menghampiri Kairos. “Apakah kita akan pergi sekarang?”


“Iya, tentu saja,” jawab Kairos sambil mengulukan tangannya kepada Laura. Laura memegang tangan Kairos lalu mereka berdua berjalan keluar. Kairos dan Laura berpapasan dengan Carissa dan Acel, mereka tersenyum melihat Laura.


“Laura, kamu cantik sekali,” puji Carissa sambil tersenyum


“Terima kasih, Carissa,” ucap Laura, matanya langsung tertuju kepada Acel, dia melihat Acel lagi tersenyum padanya.


“Selamat bersenang-senang Laura,” canda Acel dengan mengedipkan mata sebelahnya kepada Laura tapi Laura hanya mencibirkan bibirnya lalu Acel tertawa


Kairos dan Laura masuk ke dalam mobil lalu Kairos langsung menjalankan mobilnya menuju ke restoran yang sudah dia booking. Mereka berdua tiba di restoran tersebut kemudian Kairos turun dan membukakan pintu kepada Laura. Kairos memegang tangan Laura lalu Laura turun dari mobil.


Mereka berdua berjalan masuk ke dalam restoran, mereka di sambut oleh pelayan dan pelayang itu mengantar Kairos dan Laura ke meja yang sudah di pesan oleh Kairos. Mereka berdua duduk lalu pelayan memberikan buku menu kepada Kairos dan Laura.


Kairos tersenyum kepada Pelayan itu lalu dia mengambil menu dari tangan pelayan.


‘Terima kasih,” ucap Kairos kemudian dia membuka buku menu itu dan meihat-lihat daftar menu yang terdatar di sana. Kairos menatap Laura lalu dia memegan tangan Laura dan bertanya. “Kamu pesan apa?”


“Um … aku tidak tahu Kairos, sudah pesan saja sama sepertimu,” jawab Laura sambil menarik tangannya dari genggaman Kairos

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu.” Kairos memesan makanan lalu dia memberikan buku menu kepada pelayan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara di Seattle terlihat Cella dan Joe sedang bermesraan di kamar, mereka saling berciuman dan memainkan lidah. Cella naik di atas tubuh Joe kemudian dia kembali mencium bibir Joe, dia menggigit bibir Joe dengan lembut. Sesekali dia menggerakkan pinggangnya di atas perut Joe.


Joe meremas dua bukit kembar milik Cella kemudian dia memasukan tangannya ke dalam kaos Cella, dia melepaskan bra dan memainkan daging kecil kenyal milik Cella dengan jarinya. Cella mendesaha kemudian dia memegang pipi Joe dan kembali menerjang bibir Joe.


Joe menghempaskan tubuh Cella kemudian dia menindihnya, dan kembali mencium bibir Cella sambil tangannya merekas bukit kembar milik Cella, sesekali dia menggesek-gesekkan miliknya yang masih terbungkus dengan underwear ke milik Cella yang masih juga terbungkus dengan cd.


Joe menghentika ciumannya kemudian dia menatap Cella dan membelai pipi Cella, “sayang, bagaimana kalau kita melakukannya?” pinta Joe dengan menggerakan pinggangnya


“Joe, kamu sudah janji padaku untuk melakukannya kalau kita sudah menikah,” ujar Cella sambil membelai wajah Joe.


“Baiklah, sayang. aku hanya ingin menempelkan milikku di milikmu,” ucap Joe kemudian dia melepaskan underwear boxernya, dia juga melepaskan cd Cella kemudian dia membuka paha Cella. Joe langsung menerjang daging kecil milik Cella dengan ujung lidahnya.


“Ahh … Joe,” desah Cella dengan meremas rambut Joe, dia memejamkan matanya dan mennikmati setiap jilatan-jilatan yang di lancarkan Joe di daging kecil miliknya. Pinggangnya terangkat saat Joe memainkan lidahnya dengan cepat.


“Joe … aku tidak tahan lagi,” rintih Cella, dia meletakkan kakinya di punggung Joe kemudian badannya tersentak. Cella mengalami pelepasan.


“Uhm … iya, aku suka,” jawab Cella dengan mendesah. Dia merasakan milik Joe yang sudah keras menggesek-gesek klitnya yang mulai mengeras kembali.


“Ahh … sayang,” desah Joe kemudian dia melingkarkan kedua tanganya di punggung Cella kemudian dia menggerakkan pinggangnya dengan cepat. Tiba-tiba tubuh Cella tersentak. Dia kembali mengalami pelepasan. Joe berhenti kemudian dia mengocok miliknya dan mengarahkan ke mulut Cella.


Cella memegang milik Joe kemudian dia memasukan ke dalam mulutnya, Cella memainkan milik Joe di dalam mulutnya, sesekali dia menjliat ujung batang Joe dengan ujung lidahnya


“Ahh … sayang aku suka,” desah Joe sambil menggerakkan pinggangnya maju mundur.


Cella memainkan bola kecil milik Joe dengan jarinya yang lembut, dia juga menghisap bola itu, Joe menengadahkan kepalanya ke atas lalu dia memejamkan matanya. Jilatan jilatan di batang miliknya membuat Joe menekan miliknya masuk ke dalam mulut Cella. Joe memegang kepala Cella kemudian dia menyemprotkan cairannya di dalam mulut Cella.


“Ahh … ough … ohh ….” Badan Joe tersentak, kemudian dia mengeluarkan miliknya dari mulut Cella. Joe berbaring di temat tidur kemudian dia menarik Cella dan memeluknya.


Torrance


Kairos dan Laura selesai makan malam, kemudian mereka berdua pulang. Sampai di rumah Kairos menghentikan mobilnya kemudian dia memegan tangan Laura. Kairos menatap Laura lalu dia memegang pipi Laura, dia mendekatkan wajahnya ke wajah Laura.

__ADS_1


Laura menatap mata Kairos, dia memejamkan matanya saat bibir Kairos menempel di bibirnya. Laura merasakan lidah Kairos masuk ke dalam mulutnya. Dia tidak tahu harus berbuat apa, Laura hanya membiarkan Kairos memainkan lidahnya di dalam mulutnya. Dia mulai merasakan tangan Kairos meremas dadanya, Luara memegang tangan Kairos dan menjauhkan tangan Kairos dari dadanya.


Kairos berhenti mencium bibir Laura lalu dia menatap mata Laura, “aku sudah menyukaimu Laura,” Kata Kairos sambil membelai pipi Laura. “Jadilah kekasihku,” pinta Kairos


Laura hanya diam, dia tidak tahu harus jawab apa. Walaupun di hatinya dia juga menyukai Kairos tapi baginya tidak mungkin karena Kairos itu bossnya dan tidak mungkin juga dia yang tidak punya apa-apa bisa pacarana dengan orang yang kaya raya.


“Laura, kenapa kamu diam?” Kairos membuyarkan lamunan Laura


“Oh … iya, boss bicara apa?” Laura menjadi gugup dia tidak memperhatikan omongan Kairos.


“Laura, jangan panggil lagi aku boss. Panggil saja Kairos, ok!” bentak Kairos kemudian dia bersandar di sandaran kursi mobil


Laura hanya diam, dia membuka pintu mobil dia ingin keluar dari mobil tapi dengan cepat tangan Kairos menahannya. “Siapa yang menyuruhmu untuk turun? Aku belum selesai denganmu. Sekarang jawab pertanyaanku, kamu mau jadi kekasihku?” tanya Kairos dengan memegang tangan Laura


“Apakah harus jawab sekarang?” tanya Laura dengan suara pelan, dia takut menatap Kairos


“Iya tentu saja, kamu harus menjawabnya sekarang,” ujar Kairos sambil memegang pipi Laura


“Aku tidak tahu harus jawab apa,” jawab Laura lalu Kairos memiringkan badannya menghadap Laura


“Katakan saja ya, itu tidak susah.” Kairos mendekatkan wajahnya lagi ke wajah Laura. “Kamu mau, kan?”


“Tapi ….” Laura terhenti


“Tidak ada tapi-tapi,” sela Kairos, “pokoknya kamu harus jadi kekasihku.” Laura memberanikan diri menatap mata Kairos


“Itu namanya pemaksaan,” kata Laura dengan kesal


“Terserah, pokoknya kamu harus jadi kekasihku.” Ujar Kairos kemudian dia memegang wajah Laura dan kembali mencium bibir Laura. Laura memejamkan matanya dan merasakan lidah Kairos menerobos ke dalam mulutnya. Laura mulai membalas ciuman Kairos, dia menggigit lembut lidah Kairos yang ada di dalam mulutnya.


Kairos meletakkan kedua tangan Laura di punggungnya kemudian dia kembali mencium bibir Laura, mereka saling berciuman di dalam mobil.


Selamat membaca


Maaf baru up karena lagi fokus di novel Suami Bajiingan

__ADS_1


__ADS_2