
Kairos dan Nasya mengalami pelepasan bersama-sama, Kairos tersenyum kemudian dia membelai rambut Nasya dan menciumnya.
“Aku sangat mencintaimu, Laura.” Kembali Kairos menyebut Nasya dengan Laura.
“Aku mau ke kamar Mandi,” ujar Nasya sambil mendiorong tubuh Kairos dari atas tubuhnya.
Kairos turun dari atas tubuh Nasya kemudian dia memegang tangan Nasya, dia sadar kalau dia sudah salah dengan menyebut nama Laura.
“Aku minta maaf,” ucap Kairos tapi Nasya hanya diam dan melepaskan tangan Kairos kemudian dia pergi ke kamar mandi. Dia masuk dan bersandar di wasteful dia terlihat sedikit kesal kepada Kairos.
“Laura, Laura, Laura terus.” Nasya menarik handuk kemudian dia masuk ke tempat mandi dan mandi.
Sedangkan Kairos, dia bangun dan pergi ke kamar mandi. Dia melihat Nasya sedang mandi lalu dia buang air kecil. Kairos keluar dari kamar mandi kemudian dia mengenakan underwear boxer dan Kaos. Dia melihat Nasya keluar dari kamar mandi kemudian Kairos menghampiri Nasya, dia melingkarkan tangannya di pinggang Nasya.
“Apakah kamu marah padaku,” tanya Kairos dengan memegang pipi Nasya.
“Tidak, untuk apa aku marah?” sahut Nasya dengan melepaskan tangan Kairos di pinggangnya kemudian dia membuka lemari dan mencari pakaian.
Kairos memeluk Nasya dari belakang dan mengecup punggung Nasya.
“Aku minta maaf,” ucap Kairos sekali lagi.
“Kairos, aku sudah katakan padamu. Aku tidak marah, seratur kali kamu menyebutku dengan Laura itu tidak apa-apa, karena aku tahu kamu tidak mencintaiku dan aku tidak mencintaimu. Apa yang sering kita lakukan bukan karena cinta tapi karena kamu butuh dan aku pun butuh.” Nasya melepaskan pelukan Kairos kemudian dia memakai pakaiannya dan duduk di depan cermin.
Sedangkan Kairos dia hanya terdiam saat Nasya berkata begitu padanya. Dia mengambil celana jeans yang ada di atas tempat tidur kemudian dia memakainya. Kairos berdiri di belakang Nasya sambil menatap Nasya lewat cermin kemudian dia mencium ubun kepala Nasya dan mengambil sisir lalu menyisir rambutnya.
Kairos keluar dari kamar kemudian dia berpamitan kepada Pak Bramantoro dan istrinya untuk menjemput Carlos dan keluarga. Kairos masuk ke mobil dan langsung menuju ke hotel, sepanjang jalan dia memikirkan Nasya. Dia merasa bersalah dengan selalu menyebut Nasya dengan Laura.
“Aku memang belum bisa melupakan Laura, dan sampai kapanpun tidak ada yang bisa menggantikan posisi Laura di hatiku.” Kairos melajukan mobil menuju ke hotel.
Kairos tiba lalu dia masuk ke dalam hotel dan menuju ke kamar Jessica dan Carlos, dia mengetuk pintu lalu terlihat Jessica berdiri sambil tersenyum kepada Kairos. Kairos langsung menyapa Jessica.
“Selamat pagi, Mam. Apakah kalian sudah selesai?” tanya kairos sembari mencium kedua pipi Jessica dan berjalan masuk ke dalam.
“Iya, mama sudah selesai. Papa juga,” sahut Jessica dengan memegang lengan Kairos.
Kairos tersenyum kepada Carlos kemudia mencium kedua pipi Carlos.
__ADS_1
“Kita berangkat Sekaran?” tanya Carlos dengan meletakkan tangannya di punggung Kairos.
“Iya, Pap. Aku panggil Joe dan Cella. Oh ya Carissa dan putriku dimana?”
“Ada di kamar depan?”sahut Jessica lalu dia mengajak Kairos untuk ke kamar tempat pengasuh dan Carissa tidur.
Mereka berdua masuk lalau Kairos langsung menggendong Laura dan mencium kedua pipi Laura.
“Sayang, nanti malam kamu tidur dengan papi ya,” ujar Kairos dengan mencubit pipi Laura.
“Yes, Papi.” Laura menganggukan kepala dan melingkarkan tangannya di leher Kairos.
Mereka keluar dari kamar dan berpapasan dengan Cella dan Joe, Kairos langusng mengajak mereka ke parkiran, di sana juga sudah menunggu sopir Pak Bramantoro. Cella dan Joe bersama putra mereka ikut bersama sopir Pak Bramantoro sedangka Carlos, Jessica, Carissa dan pengasuh juga Laura di mobil Kairos.
Mereka meninggalkan hotel dan pergi ke kediaman Pak Bramantoro, mereka tiba lalu Kairos langsung turun dari mobil di ikuti Jessica dan Carlos. Terlihat Pak Bramantoro dan istrinya sudah menunggu di teras rumah.
Melihat Carlos dan Jessica, Pak Bramantoro langsung menyambut mereka. Kairos tersenyum dan memperkenalkan Jessica dan Carlos kepada Pak Bramantoro dan istrinya.
“Pak, ini kedua orang tuaku dan ini putriku dan yang satunya lagi adikku yang paking kecil.
“Selamat datang di rumahku,” sahut Pak Bramantoro kepada Carlos dengan menggunakan Bahasa Inggrish.
“Senang bertermu denganmu, dan ini istriku juga.” Pak Bramantoro mengenalkan istrinya kepada Carlo dan Jessica.
Jessica bersalaman dengan istri Pak Brmantoro dan mencium kedua pipi istrin dari Pak Brmantoro. Kairos mengenalkan juga Cella dan Joe kepada Pak Bramantoro dan istrinya, lalu masuk mobil GIlang.
Terlihat Acel dan Mecy turun dari mobil Gilang, Acel langsung menghampiri Jessica lalu dia memeluknya dan mencium kedua pipi Jessica. Acel juga memeluk Carissa dan mencubit pipi Carissa.
Pak Bramantoro mengajak mereka semua masuk, mereka berjalan ke dalam rumah lalu terlihat Nasya sedang turun dari lantai dua.
Jessica menatap Nasya kemudian dia tersenyum, begitu juga dengan Nasya. Dia langsung tersenyum kepada Carlos dan Jessica, dia menghampiri Kairos dan memegang tangan Laura.
“Hi, you are so beautifull. What is your name?” tanya Nasya dengan mencubit pelan pipi Laura.
Laura melingkarkan tangannya di leher Kairos dan membenamkan wajahnya di punggung Kairos.
“Hey, why didn’t you answer her question? Are you shy.” Kairos mencoba memutar tubuh Laura tapi Laura lebih mengencangkan tangannya di leher Kairos.
__ADS_1
Mereka langsung tertawa, lalu Kairos memperkenalkan Nasya kepada Jessica dan Carlos juga Cella dan Joe. Mereka saling bersalaman kemudian Pak Bramantoro mengajak mereka ke ruang makan. Makanan dan piring sudah tersedia di atas meja.
Mereka semua duduk lalu Pak Bramantoro dan istrinya mengajak mereka makan. Mereka membuka piring mereka masing-masing dan mengambil makanan. Sambil makan mereka berbincang-bincang tentang pernikaha Kairos dan Nasya.
“Aku sangat bangga dengan Kairos, dia laki-laki yang bertanggung jawab,” puji Pak Bramantoro lalu Kairos tersenyum dan menatap Jessica dan Carlos.
“Iya, dia seperti aku.” canda Carlos lalu mereka tertawa.
“Apa yang di katakan Papa itu benar. Aku belajar dari Papaku,” sahut Kairos sambil tersenyum dan menatap Carlos.
“Iya, kami selalu mengajari anak kami akan untuk selalu bertanggung jawa dengan apa yang mereka lakukan,” sambung Jessica di ikuti anggukan kepala Pak Bramantoro.
Karena tidak tahu berbahasa Inggrish, mama Nasya hanya diam saja memperhatikan mereka. Sedangkan Nasya dia meperhatikan terus kemesraan Jessica dan Carlos sambil senyum-senyum sendiri.
Selesai sarapan mereka duduk-duduk di ruang tamu dan melanjutkan perbincangan tentang pernikahan Kairos.
“Yang pasti kamu setuju saja, dimanapun pernikaha mereka di laksanakan aku setuju saja,” ujar Pak Brmantoro dengan menatap Kairos dan Nasya yang sedang bermain dengan Laura.
“Terima kasih,” ucap Carlos, “Kairos memilih Tomohon karena istriku berasal dari Tomohon,”
“Oh … begitu, tapi istrinya Anda tidak terlihat seperti orang Indonesia,” canda Pak Bramantoro lalu Jessica dan Carlos tertawa.
“Iya, aku papiku berasal dari Portugal dan mami, dia berasal dari Tomohon,” sahut Jessica sembari tersenyum.
“Oh …” gumam Pak Bramantoro, “pantas saja terlihat seperti orang eropa.”
Jessica dan Carlos kembali tertawa mereka kembali membicarakan pernikahan Kairos. Jessica menjelaskan kepada mereka tentang adat istiadat daerah Tomohon dia juga menjelaskan kalau pernikahan Kairos mereka akan memakai tari-tarian adat daerah Tomohon.
“Wah, itu sangat bagus. Nanti setelah acara pernikahan di Tomohon, kami juga akan menggelar adat pernikahan daerah kami,” ujar Pak Bramantoro.
“Itu bagus juga,” sahut Carlos dengan wajah yang telihat sangat senang.
Carlos dan Jessica masih berbincang-bincang dengan Pak Bramantoro. Sedangkan Nasya dan Kairos, mereka berdua mengajak Cella, Acel, Joe dan Meccy juga Carissa untuk berkeliling kota Surabaya. Kairos memberikan Laura kepada Nasya kemudian mereka masuk ke mobil. Cella, Joe dan Carissa berada di mobil Gilang. Sedangkan Acel dan Mecy bersama Kairos dan Nasya juga Laura.
***
Akhirnya mereka semua berangkat ke Manado, Jessica sudah menyewa mobil beserta sopir lewat online untuk mereka gunakan di Tomohon. Mereka tiba di Manado sore hari, mobil jemputan sudah menunggu. Beberapa sopir membantu mengangkat barang-barang mereka kemudian mereka memasukkan ke dalam bagasi.
__ADS_1
Jessica meminta mereka untuk mengantar rombongan mereka ke hotel yang sudah di booking Jessica. sopir mengantar mereka ke hotel tersebut.