End Of Love

End Of Love
EOL 45


__ADS_3

Author POV


Sudah tiga hari Jessica di culik dan sampai saat ini belum ada kabar dan Andrew selalu mendampingi Carlos. Sudah dua hari Carlos tidak ke kantor karena memikirkan Jessica, Carlos menyalakan rokok dan sempat terlihat oleh Andrew Carlos menyeka air matanya. Andrew merasa kasihan, dalam hatinya. “Begitu besar cinta Carlos kepada Jessica.


Andrew mengeluarkan handphone dari sakunya dan membuka aplikasi wa dia dan Jessica dia membaca story percakapan dia dan Jessica dalam hatinya. “Maafkan aku Jess aku tidak sempat menolongmu.


Andrew menekan call mencoba menghubungi Jessica lewat wa dan Andrew terkejut di handphonenya tertera berdering dia menempelkan handphone ke kupingnya dan ada nada panggil.


“Carlos handphone Jessica aktif, ini aku coba telpon via wa dan ada nada panggil.” Kata Andrew pada Carlos,


Carlos langsung mengambil ponsel Andrew dan menempelkan di telinganya dan dia mendengar ada nada panggil.


“Iya ini ada nada panggil, tapi kenapa aku telpon tidak aktif?” Tanya Carlos pada Andrew, Carlos tidak tahu kalau Jessica memiliki dua handphone


“Kamu telepon pakai wa?” Tanya andrew pada Carlos


“Tidak Ndrew, aku menelpon biasa di nomornya langsung.” Jawab Carlos


“Carlos Jessica punya dua handphone yang satu hanya untuk teleponan dan satunya lagi untuk internetan.” Jelas Andrew pada Carlos


“Yang untuk internet handphone apa?” Tanya Carlos lagi


“handphone yang dari kamu Carlos.”


“Ndrew kenapa tidak beri tahu dari awal handphone itu aku hubungkan dengan handphoneku juga macbookku, jadi kalau handphone itu hilang aku bisa temukan lagi.” Kata Carlos pada Andrew. Carlos cepat cepat menyalakan macbooknya dan menghubungkan, dia mulai mencari lokasi handphone Jessica.


“Ndrew coba hubungi lagi handphone Jessica.” Kata Carlos pada Andrew. Dan Andrew menghubungi lagi handphone Jessica dan masih terdengar nada panggil disana, kemudian muncul map dan titik merah yang kedap kedip di layar macbook.


“Ndrew posisi handphone sekarang ada disini.” Kata Carlos sambil mengarahkan macbooknya kepada Andrew.


“Carlos coba di zoom.” Begitu di zoom terlihat jelas alamatnya. “Carlos ayo kita ke kantor polisi.” Kata Andrew


Carlos langsung menutup macbook dan membawanya, mereka berdua berlarian menuju lift mereka turun ke basement dan berlari menuju ke mobil. Mereka berdua masuk kedalam mobil dan Andrew langsung menjalankan mobilnya menuju kantor polisi.


Rumah Kosong


Sementara di rumah kosong Jessica masih terikat. Dia tidak di beri makan dan minum, badannya semakin lemah. Dia menahan rasa lapar dan haus, dia terbaring lemah di lantai. Air mata keluar dari sudut matanya. “Mungkin aku akan mati sekarang.” Katanya dalam hati. Kesadaran Jessica sudah mulai hilang, dia menutup matanya dalam hatinya berkata. “Carlos aku mencintaimu.”


Sementara itu Carlos dan Andrew tiba di kantor polisi dan mereka menunjukkan posisi handphonr Jessica.


“Pak mungkin dia ada di alamat ini, bagaimana kalau kita coba lihat kesana.” Kata Andrew pada Pak Henrik.


Lalu Pak Henrik menyuruh anak buahnya untuk mengikuti Carlos dan Andrew. Beberapa anak buah naik ke mobil polisi dan mengikuti mobil Carlos.


Andrew menginjak gas mobilnya dan melaju menuju ke titik merah yang tertera di macbook Carlos dan polisi mengikuti mereka. Tiba di tempat, Andrew memberhentikan mobil jauh dari rumah kosong itu. Dia dan Carlos turun dan menghampiri mobil polisi, mereka mengamati rumah itu dari jauh dan Andrew melihat seorang laki laki keluar dari rumah kosong itu.


“Pak itu salah satu orang yang menculik Jessica.” Kata Andrew kepada polisi


Polisi melihat orang itu dan mulai mengatur strategi, mereka membagi kelompok dan menyebar. Mereka mulai mengepung rumah kosong itu.


Andrew dan Carlos mengikuti komandan, mereka berjalan mengarah ke rumah itu.


Polisi yang lain mulai mendekati rumah itu dan tiba tiba ada yang keluar, polisi langsung menodongkan senjata pada orang itu.


Carlos dan Andrew langsung berlarian bersama salah satu polisi masuk ke dalam rumah itu dan polisi langsung menodongkan senjata pada penculik itu. Carlos langsung mencari Jessica dan dia menemukan Jessica di dalam ruangan, Jessica terbaring di lantai dengan tidak sadarkan diri. Carlos melepaskan ikatan di tangan dan kaki Jessica, dia menepuk nepuk pipi Jessica.


“Sayang bangun, please bangun sayang.” Carlos berteriak memanggil Andrew dan Andrew masuk ke dalam ruangan. “Ndrew kita kerumah sakit sekarang.” Carlos mengangkat Jessica. “Ndrew ambil tas jesica.” Kata Carlos pada Andrew.


Andrew mengambil tas Jessica dan mengikuti Carlos, mereka berlari menuju mobil. Andrew membuka pintu mobil dan Carlos masuk ke mobil sambil menggendong Jessica yang sudah tidak sadarkan diri. Andrew masuk kedalam mobil dan langsung tancap gas, mereka mencari rumah sakit yang terdekat.


Sementara para penculik Jessica di bawah ke kantor polisi untuk di interogasi.


Carlos dan Andrew masih mencari rumah sakit, Carlos sangat khawatir. Dia menepuk nepuk pipi Jessica tapi Jessica tidak bergerak dan Andrew melihat rumah sakit.


“Carlos itu rumah sakit, kita bawa Jessica ke sana saja.” Kata Andrew pada Carlos


“Iya yang penting rumah sakit ndrew ayo cepat.” Kata Carlos penuh khawatir dan Carlos memeluk Jessica.


Sampai di rumah sakit Carlos langsung membawa Jessica ke dalam dan para petugas langsung meletakkan Jessica di tempat tidur dan tidak lama kemudian dokter langsung datang.

__ADS_1


“Maaf kalian harus menunggu di luar.” Kata petugas rumah sakit pada Carlos dan Andrew.


Carlos dan Andrew langsung keluar, Carlos begitu gelisah dia mondar mandir dan tiba tiba suster berlari keluar menuju ke ruangan lain dan dia kembali bersama seorang dokter. Mereka berlarian dan membawa obat obatan.


Carlos semakin khawatir melihat dokter dan suster berlarian masuk ke dalam ruangan, ada apa dengan Jessica. Carlos duduk dan memegang kepalanya dengan kedua tangannya. “Ada apa dengan Jessicaku, kenapa dokter begitu panik.” Kata Carlos dalam hati.


Andrew melihat Carlos begitu khawatir, dia melihat Carlos sesekali menyeka air matanya. Kenapa dokter berlari dan kelihatan panik, ada apa dengan Jessica?” Tanya Andrew dalam hati.


Tidak lama kemudian dokter itu keluar dan menghampiri Carlos.


“Apakah anda suaminya?” Tanya dokter pada Carlos.


“Iya benar saya suaminya.” Kata Carlos. (dia berbohong pada dokter} bagaimana keadaannya dok?” Tanya Carlos pada dokter penuh khawatir.


“Tadi saat anda membawa istri anda, keadaan jantung istri dan Janinnya lemah karena tidak ada asupan makanan, tapi syukur detak jantung janinnya sudah kembali normal tapi istri anda harus di rawat dulu karena kondisinya masih lemah.” Kata dokter pada Carlos.


“Baik dokter terima kasih.”


Carlos terkejut dengan penjelasan dokter. “Janin, apa maksud dokter dengan janin? apakah Jessica sedang hamil saat ini?” Tanya Carlos dalam hatinya. Carlos memegang kepalanya dan duduk. Carlos tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar, rasa bahagia dan takut bercampur aduk. Carlos masuk ke dalam ruangan dan melihat Jessica sudah siuman.


Carlos menghampiri Jessica dan Jessica memegang tangan Carlos


“Beb aku pikir aku akan mati.” Kata Jessica pada Carlos.


“Jangan bicara seperti itu sayang, aku tersiksa mendengar kamu di culik. Aku tidak bisa berbuat apa apa, maafkan aku sayang.” Kata Carlos sambil membelai wajah Jessica


” beeb.." Jessica menarik dan memeluk carlos


Dalam hati Carlos. “Apakah Jessica sudah tau kalau dia lagi hamil.” Baru saja Carlos akan menanyakannya suster masuk dan memberitahukan akan memindahkan Jessica ke ruang perawatan. Carlos meminta untuk memindahkannya di ruang VIP


Andrew masuk dan menghampiri Jessica dan menyapa Jessica


“Hi Jess bagaiman keadaanmu.” Tanya Andrew pada Jessica


“Aku masih merasa pusing, mungkin karena tidak makan.” Kata Jessica pada Andrew.


“Iya mungkin.” Kata Andrew lagi


“Ndrew tolong temani Jessica sebentar aku mau menemui dokter.” Kata Carlos pada Andrew


“Baik Carlos.” Jawab Andrew


“Sayang aku tinggal sebentar ya, aku mau bicara dengan dokter.” Kata Carlos pada Jessica.


“Iya.. Jangan lama lama ya.”


“Iya sayang, sebentar saja.”


Carlos mencium kening jessica dan pergi meninggalkan ruangan dan menuju ke ruangan dokter kandungan. Carlos mengetuk pintu dan suster membukanya lalu menyuru Carlos masuk. Carlos duduk dan mulai bertanya.


“Dok apakah disini sudah tersedia USG 4D?” Tanya Carlos pada dokter


“Oh sudah tuan, apa anda ingin menggunakan USG 4D?”


“Iya dok, saya juga ingin tau usia kandungan istriku.” Kata Carlos pada dokter


“Usia kandungan istri anda baru memasuki empat bulan.”


“Oh… Begitu ya dok, sudah bisa terlihat jenis kelaminnya dok kalau pakai 4D?” Tanya Carlos lagi.


“Iya sudah bisa terlihat, nanti kalau istri anda suda sehat bisa langsung di USG, nanti juga aku akan selalu kontrol selama istri anda di rawat.” Kata dokter pada Carlos


“Terima kasih dok, kalau begitu aku permisi.” Kata Carlos pada dokter, kemudian Carlos meninggalkan ruangan dokter kandungan dan kembali ke ruangan VIP. Carlos masuk dan melihat Andrew dan Jessica lagi bercanda. Carlos tersenyum melihat mereka berdua kemudian Carlos menghampiri mereka dan Jessica menatap Carlos. Carlos duduk di samping tempat tidur dan memegang tangan Jessica.


“Beb aku mau mandi, beberapa hari tidak aku tidak mandi badanku gatal, apa lagi aku tidurnya di lantai.” Kata Jessica pada Carlos


“Iya sayang, tapi kamu tidak punya pakain dalam, apartemen jauh dari sini.” Kata Carlos pada Jessica


“Beli saja yang sekali pakai beb, ada kok yang jual.” kata Jessica lagi

__ADS_1


“Sini biar aku yang pergi beli.” Kata Andrew pada Jessica. “Ukurannya apa Jess?”


“Beli saja ukuran M sama L. “Jawab Jessica pada Andrew, dan Carlos memberikan ATM juga pin pada Andrew dan Andrew langsung pergi. Carlos menatap Jessica, dia ingin membicarakan tentang kehamilan Jessica tapi dia tidak tahu harus mulai dari mana, dan akhirnya dia memberanikan diri dan mulai bertanya pada Jessica.


“Sayang aku mau bertanya sesuatu padamu.” Kata Carlos pada Jessica


Jessica memegan pipi Carlos. “Mau tanya apa beb?”


“Umm… Begini sayang.” Carlos bingung mau bertanya bagaimana pada Jessica,


Jessica menatap Carlos, dia menunggu apa yang mau di tanyakan Carlos padanya. Carlos memegang tangan Jessica. “Sayang, aku mau bertanya padamu, kapan kamu terakhir period?” Tanya Carlos


“Sebentar aku ingat ingat.” Kata Jessica sambil berpikir . “ Ehm… Tapi beb kenapa kamu bertanya hal itu, ada apa?” Tanya Jessica pada Carlos dengan mengkerutkan keningnya


“Tidak apa apa sayang aku hanya ingin tahu saja.” Kata Carlos lagi


“hmm.. Beb terakhir aku period seminggu sebelum ulang tahunku.”


“Dan setelah itu kamu tidak pernah period lagi?” Tanya Carlos lagi


”Iya beb, tapi aku pernah waktu masih SMP pernah terhenti selama enam bulan kata dokter kadangkala siklusnya begitu beb.” Jessica belum mengerti juga yang di maksud oleh Carlos


“Tapi kamu pernah merasa pusing atau mual?” Carlos bertanya lagi dia berharap Jessica mengerti dengan pertanyaannya.


“Iya sebulan yang lalu beb, aku merasa pusing dan mual karena asam lambungku naik." Jawab Jessica lagi


“Ohh begitu..” Kata Carlos. “Ahh dia belum mengerti, aku harus mengatakannya tapi bagaimana cara menyampaikannya, aku tidak tau harus memulai dari mana.” Kata Carlos dalam hati. Jessica memperhatikan Carlos.


“Sayang begini, kita sudah sering melakukan hubungan seperti suami istri bukan.” Kata Carlos


“Hem.. Hem.”


“Sayang.. Kamu tahu akibat dari melakukan hubungan seperti itu?”


“Iya aku tahu, kenapa?” Tanya Jessica


“Tidak apa apa sayang, terus akibatnya apa?” Carlos balik bertanya


“Akibatnya hamil.” Jessica terdiam dan menatap carlos, “Waitt... Wait… Beb jangan bilang kalau aku sedang hamil sekarang sekarang.” Kata Jessica sambil memandang Carlos dengan wajah serius. Carlos menunduk dan memegang kepalanya. Jessica memegang dagu Carlos dan mengangkatnya.


Carlos menatap mata Jessica. “Sayang…”


“Beb katakan dengan jujur padaku, apakah aku hamil?” Tanya Jessica pada Carlos dan Carlos hanya menganggukan kepalanya. Carlos takut kalau Jessica marah padanya karena Carlos tahu Jessica masih ingin sekolah.


Jessica memegang wajah Carlos dan berkata.


“Kenapa kamu tidak katakan langsung, malah memberikan pertanyaan pertanyaan seperti itu, pertanyaan yang membuat aku bingun.” Kata Jessica pada Carlos


“Sayang aku takut kamu marah padaku, karena aku tahu kamu masih ingin sekolah.” Kata Carlos sambil memegang wajah Jessica


“Beb aku memang masih ingin sekolah, tapi kalau sudah jadi begini tidak ada yang perlu di salahkan. Aku harus terima.” Kata Jessica lagi


Carlos menatap Jessica dan memeluknya.


”Kamu tidak marah padaku?” Tanya Carlos dengan raut wajah yang gembira


“beb.. Untuk apa marah, toch itu salahku juga.” Kata Jessica


“Sayang kita harus segera menikah ya.” Kata Carlos sambil mencium kening Jessica


“Iya beb.”


”Kita harus segera ke Amerika, aku akan menyuruh Tiara untuk membuat paspormu.” Kata Carlos, dia sangat senang.


“Iya, beb aku lelah aku mau istirahat.” Kata Jessica sambil membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


“Istirahat sayang. Carlos memegang perut Jessica dan mengelusnya. “Hmmm tidak lama lagi aku akan menjadi seorang ayah." Kata Carlos dalam hati.


Carlos sangat bahagia, apalagi jessica tidak marah padanya. “Aku akan membuat kejutan pada orang tuaku, ini adalah hadiah terindah di ulang tahun mommy.” Kata Carlos dalam hati.

__ADS_1


Author lapar nanti di lanjut lagi ya..


Terima kasih bagi yang masih setia memberi like dan komen


__ADS_2