End Of Love

End Of Love
SS2 EOL Eps 4


__ADS_3

Kairos dan Acel sedang bersantai di halaman belakang mereka memandang langit yang penuh dengan bintang sambil meminum minuman yang ada di tangan mereka berdua.


“Kairos kamu tidak berpikir untuk memiliki pacar?” Tanya Acel pada Kairos sambil meneguk redwine yang ada di tangannya.


Kairos memandang Acel dan tersenyum.


“Uumm....(sambil mengangkat sebelah alisnya dan melengkungkan bibirnya) sudah Acel tapi aku tidak ingin mencari pacar disini. Aku ingin mencari wanita indonesia seperti mama.” Kata Kairos


Acel tertawa.


“Ah.. penerus papa.” Canda Acel pada Kairos sambil menepuk nepuk pundak Kairos dan mereka berdua tertawa. “Hei...., bagaimana dengan anaknya tante Fanya? Uhmmm.. (Sambil mengernyitkan keningnya) aku lupa namanya.”


Kairos tertawa


“Bella Acel, namanya Be..lla.” Kata Kairos sambil mengeja nama Bella pada acel. “Kenapa dengan Bella Acel?”


“Kamu masih berkomunikasi dengannya?” Tanya Acel sambil memandang Kairos.


“Ehmm..., iya. Tapi..” Kairos berhenti sambil mengangkat kedua bahunya.


“Tapi kenapa Kairos? Dia cantik, terus kalian sudah lama saling kenal. Mengapa kamu tidak mencoba dengannya? Lagipula mama dan mama Bella mereka berteman.” Kata Acel.


“Ahh...., aku tidak menyukainya Acel.” Kata Kairos sambil meminum red wine yang ada di gelas.


“Mengapa kamu tidak menyukainya Kairos?”


“Acel, aku tidak menyukainya karena pergaulannya terlalu bebas.” Kata Kairos pada Acel. "Kamu tahu acel, hampir tiap hari dia meneleponku dalam keadaan mabuk. Kamu mau aku pacaran dengannya?”


“Ahh..., tidak Kairos. Aku ingin kamu memiliki pacar yang baik.”


Kairos tersenyum kepada Acel.


“Hei.., sudah malam. Besok kamu kuliahkan?”


“Eem.., iya aku kuliah tapi tidak pagi.” Kata Acel pada Kairos sambil menghabiskan red wine yang ada di gelasnya.


“Ok.., aku ingin masuk kedalam.” Kairos juga menghabiskan red wine yang ada di gelasnya lalu dia berdiri. “Ehhmm.., kamu masi mau disini Acel?”


“Ah.. tidak Kairos. Aku juga sudah mau masuk ke kamar.” Kata Acel sambil berdiri dari duduknya.


“Ok, kalau begitu ayo masuk!”


Kairos dan Acel masuk ke dalam rumah, sebelum masuk kekamar kairos memeriksa semua pintu rumah dan jendela kalau sudah terkunci atau belum. Kemudian dia masuk keruang kerja dan duduk di kursi kerjanya


Kairos menyalakan computer, sambil menunggu komputer menyala dia mengambil buku dan membacanya. Computer menyala kemudian dia mulai meng input laporan yang belum dia input.


Sementara bekerja dia merasakan ada seseorang sedang memperhatikannya di balik jendela. Perlahan lahan dia membuka laci mejanya dan mengeluarkan pistol. Dia memegang pistol itu kemudian dia melihat kearah jendela tapi bayangan itu hilang. Dia berdiri lalu menutup tirai jendela kemudian dia keluar dari ruang kerja dan naik ke atas.


Kairos pergi kekamar Cella, dia membuka pintu kamar Cella dan melihat Cella lagi duduk di meja belajar sedang mengerjakan tugas. Kairos menghampiri Cella dan berdiri di samping Cella.


“Kamu sedang mengerjakan tugas Cella?” Tanya Kairos pada Cella.


“Tidak Kairos aku hanya membaca saja. Kenapa?” Tanya Cella.


“Ehmm.., tidak kenapa kenapa Cella. Aku hanya bertanya saja.” Kata Kairos lalu dia berjalan ke arah jendela kamar Cella. Dia memeriksa kalau jendela sudah tertutup benar. “Oh ya Cella bagaimana kalau kamu tidur saja denganku?”


Kairos merasa khawatir kalau terjadi sesuatu pada Cella dan Acel.


“Kenapa Kairos?”

__ADS_1


“Eehhm...,” sambil menyembunyikan pistol di balik pinggangnya. “Begini Cella aku tidak ingin tidur sendiri, jadi aku ingin kamu tidur bersamaku. Aku juga akan memanggil Acel tidur bersamaku.” Kata Kairos pada Cella. Dia tidak ingin mengatakan yang sebenarnya kepada Cella karena dia tidak ingin Cella menjadi takut.


“hmm..., baiklah Kairos aku akan tidur bersamamu.”


Kairos dan Cella keluar dari kamar Cella lalu Kairos masuk kedalam kamar Acel. Dia melihat Acel lagi mengintip di jendela, dia menghampiri Acel.


“Ada apa Acel? Apa yang sedang kamu lihat?” Tanya Kairos penuh khawatir.


Acel menatap Kairos.


"Eem.., Cella mana Kairos?” Tanya Acel


“Ada di kamarku, kenapa Acel?”


“Umm..., begini Kairos. Aku tadi seperti melihat ada orang sedang mengawasi rumah ini.” Kata Acel sambil melipat tangannya di depan dada dan bersandar di jendela.


Kairos menatap Acel dan berpikir.


“Siapa orang yang sedang mengawasi rumah ini?” Tanya Kairos dalam hati.


“Oh ya acel, aku juga tadi di ruang kerja merasa ada orang yang sedang mengawasiku.” Kata Kairos sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang.


“Oh ya? Siapa Kairos?”


“Aku juga tidak tahu Acel. Eemm.., begini saja. Kamu dengan Cella tidur bersamaku dulu, nanti besok aku akan menghubungi Charlie untuk memintanya kesini.


“Ahh.., aku rasa begitu Kairos. Aku tidak ingin terjadi hal hal buruk kepada kita, untung saja Carissa ada di rumah oma.


“Iya Acel dan sebaiknya Carissa tinggal dengan oma saja dulu supaya aman.”


“Iya kamu benar Kairos, kalau begitu ayo kita tidur sekarang Kairos!”


“Baik Acel, ayo kekamarku!”


“Kamu belum tidur Cella?” Tanya Acel.


“Aku belum mengantuk Acel.”


“Oohh...., memang kamu tidak kulia besok?” Tanya Acel lagi sambil berbaring di tempat tidur.


“Aku kuliah tapi siang.” Jawab Cella. “Oh ya Acel, besok kamu masuk jam berapa?”


“Eemm.., aku kuliah jam 11 kenapa?”


“Tidak apa apa. Acel besok kalau Kairos tidak bisa mengantarku, nanti kamu saja yang mengantarku kekampus ya.”


kairos mendengar perkataan Cella lalu dia langsung menyela.


“Aku akan mengantarmu Cella, nanti setelah mengantarmu aku langsung kekantor.” Kata Kairos pada Cella.


Cella berdiri dan menghampiri Kairos yang lagi berdiri di depan jendela kamar lalu dia memeluk Kairos.


“Terima kasih kakakku yang baik hati.” Kata Cella pada Kairos sambil tersenyum


Kairos tersenyum memandang Cella lalu mencubit pipi Cella kemudian dia mengecup kening Cella.


“Ayo tidur, sudah larut malam.” Kata Kairos lalu mereka berdua naik ketempat tidur. Cella tidur di antara Acel dan Kairos. Cella memeluk Kairos dari belakang dan mereka tertidur.


Keesokannya Kairos mengantar Cella kekampus. Selesai mengantar Cella dia langsung menuju kekantor, sampai dikantor dia masuk keruangannya lalu duduk di kursi kerjanya. Dia mengeluarkan handphonenya kemudina menghubungi Charlie, terdengar nada panggil dan suara Charlie terdengar di seberang telepon.

__ADS_1


“Hallo Kairos, bagaimana kabar kalian? Apakah kalian baik baik saja?” Tanya Charlie.


“Iya kami baik baik saja Charlie. Ehmm.., Charlie bisakah kamu datang kekantor sekarang? ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Kata Kairos pada Charlie.


“Oh.., baiklah Kairos aku segera kekantor sekarang.”


“Ok terima kasih charlie.” Kairos menutup telepon dan langsung menyalakan komputernya kemudian dia bersandar di kursi kerjanya lalu memejamkan mata.


“Siapa orang di balik jendela itu? Aku pikir hanya aku yang merasakannya, tapi Acel malah melihatnya.” Kata Kairos dalam hati, dia menjadi khawatir. Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada adik adiknya.


Dan tidak lama kemudian terdengar pintu diketuk.


Tok... Tok.. Tok..


“Masuk saja!” Kata Kairos.


Pintu terbuka dan Kairos melihat Charlie yang datang, dia berdiri dan meyambut Charlie.


“Apa kabar Charlie?” Tanya Kairos sambil memeluk Charlie kemudian di duduk kembali di kursi kerjanya. “Silahkan duduk Charlie. Bagaimana kabarmu Charlie? Sudah lama tidak bertemu.”


“Ah... baik baik saja Kairos. seperti yang kamu lihat.” Jawab Charlie sambil tersenyum kepada Kairos kemudian dia duduk di depan meja kerja. Charlie menarik nafas panjang. “Hemmm..., iya sudah lama kita tidak bertemu. Semenjak orang tua kalian pergi, kita tidak pernah bertemu lagi. Tapi aku senang melihat kalian dalam keadaan baik.” Kata Charlie pada Kairos


“Iya Charlie. Ehmm.., begini Charlie. Aku memanggilmu karena aku ingin minta tolong padamu.”


Charlie menatap Kairos.


“Minta tolong apa Kairos? Katakan saja!” Kata Charlie sambil memajukan badannya di depan meja dan meletakkan kedua tangannya di atas meja.


Kairos juga memajukan badannya dekat meja kemudian meletakkan tanganya di atas meja.


“Umm.., begini Charlie. Tadi malam aku berada di ruang kerja dan seperti ada orang yang mengawasiku di balik jendela. Aku pikir hanya aku saja yang merasakannya, tapi ternyata Acel malah melihat seseorang sedang mengawasi rumah kita Charlie.


Charlie kembali bersandar di kursi dan memegang dagunya. “Kira kira siapa yang mengawasi kalian itu?”


“Ahh…, Charlie aku juga tidak tahu.” Kata Kairos sambil bersandar di sandaran kursi. “Makanya aku ingin minta tolong padamu Charlie.


“Baiklah Kairos, apa yang kamu inginkan?”


Kairos memajukan kembali badannya di dekat meja dan meletakkan kembali tangannya di atas meja.


“Begini Charlie, aku ingin kamu mencari orang untuk berjaga di rumah kami dan aku ingin juga kamu ada di rumah.”


“Baik Kairos, kamu butuh berapa orang?” Tanya Charlie.


“Ehmm.., enam saja Charlie. Enam sudah cukup.”


“Ok Kairos, sebentar ke enam orang itu sudah ada di rumah kalian. Aku akan mengantar mereka, mereka semua bekas tentara dan polisi.”


“Bagus Charlie. Aku sangat berterima kasih padamu.”


“Sama sama Kairos, kalau begitu aku pamit dulu.” Kata Charlie pada Kairos lalu dia berdiri.


“Baiklah Charlie, sekali lagi terima kasih.”


Kairos berdiri dan memeluk Charlie kemudian dia mengantar Charlie sampai depan kantornya, kemudian dia kembali ke ruangannya dan melanjutkan kerja.


Selamat Membaca


Jangan lupa like dan komentnya ya.

__ADS_1


Salam


Author


__ADS_2