End Of Love

End Of Love
EOL 39


__ADS_3

Author POV


Pagi pagi Carlos sudah bangun dan dia langsung pergi mandi, dia akan pergi ke sekolah Jessica dia ingin membawa Jessica pulang bersamanya. “Dia pasti hari ini kesekolah.” Kata Carlos dalam hati. Selesai mandi Carlos langsung mengganti pakaian, selesai memakai pakaian dia langsung keluar dari apartemen. Dia turun ke basement dan menuju ke mobilnya dan membuka pintu, dia masuk dan menyalakan mobil dan langsung jalan menuju sekolah Jessica..


Sampai di sekolah dia parkir mobilnya dan menunggu Jessica di dalam mobil. Dia mengawasi setiap murid yang masuk, dia berharap bisa bertemu dengan Jessica. Dia sangat merindukannya, sudah satu jam Carlos menunggu tapi dia tidak melihat Jessica. Dia berpikir mungkin jessica sudah di dalam dan dia memutuskan akan menunggu sampai Jessica pulang.


Jessica POV


Sudah tiga hari aku tidak sekolah, aku rindu teman temanku dan sebentar juga babak final akan di mulai aku ingin Andrew menonton pertandingan voli. Nanti sebentar aku akan menghubungi Andrew, aku rindu padanya. Dia temanku yang paling baik, kalau aku tidak masuk sekolah dia selalu duduk di depan dan meminta ijin pada guru untuk merekam guru lagi mengajar dan mengirimkan videonya padaku jadi aku tidak ketinggalan pelajaran dan kalau ada tugas Andrew selalu memberitahukannya padaku. Seperti dua hari lalu Andrew memberitahukan ada tugas, aku membuatnya dan aku kirim via jasa aplikasi send ke alamat sekolah dan di tujukan untuk Andrew, jaman semakin canggih ya.


Aku mengambil handuk dan pergi mandi, aku menyalakan shower dan lagi membuat aku teringat akan Carlos. Aku dan dia selalu mandi berdua, aku jadi merindukannya. “Hmmmm, dia sudah ada yang baru aku harus berusaha melupakannya.


Selesai mandi aku memakai celana pendek dan t’shirt kemudian aku berbaring di tempat tidur sambil membaca buku. Aku menunggu jam istirahat agar aku bisa menghubungi Andrew, pertandingan nanti jam tiga sore jadi ada waktu untuk istirahat.


Aku melihat jam sudah pukul 9:30 sudah jam istirahat, aku mengambil handphoneku dan menghubungi Andrew ada nada panggil. “Jawab bocah.” Dan terdengar suara disana


“Eh.. Manja lagi dimana kamu?” Tanya Andrew, dia selalu memanggilku manja karena aku sering bermanja padanya.


“Enak aja manja, Ndrew nanti kamu nonton voli ya sebentar.” Kataku pada Andrew


“Dimana bertandingnya?” Tanya Andrew lagi


“Di gedung olahraga S, nanti kamu jemput aku ya.”


“Jam berapa bertanding?”


“Nanti jam tiga, tapi kamu jemput aku jam satuan ya. hari inikan sekolah pulang cepat.”


“Ok nanti aku jemput kamu.” Kata Andrew, aku sangat senang Andrew mau menjemputku


“Jangan jemput di apartemen, nanti aku shareloc alamatnya ya.”


“Memang kamu di mana sekarang?” Tanya Andrew dari seberang telepon


“Sudah nanti aku shareloc. Oh ya Ndrew ajak donk teman teman ikut nonton biar aku semangat, aku juga rindu sama mereka.” Pintaku pada Andrew.


“Iya nanti aku kasih tau mereka.” Kata Andrew lagi


“Ok sampai jumpa nanti ya.” Aku menutup telepon dan kembali berbaring sambil mendengarkan music dan aku tertidur.


Author POV


Carlos tidak tahu kalau jessica tidak masuk sekolah, dia masih menunggu Jessica di depan sekolah. Murid murid sudah mulai pulang dan Carlos terus menunggu, dia berharap dia bertemu dengan Jessica. Dia terus melihat dari dalam mobil tapi dia masih belum melihat Jessica. Dan dia terus menunggu, sampai sekolah sepi Carlos tidak melihat Jessica. “Mumgkin dia tidak sekolah, kamu sekarang dimana Jess.” Kata Carlos dalam hati. Dia menjadi khawatir pada Jessica. Carlos curiga Glen menyembunyikan Jessica, dia menghidupkan mesin mobil dan kembali ke apartemen. Sampai di apartemen dia kembali mengambil minuman di minibar dan naik ke atas menuju kamar Jessica.


Dia membuka tutup botol minuman dan meminumnya, dia terus memikirkan Jessica. Carlos sangat tersiksa dan dia sungguh menyesal. Sekarang dia tidak tahu Jessica dimana. Carlos menghabiskan minuman di botol dan berbaring di tempat tidur Jessica sambil memeluk kemeja Jessica.


Jessica POV


Aku terbangun saat handphoneku berbunyi, aku melihat pesan dari Andrew dia meminta alamat tempat tinggalku. Aku mengirim alamatnya dan melihat jam sudah pukul dua belas, aku bersiap siap. Pakaian voliku aku masukin ke dalam tas begitu juga pelindung lutut dan sepatu, aku masukin kedalam tas juga. Tadi aku sudah mandi jadi aku langsung mengganti pakaianku dengan pakaian tranig dan kaos. Hari ini aku tidak ingin di jemput Glen, aku mau pergi dengan Andrew. Sudah lama aku tidak naik motor bersama Andrew, setelah selesai aku duduk di depan teras sambil menunggu Andrew.


Aku melihat motor Andrew masuk dan aku melambaikan tanganku, Andrew melihatku dan dia memarkirkan motornya kemudian menghampiri aku.


“Gampangkan alamatku.” Kataku pada Andrew dan Andrew tersenyum melihatku.


“Jadi kamu tinggal disini sekarang Jess?” Tanya Andrew padaku sambil melihat lihat kosanku.


“Iya, dekat dari sekolah lagi.”

__ADS_1


“Kenapa kamu tidak tinggal di apartemen lagi?” Tanya Andrew


“Panjang ceritanya, nanti selesai pertandingan aku ceritain ke kamu.” Kataku pada Andrew dan Andrew menatapku sambil melengkungkan bibirnya, aku tersenyum melihatnya.


“Ya sudah, sudah mau jalan nich?”


“Iya, kita jalan sekarang.” Aku mengambil tasku dan berjalan bersama Andrew menuju motornya, Andrew memberikan helm padaku dan aku naik ke atas motor. Andrew menjalankan motornya menuju ke gedung pertandingan dan akhirnya sampi, Andrew memarkirkan motornya.


Aku memegang tangan Andrew dan berjalan masuk ke dalam gedung.


Author POV


Sementara di mobil Glen memperhatikan Jessica dan Andrew. “Siapa pria yang bersama Jessica?” Tanya Glen dalam hati. “Pantas saja dia tidak mau aku jemput, siapa pria yang bersamanya itu? apakah itu pacar baru jessica? mereka terlihat mesra.” Kata Glen lagi. Dia menjadi penasaran, Glen turun bersama Fanya dan dia masih penasaran dengan pria yang bersama Jessica. Dia dan anya masuk ke dalam gedung, sampai di dalam gedung Glen mencari tempat duduk dan melihat Jessica dengan Andrew. “Tampan dan masih sangat mudah mungkin seumuran dengan Jessica.” Glen melihat Andrew begitu dekat dengan Jessica, dan dia memperhatikakn Jessica bermanja pada Andrew dan Glen menjadi cemburu.


Jessica POV


Aku dan andrew masih duduk duduk di kursi penonton, tanganku selalu aku letakkan di bahu Andrew dan Andrew selalu mencubit hidungku. Aku dan Andrew becanda dan tertawa kemudian teman temanku datang Lia, Rani, Christy, Eric dan Antonio. aku langsung memeluk mereka.


“Aku kangen sama kalian semua.” Kataku pada mereka. Kami duduk dan bercakap cakap sambil becanda, aku senang sekali mereka bisa datang. Aku pamit ke mereka dan pergi ke ruang ganti, di ruang ganti semua sudah berkumpul.


Aku mengganti pakaianku dengan pakaian voli, aku memakai pelindung lutut dan sepatu dan coach datang.


“Kalian sudah selesai?”


Sudah coach jawab kami serempak.


“Ingat lawan kalian itu tim yang tidak pernah terkalahkan, lawan kalian itu berat jadi berusahala untuk menang.” Kata coach kepada kami.


Ya iyalah gimana gak kuat mereka pakai pemain luar, masuk final saja sich sudah bersyukur. Kami keluar menuju lapangan dan melakukan pemanasan, sebentar lagi pertandingan akan di mulai. Wasit mulai masuk dan tim lawan juga mulai masuk ke lapangan, lawan kami tinggi tinggi semua, suatu keberuntungan kalau kami menang. Pertandingan akan segera di mulai, coach memberi briefing setelah itu kami masuk lapangan. Wasit melemparkan koin dan tim lawan melakukan service.


Service di mulai, Aulia menerima bola dan memberikan pada Tini, Tini mengumpan bola pada Fanya dan Fanya melakukan smash dan berhasil di block oleh tim lawan.


Pertandingan kali ini tim kami mengalami kekalahan, tapi coach memberi kami semangat.


“Kalian sudah berusaha, permainannya sangat bagus dari babak pertama dan babak ke tiga skor kita tidak tertinggal jauh 24 - 26, malah babak ke dua mereka kalah dengan skor yang berbeda jauh. Kalian hebat hanya keberuntungannya saja belum di pihak kita.


“Iya keberuntungan belum di pihak kita. “Sayang saja tanganku terkilir jadi tidak bisa melanjutkan permainan.” Padahal skor mereka di babak ke tiga sudah tertinggal jauh.


“Jess bagaimana dengan tanganmu, semestinya kamu tidak perlu mengejar bola itu.” Kata coach padaku. Iya tadi kalau aku tidak mengejar bola, aku tidak akan terjatuh.


“Iya coach, aku juga tidak sempat melihat kalau ada papan iklan disitu.” Kataku pada coach.


“Obati juga luka mu itu.” Kata coach lagi


“Gak apa apa coach lukanya cuma kecil.”


Kami keluar dari ruang ganti, aku langsung menuju ke tempat Andrew dan teman teman lainnya.


“Kamu sama Tini hebat Jess, sayang aja tanganmu terkilir. Coba kalau tidak terkilir kalian pasti menang.” Kata Andrew padaku dan aku tersenyum


“Belum beruntung aja Ndrew.”


Teman temanku juga pada memujiku, kami lagi berbincang bincang tiba tiba ada yang menyapaku. Mba Jessica bisa bicara sebentar, aku Franki dari EO ingin menawarkan pada mba Jessica untuk menjadi bintang iklan shampoo.


“Ohh.. Aku pikir pikir dulu ya.”


“Iya mba kalau mba berminat ini kartu nama.” Kata Franki sambil memberikan kartu namanya.

__ADS_1


Aku mengambil kartu namanya. “Ok nanti aku kabari secepatnya.”


“Baik mba aku permisi dulu.” Pamit Franki padaku.


Andrew melihatku


“Jess iyain saja, ini kesempatanmu.” Kata Andrew padaku.


“Ndrew ada lagi yang nawarin aku untuk main iklan tapi aku belum hubungi.”


“Kenapa kamu belum hubungi?”


“Aku lupa Ndrew.” Udah ah ayo kita pulang, aku capek. Aku dan Andrew berpisah dengan teman teman, kami menuju parkiran motor. Aku naik ke motor dan Andrew mengantarku pulang.


Sampai di kos aku membuka kamarku dan meletakkan tasku ke dalam kamar lalu aku kembali ke teras dan duduk bersama Andrew.


“Jess kenapa kamu tidak tinggal lagi diapartemen?” Tanya Andrew padaku


“Panjang ceritanya Ndrew, dan kalau aku cerita pasti kamu akan menjauh dariku.” kataku pada Andrew sambil menunduk.


“Ceritakan saja Jess, kita itu sahabat tidak mungkin aku akan menjauh darimu.” Kata Andrew padaku sambil memegang tanganku.


Dan akhirnya aku menceritakan pada Andrew tentang aku dan Carlos dari pertama aku bertemu sampai aku di bawah ke Jakarta, bahkan aku menceritakan pada Andrew tentang di malam aku kehilangan perawanku, semuanya aku ceritakan pada Andrew.


Aku pikir Andrew akan menjauh,


“Jess kamu itu sahabat terbaikku, sahabat terbaik tidak akan meninggalkan temannya yang lagi dalam kesulitan, yang lagi ada masalah. Tetapi dia akan selalu ada dan mendampinginya. aku akan selalu ada untukmu Jess.” kata andrew sambil memegang tanganku dan membelai rambutku


“Thanks ya Ndrew, kamu baik sekali.” kataku sambil memeluk Andrew. “Ndrew aku pikir kamu tidak mau berteman denganku lagi.”


Andrew melepaskan pelukanku dan kembali memegang tanganku.


“Jangan bicara seperti itu, sebenarnya Jess aku sudah curiga sama kamu. Aku sering melihatmu berjalan bersama Carlos dari apartemen menuju mall, kalian berdua berjalan kaki dan Carlos selalu memegang tangan kamu.


Aku menatap Andrew. “Oh ya..?”


“Iya, saat itu aku berpikir itu tidak mungkin suami kakak kamu, itu pasti pacar kamu. Tapi aku tidak mau bertanya padamu, aku berpikir suatu waktu kamu akan mengatakannya padaku.


Aku memeluk kembali Andrew. “Thanks ya Ndrew, kamu baik sekali.”


“Jess kita kan berteman, dan sampai kapanpun kamu akan selalu menjadi temanku yang baik. Aku tidak peduli dengan latar belakangmu yang aku tau Jessica adalah sahabatku yang terbaik. ok.” Kata Andrew padaku dan aku tersenyum. Andrew memang sahabatku yang paling baik.


“Ok Jess aku pulang dulu ya, besok kamu sekolahkan?” Tanya Andrew padaku


“Belum tau Ndrew, kalau aku gak capek aku ke sekolah.”


“Ya sudah kalau kamu mau kesekolah kabari aku ya nanti aku jemput.” Kata Andrew lagi


“Ok... Hati hati ya!”


“Siipp..”


Akhirnya Andrew pulang dan aku langsung masuk ke dalam dan mandi.


Dan akhirnya Author lapar aku makan dulu ya


Tunggu episode selanjutnya.

__ADS_1


Jangan bosan membaca ya.


Selamat membaca.


__ADS_2