End Of Love

End Of Love
SS2 EOL Eps 51


__ADS_3

Kairos dan Carissa selesai bermain di arena bermain kemudian Kairos mengajak Carissa untuk pulang, mereka berdua masuk ke dalam mobil kemudian Kairos menjalankan mobilnya kembali ke rumah.


Tiba di rumah Kairos dan dan Carissa turun dari mobil, Kairos memegang tangan Carissa kemudian mereka berdua masuk ke dalam rumah. Carissa langsung melepaskan tangannya dari Kairos dan berlari ke naik ke atas.


Kairos tersenyum melihat Carissa lalu dia berjalan pergi ke kamarnya, tapi langkah kakinya terhenti. Dia terkejut melihat Carlos dan Jessica sedang berada di ruang santai bersama Cella dan Acel.


Kairos tertegun dan tidak bisa bicara apa-apa, dia melangkah mundur dan membalikkan badannya kemudian dia berjalan keluar rumah.


Melihat Kairos, Jessica berdiri kemudian dia menyusul Kairos, dia berdiri di belakang Kairos dan memeluk Kairos dari belakang.


Kairos membalikkan badannya kemudian dia langsung memeluk Jessica dengan erat, Kairos menangis. Dia tidak percaya kalau Jessica dan Carlos masih hidup.


“Maafkan papa dan mama.”


Kairos masih menangis dia tidak bisa berkata apa-apa dia lebih memeluk erat tubuh Jessica dan terus menangis.


Carlos datang kemudian dia memeluk Kairos dan Jessica, mereka bertiga saling berpelukan dan menangis.


“Maafkan kami,” ucap Carlos seraya membelai rambut Kairos.


Kairos melepaskan pelukkannya dari Jessica kemudian dia memeluk Carlos dengan erat.


“Papa dan mama akan menjelaskan semuanya, ayo kita masuk,” ajak Carlos kemudian Kairos melepaskan pelukannya kemudian mereka bertiga masuk ke dalam rumah.


Kairos langsung naik ke atas dan mengajak Carissa untuk menemui Carlos dan Jessica. Carissa memegang tanga Kairos kemudian mereka berdua turun.


Kairos duduk dan memangku Carissa kemudian dia membelai rambut Carissa. Carissa menatap Jessica dan Carlos tapi dia hanya diam. Walaupun dia sering melihat Jessica dan Carlos di foto tapi dia merasa asing.


“Carissa, itu Papa dan Mama,” ujar Kairos kepada Carissa


Carissa hanya diam dan menganggukan kepala sambil menatap Carlos dan Jessica.


“Kamu tidak memeluk Papa dan Mama?” bisik Kairos di kuping Carissa.


Carlos dan Jessica ingin sekali memeluk Carissa tapi mereka berdua takut kalau Carissa menolaknya, Carlos berdiri dan mencoba untuk berbicara kepada Carissa.


“Boleh aku memelukmu?” tanya Carlos kepada Carissa dengan suara pelan


Carissa menatap Carlos dan menganggukan kepala, Carlos mengambil Carissa dari pangkuan Carlos kemudian dia memeluk Carissa dengan erat. Carlos mencium berulang kali kedua pipi Carissa kemudian dia duduk di samping Jessica.


Jessica membelai rambut Carissa kemudian dia mengambil Carissa dari Carlos dan memangkunya. Jessica mencium kedua pipi Carissa. Tapi Carissa masih tetap diam.


Carlos dan Jessica mengerti dengan sikap Carissa karena mereka meninggalkan Carissa saat Carissa masih bayi belum tahu apa-apa.


“Ternyata kamu sudah besar sayang,” ucap Carlos dengan membelai rambut Carissa


“Kenapa Papa dan Mama berpura-pura mati? Kami sangat terpukul dengan kepergian Papa dan Mama,” tutur Kairos seraya menatap Carissa yang masih duduk diam di pangkuan Jessica.

__ADS_1


“Papa akan menceritaka kepada kalian mengapa Papa dan Mama berpura-pura mati,” ujar Carlos dengan terus membeai rambut Carissa.


“Papa akan menceritakan dari awal mengapa Papa dan Mama harus berpisah.” Carlos berdiri kemudian dia duduk di dekat Kairos dan melanjutkan ceritanya.


“Mungkin kamu menemukan surat yang papa selipkan di bingkai foto Papa dan Mama,”


“Iya, Pap. Aku membacanya, di sana papa mengatakan kalau Papa tidak berselingkuh, Papa melakukan itu agar kami membenci Papa. Papa juga mengatakan kalau Papa lagi sakit.


“Iya benar Kairos, papa sakit dan obatnya tidak ada. Dan bukan hanya itu saja, di saat papa sakit ada yang mengincar keluarga kita. Mereka ingin membunuh papa, kalau mereka tidak berhasil membunuh papa maka salah satu dari kalian yang akan menjadi korban,” tutur Carlos


“Siapa yang ingin menganggu keluarga kita, Pap. Katakan padaku,” ujar Acel dengan emosi.


Baru saja Carlos akan menjelaskan terdengar suara Mike memanggil Carlos, Carlos langsung berdiri kemudian dia menemui Mike.


Melihat Carlos masih hidup Mike langsung memeluk Carlos dengan erat, mereka berdua saling berpelukan dan Mike juga menangis, dia sangat bahagia melihat Carlos dan Jessica masih hidup. Dia melepaskan pelukkannya kemudian dia memeluk Jessica.


“Aku sangat bahagia melihat kalian berdua masih hidup,” ujar Mike dengan menyeka airmatanya.


Terdengar lagi suara Federico di depan rumah, Carlos dengan cepat menemui Federico. Dia melihat Federico kemudian dia langsung memeluknya.


Federico memeluk Carlos dengan erat, sedangkan Liliana dia menangis dan memeluk Jessica dengan erat. Berulang kali dia mencium kedua pipi Jessica, tampak kebahagiaan di wajahnya.


Federico juga memeluk Jessica dan mencium kedua pipi Jessica. Tidak lama kemudian Jeremmy dan Dixon datang, mereka berdua langsung memeluk Jessica.


Mereka semua duduk di ruang tamu, mereka ingin mendengar penjelasan Carlos dan Jessica.


“Pasti Charlie yang memberitahukan kalian kalau aku dan Jessica sudah pulang,” ujar Carlos dengan tersenyum dan memegang tangan Jessica.


Carlos tersenyum kemudian dia menatap Jessica, Jessica menganggukan kepala dan Carlos mulai menjelaskan.


“Sebenarnya kematian kami hanya rekayasa saja, karena saat itu aku sedang sakit. Charlie yang membantu aku dan Jessica, dia menyiapkan seorang professor untuk menangani virus yang ada di tubuhku, dia juga yang menyiapka tempat untuk aku dan Jessica bersembuyi.” Carlos berhenti kemudian dia menarik napas panjang


“Aku dan Jessica sengaja melakukan itu agar semuanya bisa berjalan dengan baik, tidak ada gangguan dari siapapun karena saat itu juga nyawa keluargaku sedang dalam bahaya. Jadi untuk menghentikan mereka aku dan Jessica berpura-pura mati.” Carlos menatap Federico dan Jeremmy


“Tapi bagaimana bisa, Carlos. Mayat kalian terlihat begitu nyata,” ujar Mike dengan menunujukkan wajahnya kebingungan.


Carlos tersenyum dan melanjutkan ceritanya,


“Sebulan sebelum kejadian aku dan Jessica pura-pura tertmebak, Charlie dan teman-temannya sudah menyiapkannya. Salah satu teman Charlie dia membuat miniatur aku dan Jessica persis sekali bahkan tubu aku dan Jessica terlihat benar-benar seperti tubuh manusia. Tapi saat di rumah sakit kami menggunakan tubuh lain agar kalian tidak curiga. Tubuh itu di pakaikan topeng aku dan Jessica.”


Mereka semua menatap Carlos dan Jessica dengan heran,


“Jadi semuanya ini perkerjaan Charlie?” tanya Kairos


“Iya, Charlie yang membantu Papa dan Mama, saat di petih itu bukan tubuh Papa dan Mama tapi miniatur.” Carlos berdiri kemudian dia keluar dan membuka pintu mobil dia mengambil boneka bayi dan membawanya ke dalam.


Carlos menunjukkan boneka bayi yang mirip sekali dengan bayi manusia, kulitnya hampir mirip dengan manusia. Bahan yang begitu lentur. Mereka satu-persatu memegang boneka bayi itu.

__ADS_1


“Teman Charlie membuat miniature aku dan Jessica menggunakan bahan itu, makanya saat di peti kalian tidak bisa membedakan tubuh itu asli atau palsu, begitu juga wajah aku dan Jessica, topengnya tidak bisa di bedakan,” tutur Carlos kemudian dia duduk dan memangku Carissa.


“Mengapa kamu bisa terkena virus?” tanya Mike dengan penasaran


“Ya, waktu itu aku merasa badanku lemah lalu aku pergi ke klinik dan salah satu dokter dan asistennya memeriksaku lalu dia menyuntikan suatu cairan ke dalam tubuhku, kata dokter itu vitamin. Tapi menjelang beberapa minggu badanku semakin lemah. Aku pergi menemui dokter itu lagi tapi petugas klinik itu mengatakan tidak ada nama dokter di klinik itu,” ujar Carlos


“Apakah kamu tidak lihat cctv?” tanya Dixon dengan penasaran


“Aku meminta membuka cctv tanggal dan jam saat aku ke rumah sakit, tapi mereka tidak menemukannya, mungkin sudah di hapus,” sahut Carlos lagi.


“Kita harus berhati-hati sekarang, kalau mereka tahu kamu masih hidup mereka pasti akan mencarimu lagi,” ujar Mike kepada Carlos’.


“Aku sudah siap menghadapi mereka, aku sudah sembuh. Bukan mereka yang akan mencariku, tapi aku yang akan memburu mereka,” sahut Carlos dengan geram.


“Lalu bagaimana kamu bisa sembuh?” tanya Liliana


“Tubuh Carlos menjadi bahan percobaan untuk mencari vaksin, dan dia sempat koma. Sel-sel dalam tubhnya tidak berfungsi, Carlos juga sempat menjadi lumpuh. Tapi akhirnya mereka menemukan vaksinnya, dan untuk pemuihan Carlos kami juga harus bersenmbunyi di satu negara karena kami tidak ingin mereka tahu tempat kami,” jelas Jessica di ikuti anggukan kepala Carlos.


Liliana berdiri kemudian dia duduk di samping Carlos.


“Mommy sangat senang akhirnya kalian berdua bisa berkumpul dengan kami lagi,” ujar Liliana seraya memeluk Carlos.


“Aku juga, Mom. Aku sangat senang bisa berkumpu dengan kalian dan anak-anakku,” sahut Carlos dengan wajah yang berbinnar.


“Kita harus bersatu dan mencari siapa yang sudah menyuntik virus itu di tubuh Papa,” ujar Acel dengan kesal.


“Iya. Kamu benar, Acel. Kita harus mencari dan berikan dia pelajaran,” ujar Kairos dengan emosi


“Hei, kalian berdua tidak papa ijinkan untuk mencampuri urusan ini. Papa yang akan menyelesaikan sendiri,” kata Carlos kepada Acel dan Kairos.


“Tidak, Pap. Aku dan Kairos akan mencari mereka, mereka sudah memisahkan Papa dan Mama dengan kami,”


“Benar, Acel. Mereka harus menerima akibatnya,” sela Kairos


Cella dan Carissa hanya diam saja melihat Kairos dan Acel yang begitu emosi.


“Sudah, kalian jangan melakukan apapun. Paman Mike dan Papa kalian yang akan membereskan semua ini. Bukanka kamu akan segera menikah? Atur dulu pernikahanmu,” ujar Mike kepada Kairos


“Iya, Kairos. Atur dulu pernikanmu,” kata Carlos lagi.


“Baiklah, Pap,” sahut Kairos dengan tersenyum.


Mereka semua terlihat sangat bahagia dengan kepulangan Jessica dan Carlos.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selamat membaca

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar ya


Terima kasih


__ADS_2