
Mereka hanya berhasil membawa salah satu orang yang memukul Carlos, tapi buat Carlos tidak masalah karena dia hanya ingin tahu kenapa mereka memukulnya. Mereka membawa orang itu di hadapan Carlos dan Carlos menyuruh mereka membuka kain yang menutup matan orang itu, dan dia terkejut melihat Carlos.
“ Masih ingat aku?” Tanya Carlos dan dia menganggukan kepala. “ Kenapa kalian memukulku?” Aku tidak mengenal kalian, tapi mengapa kalian memukulku?” Tanya Carlos pada orang itu.
“ Maaf Tuan kami hanya disuruh oleh seseorang Tuan.
“ Siapa orang yang menyuruh kalian?” Tanya Carlos.
“ Saya tidak bisa mengatakannya Tuan.”
“ kamu tidak ingin mengatakan siapa orang itu? Baiklah, kalau kamu tidak ingin mengatakannya maka kamu akan berurusan dengan mereka.” Kata Carlos sambil menunjuk pada Rick Garry Marco dan Albert.
“ Aku tidak bisa Tuan.”
“ Marco kamu sudah dapat informasi anak dan istrinya?” Tanya Carlos pada Marco.
“ Sudah Tuan, istri dan anaknya sekarang bersama dengan orang orang kita.” Jawab Marco
“ Kamu dengar, istri dan anakmu sudah ada di tangan kami. kamu masih tidak ingin mengatakannya?” Tanya Carlos lagi dengan sabar.
“ Maaf Tuan aku tidak bisa.”
“ Aku tau istrimu sedang mengandung anakmu yang kedua, baiklah. Marco hubungi orang kita, suru habisi istri dan anaknya!” Perintah Carlos.
“ Jangan tuan…Tolong jangan sentuh mereka aku akan mengatakannya.”
“ Bagus, sebut saja Namanya. Tidak susah bukan.” Kata Carlos pada orang itu.
“ Dia tuan Steve.” Jawabnya pada Carlos.
“ Siapa dia, aku tidak mengenalnya.” Kata Carlos lagi.
Tuan Steve itu menyukai Victoria. Malam itu tuan Steve berkunjung ke tempat Victoria tapi dia melihat tuan bersama dengan Victoria dan dia menghubungi kami dan menyuruh kami untuk memberi pelajaran pada Tuan.”
“ Dimana tempat tinggal Steve?” Tanya Carlos lagi
“ Aku tidak tahu Tuan tapi dia direktur di perusahaan TRD Tuan.”
“ Ok terima kasih.” Carlos mengelurkan cek dan menulis angka disana, dan memberikan pada orang itu. dia menatap Carlos dengan heran.
“ Untuk apa ini tuan?”
“ Untuk biaya istrimu melahirkan.” Kata Carlos padanya. “ Ini ambil.”
“ Maaf tuan aku tidak bisa menerimanya.”
“ Sudah ambil saja.” Kata Carlos sambil memasukan cek itu ke saku orang itu dan berbisik.
“ Cari uang yang benar.”
“ Albert antar dia pulang!” Perintah Carlos pada Albert.
“ Baik Tuan.” Kata Albert.
“ Tuan terima kasih, anda begitu baik.” Ucap orang itu pada Carlos.
“ Sudah pulang.” Kata Carlos.
Dan Albert mengantar orang itu.
Carlos pergi duduk di teras menghadap danau, dia masih merasa sakit di wajah dan perutnya.
Rick dan Garry memperhatikan Carlos.
“ Masih sakit tuan?” Tanya Garry.
“ Iya.” Jawab carlos sambil menganggukan kepala. Dia mengeluarkan handphone dari saku celananya dan melihat jam di tangannya. “ Sebentar lagi jam tiga, sekarang di indonesia jam 3 sore. Jessica pasti sudah pulang.” kata carlos dalam hati.
Carlos menelepon Jessica, terdengar nada panggil dan terdengar suara Jessica yang manja.
“ Hallo carlos, aku kangen padamu kapan kamu kembali.” Tanya Jessica dengan manja.
__ADS_1
“ Iya aku juga kangen padamu.” Carlos melihat Rick dan Garry saling pandang. “ Seminggu lagi aku kembali.” Kata Carlos pada Jessica.
“ Huhhh masih lama…” Keluh Jessica. “ Carlos mengapa kamu belum tidur? disanakan sudah larut malam.” Kata Jessica pada Carlos
“ Aku tidak bisa tidur.” Kata Carlos
“ Kenapa tidak bisa tidur?” Tanya Jessica pada Carlos dari seberang telepon
“ Aku memikirkanmu.” Canda Carlos pada Jessica dan Jessica tertawa
“ Serius…?” Tanya Jessica.
“ Iya seriusss...” Jawab Carlos sambil tertawa.
“ Hmm…. Kamu pasti bohong.” Kata Jessica lagi
Dan Carlospun tertawa. “ Sudah aku mau tidur sekarang.”
“ Ya sudah...Good night carlos.”
“ Good night gadis kecil. Heeii…Kiss nya mana?”
“ Oh iya....Muach di pipi kiri, muach di pipi kanan.” Kata Jessica.
“ Bibirku tidak di kiss?” Canda Carlos pada Jessica.
“ Icchh Carlos kamu nakal.” Kata Jessica dengan suara manja.
Dan Carlos langsung tertawa. “ Suara manjamu itu jess membuat aku kangen, ingin cepat kembali ke indonesia.” Kata Carlos dalan hati. Carlos menutup telepon sambil senyum senyum sendiri.
“ Sepertinya itu pacar tuan Carlos, Rick.” Bisik Garry pada Rick.
“ Iya sepertinya, lihat saja wajahnya begitu ceria sehabis teleponan.” Kata Rick pada Garry sambil tersenyum
“ Hei apa yang kalian bicarakan di situ.” Tanya Carlos.
“ Tidak tuan.” Jawab Rick sambil tersenyum
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Carlos bangun pagi dan dia merasakan sakit di perutnya, ini karena pukulan kemarin. Carlos berdiri dan pergi ke kamar mandi, selesai mandi Carlos memakai pakainnya dan keluar dari kamar. Carlos menuju ke meja makan, tapi dia malas untuk sarapan. Carlos hanya minum susu. Carlos mengambil es dan mengompres wajahnya, dia ingin memarnya cepat hilang.
Selesai mengompres Carlos menyuruh Garry mengeluarkan mobil, dia ingin pulang kerumah. Garry mengeluarkan mobil dan Carlospun masuk ke dalam mobil. Garry melajukan kendaraannya menuju ke rumah orang tua Carlos.
Sampai di rumah Carlos langsung masuk dan bepapasan dengan Federico, Carlos menunduk dan menuju kamarnya tapi Federico memanggilnya.
“ Carlos sebentar.” Panggil Federico pada Carlos.
Carlospun berhenti. “ Sepertinya Daddy curiga.” Kata Carlos dalam hati.
Carlos berhenti dan membalikkan badannya.
“ Kenapa dad?” Tanya Carlos.
Federico mendekati Carlos dan memegang wajah Carlos.
“ Kenapa dengan wajahmu? Siapa yang memukulmu?” Tanya Federico.
“ Dad ini hanya salah paham saja, masalah sudah selesai.” Jawab Carlos.
“ Masalah apa Carlos?” Tanya Federico lagi.
“ Ahh sudahlah dad. Ini hanya masalah kecil, aku tidak apa apa aku mau ke kamar.” Kata Carlos sambil berjalan meninggalkan Federico.
Federico menjadi khawatir. Dia tidak ingin Carlos menjadi seperti dulu lagi, yang tidak segan segan membunuh siapa saja yang mengganggunya. Semenjak kepergian adiknya dia menjadi brutal. Federico menjadi khawatir, dia menemui istrinya yang lagi di kamar.
“ Sayang, lebih bagus carlos secepatnya kembali ke Indonesia.” Kata Federico.
“ Kenapa Federico, bukannya dia baru seminggu disini. Kenapa sudah harus kembali?” Tanya Liliana pada Federico.
“ Aku khawatir sayang, lihat dia pulang dengan wajah yang memar.” Kata Federico lagi.
__ADS_1
Liliana terkejut. “ Dimana dia sekarang?” Tanya Liliana dengan wajah yang penuh kekhawatiran
“ Dia di kamarnya.”
“ Aku akan ke kamarnya.” Kata liliana pada Federico. Tapi Federico menahannya.
“ Sudah sayang biarkan dia sendiri. Aku akan menyuruh dia kembali ke indonesia secepatnya, aku khawatir kalau dia berlama lama disini. Nanti kalau kita rindu padanya kita bisa berkunjung ke Indonesia.” Kata Federico.
“ Baiklah Federico, nanti kita bicarakan itu padanya.”
Sementara di kamar Carlos terlihat sedang siap siap untuk pergi.
“ Aku harus buat perhitungan dengan orang itu, dia pikir dia itu siapa.” Kata Carlos dalam hati sambil memandang wajahnya di cermin. Carlos turun dan mengambil kunci kemudian dia menuju garasi. Dia membuka pintu mobil dan masuk, kemudian dia menjalankan mobil menuju kantor Steve. “ Ingin aku lihat sehebat apa kamu Steve.” Kata Carlos dalam hati.
carlos melajukan kendaraannya dan tidak lama kemudian dia sampai. Carlos memarkirkan mobilnya kemudian dia turun dan langsung menuju ke kantor Steve, security mengenal carlos.
“ Hi tuan Carlos apa kabar?” Tanya Securty.
“ Umm.. Baik, oh ya Steve ada di kantor?” Tanya Carlos.
“ Ada Tuan, ruangannya di lantai enam.”
“ Ok, terima kasih ya.” Ucap Carlos dan dia langsung berjalan menuju lift, dia menekan tombol dan liftnya terbuka. Dia langsung masuk dan menekan tombol 6, liftnya naik dan sampai di lantai 6. Carlos keluar dari lift dan langsung mencari ruangan Steve.
Carlos bertanya kepada karyawannya dan mereka menunjuk ruangan Steve. Carlos pergi dan langsung masuk tanpa mengetuk pintu, dan Steve terkejut.
“ Siapa kamu?” Tanya Steve.
“ Siapa aku?” Carlos balik bertanya sambil menarik kerak baju Steve dan membawanya keluar dari ruangannya.
Carlos memberikan pukulan ke perut Steve, dan Steve meringis kesakitan sambil memegang perutnya.
“ Apa yang anda lakukan mengapa kamu memukulku?” Tanya Steve pada Carlos.
“ Masih bertanya lagi.” Kata Carlos sambil memukul wajah Steve dan Steve terjatuh. “Ayo lawan aku sekarang, jangan pakai orang untuk memukulku, lihat aku sekarang berada di depanmu.” Kata Carlos pada Steve.
Orang orang dikantor berkumpul melihat Carlos dan boss mereka.
Carlos menendang perut Steve. “ Ayo berdiri lawan aku.” Kata Carlos dengan wajah marah
Tiba tiba ada yang memegang pundak Carlos. Carlos membalikan badannya dan melihat orang itu, ternyata tuan Louis
“ Ada apa ribut ribut disini, Carlos kenapa kamu memukulnya.” Tanya tuan Louis.
“ Maaf tuan Louis orang ini cari masalah denganku, dia mengirim orang untuk memukulku. lihat wajahku masih memar.” Kata Carlos pada tuan Louis.
“ Hei Steve apa yang kamu lakukan, kenapa kamu bertindak bodoh. Ada apa denganmu.” Tuan Louis memarahi Steve.
“ Dia mendekati pacarku.” Jawab Steve
“ Victoria.? Aku tidak mendekatinya, tapi dia yang mendekati aku. Lagipula Steve aku tidak tertarik dengan dia.” Carlos mendekat pada Steve dan berbisik. “ Pacarmu itu buruk di ranjang, aku tidak tertarik.” Bisik Carlos di kuping Steve.
Steve memandang Carlos dengan marah, tapi Carlos hanya tersenyum melihatnya.
“ Baik tuan Louis aku pamit dulu, aku minta maaf suda membuat kekacauan di kantormu.” Kata Carlos pada tuan Louis.
“ Aku yang seharusnya minta maaf atas kelakuan anakku.” Kata tuan Louis.
“ Tidak apa apa tuan Louis, aku permisi.” Pamit Carlos.
Carlos meninggalkan kantor Steve dan menuju parkiran. " Dasar banci." Kata Carlos sambil masuk kedalam mobil kemudian menyalakan mobil dan dia langsung pulang ke rumah.
Sementara di kantor, tuan Louis memarahi Steve.
" Dasar anak bodoh, kamu mau cari mati? kamu tidak tahu siapa Carlos? beruntung kamu hanya di pukul tidak di bunuh, dasar bodoh.” Kata tuan Louis pada Steve.
Steve hanya diam dan memegang perutnya yang sakit serta wajahnya yang lebam.
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan komen ya
__ADS_1
Terima kasih