
Acel mendapatkan kabar dari Osbert kalau Clinton akan pergi ke Club, Acel langsung menelepon Joe.
"Hallo Joe, Clinton akan pergi ke Club. Apakah kamu sudah siap?" Tanya Acel
"Hi Acel, jam berapa Clinton akan pergi ke club?"
"Joe sebentar lagi dia akan pergi." Apakah orang yang kamu sewa sudah siap?" Tanya Acel lagi.
" Iya Acel mereka sudah siap, baiklah aku akan memberitahu mereka agar segera pergi ke club."
"Ok Joe, aku akan memgawasimu dari jauh." Kata Acel lagi.
"Terima kasih Acel." Ucap Joe
"Sama sama Joe." Balas Acel kemudian dia menutup telepon.
Acel tidak ingin mengatakan kepada Kairos. Acel tidak ingin Kairos terlibat.
Acel mengambil kunci motor lalu dia keluar dari kamarnya. Acel naik ke atas motor lalu dia memakai helm. Acel langsung menuju ke Club dia di ikuti Oleh Lincon dan Dean. Tiba di club Acel langsung menghubungi teman temannya.
Acel mengajak teman temannya untuk berkumpul di club. Dia ingin melindungi Joe, karena dia tahu Cella sangat mencintai Joe.
Acel masuk ke dalam club dan duduk dekat bartender, kemudian Acel memesan minuman. Tidak lama kemudian teman teman Acel datang.
Acel dan teman temannya duduk sedikit jauh dari bartender. Kemudian Joe datang, dia langsung bergabung dengan Acel dan kawan kawannya.
"Acel apakah Clinton sudah datang?" Tanya Joe sambil duduk di sebelah Acel.
"Belum Joe, kita tunggu saja. Pasti sebentar lagi dia datang." Kata Acel sambil memperhatikan pintu masuk. "Oh ya Joe apa yang akan kamu lakukan."
"Acel aku akan memasukan obat tidur ke dalam minuman Clinton." Kata Joe
"Oh ya kedua orangku akan datang bersama Clinton, nanti aku akan memberi isyarat kepada mereka berdua."
"Bagus Acel, aku tidak sabar lagi ingin memberi pelajaran kepada Clinton." Kata Joe sambil bersandar di sandaran kursi.
Acel menyalakan rokoknya sambil memperhatikan pintu masuk. Akhirnya dia melihat Abel dan Osbert masuk kedalam Club.
Acel langsung menyikut tangan Joe
"Joe Clinton sudah datang." Kata Acel sambil bisik.
Joe melihat ke pintu Keluar,
"Clinton yang mana?" Tanya Joe
"Itu yang pakai topi hitam." Jawab Acel sambil memberi isyarat kepada Abel dan Osbert. "Oh ya Joe,apakah kamu membawa obat tidurnya?"
"Iya Acel, aku membawanya."
"Kalau begitu berikan kepadaku, aku akan berikan kepada Abel." Kata Acel
Joe mengeluarkan obat tidur dari dalam saku celananya dan memberikannya kepada Acel. Acel mengambil obat tidur itu lalu dia memberi isyarat kepada Abel dan Osbert.
Acel berdiri lalu dia berjalan ke Toilet, Abel dan Osbert juga berdiri mereka berdua menemui Acel di toilet.
Acel mengeluarkan obat tidur lalu memberikannya kepada Abel.
"Kamu masukan obat tidur ini ke dalam minuman Clinton dan rekan kalian yang satu itu."
Abel mengambil obat tidur lalu dia masukkan ke dalam saku celananya
"Baik Acel." Kata Abel kemudian dia dan Osbert keluar dari toilet dan kembi ke meja Clinton.
__ADS_1
Acel keluar dari toilet kemudian dia bergabung kembali bersama Joe dan kawan kawannya.
"Joe setelah itu apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Acel penasaran.
"Aku akan menyuntikan cairan ke dalam tubuhnya. Cairan ini akan mematikan semua sistem saraf yang ada di tubuhnya. Dia akan lumpuh selamanya, dan dia akan terlihat seperti orang idiot."
Acel tertawa dan menepuk nepuk punggung Joe. Acel mengalihkan pandangannya ke meja Clinton, dia melihat Abel dan Osberr.
Osbert dan Abel memberi isyarat kepada Acel lalu Acel menganggukan kepala.
"Joe Clinton sudah mulai tidak sadarkan diri." Bisik Acel.
"Bagus Acel, sebentar lagi dia akan tertidur." Kata Joe sambil tersenyum
Acel melihat Abel dan Osberr memapah Clinton keluar dari club. Dia dan Joe langsung berdiri dan berjalan keluar.
Osbert dan Abel memasukan Clinton ke dalam mobil kemudian Acel dan Joe datang.
"Abel parkir mobilnya jauh dari rumah kediaman orang tuanya, nanti Joe akan ikut bersama kallian. Oh ya rekan kalian yang satunya lagi bagaimana?" Tanya Acel.
"Aku akan menjempurnya." Kata Osbert.
"Baiklah kalau begitu kamu jemput dia sekarang dan masukan ke dalam mobil agar Clinton tidak mencurgai kalian berdua.
"Baik Acel."
Osbert dan Abel menjemput rekan mereka dan memapahnya masuk kedalam mobil.
Acel masuk kedalam mobil Joe sedangkan motor Acel di bawah temannya.
Mereka keluar dari parkiran lalu menuju ke kediaman Tuan Adam. Acel mengikuti mereka dari belakang.
Sementara di dalam mobil terlihat Joe mengeluarkan suntik. Dia memasukan obat ke dalam suntik kemudian dia suntikkan ke punggung Clinton. Joe menekan suntik itu lalu obat masuk ke dalam tubuh Clinton, dia memasukkan semua obat kedalam tubuh Clinton.
"Abel berhenti saja disini, kalian jangan khawatir. Obat ini akan bekerja secara perlahan lahan. Dalam jangka sepuluh hari Clinton akan lumpuh. Jadi dia tidak akan mencurigai kalian berdua."
Acel berhenti tepat di depan Joe, kemudian Joe masuk ke dalam mobil.
"Apakah kamu akan pulang sekarang?" Tanya Acel sambil menyetir.
"Aku akan mengantarmu dulu."
"Baiklah Joe. Oh ya Joe, apakah obat itu langsung bekerja?"
"Ummm... Tidak Acel, obat itu akan bekerja secara perlahan lahan. Mungkin dalam sepuluh hari baru akan terlihat hasilnya." Kata Joe sambil tersenyum.
"Baguslah Joe, supaya Clinton tidak curiga kepada Osbert dan Abel." Kata Acel sambil menyetir.
Akhirnya mereka tiba di rumah. Acel turun dari mobil
"Kamu tidak akan mampir Joe?"
"Nanti saja Acel, sudah larut malam. Salam saja buat Cella." Kata Joe kemudian dia meninggalkan Acel.
Acel masuk kedalam rumah, dia langsung menuju ke kamarnya.
Keesokan pagi Kairos pergi ke kantor. Tanpa sarapan Kairos langsung pergi. Tiba di kantor dia langsung menuju ke ruangannya. Kairos membuka pintu dan melihat Laura sedang membersihkan ruangannya.
Dia masuk dan meletakkan tas kerjanya di atas meja.
Laura menatap Kairos.
"Tuan ini belum jam kantor, sebaiknya Anda tunggu di luar dulu karena aku sedang membersihkan ruangan Anda."
__ADS_1
"Ini ruanganku, terserah aku."
"Baiklah kalau begitu, silahkan Anda duduk Tuan." Kata Laura kepada Kairos.
Kairos duduk di kursi kerjanya kemudian dia menyalakan komputer. Laura tetap membersihkan ruang kerja dia menyalakan Vacuum dan menyedot debu debu yang ada di sudut. Terlihat Kairos menutup kupingnya.
"Hei.. Hei.. Matikan mesin itu, kupingku sakit." Kata Kairos sambil menutup kupingnya.
Laura mematikan mesin vacuum lalu dia menatap Kairos.
"Makanya aku meminta Tuan untuk menunggu di luar dulu. Bukannys Tuan berpesan padaku untuk membersihkan ruang ini sampai ke sudut sudut."
"Iya tapi mesin itu sangat berisik." Kata Kairos lagi.
"Tuan untuk menjangkau debu yang ada di sudut ruangan, aku harus menggunakan mesin ini. Makanya Tuan tunggu di luar dulu. Lagipula baru Tuan yang ada di kantor. Biasanya kalau bos suka datang siang, Tuan malah datang kepagian.
"Itu terserah aku, aku mau datang pagi, siang atau malam, itu bukan urusanmu." Kata Kairos sedikit kesal.
"Baiklah kalau begitu, Tuan mau menunggu di luar atau di dalam?"
"Aku akan menunggu di luar, mesin itu membuat kupingku sakit." Kata Kairos sambil berjalan keluar.
Saat Kairos membalikan badanya, Laura melototkan matanya dan mengangkat mesin Vacuum seolah olah ingin memukulkan kepada Kairos. Tiba tiba Kairos menoleh kebelakang melihat Laura.
Laura langsung berpura pura meletakkan Vacuum di meja. Kairos menatap Laura
"Apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Kairos.
"Ahh.. Umm... Tidak tidak Tuan. Aku meletakkan Vacuum ini di meja karena melihat di belakang kemeja Tuan ada sedikit debuh dan aku ingin membersihkannya. Ayo berbalik Tuan aku ingin membersihkan kemeja Tuan." Kata Laura sambil berbohong
Kairos memutar tubuhnya membelakangi Laura.
"Oh ya? Debu dari mana?"
"Mungkin debu dari ruangan ini Tuan." Kata Laura sambil mengepalkan tangannya ingin meninju Kairos. "Kalau bukan bossku sudah lama kepalamu aku jitak." Kata Laura dalam hati.
Laura menepuk dengan kuat punggung Kairos.
"Hei kamu mau membersihkan kemejaku atau memukulku."
"Tuan Anda seperti perempuan saja, aku hanya membersihkan kemejamu dengan pelan tapi Tuan sudah merasakan sakit. Bagaimana kalau aku membersihkan dengan cara ini."
Laura memukul dengan kencang punggung Kairos.
"Heii.. Berhenti." Kata Kairos sambil memutar tubuhnya menghadap Laura. "Mengapa kamu memukul punggungku?"
Laura tersenyum melihat Kairos
"Tuan aku hanya memberi contoh." Kata Laura sambil menahan tawanya.
"Cepat bersihkan ruanganku, aku mau bekerja." Bentak Kairos
"Bagaimana aku akan membersihkan ruangan ini kalau Tuan masih disini."
Kairos menatap dengan kesal kepada Laura lalu dia keluar.
Seperginya Kairos Laura langsung tertawa.
"Ahh... Bosku ganteng tapi galak." Kata Laura sambil senyum senyum sendiri.
Laura membersihkan ruang kerja juga toilet.
Laura
__ADS_1
Selamat membaca