End Of Love

End Of Love
EOL 54


__ADS_3

Jessica POV


Hari ini aku dan Carlos di ajak Federico untuk hadir di acara ulang tahun rekan


Bisnisnya, aku sebenarnya tidak ingin ikut apa lagi Carlos dia lebih memilih


tinggal di rumah. Tapi Federico dan Liliana memaksa kami untuk ikut.


Dan akhirnya aku dan Carlos ikut, Kami pergi ke rumah rekan bisnis Federico


namanya tuan Benson. Kami sampai di rumahnya dan rumahnya sangat besar, Carlos


membukakan pintu untukku dan memegang tanganku. Kami masuk ke dalam dan langsung


di sambut oleh tuan Benson dan menyuruh kami masuk.


“Oh ya Benson ini anakku Carlos dan Jessica. “Federico memperkenalkan aku dan Carlos pada Tuan Benson dan Tuan Benson memanggil anaknya dan memperkenalkan kepada kami.


“Ini anakku satu satunya namanya Darell.” Aku dan Carlos bersalaman dengan Darell dan Darell memegang tanganku agak lama dia mengedipkan matanya padaku,


“Kamu cantik sekali.” Puji Darell padaku.


“Terima kasih Darell.” Dan aku melihat pada Carlos, Carlos tersenyum tapi senyumannya lain. Darell mengajak aku dan Carlos pergi ke kolam renang dan kami ngobrol ngobrol disana. Carlos tidak begitu bersemangat, mungkin karena cemburu kali ya. Aku tetap ngobrol dengan Darell dan sedikit sedikit dia memujiku.


Carlos mendekatiku dan melingkarkan tangannya di pinggangku sambil tangan yang


satunya memegang gelas yang berisikan minuman. Carlos berbisik padaku, dia


mengajakku untuk masuk ke dalam dan aku pamit pada Darell.


“Sayang aku tidak suka dia menatapmu begitu.” Bisik Carlos di kupingku.


“Kenapa beb?”


“Tidak suka saja sayang dia menatapmu dengan nafsu.”


Aku menatapnya dan tertawa. ”Beb sepertinya kamu cemburu.” Candaku pada Carlos


“Tentu saja aku cemburu sayang kamu akan menjadi istriku, aku tidak suka ada yang menatapmu seperti itu coba kamu lihat banyak yang memperhatikanmu. Aku ingin cepat cepat pulang saja.”


“Ya sudah Beb ajak mom and dadd untuk pulang, aku juga capek berdiri dengan high heels, apa lagi aku lagi hamil.


“Baik sayang.” Carlos menghampiri Federico


“Dadd ayo pulang kasihan Jessica dia sudah lelah apa lagi dia pakai high heels dan berdiri terus.”


“Iya nak kita pulang sekarang.”


Kami berpamitan pada tuan Benson, dan Darell menghampiriku dan tersenyum


“Jessi kapan kapan kita jalan jalan ya, aku


menyukaimu.” Bisik Darell sambil mengedipkan matanya padaku.


Aku hanya tersenyum dan Carlos menarik tanganku kemudian kami pulang. Sampai di rumah aku dan Carlos langsung masuk ke kamar, aku melepaskan pakaianku dan menggantinya


dengan kimono sedangkan Carlos dia pergi ke teras dan duduk sambil merokok. Aku ke teras dan menghampirinya.


“Beb apa kamu tidak bisa berhenti merokok?” Carlos menatapku dan mematikan rokoknya dia berdiri dan menghampiriku.


“Iya aku akan berhenti merokok” Jawab Carlos sambil membelai rambutku.


Aku tersenyum dan mengajaknya masuk kekamar.


“Beb sudah waktunya tidur aku suda mengantuk, lagi pula besok kita harus pergi untuk pengambilan foto prewedding.

__ADS_1


“Iya sayang kita tidur sekarang.” Aku dan Carlos masuk kekamar dan tidur.


------------------------------


Pagi pagi Carlos sudah membangunkanku,


“Sayang bangun.” Sambil mencium keningku, aku membuka mataku tapi masih agak berat.


“Iya sebentar beb, aku masih mengantuk.” Sambil melingkarkan tanganku di leher Carlos dan Carlos memelukku dan membiarkan aku tidur kembali.


Aku terbangun dan melihat Carlos tidak di sampingku aku berdiri dan menuju ke


kamar mandi aku membuka pintu kamar mandi dan melihat Carlos lagi mandi.


“Hmm ternyata dia lagi mandi.” Gumamku dalam hati, aku melepaskan pakaianku dan mandi bersama Carlos. Selesai mandi kami berdua turun ke ruang makan, disana sudah ada Federico Liliana dan ada Mike juga. Aku mencium Liliana dan Federico aku juga menyapa Mike


“selamat pagi mike.”


“Selamat pagi Jess.” Balas Mike padaku, aku menarik kursi dan duduk di samping


Carlos, dan Carlos mengambilkan makanan untukku.Aku memakan makanan yang di


ambilkan Carlos sambil mendengar mereka bercakap cakap mengenai pekerjaan mereka. Selesai makan aku berdiri dan pamit pada mereka, aku pergi kehalaman belakang aku berjalan menuju pondok.


Sampai di pondok aku duduk dan melayangkan pandanganku ke pepohonan yang bergerak di tiup angin dan membuat daun daun yang kering berjatuhan. Aku juga merasakan tiupan angin ini dan mengingatkanku akan kampung halamanku, aku teringat akan rumah orang tuaku. Hampir dua tahun aku meninggalkan mereka tanpa kabar berita. “Papa apakah kamu baik baik saja, aku merindukanmu aku tau papa sangat menyayangiku maafkan aku pa. Pa aku akan segera menikah maaf tidak memberitahukanmu.” Memang suatu kebahagiaan saat pernikahan ada orang tua yang mendampingi. Carlos menginginkan orang tuaku hadir tapi aku tidak mengijinkannya, rasa marahku terhadap mama memang belum hilang. Dia selalu menyiksaku seolah olah aku ini bukan anak kandungnya.


Aku berdiri dan berjalan di antara pepohonan yang rindang aku duduk dan bersandar di pohon ada perasaan sedih dalam hatiku, aku menunduk dan terasa ada tangan di bahuku. Aku mengangkat kepalaku dan melihat Carlos sudah berdiri di sampingku.


“Sayang kamu baik baik saja?” Tanya Carlos sambil duduk di sampingku, tangannya melingkar di punggungku dan aku sandarkan kepalaku di dadanya.


“Iya, aku baik baik saja beb.”


“Kenapa kamu duduk disini sayang?”


“Tidak apa apa beb aku hanya rindu teman temanku.” Aku berbohong pada Carlos, sebenarnya aku rindu papaku.


“Bagaimana aku bisa menghubungi mereka sedangkan handphoneku ada sama kamu.” Ucapku manja pada Carlos


“Iya sebentar aku berikan padamu ayo kita ke dalam, kitakan mau pengambilan gambar prewedding kita.” Carlos berdiri dan menarik tanganku, aku dan dia berjalan masuk ke dalam rumah.


Aku langsung ke kamar dan mengganti pakaianku, aku berdiri di depan cermin dan melihat perutku dan aku tersenyum melihat perutku mulai kentara.


Terkadang aku tidak percaya di usiaku yang enam belas aku sudah hamil aku mengelus elus perutku,


Aku melihat dari cermin Carlos menghampiriku dan memelukku dari belakang, dia juga tersenyum melihat perutku.


“Sayang perutmu sudah mulai membesar.” Kata Carlos di kupingku.


“Iya beb, kan sudah masuk lima bulan makanya sudah mulai membesar.”


“Iya sayang nanti selesai prewedding kita ke dokter, kita harus rutin memeriksa kandunganmu”


“Iya beb.. Oh ya preweddingnya di mana?”


“Di villa pinggir danau, kita akan ke sana. Pakai bajumu sekarang sayang!”


“Iya beb.” Aku memakai pakaianku begitu juga Carlos dan kami keluar dari kamar, kami turun ke bawah. Aku dan Carlos menghampiri Federico dan Liliana, mereka tersenyum melihatku Liliana berdiri dan menghampiriku


“Kalian mau kemana?” Tanya Liliana.


“Kami akan ke villa di pinggir danau mom, kami akan melakukan pengambilan gambar prewedding disana. View disanakan bagus mom.” Jawab Carlos pada Liliana.


“Baiklah sayang jangan pulang malam ya Jessicakan lagi hamil.”


“Iya mom kami hanya sebentar disana setelah itu aku akan mengantar Jessica ke dokter untuk memeriksa kandungannya.”

__ADS_1


“Bagus nak.” Kata Federico, “berangkatlah sekarang!”


“Iya dadd kami akan pergi sekarang.”


“Hati hati ya sayang.” Ucap Liliana sambil memelukku.


Aku dan Carlos keluar rumah dan masuk ke dalam mobil, Carlos menghubungi studio dan


memberitahukan mereka kalau kami sedang dalam perjalanan. Carlos juga memberikan alamat Villanya, menuju ke villa sangat jauh aku memegang tangan Carlos.


“Sayang tidur saja dulu nanti kalau sudah sampai aku bangunkan kamu.”


“Tidak beb, aku tidak ngantuk lagipula aku ingin menikmati perjalanan ini.”


Carlos tersenyum dan mengelus perutku, sepanjang perjalan aku menikmati pemandangan bukit yang sangat bagus. Dua jam perjalanan menuju Villa, dan akhirnya kami sampai. Penjaga membukakan pintu gerbang, dan kami masuk ke dalam sekitar dua ratus meter dari gerbang menuju ke danau. Aku melihat danaunya sangat indah.


Di sekitar rumah Penuh dengan pepohonan dan terlihat bukit yang indah. Aku turun dari


mobil dan berjalan bersama Carlos memasuki rumah, aku dan Carlos langsung


menuju ke kamar kemudian Carlos membuka gorden di kamar.


View yang sangat bagus aku bisa melihat dari kamar, aku berdiri di depan kaca jendela dan menikmatinya. Carlos membuka pintu menuju ke teras kamar, dan aku keluar menuju teras. Aku duduk sambil menikmati indahnya danau, terdengar burung berkicau bersahut sahutan, “Ah… Sudah lama aku tidak mendengarkan ini.” Kataku dalam hati.


Udara yang sejuk membuatku ingin tinggal disini. Aku berdiri di teras dan memejamkan mata dan merasakan tiupan angin. Aku merasakan pelukan carlos dan memegang tangannya.


“Beb tempat ini sungguh indah.”


“iya sayang kamu suka?” Tanya Carlos sambil membalikkan badanku menghadapnya


“Iya aku suka beb, aku ingin berlama lama disini.” Aku melingkarkan kedua tanganku ke punggung Carlos.


“Aku senang kamu menyukainya sayang.” Kata Carlos sambil mencium keningku dan handponenya berbunyi dan Carlos menjawab telepon itu, ternyata dari kru yang akan melakukan pengambilan foto. Carlos keluar dan meminta penjaga untuk membukakan pintu gerbang kemudian dia kembali berdiri di sampingku. “Sayang krunya sudah datang ayo kita keluar.” Aku mengikuti Carlos menemui para kru.


Kami bersalaman dan mereka menanyakan dimana akan memulai pengambilan gambar. Carlos menunjuk kearah pepohonan, kami berjalan menuju arah yang ditunjuk Carlos. Carlos memegang tanganku kami masuk jauh kedalam dan disana ada semacam taman yang di penuhi oleh bunga dan rumput yang tertata rapi.


“Beb tempat ini sungguh indah dan lihat bunga bunga itu. wooww.. This is so beautiful. Aku melepaskan tangan Carlos dan berjalan di tengah tengah bunga, Carlos menatapku dan tersenyum.


Kru mulai mengatur peralatan camera mereka, Carlos mendekatiku dan memelukku.


“Kamu suka sayang.” Bisik Carlos di kupingku


“Iya Beb aku sangat sangat menyukainya ini sangat indah beb, ternyata seleramu sangat bagus beb.” Ledeku pada Carlos.


“Tentu saja sayang.” Sambil mencubit hidungku.


Akhirnya pengambilan gambar di mulai mereka memberikan arahan tentang gayanya seperti apa ,terus Carlos harus bagaimana gayaku harus bagaimana, semua mereka yang mengaturnya.


gambar hanya ilustrasi


Selesai pengambilan gambar para kru berpamitan aku dan Carlos pergi duduk di pinggir danau, Carlos membuka kakinya dan aku duduk di tengah kemudian Carlos memelukku dari belakang kedua kakiku aku mainkan di air, Carlos mengatur rambutku ke samping dan mencium leherku.


“Kamu bahagia sayang?” Tanya Carlos padaku


“Tentu saja beb, aku sangat bahagia.” Aku menggenggam erat tangan carlos yang melingkar di perutku. “Beb bagaiman kalau kita tidur disini saja nanti pulang besok?”


“Sayang kitakan harus ke dokter.”


“Besok jugakan bisa beb, malam ini saja please.”


“Baiklah sayang, aku tidak bisa menolak permintaanmu.” Kata Carlos sambil mencium leherku.


Hari semakin soreh udara di danau sudah mulai terasa dingin, Aku dan Carlos berdiri dan masuk ke dalam rumah. Aku masuk kamar mandi dan mandi, selesai mandi aku berbaring di tempat tidur, Carlos membuka jendela dan pintu teras kamar dan aku merasakan angin masuk kedalam kamar dan membuat aku tertidur.


Selamat membaca

__ADS_1


Terima kasih bagi yang masih setia memberi like dan koment


__ADS_2