
Telihat Laura berlari lari masuk ke dalam kantor lalu dia berpapasan dengan Kairos.
“Selamat pagi boss, maaf aku terlambat.” Kata Laura dengan wajah penuh kecemasan takut di marahi oleh Kairos
Kairos menatap Laura
“Mengapa kamu terlambat?” Tanya Kairos
“Aku bangu kesiangan.” Jawab Laura dengan wajah memelas
“Kenapa bangun kesiangan.” Tanya Kairos lagi
“Umm.. semalam aku tidak bisa tidur boss.” Kata Laura lagi
“Kenapa tidak bisa tidur? Apakah kamu memikirkanku?” Tanya Kairos sambil menahan tawa
Laura membelalakan matanya
“Whaaattt?? Memikirkan boss? Ich boss ini terlalu percaya diri.” Kata Laura dalam hati.
“Bukan Boss, untuk apa aku memikirkan boss.”
Kairos mendekatkan wajahnya di kuping Laurs
“Bisa saja kamu memikirkanku, wajahku tampan dan siapa saja bisa jatuh cinta padaku.” Bisik Kairos lalu Laura menjauhkan wajahnya dari Kairos dan menatap Kairos dengan mengkerutkan keningnya
“Tapi buatku boss biasa saja, jadi untuk apa memikirkan boss.” Kata Laura dengan mencemberutkan bibirnya
“Oh ya benarkah?”
“Tentu saja.” Kata Laura lalu Kairos menarik tangan Laura.
Kairos membawa Laura ke parkiran lalu menyuruh Laura masuk ke dalam mobil.
“Ayo masuk!”
“Tapi Boss, aku harus kerja.” Kata Laura sambil menatap Kairos dengan heran.
“Sudah masuk, jangan banyak bicara.” Kata Kairos sambil membuka mobil dan mendorong dengan pelan tubuh Laura
Akhirnya Laura masuk ke dalam mobil lalu Kairos menutup pintu lalu dia juga masuk ke dalam mobil. Kairos mendekatkan wajahnya ke wajah Laura, lalu Laura memejamkan matanya. Wajah Kairos semakin dekat, Laura merasakan hembusan nafas Kairos.
Lalu Kairos memasangkan safety belt untuk Laura kemudian dia menyalakan mesin mobil. Laura membuka matanya dan menatap Kairos yang lagi tersenyum kepadanya.
“Kamu pikir aku akan menciummu?” Kata Kairos kepada Laura
“Umm.. aku tidak berpikir begitu.” Kata Laura sambil matanya memandang keluar jendela. “Mengapa aku bertemu boss seperti ini.” Kata Laura dalam hati.
Kairos tersenyum kemudian dia menjalankan mobilnya menuju kerumah.
“Boss kita mau kemana?” Tanya Laura sambil melihat arah mobil
“Ehmm.. aku ingin membawamu ke hotel.” Canda Kairos tapi dengan mimic wajah serius.
__ADS_1
“Apaa?? Boss kenapa kita kehotel?”
“Aku ingin tidur denganmu.” Kata Kairos lagi sambil menyetir mobil.
“Boss tolong turunkan aku disini saja, aku tidak pernah ke hotel.” Kata Laura dengan wajah penuh permohonan
“Tidak, kamu harus melayaniku. Bukankah kamu bekerja untukku.” Kata Kairos sambil menyembunyikan wajahnya yang lagi menahan tawa.
“Boss, tolong jangan bawah aku ke hotel.” Kata Laura lagi sambil memegang lengan Kairos dan menggerak gerakan lengan Kairos.
Akhirnya mereka tiba di kediaman Kairos, Laura menatap Kairos dan tanpa sadar dia menjitak kepala Kairos.
“Kenapa sich Boss selalu mengerjaiku?” Kata Laura sambil menatap Kairos.
Kairos menatap Laura
“Berani sekali kamu memukul kepalakau.” Kata Kairos lalu dia menarik Laura dan mengecup bibir Laura
Laura membelalakan matanya lalu dia mendorong Kairos.
“Dasar boss mesum.”
Mendengar Laura berkata begitu Kairos langsung tertawa
“Itu akibat dari tanganmu itu. Berani sekali kamu memukul kepalaku, bersyukur aku hanya mengecup bibirmu, berikut aku akan memperkosamu.” Kata Kairos lalu dia turun dari mobil
“Ich.. dasar Boss gilaa.” Kata Laura lalu dia juga turun dan mengikuti Kairos dari belakang
Kairos membuka pintu rumah lalu dia tersenyum kepada Laura.
“Boss kalau kamu tersenyum seperti itu, kamu terlihat sangat tampan.” Kata Laura dalam hati lalu dia tersenyum sendiri.
“Ayo duduk Laura, jangan berdiri terus di situ.” Kata Kairos
Laura mejadi gugup
“Ehm.. iya.. boss.” Kata Laura lalu dia duduk di sofa.
Cella turun dan melihat Kairos dan Laura.
“Kairos kamu tidak ke kantor?” Tanya Cella
“Aku barusan dari kantor, tapi aku mengajak Laura kesini. Aku ingin dia menemani Carissa.” Kata Kairoa kepada Cella.
“Ohh begitu.” Gumam Cella. “Bagus kalau begitu, aku pikir lebih bagus juga kalau dia tinggal di rumah ini Kairos.
“Iya Cella aku juga berpikir begitu.” Kata Kairos lalu dia duduk di hadapan Laura. “Laura ini adikku Cella dia kembaran Acel, aku ingin kamu tinggal di rumah ini untuk menemani adik kami yang paling kecil. Namanya Carissa, itu fotonya.” Kata Kairos sambil menunjuk foto Carissa yang terpajang di dinding.”
Laura melihat foto Carissa lalu dia tersenyum
“Dia cantik sekali.” Kata Laura dalam hati. “Carissa pasti cerewet.” Kata Laura lagi
“Bagaimana Lauara?” Tanya Kairos
__ADS_1
“Baiklah, jam berapa aku harus datang di rumah ini?” Tanya Laura
“Kamu akan tinggal disini, aku akan menyiapkan kamar untukmu.”
“Tapi Boss…
“Sudah tidak ada tapi tapian. Kamu harus tinggal disini menemani adik kami.” Kata Kairos lagi
“Boss berarti besok aku mulai kerja disini?” Tanya Laura lagi
“Tidak Laura, hari ini kamu sudah mulai kerja disini dan tinggal disini.” Kata Kairo. Cella memperhatikan Laura lalu dia tersenyum sendiri.
“Tapi Boss..
“Laura sudah aku katakan tidak pakai tapi.” Sela Kairos
Laura menjadi geregetan sama Kairos,
“Icchhh… boss aku belum selesai bicara sudah main sela saja.” Kata Laura lalu Cella tertawa. “Aku ingin mengatakan kepada Boss kalau pakaianku dan barang barangku masih di gereja.”
Kairos tertawa
“Ohh.. kalau begitu ayo, aku akan mengantarmu untuk mengambil barang barangmu.” Kata Kairos kemudian dia berdiri. “Cella tolong kamu dan Ryder pergi menjemput Carissa.” Kata Kairos kepada Cella.
“Baiklah Kairos.”
Cella keluar dan menemui Ryder dan meminta Ryder untuk mengantarnya ke kediaman Federico. Ryder mengantar Cella, tidak lama kemudian mereka berdua sampai di kediaman Federico. Cella turun dari mobil kemudian dia masuk ke dalam rumah. Dia melihat Liliana sedang duduk di ruang santai bersama Carissa. Cella menghampiri Liliana
“Hallo oma.” Sapa Cella sambil mencium kedua pipi Liliana
“Sayang, kamu datang sendiri?” Tanya Liliana sambil memeluk Cella
“Tidak oma, aku datang bersama Ryder. Aku ingin menjemput Carissa oma.” Kata Cella sambil memeluk Carissa dan mencium kedua pipi Carissa.
“Kalian mau kemana sayang?” Tanya Liliana
“Aku hanya ingin membawa Carissa ke rumah oma.”
“Ohh.. tapi Carissa akan kembali kesini?” Tanya Liliana lagi
“Umm… nanti akhir pekan Carissa disini oma.” Jawab Cella sambil mencubit pipi Carissa
“Kenapa sayang?”
“Kairos mengambil pengasuh untuk menemani Carissa di rumah. Orangnya sangat baik oma.” Kata Cella lagi.
“Ohh begitu. Jadi carissa sudah ada yang akan menemaninya?”
“Iya oma, nanti setiap akhir pekan kami akan tidur disini oma.” Kata Cella
“Baiklah kalau begitu.” Kata Liliana kemudian dia mencium kedua pipi Carissa.
Sementara itu Kairos mengantar Laura pergi ke gereja untuk mengambil barang barangnya.
__ADS_1
Selamat membaca