End Of Love

End Of Love
EOL 44


__ADS_3

Jessica POV


Beberapa hari ini aku sering pergi ke kantor Carlos dan hari ini juga aku akan pergi kekantornya, sebenarnya aku lebih memilih tinggal di apartemen tapi Carlos selalu memintaku datang ke kantornya. Hari ini juga kami masih ada ujian makanya aku selalu pulang cepat, aku turun ke lobby dan memesan taxi. Tidak lama kemudian taxi datang aku naik ke dalam taxi dan memberitahukan alamat kantor Carlos, dan taxipun meluncur ke kantor Carlos.


Aku tiba di kantor dan membayar taxi kemudian aku turun dan langsung masuk ke dalam kantor. Aku berpapasan dengan mba Tiara, dan aku menyapanya.


”Hi mba Tiara, Carlos di dalam.”


“Iya Jess dia di dalam.” Jawab mba Tiara


”Umm… Lagi ada tamu?”


”Ahh… Nggak dia sendiri di ruangan.” Kata mba Tiara lagi


“Ok makasi ya mba.”


Aku membuka pintu dan masuk aku lihat dia sedang di depan computer dan dia melihatku, dia berdiri dan menyambutku.


“Hallo sayang, baru sampai?” Tanya Carlos padaku sambil memelukku


“Iya, kamu sibuk beb?”


“Tidak sayang aku tidak sibuk, sini duduk di pangkuanku.”


Carlos duduk di kursi kerjanya dan aku duduk di pangkuannya. “Bagaimana ujian di sekolah, kamu bisa?” Tanya Carlos sambil membelai rambutku


“Bisa beb, semua soal aku bisa isi.”


“Berarti kamu bisa juara?” Kata Carlos padaku


“Hmm… Aku tidak tau, di kelasku banyak yang pintar pintar.”


“Ohh.. Begitu.” Gumam Carlos


Tiba tiba pintu ruangan Carlos di buka dan seorang perempuan masuk dan itu adalah Olivia.


Aku mau berdiri tapi Carlos menahanku, Carlos berbisik. “Tetap duduk di pangkuanku.” Dan aku mengikuti perintah Carlos.


“Kenapa kamu kesini?” Tanya Carlos pada Olivia. Aku menyandarkan kepalaku di dada Carlos sambil melihat handphoneku


“Aku ingin bicara denganmu.” Kata Olivia pada Carlos


“Bicara apa lagi, bukankah aku sudah jelaskan padamu kalau aku tidak mencintaimu. Sudah berapa kali aku kasih tau kamu, kalau aku sudah punya pacar tapi kamu tidak percaya dan sekarang kamu lihat , yang ada di depanmu ini dia itu pacarku sekaligus Calon istriku.” Kata Carlos pada Olivia


“Tapi Carlos…”


“Sudahlah Olivia tolong jangan ganggu aku lagi, tinggalkan aku.” Kata Carlos lagi


Aku hanya diam melihat Carlos dan olivia, aku tidak ingin masuk campur. Aku hanya bermain handphone dan tetap duduk di pangkuan Carlos.


Olivia menatap marah pada Carlos dan pergi meninggalkan ruangan, aku menatap Carlos dan Carlos mengangkat kedua alisnya.


“Kenapa kamu menatapku begitu.” Tanya Carlos padaku.


Aku hanya menggelengkan kepala, aku berdiri dan berjalan menuju sofa kemudian aku duduk. Carlos berdiri dan menghampiriku. “Kamu kenapa sayang?” Tanya Carlos lagi sambil membelai rambutku


“Apa kamu tidak terlalu keras padanya?”


“Lalu aku harus bagaimana sayang, sudah berkali kali aku menjelaskan padanya tapi dia tetap saja mengejarku.” Kata Carlos agak kesal

__ADS_1


“Makanya jangan pernah mencoba hubungan yang tidak di dasari oleh rasa cinta. Lihat, akhirnya kamu juga yang pusingkan.


“Iya.. Iya… Aku salah, kamu jangan marah ya sayang.” Kata Carlos sambil memelukku


“Aku tidak marah beb, sudah kembali kerja.” Kataku pada Carlos.


Carlos berdiri dan kembali ke meja kerjanya dan aku mengambil buku dan membacanya. Aku dan Carlos tidak lama di kantor karena Carlos melihat aku sudah mulai bt di kantor dan akhirnya Carlos mengajak aku pulang.


Author POV


Ke esokan harinya Jessica pulang sekolah, dia masih dengan seragam olahraganya ingin pergi ke kantor Carlos. Dia menelepon Carlos dan memberitahukan kalau dia akan segera menuju ke kantor. Jessica menunggu taxi di depan sekolah, dari kejauhan Andrew melihat Jessica. Baru saja Andrew mau menghampiri Jessica tiba tiba datang sebuah mobil mini bus dan dua orang turun dari mobil dan membius Jessica lalu memasukan jessica ke dalam mobil. Andrew melihatnya dan belari keluar sekolah dia ingin mengejar mobil itu tapi mobil itu cepat menghilang.


Andrew menjadi khawatir, dia mencoba menghubungi Carlos untuk memberitahukan kalau Jessica di culik. Dia mengeluarkan handphone dari sakunya dan buru buru menelpon Carlos. Terdengar nada panggil tapi tidak di jawab oleh Carlos. Andrew mencoba kembali menelepon Carlos tapi tetap sama telpon tidak di jawab oleh Carlos.


Andrew berlari keparkiran motor, dia mengambil motornya dan langsung ngebut pergi ke kantor Carlos. tiba di kantor Carlos dia langsung berlari ke dalam menuju ruangan Carlos tapi Carlos tidak ada di ruangannya, dia keluar dan bertemu dengan Tiara.


“Mba dimana carlos?” Tanya Andrew


“Ada di ruang meeting, ada apa andrew kamu keliatan seperti khawatir. Ada apa?” Tanya Tiara


“Ini penting sekali mba aku harus bertemu Carlos sekarang, ini mengenai jessica.” Kata Andrew penuh khawatir


“Ada apa dengan Jessica?”


“Mba di mana ruangan meetingnya?”


“Sini aku antar.” Tiara mengantar Andrew ke ruang meeting, Andrew masuk dan langusng menghampiri Carlos dan berbisik pada Carlos


“Carlos Jessica di culik.” Bisik Andrew di kuping Carlos. Wajah Carlos berubah menjadi khawatir, dan mengakhiri meetingnya.


“Maaf aku tidak bisa melanjutkan meetingnya aku harus pergi.” Kata Carlos dan dia menarik Andrew keluar.


“Iya Carlos aku melihat dari jauh Jessica sedang menunggu taxi, tiba tiba ada mini bus berhenti dan dua orang turun dari mobil dan membius Jessica kemudian mereka memasukkan Jessica ke dalam mobil. Aku berlari mengejar mereka tapi mereka sudah menghilang, aku tidak sempat melihat siapa mereka Carlos.” Kata Andrew pada Carlos


“Kira kira siapa yang menculik Jessica.” Carlos jadi begitu khawatir dan dia langsung terpikirkan Glen. “Ndrew jangan jangan Glen yang menculik Jessica.” Kata Carlos pada Andrew


“Iya mungkin saja Glen.” Kata Andrew sambil menganggukkan kepala


“Ayo kita ke kantor Glen.” Ajak Carlos pada Andrew


Andrew dan Carlos langsung menuju parkiran dan masuk kedalam mobil, mereka langsung menuju ke kantor Glen, tiba di kantor Glen Carlos langsung masuk keruangan Glen.


“Glen dimana Jessica? kamu yang menculik Jessica?” Tanya Carlos pada Glen


“Carlos apa apaan ini, siapa yang menculik Jessica.” Kata Glen. “Aku sudah berjanji padamu tidak akan mengganggu Jessica lagi.” Kata Glen lagi pada Carlos.


“Benar kamu tidak menculik Jessica?” Tanya Carlos lagi pada Glen


“Sumpah Carlos aku tidak menculik Jessica, memangnya Jessica hilang?” Glen bertanya kembali pada Carlos


“Iya dia di culik di depan mataku, tapi aku tidak tau siapa yang menculiknya.” Kata Andrew pada Glen.


Carlos duduk dan memegang kepalanya dengan kedua tangannya sambil menunduk.


“Siapa yang menculik Jessica.” Kata Carlos, dia sangat khawatir pada Jessica.


“Kalian sudah melapor kepada polisi?” Tanya Glen lagi


“Belum.” Kata Carlos dengan wajah khawatir

__ADS_1


“Lebih baik kita ke kantor polisi dan melaporkan kejadian ini supaya polisi cepat bertindak.” Kata Glen lagi


“Aku akan coba menelepon no Jessica.” Kata Carlos sambil mengeluarkan handphone dari saku celananya dan menghubungi nomor Jessica, tapi handphone Jessica sudah tidak aktif lagi.


“Handphonenya tidak aktif Ndrew, aku khawatir mereka melukainya.” Kata Carlos pada Andrew


“Carlos kita ke kantor polisi saja, kita buat laporan supaya cepat.” Kata Glen pada Carlos


Carlos berdiri dan menarik nafas panjang, wajahnya penuh dengan kekhawatiran.


“Iya kita ke kantor polisi sekarang.” Kata Carlos. Mereka bertiga berjalan keluar menuju parkiran dan andrew menyetir mobil.


“Carlos aku akan menghubungi papaku, dia punya teman berpangkat mungkin saja dia bisa menolong kita.” Kata Andrew pada Carlos


“Iya Ndrew terima kasih.” Kata Carlos dengan suara lemas.


“Ndrew telpon saja sekarang supaya begitu kita sampai di kantor polisi suda bisa langsung dilayani.” Kata Glen lagi


“Iya Glen.” Andrew kemudian menelpon papanya dan menceritakan semua masalah, dan papanya meminta untuk bertemu dengan Pak Hendrik dia adalah Kabareskrim. Mereka menuju ke kantor polisi, sampai di kantor Polisi mereka langsung mencari Pak Henrik dan petugas jaga mengantar mereka keruangan Pak Henrik.


Sampai di ruangan, mereka di sambut oleh Pak Henrik. Mereka duduk dan langsung menceritakan soal penculikan itu.


Dan Pak Henrik mengerti, dia memanggil anak buahnya dan menyuruh meminta keterangan kepada Andrew tentang ciri ciri orang yang melakukan penculikan tersebut dan Andrew menjelaskan semuanya. Polisi meminta no telepon Carlos dan Andrew, setelah itu Pak Henrik menyuruh mereka pulang.


“Kami akan segera mencari Jessica dan lebih baik kalian pulang nanti kalau sudah ada kabar akan kami hubungi.” Kata Pak Henrik


“Baik Pak Henrik kalau begitu kami permisi.” Kata Andrew pada Pak Hendrik. Mereka bersalaman dan meninggalkan kantor polisi. Carlos semakin gelisah, dia sangat khawatir pada Jessica.


“Carlos tenanglah mereka pasti akan menemukan Jessica.” Kata Glen pada Carlos


“Aku takut mereka melukai Jessica.” Kata Carlos dengan suara memelas


Andrew dan Carlos mengantar kembali Glen ke kantornya setelah itu mereka kembali ke kantor Carlos dan Andrew mengambil motornya dan pulang. Begitu juga dengan Carlos, dia juga kembali ke apartemennya


Carlos duduk di ruang tamu sambil berpikir siapa yang menculik Jessica, dia begitu sangat khawatir. Saat ini dia tidak bisa berbuat apa apa karena dia hanya orang asing disini, dia hanya bisa menunggu kabar dari polisi. Mudah mudahan polisi cepat menemukan Jessica.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Oleh penculik Jessica di bawah ke rumah kosong, kaki dan tangannya diikat mulutnya di tutup pakai kain. Saat ini dia belum sadar, dia terbaring di lantai. Mereka meninggalkan Jessica di ruangan kosong berdebu dan saat dia sadar dia terkejut dan bertanya tanya dalam hati. “Dimana aku, kenapa kepalaku terasa pusing?” Dia melihat kaki dan tangannya di ikat, dia mulai mengingat ingat kejadian saat dia menunggu taxi dan ada mobil berhenti di depannya dan tiba tiba dia tidak sadarkan diri.


Dia mencari handphonenya tidak ada, dia melihat tasnya jauh darinya. Dia bertanya dalam hati


“Siapa yang menculikku? apa tujuan mereka menculikku? Carlos, andrew kalian di mana, tolong aku Carlos. Jessica mendengar langkah orang mondar mandir di luar. “Itu pasti orang yang menculikku.” Katanya dalam hati.


Di luar mulai gelap perut Jessica berbunyi, dia mulai lapar tapi tidak ada makanan.


“Aku lapar kenapa mereka tidak memberiku makan, dasar penculik pelit. Kalau di film film yang di culik di kasih makan, tapi di dunia nyata penculiknya pelit. Sudah jam begini aku tidak di kasih makan, aku tidak bisa menahan lapar aku takut lambung sakit”


Tiba tiba Jessica mendengar percakapan orang orang yang menculiknya.


“Anak itu tidak di kasih makan?” Lalu jawab yang lainnya. “Kata bos jangan di kasih makan, biar saja anak itu mati kelaparan. Jadi tidak perlu di kasih makan, lagi pula siapa yang mau menanggung makanannya. Bayaran ke kita saja cuma sedikit.”


Malam ini Jessica menahan lapar dan haus, dia terbaring lemah di lantai.


Sementara Carlos di apartemen tidak bisa tidur dia memikirkan Jessica, dia tidak tenang sedikit sedikit dia menyalakan rokok dan mondar mandir. Dia begitu gelisah, polisi juga belum mengabarkan apa apa padanya.


Dia berdiri dan bersandar di jendela kaca, matanya memandang keluar. Dalam hatinya. “Di kota sebesar ini kemana aku harus mencarinya, baru saja kami di pertemukan dan sekarang ada yang ingin memisahkan kami dan sekarang aku hanya bisa menunggu dan menunggu.”


Nantikan episode selanjutnya dengan hal hal yang mengejutkan.

__ADS_1


Terima kasih bagi yang masih setia


__ADS_2