
Jenasa Elena di semayamkan di kediaman Tuan Arnets, terlihat Kairos. Acel dan Cella dia kediaman Tuan Arnerts. Cella selalu mendampingi Kairos. Tampak kesedihan di wajah Kairos.
Kairos berdiri di samping peti jenasah, dia memperhatikan Elena lalu dia membelai wajah Elena.
“Secepat itu kamu meninggalkanku sayang.” Kata Kairos sambil membelai wajah Elena kemudian dia mengecup kening Elena.
Joe melihat Kairos lalu menghampiri Kairos.
“Hi Kairos.” Sapa Joe kepada Kairos sambil memperhatikan jasad Elena. “Apakah adikku cantik?” Tanya Joe sambil membelai wajah Elena
Kairos memperhatika wajah Elena
“Iya Joe, dia cantik sekali.” Kata Kairos dan air mata menetes di pipinya.
“Apakah kamu sangat mencintainya?” Tanya Joe lagi
“Iya, aku sangat mencintainya. Kami sudah berencana kalau dia selesai kuliah kami akan menikah.” Kata Kairos sambil menunduk.
Joe menepuk pundak Kairos
“Aku akan mencari orang yang membunug adikku. Tapi aku tidak akan membunuhnya, aku akan membuat dia tersiksa seumur hidupnya. Kamu tahu apa yang di lakukan orang itu sebelum membunuh adikku?” Tanya Joe kepada Kairos
Kairos menatap Joe.
“Apa yang di lakukannya?” Tanya Kairos penasaran
“Kairos, selama orang itu melakukan hubungan sex dengan adikku dia selalu memasukan benda ke orgam intim adikku, dia menyiksa adikku sebelum melakukan hubungan dengannya.” Kata Joe kepada Kairos
“Kamu tahu dari mana Joe?”
“Dari ahli forensic. Mereka memberitahukan kepadaku, kalau dinding Rahim adikku rusak karena benda yang di masukkan oleh orang itu. Kairos aku tidak akan membunuh orang itu, tapi aku akan membuat dia tersiksa seumur hidupnya. Aku ingatkan kepadamu, kalau kamu menemukannya lebih dulu, jangan membunuhnya. Terlalu mudah baginya.
Kairos menata Joe
“Kamu benar Joe, terlalu mudah untuknya. Aku akan menyiksa dia seperti dia menyiksa Elena.” Kata Kairos dengan geram
“Bagus Kairos, kita akan bekerja sama untuk mencari orang itu. Baiklah Kairos pemakaman Elena akan segera di mulai.” Kata Kairos kepada Joe
Kairos duduk di samping Cella, lalu Cella memegang tangan Kairos.
“Kamu harus kuat.” Bisik Cella kepada Kairos lalu Kairos menganggukan kepala.
Acel datang lalu dia duduk di samping Cella.
“Sebentar lagi jenasah akan di bawah ke tempat pemakaman.” Bisik Acel kepada Cella.
__ADS_1
“Iya Acel.”
“Kamu nanti jangan Jauh jauh dari aku dan Kairos.” Kata Acel lagi lalu Cella menganggukan kepala.
Peti jenasah Elena di masukkan ke dalam mobil jenasa. Terlihat Tuan Arnets bersama istirnya masuk kedalam mobil di ikuti oleh Joe.
Begitu juga Kairos Acel dan Cella mereka bertiga masuk ke dalam mobil lalu Acel mengikuti iring iringan kendaraan jenasah.
Akhirnya mereka tiba di tempat pemakaman. Kairo Acel dan Cella turun dari mobil, mereka di awasi oleh Ryder, luca dan Dean. Tampak juga Charlie hadir di pemakaman Elena. Mereka berjalan masuk ke dalam Area pemakaman. Kairos berdiri dekat dengan Joe, dibalik sungalessesnya dia menatap satu persatu orang yang datang ke pemakaman. Dia mencari kalau Tuan Adam hadir di pemakaman, tapi dia tidak menemukan Tuan Adam.
Sementara itu Clinton melarikan diri, dia tahu Tuan Arnets pasti mencarinya. Clinton meninggalkan Kota Torrance. Dia pergir ke kota Philadelphia.
Selesai pemakaman mereka berkumpul di rumah Tuan Arnets. Terlihat Kairos sedang berbincang bincang dengan Joe lalu Cella datang menghampiri Kairos lalu dia berbisik kepada Kairos.
“Kairos apakah kita masih akan lama disini?” Tanya Cella kepada Kairos
Kairos menatap Cella
“Sebentar lagi Cella.” Kata Kairos kemudian dia mengenalkan Cella kepada Joe. “Oh ya Cella ini Joes, kakak dari Elena.
Cella tersenyum kepada Joe.
“Hi Joe, senang bertemu denganmu.” Kata Cella sambil bersalaman dengan Joe
“Terima kasih Cella, senang juga bertemu denganmu.” Kata Joe sambil membalas salaman Cella.
Joe memperhatikan Cella
“Adik Kairos sangat cantik.” Kata Joe dalam hati, dia terus memperhatikan Cella
“Baiklah Joe kami pulang dulu.” Kata Kairos tapi Joe tidak mendengarnya, dia masih memperhatikan Cella. “Joe, kamai pulang dulu.” Kata Kairos sambil menepuk pundak Joe dan Joe terkejut
“Ohh.. kenapa Kairos?” Tanya Joe sedikit gugup sambil matanya masi menatap Cella
Kairos menatap Joe yang sedang menatap Cella lalu dia tersenyum.
Jangan memandang adikku seperti itu Joe.” Canda Kairos lalu Joe tersadar
“Oo.. ehm.. sorry Kairos.” Kata Joe sambil tertawa. “Adikmu cantik sekali.” Kata Joe sambil tersenyum
Kairos menatap Cella lalu dia tersenyum.
“Tentu saja Joe, dia sangat cantik. Aku sangat menyayanginya, kalau ada yang ingin menyaktinya aku akan membunuhnya.” Kata Kairos sambil tersenyum kepada Joe. “Makanya aku selalu menjaga adikku, kemanapu dia pergi dia selalu di kawal dengan orang orang terbaik.”
Joe tersenyum kepada Kairos, dia mengerti apa yang di katakan Kairos.
__ADS_1
“Tenang saja Kairos kalau adikmu menyukaiku juga aku tidak akan menyakitinya.” Kata Joe dalam hati.
“Baiklah kami pulang dulu, nanti kita saling telepon kalau mendapatkan informasi.” Kata Kairos lalu dia meninggalkan Joe dan megajak Cella dan Acel untuk pulang.
Cella berpamitan kepada Joe
“Joe kami pamit dulu ya.” Kata Cella sambil tersenyum.
‘Iya Cella, terima kasih ya.” Kata Joe kemudian dia berbisik di kuping Cella. “Boleh aku berkunjung ke rumahmu?” Tanya Joe
Cella tersenyum
“Tentu saja Joe.” Kata Cella kemudian dia berpamitan kepada Tuan Arnet dan Nyonya Arnet. Acel juga berpamitan kepada mereka kemudian mereka masuk ke dalam mobil. Acel langsung menjalankan mobilnya menuju kerumah.
Tiba di rumah mereka turun dari mobi lalu masuk kedalam rumah. Saat Cella akan naik ke atas Kairos manarik tangan Cella.
“Ada apa Kairos?” Tanya Cella dengan heran
“Ikut denganku ke ruang kerja.” Kata Kairos sambil menarik tangan Celle
Cella mengikuti Kairos masuk ke dalam ruang kerja Kairos kemudian dia duduk Di sofa
“Ada apa Kairos? Tanya Cella lagi.
“Cella sepertinya Joe menyukaimu, aku tidak ingin kamu terlalu dekat dengannya. Kenali dia dulu dengan baik.” Kata Kairos kepada Cella lalu Cella tertawa
“Kairos, hanya itu?” Canda Cella kepada Kairos. “Kairos kamu tenang saja, lagipula aku belum tertarik untuk berpacaran.” Kata Cella sambil mencubit pipi Kairos.
“Cella aku hanya tidak ingin saja ada yang menyakitimu.” Kata Kairos sambil membelai rambut Cella.
“Kakaku yang tampan, kamu jangan khawatir padaku. Aku belum ingin pacarana.” Kata Cella lagi
“Baguslah Cella aku tenang mendengarnya.” Kata Kairos lalu dia memeluk Cella.
“Baiklah Kairos aku mau ke kamar. Aku lelah.” Kata Cella
“Iya Cella.”
Kairos dan Cella keluar dari ruang kerja lalu Cella langsung naik ke atas menuju kamarnya. Kairos masuk kedalam kamarnya lalu dia mengambil handuk dan mandi. Selesai mandi dia berbaring di tempat tidur. Dia langsung memikirkan Elena.
“Clinton itu sungguh kejam. Tega sekali dia perlakukan Elena seperti itu, kamu akan menerima akibatnya Clinton. Tunggu saja.” Kata Kairos dalam hati.
Kairos memejamkan matanya dan akhirnya dia tertidur
Selamat membaca
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar ya
Terima kasih