
Aku harus bergabung dengan organisasi pengusaha di kota ini. Aku harus mencari tahu siapa saja saingan bisnis dari papa dan mama. Tapi aku harus bertemu dengan paman mike, aku ingin tahu masa lalu papa. Dari situ aku bisa tahu siapa saja yang menjadi musuh papa. Besok aku akan ke kantor paman mike. aku berharap paman mike bisa terbuka padaku tentang masa lalu papa dan mama.” Kata Kairos dalam hati. Dia menarik nafas Panjang dan bersandar di kursi kerjanya. “Ya aku harus mencari tahu. Kalau tidak, bisa saja mereka masih mengincar salah satu dari kami.” Kata Kairos lagi dalam hati.
Dan hanphone Kairos berbunyi, Dia melihat Acel yang meneleponnya lalu Kairos langsung menjawab telepon Acel
“Hallo Acel kamu lagi dimana?”
“Hi Kairos aku baru saja selesai di kampus dan sekarang aku akan pergi ke kantor.” Jawab Acel dari seberang telepon
“Baiklah Acel hati hati ya!” Kata Kairos pada Acel kemudian dia menutup telepon.
Hari ini acel akan menemani Kairos untuk melihat lahan untuk pembangunan real estate. Mereka berdua akan pergi bersama Billy lalu terdengar pintu di ketuk. Kairos menyuruhnya masuk, dan terlihat Billy.
“Selamat siang Tuan Kairos, apakah kita akan pergi sekarang?” Tanya Billy sambil berjalan masuk kemudian dia menarik kursi lalu duduk.
“Iya Billy, tapi aku lagi menunggu adikku. Dia ingin ikut bersama kita.” Jawab Kairos sambil merapikan pekerjaannya.
“Ohh begitu. Baiklah, lagi pula kita tidak terburu buru.” Kata Billy sambil tersenyum
Tidak lama kemudian terdengar pintu di ketuk
“Tok…Tok..Tok..”
“Masuk saja Acel.” Kata Kairos
Acel masuk dan tersenyum kepada Kairos dan Billy
“Mengapa kamu tahu kalau itu aku?” Tanya Acel sambil tersenyum
“Tentu saja aku tahu Acel, karena aku dan Billy hanya menunggumu tidak ada yag lain.” Jawab Kairos dan Acel tertawa
“Baiklah Tuan Kairos bagaimana kalau kita pergi sekarang?” Tanya Billy sambil berdiri dari duduknya
“Iya, ayo kita pergi.” Kata Kairos, dia juga berdiri dan memasukan handphone ke dalam saku celanannya kemudian dia mengambil kunci mobil.
Mereka bertiga keluar dari ruang kerja Kairos lalu menuju ke parkiran.
“Billy, mobilku tidak bertiga.” Kata Kairos kepada Billy.”
“Tidak apa apa Tuan Kairos, aku pakai mobilku saja.” Kata Billy kemudian dia masuk kedalam mobilnya
“Baiklah Billy.” Kata Kairos lalu dia mengajak Acel. “ Ayo Acel masuk!”
Acel masuk kedalam mobil, begitu juga Kairos. Kairos langsung mengarahkan mobilnya ke lokasi.
“Kairos, Billy itu kepercayaan mama ya?” Tanya Acel
“Iya Acel, dia orang kepercayaan mama. Dan Billy ini juga sangat setia kepada mama, dia mengurus proyek proyek perusahaan dengan baik. Aku juga percaya kepadanya Acel, dia itu orang baik.” Kata Kairos sambil tersenyum.
“Baguslah Kairos, aku juga senang kepada Billy.”
“Oh ya Acel, apakah kamu beri tahu Cella kalau kita akan meninjau proyek?” Tanya Kairos kepada Acel
“Iya Kairos, aku memberitahu Cella kalau aku dan kamu mau meninjau lokasi. Aku tidak khawatir karena di ruman ada anak buah Charlie.” Jawab Acel
__ADS_1
“Bagus Acel.” Kata Kairos
Akhirnya mereka tiba di lokasi, Kairos dan Acel turun dari mobil. Terlihat mobil Billy masuk ke lokasi dan dia berhenti dekat dengan mobil Kairos. Billy turun dan menghampiri Kairos
“Tuan Arnets masih dalam perjalanan kesini.” Kata Billy kepada Kairos
“Baiklah Billy, sambil menunggu Tuan Arnets bagaimana kalau kita berkeliling?” Kata Ace kepada Billy dan Kairos
“Ide bagus Acel, kalau begitu ayo kita berkeliling.” Kata Kairos, lalu mereka bertiga berjalan dan melihat lihat lokasi.
“Tuan Kairos lahan ini sangat bagus, lokasinyapun sangat strategis.” Kata Billy
“Iya benar Kairos, lahan ini sangat bagus dan luas. Cocok di bangun real estate dan pusat perbelanjaan juga apartemen.” Kata Acel
Kairos tersenyum dan masih melihat lihat lokasi. Tidak lama kemudian Tuan Arnest dan putrinya datang. Mereka berdua turun dari mobil lalu menghampiri Kairos Billy dan Acel.
“Maaf sudah membuat kalian menunggu.” Kata Tuan Arnest sambil menyalamai Kairos Acel dan Billy.
“Tidak apa apa Tuan, kami juga belum lama sampai.” Kata Kairos sambil matanya melirik kepada Elena.
Kairos tersenyu kepada Elena dan menyalamu Elena
“Apa kabar Elena?” Tanya Kairos sambil tersenyum
“Seperti yang kau lihat Kairos, aku baik baik saja.” Jawab Elena sambil menunjukakan senyuman manisnya kepada Kairos
“Ah senyuman itu.” Kata Kairos dalam hati. “Oh ya Elena, kenalkan ini adikku Namanya Acel.” Kairos memperkenalkan Acel kepada Elena
“Hi Acel, senang bertemu denganmu.” Kata Elena kepada Acel
“Sama sama Elena.” Balas Acel.
“Oh ya Tuan Arnets ini adikku Acel.”
“Hi Acel, apa kabar?” Sapa Tuan Arnest
“Baik baik saja Tuan.” Jawab Acel sambil menyalami Tuan Arnets.
“Oh ya Kairos, apakah kamu sudah berkeliling lokasi?” Tanya Tuan Arnest kepada Kairos
“Iya Tuan, kami sudah berkeliling.”
“Umm… Bagaiaman menurutmu?” Tanya Tuan Arnets lagi
“Ehmm.. lokasinya bagus Tuan, aku suka.” Kata Kairos “Disini kita bisa membangun apartemen, pusat perbelanjaan dan Real Estate.”
“Ahh.. Kairos aku senang mendengarnya. Aku sangat senang kamu tertartik dengan lokasi ini.” Kata Tuan Arnest dengan gembira.
“Aku tertarik dengan lokasi ini, dan untuk system kerja samanya kita harus bicarakan dulu.” Kata Kairos
“Tentu saja Kairos, kita bisa bicarakan itu di kantor kamu.”
“Baiklah Tuan Arnets.” Kairos menghampiri Elena dan berbisik. “Bagaimana kalau nanti malam kita makan malam bersama?
__ADS_1
Elena tersenyum
“Baiklah Kairos, kamu akan menjemputku?” Tanya Elena
“Tentu saja, aku akan menjemputmu. Ok berikan nomor handphonemu padaku.” Kata Kairos pada Elena lalu Elena memberikan nomornya kepada Kairos.
Sementara Tuan Arnets sedang bercakap cakap dengan Acel dan Billy.
“Billy aku sangat berharap kerja sama ini berhasil.” Kata Tuan Arnets
“Iya Tuan Arnets, Tuan jangan khawatir. Tuan Kairos dan Acel juga tertarik dengan lokasi ini.” Kata Billy
“Iya Tuan Arnets, kakaku tertarik dengan lokasi ini.” Kata Acel sambil matanya memperhatikan Kairos dan Elena. “Hmm.. sepertinya kakaku ini mulai tertarik dengan Elena.” Kata Acel dalam hati. Dia tersenyum melihat Kairos dan Elena.
“Ok baiklah, kalau begitu aku dan putriku pamit dulu. Kami harus kembali ke kantor.” Kata Tuan Arnets
“Baiklah Tuan Arnets, hati hati!” Kata Kairos lalu dia menyalami Tuan Arnets. Kairos juga berbisik kepada Elena. “Jangan lupa nanti malam ya.”
Elena tersenyum dan menganggukan kepala.
Tuan Arnets dan Elena meninggalkan Kairos Acel dan Billy. Mereka kembali ke kantor.
Kairos dan Acel juga masuk kedalam mobil begitu juga Billy lalu mereka meninggalkan lokasi.
Kairos mengarhkan mobilnya menuju ke kantor.
“Hmm.. sepertinya kakaku lagi menyukai seseorang.” Canda Acel
Kairos langsung tertawa
“Umm. Kamu tadi memperhatikan aku ya?” Tanya Kairos sambil tersenyum
“Tentu saja Kairos, aku melihat kamu selalu melirik kepada Elena.” Kata Acel sambil tertawa
Kairos tertawa dan mengacak rambut Acel.
“Dasar kamu ya. Oh ya kamu langsung pulang atau mau ke kantor”
“Aku ke kantor dulu Kairos, motorku masih di kantor.”
“Oh iya ya.”
Kairos melajukan mobilya, akhirnya mereka tiba di kantor. Mereka berdua turun lalu Acel langsung menuju ke motornya.
“Kairos aku langsung pulang ya.” Kata Acel kepada Kairos
“Baiklah Acel, hati hati ya!”
“Iya Kairos.” Kata Acel lalu dia meninggalkan parkiran dan kembali ke rumah.
Sedangkan Kairos dia masuk ke dalam kantor dan menuju ke ruang kerjanya.
Selamat membaca
__ADS_1
Jangann lupa like dan komentar ya
Terima kasi