End Of Love

End Of Love
EOL 26


__ADS_3

Carlos menyemprotkan parfum di badannya, kemudian mengambil kemeja dan celana jeans dan memakainya. Carlos berdiri di depan cermin dan menyisir rambutnya. “ Hmmmm selesai.” Gumam Carlos dalam hati. Carlos turun kebawa, disana ada Liliana dan Federico. Dan Carlos memeluk mereka berdua.


“ Kamu sudah rapi, mau kemana sayang?” Tanya Liliana pada Carlos.


“ Ke tempat teman mom.” Jawab Carlos sambil tersenyum.


“ Jangan pergi sendiri ya Nak, ajak Garry atau Marco ikut denganmu.” Kata federico pada Carlos


“ Dad aku tidak apa apa, aku pergi sendiri saja.”


“ Tapi Nak lebih bagus kamu mengajak Garry atau Marco.”


“ Sayang, biarkan dia pergi sendiri.” Kata Liliana pada Federico.


“ Sayang aku hanya khawatir saja.” Kata Federico pada Liliana


“ Dad tidak perlu khawatir ok..”


“ Ya ..Ya.. Ya…Baiklah terserah kalian saja.” Kata Federico sambil berdiri dan berjalan keruang kerjanya


“ Aku pergi ya mom.” Pamit Carlos sambil mencium kedua pipi Liliana


“ Hati hati ya sayang.”


“ Iya mom...Bye..Love you.”


Carlos mengambil kunci dan membuka pintu mobil, Carlos masuk dan menghidupkan mobil dan langsung pergi ketempat Victoria. “ Dari pada bosan di rumah lebih baik aku ke tempat Victoria.” Kata Carlos dalam hati. Tidak lama kemudian Carlos sampai, dia langsung naik dan menuju condo Victoria. Carlos mengetuk pintu dan Victoria membukakan pintu dan menyuruh Carlos masuk. Victoria mencium ke dua pipi Carlos.


Mereka duduk di sofa sambil berbincang bincang. Carlos berdiri dan pindah ke teras dan duduk di teras sambil merokok dan Victoria membawakan Carlos minuman.


“ Ini minum untukmu.” Kata Victoria


“ Thanks ya.” Kata Carlos sambil mengambil minuman itu dan meletakkannya di meja.


“ Kamu sepertinya betah tinggal di Indonesia Carlos.” Kata Victoria membuka percakapan.


“ Iya karena bisnis ku disana jadi aku betah.” Jawab Carlos sambil terseyum.


“ Aku pikir karena sudah punya pacar di Indonesia sampai kamu betah tinggal disana.” Kata Victoria lagi.


“ Ahh..Belum. Aku sibuk dengan bisnisku jadi belum berpikir untuk mencari pacar.” Kata Carlos sambil menghisap rokoknya.


“ Oh ya Carlos bagaimana kalau kita makan dulu.”


“ Ok…” Jawab Carlos sambil berdiri mengikuti Victoria ke ruang makan.


Carlos dan Victori duduk berhadapan, Victoria mengambilkan makan untuk carlos. “ Terima kasih.” Ucap Carlos dan Victoria tersenyum pada carlos. Victoria juga mengambil makanan untuknya.


“ hmm….Makanannya lesat.” Puji Carlos. “ kamu yang memasaknya?”


“ Bukan aku yang memasaknya Carlos, mana bisa aku masak.” Jawab Victoria sambil tertawa.


“ Semua makanan ini aku pesan.” Kata Victoria lagi.


“ Ohh begitu.” Kata Carlos sambil tersenyum. Selesai makan Carlos membersihkan mulutnya dan pergi ke ruang tengah. Disana Victoria sedang duduk di sofa. Carlospun duduk di sofa dan Victoria mendekatinya.


“ Carlos bagaimana kalau malam ini kamu tidur disini.” Kata Victoria pada Carlos


“ Kenapa?” Tanya Carlos


“ Hmm..Tidak kenapa kenapa.” Jawab Victoria sambil membelai wajah Carlos.

__ADS_1


Victoria mulai aktif. “ Bagaimana kalau kita bersenang senang malam ini.” Bisik Victoria di kupingku Carlos.


Carlos berpura pura tidak tahu maksud Victoria. “ Ehmm… Bersenang senang bagaimana?” Tanya Carlos pada Victoria.


“ Bersenang senang seperti ini.” Victoria mulai mencium leherku Carlos.


Carlos tersenyum, dan jari jemari Victoria mulai masuk di antara kancing kemeja Carlos. dia menatap Carlos dan tersenyum. Carlos membiarkan Victoria beraksi dan Victoria berdiri dan pergi memutar musik, terdengar instrumen music. Carlos tersenyum, dan Victoria kembali berdiri di depan Carlos. Carlos memandangnya, Victoria mulai melepas gaunnya mengikuti irama music.


Dia duduk di pangkuan Carlos dan mulai mencium bibir Carlos, dan Carlospun membalas ciuman Victoria. Tangan Victoria mulai liar, Carlos membiarkan dia membuka kemejanya dan dia kembali mencium bibir Carlos.


Victoria berdiri lagi dan menarik tangan Carlos untuk berdiri. Carlos pun berdiri dan dia dia mencium bibir Carlos Sambil tangannya mulai membuka ikat pinggang Carlos. Dan perlahan lahan dia membuka resleting celana Carlos.


Dan mereka melakukan hubungan itu, mereka saling mengganti posisi dan gaya. Mereka melakukaknnya dengan liar dan akhirnya mereka berpelukan dengan erat.


Carlos berdiri dan masuk ke kamar mandi, dia membersihkan tubuhnya dan memakai kembali pakaiannya. Carlos kembali keruangan tengah dan melihat Victoria sudah tertidur. Carlos mengangkatnya dan memindahkan dia kekamar. Carlos meletakkannya di tempat tidur dan memakaikan selimut padanya. Carlos keluar dan memakai sepatu.


Carlos keluar dan menuju lift, sampai depan lift tiba tiba empat orang mencegat Carlos dan seseorang melayangkan pukulan ke wajah Carlos dan Carlos terjatuh. Saat dia akan berdiri perutnya di tendang dan Carlos tersungkur, dua orang memegang tangan Carlos dan mengangkatnya untuk berdiri. Dan yang lain memukul lagi wajah carlos, dan bibirnya mengeluarkan darah. Carlos tidak tau lagi berapa pukulan yang mendarat di wajah dan perutnya. mereka melepaskan Carlos dan dia tersungkur di lantai.


Mereka meninggalkan Carlos dan Carlos mencoba berdiri tapi dia merasakan sakit di perutnya, dia tidak bisa berjalan. Dia merangkak mendekati lift dan menekan tombol lif. “ Siapa mereka? berani sekali mengeroyok aku.” Kata Carlos.


Carlos mengambil handphonenya dan mencari nomor Rick dan dia menelepon Rick, terdengar suara Rick disana.


“ Hallo Tuan Carlos, tuan lagi dimana?” Tanya Rick


‘ Rick tolong aku.” Kata Carlos dengan suara menahan sakit.


“ Tuan carlos kenapa? apa yang terjadi pada tuan?” Tanya Rick penuh khawatir


“ Kamu kesini Rick bawa yang lainnya juga, tapi jangan sampai orang tuaku tahu. Aku tidak ingin mereka khawatir, kamu datang ke Condo W sekarang Rick.” Perinta Carlos pada Rick


“ Aku segera kesana tuan.” Kata Rick dari seberang telepon


Lift terbuka dan Carlos masuk sambil memegang perutnya, lift turun di lobby dan Carlos keluar dari lift dia berjalan terhuyung huyung dan akhirnya dia terjatuh. Security melihat Carlos dan berlari menghampiri Carlos. Dia mengangkat carlos dan mendudukannya di kursi.


“ Tidak usah.” Jawab Carlos sambil memegang perutnya


Carlos merasa sakit di perut dan wajahnya, Carlos menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya. Tidak lama kemudian Rick Marco Albert dan Garry datang, mereka berempat berlari masuk ke dalam lobby dan mereka terkejut melihat Carlos.


“ Apa yang terjadi tuan, kenapa tuan seperti ini?” Tanya Rick


“ Air rick, ambilkan air.” Kata Carlos pada Rick


Rick pergi mengambilkan air untuk Carlos


“ Siapa yang melakukan ini pada tuan?” Tanya Marco.


“ Aku tidak tahu, aku tidak tahu siapa mereka.” Jawab Carlos


Rick datang membawa air dan memberikan pada Carlos dan Carlos langsung menyiram ke wajahnya.


“ Kita harus cari tahu siapa yang melakukan ini pada tuan Carlos, pasti disini punya cctv.” Kata Marco


“ Kita bisa lihat dari cctv, sebentar aku akan menanyakannya pada petugas.” Kata Garry sambil meninggalkan mereka. Dan garry menghampiri Security. “ Tuan apakah di setiap lantai ada cctv?” Tanya Garry.


“ Iya setiap lantai ada cctv, di lift juga ada cctv.” Jawab security.


“ Boleh kami memeriksa cctvnya Tuan? kami ingin melihat siapa yang mengeroyok Tuan kami.” Tanya Garry lagi.


“ Tentu saja boleh, mari aku antar.”


Garry memanggil Albert untuk ikut dengannya ke ruangan cctv, mereka mengikuti security dan masuk keruangan cctv. Mereka memeriksa rekaman cctv nya, mereka mendapat rekamannya dan Albert mengambil gambar untuk orang orang yang mengeroyok Carlos. Setelah itu mereka keluar dan menemui Carlos.

__ADS_1


“ Kami sudah mendapatkan rekaman atas pengeroyokan tuan Carlos, wajah mereka terlihat jelas jadi kita bisa mudah menemukan mereka.” Kata Albert pada Carlos.


“ Cari mereka sekarang dan bawa ke villa di pinggir danau, aku ingin tau siapa mereka!” Perintah Carlos.


“ Albert Marco bawa orang orang kita untuk mencari ke empat orang itu, aku dan Garry akan menemani tuan Carlos.” Kata Rick pada Marco dan Abert.


“ Baik Rick.” Jawab mereka berdua.


Marco dan Albert meninggalkan mereka. Rick dan Garry memapah Carlos menuju ke mobil. Garry membukakan pintu dan Carlos masuk ke dalam mobil.


“ Garr langsung ke villa dekat danau saja!” Perintah Carlos.


“ Baik Tuan.” Jawab Garry.


“ Tuan baik baik saja? bagaiman kalau kita ke rumah sakit saja dulu tuan.” Kata Rick pada Carlos.


“ Ahh… Tidak Rick kita langsung saja ke villa, aku tidak apa apa. Cuma rasa sakit sedikit saja.” Kata Carlos pada Rick


“ Baik Tuan.”


Garry melajukan kendaraanya menuju ke villa di dekat danau dan akhirnya merekapun sampai. Penjaga membukakan pintu dan mereka masuk, Carlos langsung menuju teras menghadap danau dan menyuruh Rick mengambilkan es untuk mengompres lebam yang ada di wajahnya dan Rick membawakan es kepada Carlos dan Carlos mulai mengompres wajahnya yang lebam. “ Siapa yang mau bermain main denganku.” Kata Carlos dalam hati.


“ Garry coba telepon Albert dan Marco, cari kabar kepada mereka!” Perintah Carlos.


“ Baik Tuan.”


Garry pun menelepon Marco dan terdengar suara Marco disana.


“ Hallo Garry ada apa?” Tanya marco


“ Bagaimana sudah dapat informasi?” Tanya Garry.


“ Sudah Garry, Albert dan orang orangnya sedang menuju ke tempat mereka.” Jawab Marco dari seberang telepon


“ Bagus kalau begitu. Garry menutup teleponnya, dan pergi mendekati Carlos. “ Tuan, Albert sedang menuju ke tempat orang orang yang mengeroyok tuan.” Kata Garry pada Carlos.


“ ok, Bagus." Carlos duduk dan menyalakan rokok dan Rick sedang duduk di dekat danau. Carlos berjalan ke arah rick dan duduk di dekatnya.


“ Bagaiman tuan, masih sakit?” Tanya Rick.


“ Sedikit.” Jawab Carlos sambil terseyum menatap Rick. Aku akan telepon orang tuaku.” Kata Carlos.


“ Iya sebaiknya begitu Tuan, supaya mereka tidak khawatir.”


“ Iya Rick.”


Carlos mengambil handphone di saku celananya dan menelpon Federico, dan tedengar sudara Federico.


‘ Nak kamu lagi dimana?” Tanya Federico.


“ Aku lagi di villa pinggir danau dad, daddy belum tidur?”


“ Belum Nak, mommy kamu juga belum tidur masih menunggu kamu pulang.”


“ Bilang pada mommy tidur saja aku di danau, disini juga ada Rick dan Garry jangan khawatir dad.” Kata Carlos


“ Baguslah kalau begitu aku jadi tenang, hati hati ya.” Kata Federico dari seberang telepon


“ Iya dad, good night dad love you.” Kata Carlos kemudian dai menutup telepon.


Jangan lupa like dan komen ya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2