
Jessica POV
Hari ini kami akan berangkat ke Spain Carlos masih membereskan barang barang yang akan kami bawah, aku duduk disisi tempat tidur memperhatikan Carlos yang sedang memasukan barang barang ke dalam tas. Selesai membereskan barang Carlos menghampiriku dan berdiri di depanku, dia membelai rambutku.
“Sayang kamu baik baik saja?” Tanya Carlos padaku sambil mengusap pipiku.
“Iya beb, hanya pinggang dan belakangku sedikit sakit.” Jawabku pada Carlos
“Sakit sekali sayang?” Tanya Carlos lagi, “ kalau sakit kita tunda dulu ke Spanyol kamu kedokter dulu.”
“Tidak usah beb kita tetap berangkat hari ini, aku tidak apa apa. Memang begitu kalau hamil beb aku baca di buku, kan kandunganku sekarang sudah lima bulan bayinya sudah mulai bergerak, aku baca di buku seperti itu.” Aku menjelaskan kepada Carlos seperti yang aku baca di buku, aku tidak ingin dia khawatir maklum anak pertama.
“Benar ya sayang.?” Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu juga bayi kita, kamu tau kan sayang aku sangat mencintaimu. Kamu juga bayi kita adalah kebahagiaanku.
“Iya beb, aku tidak apa apa.” Jawabku pada Carlos sambil tersenyum. “Aku mau turun sebentar ke bawah beb aku ingin makan buah.
“Iya sayang, turunnya pelan pelan ya.”
Aku menganggukan kepala dan berdiri, Carlos memelukku dan mencium keningku. Aku keluar kamar dan turun pergi ke ruang makan dan berpapasan dengan Liliana.
“Sayang kalian sudah siap?” Tanya Liliana padaku
“Sudah mom, sudah selesai.” Jawabku pada Liliana sambil mencari buah anggur tapi ternyata sudah habis.
“Kamu mencari apa sayang?” Tanya Liliana lagi.
“Ehm... Aku mencari buah anggur mom tapi sepertinya sudah habis.
“Iya sayang sudah habis, sebentar nanti mommy suruh mereka pergi beli.
“Ohh.. Tidak usah mom aku makan buah yang lain saja, ini juga masih ada jeruk juga apel. Aku makan ini saja!” Kataku pada Liliana dan Liliana tersenyum
“Baiklah sayang, mommy ke kemar sebentar.”
__ADS_1
“Iya mom.” Aku duduk dan Liliana pergi meninggalkan aku di meja makan, aku mengambil jeruk dan mengupasnya. Kemudian memakannya, Aku meliat Carlos sedang berjalan mengarah padaku. “hmm.. Dia begitu tampan tidak disangka dia akan menjadi milikku selamanya. Awalnya aku hanya menganggap dia sebagai kakak penolongku. Tapi siapa sangka dia akan menjadi suamiku.” Kataku dalam hati.
Pertemuanku dengan Carlos mengubah hidupku. Ya inilah hidup, kita tidak tau apa yang akan terjadi kedepan. Manusia hanya mereka reka jalannya tapi yang menentukan hidup kita hanya sang Ilahi.
Ternyata benar apa yang dikatakan pastor, kita jangan pernah takut akan hari esok karena segala sesuatu sudah di atur oleh Tuhan. Siapa sangka aku akan bertemu dengan Carlos dan aku bisa katakan ini sudah jalannya Tuhan.
Carlos tersenyum padaku dan duduk disampingku. “Sedikit lagi kita akan berangkat sayang, kamu baik baik sajakan?” Tanya Carlos padaku.
“Iya beb aku baik baik saja.” Jawabku pada Carlos dan terdengar suara Federico sedang menelpon. Entah berbicara dengan siapa.
“Ohh pesawatnya sudah siap?” Baiklah kalau begitu kami akan berangkat sekarang. Dia menghampiri aku dan Carlos dan bertanya pada kami. “Nak kalian sudah siap semua?”
“Sudah dadd, kami sudah siap.” Jawab Carlos pada Federico
“Ok, kalau begitu suruh mereka menurunkan barang barang kalian.”
Carlos berdiri dan mencari pembantu mereka, dan meminta mereka untuk membawa barang kami ke mobil. Aku naik ke atas dan masuk kekamar aku mengambil tasku dan turun kembali. Liliana dan Federico sudah menunggu di luar.
Aku dan Carlos keluar dan masuk ke dalam mobil, Liliana dan Federico di mobil yang satu lagi. Mobil keluar dari halaman rumah dan pergi ke airport. Tapi di perjalanan aku lihat kenapa jalannya lain. Ini bukan mengarah ke airport, aku penasaran dan bertanya pada Carlos. “Beb kita mau ke airport mana?”
“Ohh.. Begitu.” Carlos tersenyum padaku dan memegang tanganku.
Dan akhirnya kami sampai, kami disambut oleh Pilot dan Co Pilot. Mereka bersalaman dengan kami dan tersenyum.
Sungguh Pilot sama Co Pilot sangat ganteng, aku menatap mereka berdua badan mereka lebih tinggi dari Carlos dan pinggangku di colek oleh Carlos.
“Lagi hamil masih saja melirik laki laki lain, apa aku kurang tampan bagimu?”
Aku menatap carlos dan tertawa. “Beb Tuhan menciptakan mata itu untuk melihat, jadi apa salahnya aku melihat yang indah indah di depanku.” Ledek ku pada Carlos
“Iya tapi ingat calon suamimu berada disampingmu dan kamu melirik laki laki.”
Aku tertawa lagi dan Carlos menatapku dengan kesel. “Kamu cemburu ya?” Ledekku.
__ADS_1
“Tentu saja sayang aku cemburu, kalau aku tidak mencintaimu aku tidak akan cemburu.” Kata Carlos padaku.
Carlos memegang tanganku naik ke tangga pesawat, aku masuk ke dalam pesawat dan Carlos mengantarku ke tempat duduk kemudian Liliana dan Federico masuk, mereka berdua tesenyum padaku. Liliana menghampiriku dan bertanya padaku.
“Kamu baik baik saja sayang?”
“Iya mom aku baik baik saja.” Jawabku pada Liliana, Liliana kembali ke tempat duduknya dan Carlos duduk disampingku. Dia memegang tanganku pesawat mulai jalan dan semakin lama semakin cepat dan akhirnya pesawat take off. Aku melihat dari jendela pesawat naik semakin tinggi dan viewnya semakin indah dan akhirnya hanya terlihat awan putih dan langit yang biru.
Aku melihat Carlos lagi baca buku, belakang dan pinggangku ku mulai terasa sakit lagi. Aku berdiri untuk menghilangkan rasa sakit. Carlos menatapku.
“Sayang kamu baik baik saja?”
“Beb belakangku sakit lagi.” Jawabku pada Carlos, Liliana dan Federico melihatku, Liliana berdiri dan menghampiriku dan bertanya.
“Kenapa sayang, kamu baik baik saja?”
“Hmm.. Belakangku terasa sakit, jadi aku berdiri untuk menghilangkan rasa sakit.
“Ohh.. Memang seperti itu sayang kandunganmukan sudah lima bulan, kamu berbaring saja ya sayang.” Kata Liliana padaku.
“Iya mom.. Carlos mengatur tempat dudukku menjadi tempat tidur. Aku berbaring dan meminta Carlos untuk mengelus belakangku dan carlos mengelus elus belakangku.
“Masih sakit sayang?” Tanya Carlos
“Sedikit beb.” Jawabku pada Carlos, Carlos melipat tempat tangan dan mengatur kursinya menjadi tempat tidur dan dia berbaring. Carlos meletakkan kepalaku di dadanya dan aku melingkarkan tanganku di pinggangnya dan dia memegang tanganku.
“Tidur sayang, perjalanannya masih lama.”
“Berapa jam beb?”
“Sekitar delapan jam sayang, kita tidak akan transit.” Jawab Carlos
“Ohh.. begitu ya.” Aku memeluk Carlos dan mencoba untuk tidur, tapi aku tidak bisa tidur. Aku meminta satu bantal pada Carlos untuk mengganjal kepalaku, aku ingin membaca novel. Aku menggunakan headphone dan mendengar instrumen music sambil membaca novel. Carlos menatapku sambil tersenyum dan mengelus perutku dan tidak lama kemudian dia tertidur.
__ADS_1
Selamat membaca
Terima kasih bagi yang masih setia memberi like dan koment