
Akhrinya Clinton di bebaskan, Charlie langsung menghubungi Acel.
"Hallo Acel, Clinton sudah di bebaskan. Kalian harus berhati hati ya." Kata Charlie.
"Sudah kuduga Charlie. Orang tua Clinton pasti membebaskannya. Terima kasih Charlie atas informasinya."Kata Acel kemudian dia menutup teleponnya.
Acel duduk di kursi kemudian dia menelepon Osbert. Panggilan tersambung.
"Hallo Osbert, kalian lagi dimana?" Tanya Acel.
"Hallo Acel, aku lagi di kediaman Tuan Adam. Ada apa Acel?"
"Umm... Begini Osbert, aku mendapatkan informasi kalau Clinton sudah bebas."
"Iya benar Acel. Clinton sudah bebas."
"Ok... Umm.. Osbert aku ingin kalian mencari informasi kemana Clinton akan pergi."
"Acel besok lusa Clinton akan pergi ke Brazil. Tuan Adam meminta Clinton untuk menyingkir kesana." Kata Osbert dari seberang telepon.
"Terima kasih Osbert, nanti kamu beri informasi kepadaku. Kamu cari tahu, hari ini Clinton akan kemana."
"Baik Acel, secepatnya aku akan beritahu kamu."
"Terima kasih Osbert." Kata Acel kemudian dia menutup teleponnya.
Acel meletakkan handphonenya di atas meja lalu dia pergi ke kamar mandi dan mandi.
Sementara di kantor terlihat Kairos sedang duduk di sofa.
"Hmm.. Apakah dia akan datang?" Tanya Kairos dalam hati. Dia lagi menunggu Laura.
Kairos berdiri lalu dia pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Laura datang dan menemui supervisor.
"Selamat pagi Tuan." Sapa Laura kepada supervisor.
"Selamat pagi Laura. Oh ya kamu bisa langsung bekerja hari ini. Kamu pergi ke lantai 4 dan bersihkan ruangan direktur utama." Kata supervisor kepada Laura kemudian Laura meninggalkan supervisor.
Dia pergi ke lift dan menekan tombol lalu lift terbuka. Laura masuk kemudian dia menekan angka 4. Lift tertutup lalu bergerak naik ke atas. Laura keluar dari lift kemudian dia berjalan menuju ke rungan Kairos.
Tanpa mengetuk pintu Laura langsung masuk. Kemudian dia membersihkan ruangan Kairos. Tiba tiba Kairos keluar dari kamar mandi lalu Laura terkejut dan berteriak..
"Aaaaaaaaaaaa.... "
Kairos terkejut dengan teriakan Laura lalu dia berteriak juga.
"Aaaaaaaaaa...... "
Lalu dia menatap Laura.
"Mengapa kamu berteriak, memangnya disini ada hantu." Kata Kairos kepada Laura.
"Tidak Tuan , aku pikir tidak ada orang. Lalu kenapa juga Tuan berteriak?"
"Aku terkejut karena kamu berteriak." Kata Kairos dengan kesal.
Laura memperhatikan Kairos dan matanya tertuju ke celana Kairos. Laura tersenyum dan menahan tawa.
"Tuan masuk angin itu tidak enak. Tuan bisa sakit?" Kata Laura sambil tersenyum
Kairos menatap Laura dengan bingung
"Aku tidak mengerti." Kata Kairos
Laura langsung tertawa,
"Tuan apakah Tuan ingin milik Tuan masuk angin?" Kata Laura sambil menunjuk celana Kairos lewat isyarat matanya.
Kairos menengok kebawa dan melihat resleting celananya belum di naikan.
__ADS_1
"Ohh... Shit." Umpat Kairos, dia langsung memutar tubuhnya dan menaikan resleting celananya. Kemudian dia berbalik lagi menghadap Laura.
"Apa yang kamu lakukan di ruanganku?" Tanya Kairos berpura pura tidak tahu.
"Ehmm... Aku di minta supervisor untuk membersihkan ruangan ini Tuan." Kata Laura sambil mengambil sapu yang jatuh di lantai.
Kairos menatap Laura.
"Membersihkan ruanganku bukan siang hari, tapi pagi hari sebelum aku datang." Kata Kairos
"Tapi Tuan Supervisor baru hubungi aku tadi. Dan itupun sudah siang."Jawab Laura sambil berusaha tersenyum.
"Besok kamu harus datang lebih awal dan bersihkan ruanganku ini. Jangan sampai ada debu yang menempel di setiap sudut ruangan. Mengerti!" Kata Kairos lagi.
"Iya Tuan aku mengerti."
"Kalau begitu kembali ke tempatmu." Kata Kairos kemudian Laura berbalik dan membengkokan bibirnya.
"Ganteng tapi galak." Kata Laura dengan menggunakan Bahasa Indonesia.
Kairos mendengarnya
"Hei apa yang barusan kamu katakan?"
Laura menghentikan langkahnya b
"Tidak Tuan, aku tidak mengatakan apa apa." Kata Laura lalu dia keluar dari ruangan Kairos.
Kairos duduk di kursi kerjanya lalu tersenyum sendiri.
"Dia pikir aku tidak bisa berbahasa Indonesia." Kata Kairos sambil tersenyum. "Ternyata dia dari Indonesia juga."
Sementara dirumah Acel menerima telepon dari Osbert.
"Hallo Osbert, apakah sudah ada kabar?" Tanya Acel.
"Iya Acel, nanti malam dia berencana pergi ke club."
"Baik Acel, satu jam sebelum Clinton pergi aku akan meneleponmu." Kata Osbert dari seberang telepon.
"Terima kasih Osbert." Ucap Acel.
Acel duduk di kursi sambil tersenyum. "Kena kamu Clinton, kamu bisa lolos dari penjara tapi kami tidak akan bisa lolos dari Kairos dan Joe." Kata Acel sambil menggerak gerakan kursinya kekiri dan kekanan.
Acel berdiri dan mengambil kunci mobil kemudian dia keluar dari kamar. Dia masuk kedalam mobil. Sambil menyetir dia menelepon Joe. Panggilan terhubung.
"Hi Joe, kamu lagi dimana?" Tanya Acel sambil menyetir.
"Umm.. Aku lagi di rumah. Ada apa Acel?"
"Aku ingin bertemu denganmu, ada hal penting ingin aku sampaikan kepada kamu dan Kairos."
"Baiklah Acel, kita bertemu dimana?" Tanya Joe dari seberang telepon.
"Ehmm... Aku lagi menuju ke kantor Kairos. Bagaimana kalau kamu ke kantor Kairos saja?"
"Baiklah Acel, kalau begitu aku segera ke kantor Kairos.
"Ok Joe, aku tunggu kamu."
Acel menutup teleponnya lalu dia melajukan mobilnya ke kantor Kairos.
Acel tiba di kantor Kairos, dia memarkirkan mobilnya kemudian dia turun dan langsung masuk kedalam kantor. Acel langsung menuju ke ruangam kerja Kairos.
Acel mengetuk pintu lalu terdengar suara Kairos dari dalam menyuruh Acel masuk.
Acel membuka pintu dan nelihat Kairos lagi di depan komputer.
"Apakah kamu sibuk Kairos?" Tanya Acel sambil menarik kursi kemudian dia duduk.
Kairos tersenyun kepada Acel
__ADS_1
"Tidak Acel, aku tidak sibuk. Ada apa?" Tanya Kairos.
"Ada yang ingin aku sampaikan kepadamu, tapi kita tunggu Joe. Joe dalam perjalanan kesini." Kata Acel sambil bersandar di kursi.
"Baiklah kalau begitu. Apakah Cella sudah pulang?"
"Iya Kairos, dia sudah di rumah."
"Oh ya Acel, kalau kamu lihat Joe, apakah dia serius kepada Cella?"
"Umm.. Sepertinya dia serius Kairos. Kenapa kamu bertanya begitu?"
"Tidak apa apa Acel, aku hanya tidak ingin Cella di sakiti saja."
Acel tersenyum
"Kalau Cella di sakiti oleh Joe, maka aku akan menghajarnya." Kata Acel kemudian Kairos tertawa.
"Kamu bisa saja Acel."
Lalu terdengar pintu di ketuk
Tok.. Tok.. Tok..
"Itu pasti Joe." Kata Acel kemudian dia berdiri dan membuka pintu. "Benar kataku." Kata Acel sambil tersenyum. "Ayo masuk Joe."
Joe masuk lalu dia menyapa Kairos.
"Hi Kairos." Sapa Joe kemudian dia duduk di sofa.
Kairoa tersenyum dan menyapa balik
"Hi, apa kabarmu." Tanya Kairos sambil berdiri kemudian dia berjalan dan duduk di sofa bersama Acel dan Joe.
"Seperti yang kami lihat, aku baik baik saja." Kata Joe sambil tersenyum kemudian dia menatap Acel. "Oh ya Acel, apa yang ingin kamu sampaikan."
"Iya Acel, katakan apa yang ingin kamu sampaikan kepada aku dan Joe." Tanya Kairos.
"Umm.. Begini, aku mendapatkan kabar kalau Clinton sudah di bebaskan." Kata Acel kemudian Kairos dan Joe saling pandang.
"Sudah kuduga, orang tuanya pasti akan membebaskan dia." Kata Kairos sambil bersandar di sandaran sofa.
"Aku akan mencarinya, aku tidak akan membiarkan dia bebas begitu saja." Kata Joe dengan Geram. "Dia harus membayar apa yang telah di lakukannya kepada adikku."
Acel menepuk punggung Joe.
"Nanti malam Joe akan pergi ke Club, kamu bisa menculiknya." Kata Acel.
Joe menatap Acel.
"Benarkah?" Tanya Joe lalu Acel menganggukan kepala.
"Baiklah, aku juga akan pergi ke Club. Aku akan membayar orang untuk mengawasi Clinton di Club. Dan aku akan menyuruh mereka untuk menculik Clinton." Kata Joe dengan emosi.
"Aku ikut bersamamu Joe." Kata Kairos.
"Jangan Kairos, Clinton mengenal kamu berdua. Kalau dia melihat kalian, dia pasti akan curiga." Kata Joe kepada Kairos.
"Apa yang di katakan Joe benar Kairos. Lebih baik kamu tidak ikut. Suruh saja anak buah Charlie untuk mengawasi Clinton di Club.
"Baiklah kalau begitu, nanti aku akan meminta dean dan Luca untuk menemanimu di club Joe.
Joe tersenyum
"Terima kasih Kairos." Ucap Joe. "Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu ya, aku ingin bertemu adik kalian." Kata Joe sambil tersenyuk kepada Acel dan Kairos.
"Ok Joe, oh ya jangan permainkan perasaan adikku." Kata Kairos lalu Joe tertawa.
"Kairos kamu tenang saja, aku sangat mencintai adikmu. Aku tidak akan menyakitinya." Kata Joe kemudian dia meninggalkan Acel dan Kairos.
Selamat membaca
__ADS_1