
Selam di Kaltim Laura mengajak Kairos jalan-jalan, mereka berkeliling kota-kota yang ada di Kalimantan timur. Carissa terlihat sangat senang di ajak Laura jalan-jalan.
Akhirnya Kairos dan Carissa harus kembali ke Amerika, sedangkan Laura dia tetap tinggal di Kalimantan karena dia harus mengurus semua surat-surat untuk menikah dengan Kairos.
Kairos dan Carissa kembali ke Jakarta merek menginap semalam di hotel kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke Amerika.
Perginya Kairos Laura langsung mengurus surat-suratnya, dia pergi ke kantor kelurahan dan meminta surat keterangan belum pernah menikah dan menyalinnya kedalam Bahasa Inggris dia juga pergi ke gereja dan meminta surat baptis dan Laura juga menyalinnya ke dalam Bahasa Inggris. Begitu juga dengan akte kelahirannya. Semuanya harus dalam Bahasa Inggris.
Laura dan papanya berangkat ke Jakarta lalu Luara menghubungi temannya yang bekerja di Kementerian Luar Negeri. Mereka bertemu lalu Laura memberikan semua dokumennya untuk di legalisir.
Laura juga mengurus visa untuk papanya, untuk buat janji interview Laura mendaftarkan papanya lewat online. Laura juga sudah menyiapkan dokumen-dokumen milik papanya. Paspor, surat undangan dari Kairos, dan tiket pesawat. Satu bulan sebelum keberangkatan papanya Laura sudah harus mengurus Visa.
Amerika
Kairos juga sedang mengurus surat-surat miliknya, Acel dan Cella juga membantu Kairos.
Sementara di sebuah rumah mewah terlihat Carlos dan Jessica sedang bersiap-siap untuk pergi. Mereka berdua di jemput Charlie dan Dean.
Jessica dan Carlos masuk ke dalam mobil lalu Dean menjalankan mobilnya. Mereka langsung menuju ke kediaman mereka yang di tempati Kairos. Mereka tiba lalu Carlos dan Jessica saling bertatap mata kemudian Carlos memegang tangan Jessica.
“Apakah kita akan bertemu mereka sekarang?” tanya Carlos kepada Charlie,
“Menurutku lebih baik sekarang,” sahut Charlie seraya melepaskan sabuk pengaman
Carlos dan Jessica saling bertatapan lagi kemudian mereka berdua turun dari mobil, Carlos dan Jessica melihat rumah yang mereka tinggalkan selama beberapa tahun. Dia teringat akan masa-masa indah di rumah itu.
Carlos memeluk dan mencium kening Jessica kemudian mereka berdua berjalan masuk ke dalam rumah. Jessica membuka pintu kemudian mereka berdua masuk.
Carlos melihat foto-foto mereka terpajang di dinding, dia tersenyum melihat Carissa yang sudah besar. Carlos menatap Dean,
“Dimana mereka semua?” tanya Carlos sambil memperhatikan sekeliling ruangan
“Mereka lagi pergi, tunggu saja,” sahut Dean
Carlos dan Jessica duduk di ruang santai dan memperhatikan semua foto-foto mereka yang terpajang di dinding. Jessica menyandarkan kepalanya di dada Carlos
“Aku sangat rindu dengan mereka, aku takut mereka akan marah kepada kita berdua.”
__ADS_1
“Jangan berpikiran seperti itu, aku pikir mereka juga akan senang melihat kita berdua,” hibur Carlos sambil membelai rambut Jessica.
Charlie masuk dan duduk bersama Jessica dan Carlos lalu mereka berbincang-bincang.
"Acel dan Cella masih di kampus, kalau Kairos dan Carissa mereka lagi pergi ke rumah Tuan Jeremmy," tutur Charlie kepada Carlos dan Jessica.
"Baiklah, kita tunggu saja mereka," ujar Carlos sambil bersandar di sofa.
Sementara itu, terlihat Cella keluat dari ruangan, dia berpamitan kepada teman-temannya kemudian Cella pergi ke parkiran.
Di sana Joe sudah menunggu di dalam mobil. Cella berjalan ke arah mobil kemudian dia membuka pintu.
Cella masuk ke dalam mobil, dia duduk kemudian Cella memeluk dan mengecup bibir Joe.
"Apakah kita langsung ke rumahmu?" tanya Joe seraya menghidupkan mesin mobil.
"Aku ingin ke perpustakaan, ada yang ingin aku lihat di sana,"
"Baiklah."
Sedangkan Acel, dia dan Mecy sedang berada di Villa. Mereka sedang santai di kolam renang. Mereka berdua berbincang-bincang dan bersenda gurau.
Terlihat Mecy sedang duduk di pangkuan menghadap Acel. Tangannya melingkar di punggung Acel.
"Kalau libur kita akan kemana?" tanya Mecy sambil mengelus belakang kepala Acel.
"Um ...." Acel berpikir, "Bagaimana kalau kita ke Indonesia, sekalian aku ingin melihat perusahan orang tuaku di sana,"
"Berapa lama penerbangannya kesana?" tanya Mecy lagi.
"Ehm, tergantung maskapainya, ada yang 18 jam, bahkan ada yang sampai 23 jam.
"Lama sekali,"
"Iya lama, kamu mau ikut?"
Mecy menatap Acel dan melengkungkan bibirnya.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan ikut," ujar Mecy seraya tersenyum kepada Acel lalu mereka berdua berciuman.
***
Selesai dari rumah Federico Kairos dan Carissa pergi ke rumah Tuan Jeremmy.
Mereka tiba di kediaman Tuan Jeremmy, Kairos dan Carissa turun dari mobil kemudian mereka berdua masuk ke dalam.
Pelayan rumah menyambut Kairos dan Carissa kemudian dia mengantarnya ke ruang kerja Tuan Jeremmy.
Tanpa mengetuk pintu Carissa langsung masuk. Dia berlari memeluk Tuan Jeremmy yang sedang duduk di kursi kerjanya.
Tuan Jeremmy tertawa dan langsung memeluk Carissa. Dia mendudukkan Carissa di pahanya.
Kairos menghampiri Tuan Jeremmy kemudian dia memeluk dan mencium kedua pipi Tuan Jeremmy.
Kairos duduk di sofa dan tersenyum melihat Carissa.
"Opa aku sangat rindu padamu," ujar Carissa dengan suara mungilnya
"Benarkah? Opa juga rindu padamu," balas Tuan Jeremmy seraya memeluk mencium kembali pipi Carissa.
"Oh ya, Opa. Aku akan menikah."
Tuan Jeremmy menatap Kairos dengan mengkerutkan dahinya.
"Oh ya? Kapan?"
"Um, dua bulan lagi, Op,"
"Opa Federico dan oma sudah tahu?" tanya Tuan Jeremmy
"Iya, opa dan oma sudah tahu," jawab Kairos sambil tersenyum.
"Bagus kalau begitu," ujar Tuan Jeremmy lalu pelayan masuk membawakan kopi
Sambil minum kopi mereka berdua berbincang-bincang.
__ADS_1