End Of Love

End Of Love
EOL 46


__ADS_3

Author POV


Sampai saat ini Carlos belum dapat kabar dari Andrew siapa yang menculik Jessica. Carlos masih menemani Jessica di rumah sakit, saat ini jessica sedang tidur. Carlos memandang wajah Jessica dan dia terbayang Jessica lagi mengandung anaknya dan tidur di lantai yang kotor tanpa pengalas bahkan tidak di kasih makan dan minum.


“Sungguh terlalu orang itu, sungguh tidak punya hati. “Kata Carlos dalam hati. “Tapi siapa yang menculik Jessica.” Tanyan Carlos dalam hati


Carlos berdiri dan menghampiri Jessica yang sedang tidur, dia duduk disamping tempat tidur dan membelai wajah Jessica. Carlos memegang perut Jessica dan mengelusnya. Jessica terbangun dan mengambil tangan Carlos dan menempelkan di pipinya sambil tersenyum pada Carlos. Dan dokter kandungan masuk untuk memeriksa jessica.


“Pasiennya sudah terlihat sehat, besok sudah bisa pulang.” Kata dokter


“Ok aku ingin istriku di USG sebelum pulang.” Kata Carlos pada dokter


“Iya, sekarang juga bisa di USG. Katanya mau USG 4D.”


“Iya dok, kalau bisa sekarang aku akan mengantar istriku keruangan dokter.” Kata Carlos lagi


“Iya bisa bawa sekarang tapi sebentar aku akan minta sus melepaskan infusnya. Infusnya tinggal sedikit jadi tidak perlu lagi, lagi pula istri anda rajin makan dan minum susu makanya cepat pulih.” Kata dokter pada Carlos


“Iya dok terima kasih.” Dokter meninggalkan ruangan dan Jessica penasaran dengan USG 4D


“Beb apa itu USG 4D?” Tanya Jessica pada Carlos


“Nanti kamu akan lihat sebentar sayang.” Kata Carlos pada Jessica dan suster datang melepaskan jarum infus dari tangan Jessica dan mereka bersiap siap untuk ke ruangan dokter kandungan. Jessica tidak mau pakai kursi roda dia mau berjalan. Mereka berdua berpegangan tangan dan pergi ke ruangan dokter. Mereka masuk dan duduk, dokter meminta Jessica berbaring di tempat tidur.


Kemudian dokter mengoles perut Jessica dengan gel dan alat USG di gerakkan di atas perut Jessica dan carlos melihat ke monitor janinnya. Carlos menutup mulutnya dengan kedua tangannya begitu melihat janin itu. Dan dokter menjelaskan pada Carlos dan Jessica kalau janinnya sangat sehat, pertumbuhannya sangat bagus dan jenis kelaminnya laki laki. Carlos memegang tangan Jessica, dan Jessica tersenyum bahagia menatap Carlos.


Carlos sangat bahagia melihat anaknya, Carlos merekam janin itu dengan kamera handphonenya. Lalu dokter membersihkan perut Jessica dan Jessica turun dari tempat tidur kemdudian mereka duduk berhadapan dengan dokter. Dokter memberikan vitamin kepada Jessica dan mereka meninggalkan ruangan dan kembali ke ruangan VIP.


Jessica POV


Baru saja mau masuk ruangan VIP, Fanya dan Tini memanggilku. Mereka berlarian menghampiriku dan memelukku.


“Bagaimana keadaanmu jess?” Tanya Fanya sambil memegang pipiku


“Seperti yang kamu lihat aku sudah sehat, besok juga sudah bisa pulang. ayo masuk di dalam.” Kataku sambil mengajak Tini dan Fanya masuk. Carlos tersenyum memperhatikan kami.


“Oh ya kalian berduakan belum kenalan dengan Carlos sini aku kenalin.” Aku mengenalkan Tini dan Fanya pada Carlos.


“Beb ini Tini teman sekolahku dan ini Fanya teman voli.” Carlos bersalaman dengan Fanya dan Tini. Kemudian aku mengajak mereka duduk di sofa sedangkan Carlos duduk di tempat tidur sambil mengutak atik handphonenya


“Jess siapa yang tega meculikmu?” Tanya Tini


“Iya Jess siapa?” Sambung Fanya, mereka penasaran siapa yang menculikku


“Aku juga gak tau, penculiknya sudah tertangkap tapi katanya mereka hanya di bayar.”


“Siapa yang bayar mereka?” Tanya Fanya lagi.


“Itu dia mereka belum mengaku.” Kataku lagi pada Fanya


“Jess kok aku liat kamu tambah cantik aja.” Puji Tini padaku. “Apa karena Carlosnya ganteng.” kata Tini lagi sambil berbisik di kupingku. Aku langsung tertawa.


“Bisa aja kamu Tin.” Kataku pada Tini. Aku melihat Carlos keluar menerima telepon, mungkin dari kantor.


Aku tidak ingin mengatakan pada Fanya dan Tini kalau aku sedang hamil.


“Jess cinta kalian berdua sungguh hebat dan kuat, buktinya Glen tidak mampu memisahkan kalian berdua. Semoga hubungan kalian langgeng sampe tua.” Kata Fanya sambil terseyum padaku.


“Iya makasi.”


Author POV


Sementara itu Carlos menerima telepon dari Andrew, dia menginformasikan kalau penculik sudah mengaku siapa yang membayar mereka, dan ternyata yang menyuruh mereka adalah Olivia. “Sialan perempuan itu, dasar tidak tahu diri.” Kata Carlos dalam hati.

__ADS_1


“Andrew apakah mereka sudah menahan Olivia?” Tanya Carlos pada Andrew


“Belum Carlos, mereka baru menuju ketempat Olivia.” Jawab Andrew dari seberang telepon


“Baiklah Ndrew beri kabar aku terus.”


“Baik Carlos, bagaimana dengan Jessica?” Tanya Andrew lagi


“Jessica sudah sembuh, besok sudah boleh pulang.


“Baiklah kalau begitu Carlos.”


Carlos kemudian menutup telpon dan kembali ke ruangan. Carlos tidak ingin Jessica tau kalau yang meculiknya adalah Olivia.


Carlos masuk kedalan dan melihat Jessica masih bercakap cakap dengan kedua temannya. Jessica menatap Carlos dan tersenyum. Carlos membalas senyuman Jessica dan duduk di tempat tidur, Tidak lama kemudian Fanya dan Tini pamit pulang. Carlos berdiri dan mengantar mereka sampai depan pintu.


Kemudian Jessica kembali berbaring di tempat tidur. Carlos mendekatinya dan memegang tangannya.


“Kamu baik baik saja?” Tanya Carlos


“Iya beb, aku baik baik saja.” Jawab Jessica sambil sambil tersenyum pada Carlos. Tadi siapa yang menelepon?”


“Andrew.” Jawab Carlos sambil berbaring di samping Jessica dan mengelus perut Jessica.


“Kenapa Andrew?” Tanya Jessica lagi


“Dia hanya bertanya kabar tentangmu, terus aku bilang besok sudah boleh pulang.” Kata Carlos sambil mengambil tangan Jessica dan menempelkannya di pipinya


“Beb kamu belum bercukur.” Kata Jessica pada Carlos


“Tajam ya.” Kata Carlos sambil tertawa


“Iya tajam beb.”


Carlos tertawa lagi. “Nanti kalau sudah pulang aku bercukur.”


Keesokan harinya mereka bersiap siap untuk pulang kali ini Andrew tidak menjemput mereka. Jessica dan Carlos berpamitan dengan petugas dan berjalan menuju tempat parkir dan mereka pulang ke apartemen. Mereka masuk dan Jessica langsung menuju kamar dan berbaring, Carlos membuka lemari dan mengeluarkan kemejanya. Jessica memperhatikan Carlos


“Beb kamu mau ke kantor?” Tanya Jessica


“Iya sayang, kamu tidak apa apa sendirikan. Atau kamu mau ikut ke kantor?”


“Aku disini saja, aku tidak apa apa sendiri.” Kata Jessica pada Carlos


Carlos mengganti pakaiannya kemudian dia memakai sepatu selesai memakai sepatu dia duduk di samping tempat tidur dan memegang perut Jessica


“Sayang nanti kalau anak kita lahir dia akan memanggil apa kepada kita berdua, mommy papi atau mommy daddy.” Tanya Carlos pada Jessica sambil mengelus perut Jessica


“Hmmmm... Papa mama saja beb.” Kata Jessica sambil tersenyum pada Carlos.


“Bagus juga, papa mama.. Ok sayang aku pergi dulu ya.” Kata Carlos kemudian dia mencium perut Jessica. “Sayang papa pergi dulu ya, kamu temani mama disini.” Kata Carlos sambil tersnyum dan memandang Jessica kemudian mencium kening dan bibir Jessica. “Te quiro mucho.” Kata Carlos pada Jessica.


“Yo tambien.” Balas Jessica dan Carlos menatap Jessica dan tersenyum.


“Kamu tau artinya sayang?” Tanya Carlos


“Iya aku tau beb, author yang memberitahukannya.”


“Carlos tersenyum pada Jessica dan dia memeluk Jessica. “ Mencintaimu sayang. aku tidak salah memilihmu, aku yakin kamu bisa menjadi mama yang baik untuk anak anak kita nanti.” Kata Carlos lagi


“Kamu juga pasti menjadi papa yang baik.” Kata Jessica pada Carlos.


Carlos mencium bibir Jessica lagi dan memeluknya.

__ADS_1


“Sayang aku pergi dulu ya.” Pamit Carlos pada Jessica


“Iya beb, hati hati ya.” Balas Jessica


“Iya sayang.” Carlos pergi kekantor dan Jessica sendiri di apartemen. Jessica pergi ke ruang Tv dan menyetel instrument music dan merebahkan dirinya di sofa sambil membaca buku.


Sebenarnya Carlos berbohong pada Jessica. Carlos sebenranya tidak ke kantor tapi dia sudah janjian dengan Andrew untuk pergi ke kantor polisi, Carlos tidak ingin jessica tau karena kalau Jessica tau pasti Jessica tidak akan mengijinkannya. Carlos mengeluarkan handphone dan menelpon andrew dan andrew menjawab telepon Carlos.


“Kamu dimana Carlos?” Tanya Andrew


“Baru keluar dari basement Ndrew.” Kata Carlos


“Ok aku lagi di depan gedung apartemen.


“Tunggu saja di situ Ndrew, nanti aku jemput. Tidak lama kemudian Carlos melihat andrew dan Carlos menghentikan mobilnya di depan Andrew dan Andrew naik. Mereka langsung menuju ke kantor polisi. Carlos ingin bertemu Olivia, dia ingin memberi pelajaran pada Olivia.


“Bagaimana Andrew Olivia sudah di tangkap?” Tanya Carlos


“Sudah Carlos, sekarang dia lagi di tahanan.”


“Baguslah Ndrew.”


Carlos melajukan mobilnya menuju kantor polisi dan akhirnya mereka tiba. Carlos dan Andrew turun dan melapor ke petugas jaga dan mereka diisinkan masuk. Andrew memberitahukan kalau Carlos ingin bertemu dengan Olivia, dan petuga menjemput Olivia kemudian membawa Olivia bertemu dengan Carlos lalu petugas meninggalkan mereka.


Carlos mendekati Olivia dan langsung memegang rahangnya dengan kuat, Olivia kesakitan dan memegang tangan Carlos.


“Berani sekali kamu menculik Jessica dan ingin membunuhnya, kamu pikir kalau Jessica mati aku akan menikahimu. Jangan mimpi, kalau seandainya jessica mati kamu yang lebih dulu aku bunuh.” Kata Carlos pada Olivia. Olivia berusaha melepaskan tangan Carlos tapi Carlos memegangnya dengan kuat. “Kamu wanita iblis, sungguh menjijikan.” Kata Carlos lagi.


“Carlos lepaskan tanganmu, ini bukan ide ku?” Kata Olivia pada Carlos, dan Carlos menjadi penasaran


“Ohh ya.. lalu ide siapa?” Tanya Carlos


“Ini ide temanmu, terakhir aku ke kantormu aku bertemu temanmu dan dia menghadang aku kemudian dia menyuruh aku mencari orang untuk menculik Jessica.


Carlos melepaskan tangannya dari Olivia.


“Siapa temanku itu.” Tanya Carlos penasaran


“Glen.” Jawab Olivia.


“Kurang ajar kamu Glen, kamu bener bener munafik. Kali ini aku tidak akan memaafkanmu Glen.” Carlos keluar dan mengajak Andrew pergi, Carlos langsung naik ke mobil di ikuti Andrew dan pergi menuju ke kantor Glen. Sampai di kantor Carlos langsung turun dan mencari Glen. Carlos menuju keruangannya tapi dia tidak ada, kemudian Carlos bertanya pada karyawannya kata mereka, sudah beberapa hari dia tidak datang ke kantor.


“Kemana si Glen.” Tanya Carlos dalam hati. Carlos mencoba meneleponnya tapi handphonenya tidak aktif. “Kali ini kamu selamat Glen.” Kata Carlos.


Akhirnya Carlos dan Andrew meninggalkan kantor, Carlos mengantar Andrew pulang dan Carlos langsung menuju apartemen. Sampai di apartemen Carlos langsung naik ke atas dan melihat Jessica sedang tertidur di sofa. Carlos mengangkatnya dan memindahkannya di kamar, kemudian Carlos menciumnya dan Jessica terbangun.


“kamu sudah pulang beb?”


“Iya sayang, aku tidak bisa meninggalkanmu lama. Aku selalu memikirkanmu, maaf membangunkanmu.”


“Tidak apa apa beb.”


Carlos melepaskan kemejanya dan berbaring di samping Jessica dan memeluk Jessica


“Kamu sudah makan sayang?”


“Iya sudah, tadi aku memesan makanan dan membuat juice.”


“Bagus supaya anak kita lahir sehat, kalau begitu tidur lagi ya. Aku juga mengantuk.” Kata Carlos pada Jessica


“Iya beb.”


Dan mereka tidur berpelukan

__ADS_1


Selamat membaca


"Terima Kasih Bagi Yang Masih Setia Memberi Like Dan Koment "


__ADS_2