End Of Love

End Of Love
SS2 EOL Eps 8


__ADS_3

Hari menjelang sore Kairos merapikan pekerjaannya, selesai merapikan perkerjaannya Kairos keluar dari kantor lalu menuju keparkiran. Dia masuk ke dalam mobil dan langsung menuju ke rumah. Sambil menyetir kairos mendengarkan lagu Memories, Kairos ikut bernyanyi. Akhirnya Kairos tiba di rumah, dia turun dari mobil kemudian dia langsung masuk kedalam rumah. Kairos masuk kekamar lalu dia mengambil handuk kemudian dia masuk kedalam kamar mandi dan dia mandi. Selesai mandi dia memakai pakaiannya lalu keluar dari kamarnya. Dia naik keatas lalu menuju ke kamar cella. Kairos membuka pintu dan dia masuk, Kairos melingakarkan tangannya di leher Cella kemudian mencium pipi Cella.


“Kamu sedang apa.” Tanya Kairos sambil membelai rambut Cella.


“Uum. Tidak Kairos, aku hanya melihat lihat media sosialku. Kenapa? Tanya Cella sambil menatap Kairos.


“Tidak kenapa kenapa Cella. Oh ya acel belum pulang?”


“Acel sudah pulang dari tadi Kairos.” Kata Cella sambil mengutak atik Handphonenya


“Oh begitu, baiklah aku akan kekamar Acel. Cella sebentar lagi kita makan malam di luar”


“Iya Kairos, aku mandi dulu.”


“Iya Cella.” Kata Kairos kemudian dia pergi ke kamar Acel, Kairos membuka pintu kamar Acel dan melihat Acel sedang berbaring di tempat tidur. Kairos masuk lalu berbaring di samping Acel.


“Acel aku ingin belajar bela diri dan menembak.” Kata Kairos sambil menindih tangannya dengan kepalanya.


Acel duduk di tempat tidur dan menatap Kairos.


“Kenapa kamu ingin belajar bela diri dan menembak?” Tanya Acel pada Kairos.


“Ehmm.., kamu tahu Acel dalam bisnis kita tidak tahu mana kawan dan mana lawan. Banyak kemunafikan dan persaingan. Kamu lihat sendiri apa yang terjadi pada papa dan mama, mereka mati di bunuh. Dan aku pikir yang membunuh mereka bisa jadi rekan bisnis mereka sendiri yang merasa tersaingi.” Kata Kairos pada Acel.


Acel menarik nafas Panjang.


“Hmmm…, iya kamu benar Kairos. Kita harus belajar bela diri dan menembak.” Acel menatap Kairos.


“Kairos aku ingin mencari orang yang membunuh papa dan mama.”


“Iya Acel, aku juga ingin mencari siapa yang membunuh papa dan mama. Makanya kita berdua harus belajar bela diri dan menembak. Aku ingin membalas dendam atas kematian papa dan mama, apalagi sampai sekarang polisi tidak bisa menemukan siapa yang membunuh papa dan mama. Dan aku rasa mungkin mereka sudah membayar polisi.


“Iya Kairos kamu benar. Masa pembunuh papa dan mama sampai saat ini belum tertangkap juga, Kairos kamu harus mencari tahu siapa siapa saja rekan bisnis papa dan mama.”


“Hmm…, iya Acel. Aku akan mencari tahu siapa saja rekan bisnis papa dan mama.” Kata Kairos pada Acel sambil duduk di tempat tidur.


“Kapan kita akan mulai belajar bela diri dan menembak?” Tanya Acel


“Besok hari sabtu. Kamu ada kuliah atau tidak?”


“Besok aku libur Kairos, bagaimana kalau besok kita belajar menembak dan bela diri?” Kata Acel pada Kairos.


“Baiklah Acel kita mulai besok. Aku akan meminta Dean dan Luca untuk mengajari kita berdua.”


“Tapi Kairos aku pikir Cella juga harus belajar bela diri.” Kata Acel


“Kamu benar Acel, nanti aku juga akan bicara pada Cella.” Kata Kairos kemudian dia berdiri dan keluar dari kamar Acel, Acel mengikuti Kairos dari belakang. Mereka berdua turun dan menuju kehalaman belakang. Disana ada Luca dan Kairos menyapa Luca.


“Hi Luca, Dean dimana?” Tanya Kairos sambil menarik kursi dan duduk. Begitu juga Acel dia duduk dekat Kairos.


“Oh.. Dean ada di depan Tuan Kairos. Mau aku panggilkan?” Tanya Luca.


“Ah.. biar aku saja yang memanggil Dean.” Kata Acel


“Baiklah Acel kamu panggil Dean sekarang!”

__ADS_1


“Iya Kairos.” Kata Acel kemudian dia berdiri dan pergi memanggil Dean.


Dan tidak lama kemudian Acel kembali bersama Dean kemudia Kairos menyuruh mereka duduk.


“Begini Luca, Dean. Umm.., aku dan Acel ingin kalian melatih kami berdua bela diri dan menembak.” Kata Kairos membuka percakapan.


“Itu sangat bagus Tuan Kairos, aku bisa mengajarkan bela diri pada kalian berdua.” Kata Luca pada Kairos


“Iya benar Tuan dan aku yang akan mengajarkan kalian berdua menembak.” Kata Dean sambil tersenyum


“Benar Tuan Kairos, Dean ahli dalam menembak. Dia pernah bertugas di irak sebagai sniper. Dia sangat hebat menembak.” Kata Luca sambil matanya melirik kepada Dean dan tersenyum


“Ah.. kamu jangan berlebihan Luca.” Kata Dean sambil menepuk perut Luca dan mereka tertawa.


“Itu bagus, aku suka.” Kata kairos. “Bagaimana kalau besok kita memulai latihannya?”


“Tapi Kairos dimana kita akan belajar menembak?” Tanya Acel.


“Acel kita bisa menggunakan landasan opa. Kita juga bisa belajar bela diri disana dan menembak. Landasannya sangat luas.”


“Oh iya ya.” Gumam Acel.


“Baiklah Tuan Kairos besok bisa kita mulai latihannya. Tapi kalian berdua harus kuat.” Kata Luca pada Kairos dan Acel sambil tersenyum.


“Tentu saja aku dan Acel kuat Luca.” Jawab Kairos.


“Tapi Tuan Kairos latihan ini bukan latihan biasa dan aku pikir kalian akan menyerah di tengah jalan.” Kata Luca lagi dan Dean tersenyum.


“Iya apa yang di katakan Luca itu benar. Kalian harus kuat, karena latihan ini akan menguras tenaga kalian berdua. Kami akan melatih anda berdua dengan keras.” Kata Dean kepada Kairos dan Acel.


Acel dan kairos saling pandang.


“Uumm.., tentu saja Acel. Aku suka tantangan, kamu mau lanjut atau mundur?” Ledek Kairos pada Acel.


“Ehmm…, ya sudah aku juga mau.” Kata Acel dan Kairos tersenyum.


“Baiklah besok kita belum akan latihan tapi besok kita akan membuat arena latihan ala militer.” Kata Luca


“Ala militer?” Tanya Acel pada Luca.


“Tentu saja, kita akan latihan seperti latihan militer.” Kata Luca pada Acel dan Kairos tertawa.


“Kamu masih mau ikut Acel?” Kata Kairos kepada Acel dan Acel tersenyum.


“Tentu saja Kairos aku akan ikut. Aku tidak ingin terlihat lemah Kairos.” Canda Acel dan mereka tertawa.


“Baiklah besok kita ke landasan milik opa Federico.” Kata Kairos kemudian dia berdiri di ikuti Acel kemudian mereka masuk kedalam.


Kairos menuju ke kamarnya dan Acel dia naik ke atas dan pergi ke kamarnya.


Keesokan harinya Kairos dan Acel bersiap siap untuk pergi ke landasan. Kairos keluar dari kamar lalu naik ke atas menuju ke kamar acel. Dia membuka pintu kamar acel dan masuk.


“Acel kamu sudah selesai?” Tanya Kairos


“Iya Kairos aku sudah selesai. Oh ya kamu sudah beri tahu Cella kalau kita mau pergi?” Tanya Acel

__ADS_1


“Uum… belum acel, kalau begitu ayo kita berdua pergi ke kamar Cella.”


“Baiklah Kairos. Ayo!”


Kairos dan Acel keluar dari kamar lalu pergi ke kamar Cella. Kairos membuka pintu kamar dan melihat Cella lagi di depan laptop. Kairos dan Acel masuk lalu menghampiri Cella.


“Cella, aku dan Acel akan pergi ke landasam milik opa Federico. Apakah kamu mau ikut?” Tanya Kairos


“Untuk apa kalian berdua pergi kesana?” Tanya Cella.


“Aku dan Acel akan membuat arena tempat latihan bela diri dan latihan menembak.”


“Ohh.., kalian mau belajar bela diri dan menembak? Siapa yang akan mengajari kalian?” Tanya Cella lagi


“Uumm… Luca dan Dean yang akan mengajari aku dan Acel.” Jawab Kairos


“Ok.. begitu.” Kata Cella . “Baiklah Aku akan ikut dengan kalian. Aku bosan sendiri di rumah.”


“Bagus Cella.” Ujar Acel kepada Cella. “Dan aku pikir kamu juga ikut latihan Cella.”


“Ah.. tidak perlu, kan ada kalian berdua.” Canda Cella.


“Cella kamu juga harus belajar bela diri. Supaya kalau ada yang menganggumu, kamu bisa atasi sendiri.” Kata Kairos kepada Cella sambil tersenyum.


“Iya .. Iya .., aku akan belajar. Oh ya kairos nanti selesai dari landasan kita pergi ke rumah opa Federico ya. aku ingin melihat Carissa.” Pinta Cella


“Baik Cella nanti dari landasan kita langsung pergi ke rumah opa. Ayo kalau begitu nanti keburu siang.” Kata Kairos pada Acel dan Cella.


Mereka bertiga keluar dari kamar Cella. Kairos langsung memanggil dean dan luca, kemudian mereka masuk kedalam mobil. Mereka langsung menuju ke landasan. Tiba di landasan mereka turun dari mobil lalu mencari tempat yang cocok buat mereka latihan.


Mereka berkeliling landasan, landasannya sangat luas.


“Kairos aku lelah. Landasannya luas sekali. Aku mau istirahat.” Kata Cella


“Ya sudah kamu tunggu saja disini aku dan Acel juga Dean dan Luca akan berkeliling landasan. “kata kairos kepada Cella dan Cella menganggukan kepala.


Kairos, Acel, luca dan Dean, mereka berkeliling mencari tempat yang bagus untuk mereka jadikan tempat latihan.


“Tuan Kairos coba kita pergi ke belakang bangunan itu.” Kata Dean pada Kairos sambil menunjuk bangunan tempat di simpannya pesawat pribadi milik Tuan Federico.


“Baiklah Dean ayo kita kesana.” Kata Kairos lalu mereka berjalan kearah bangunan. Mereka pergi ke belakang bangunan dan melihat lahan kosong yang begitu besar.


“Disini bagus Tuan Kairos, nanti jauh kedalam sana kita jadikan tempat latihan menembak. Dan di sebelah sana kita jadikan area tempat melatih fisik kalian.” Kata Dean.


“Tuan Kairos, kita harus mencari kayu, balok dan papan juga kawat duri.” Kata Luca pada Kairos.


“Baiklah, mungkin di gudang kita bisa menemukan balok dan papan. Kalau kayu kita bisa tebang pohon di sebelah sana.” Kata kairos kemudian mereka pergi ke gudang, mereka masuk lalu mencari papan dan balok tapi mereka hanya menemukan papan dan itupun tidak cukup.


“Ini tidak cukup Tuan Kairos.” Kata Luca pada Kairos.


“Baiklah, begini saja Luca. Aku akan memberi uang padamu dan kalian beli saja apa yang di butuhkan.” Kata Kairos pada Luca kemudian dia mengeluarkan dompet dari saku celananya dan memberikan sejumlah uang pada luca. “Oh ya Luca, kalau uangnya kurang kamu beritahu aku.” Kata Kairos lagi.


“Baik Tuan Kairos, kalau begitu kita kembali ke kota sekarang.”


“Iya Luca, kita kembali ke kota sekarang.” Kata Kairos kemudian dia memanggil Cella dan Acel untuk masuk kedalam mobil lalu mereka meninggalkan landasan. Begitu juga Luca dan Dean, mereka berdua juga meninggalkan landasan dan langsung pergi membeli segala keperluan yang di butuhkan untuk membuat arena latihan.

__ADS_1


Selamat Membaca


Jangan lupa like dan komen ya.


__ADS_2