
Carlos dan Jessica masih berbincang di ruang santai mereka berdua masih menunggu anak-anaknya pulang. Jessica masih terlihat gelisah, Carlos memegang tangan Jessica dan menenagkannya.
Sementara itu Kairos mengajak Carissa untuk kembali ke rumah, Kairos dan Carissa berpamitan kepada Tuan Jeremmy kemudian mereka berdua masuk ke dalam mobil. Kairos langsung meninggalkan kediaman Tuan Jeremmy.
“Oh ya, apakah kita langsung pulang atau kamu masih ingin jalan-jalan?” tanya Kairos sambil menyetir
“Kairos, semenjak Laura di Indonesia kita tidak pernah jalan lagi,” ujar Carissa dengan wajah cemberut.
Kairos tertawa dan membelai rambut Carissa yang panjang dan hitam itu.
“Baiklah, Sayang. Kita pergi ke tempat bermain saja ok!”
“Yeah … aku senang Kairos,” sahut Carissa dengan sembari tertawa.
Kairos langsung mengarahkan mobilnya pergi ke Arena bermain, terlihat Carissa tersenyum di dalam mobil. Matanya memandang keluar jendela.
Mereka tiba di arena bermain, Mereka berdua turun dari mobil lalu Kairos memegang tangan Carissa dan berjalan ke loket tempat membeli tiket.
Selesai membeli tiket Kairos dan Carissa masuk ke dalam arena. Kairos tersenyum melihat Carissa yang berlari melompat-lompat karena gembira.
“Sayang, apakah kamu mau naik rollercoster?” tanya Kairos sembari berjalan cepat menyusul Carissa
“Tidak, Kairos. aku takut,” sahut Carissa seraya berhenti dan melihat orang-orang yang berteriak saat rollercoster berjalan cepat.
“Kita tidak naik yang sperti itu, Carissa. Ada yang untuk anak-anak sepertimu,”
“Ah, Kairos. Aku tidak mau, aku takut,” ujar Carissa lalu Kairos tertawa
“Baiklah kalau kamu tidak mau.
Kairos berjalan kembali dan mencari tempat bermain untuk Carissa.
Di villa Terlihat Acel sedang berduaan dengan Mecy, mereka baru saja selesai melakukan hubungan itu. Mereka berdua bersiap-siap untuk kembali ke rumah.
Acel dan Mecy keluar dari villa dan masuk ke dalam mobil. Acel langsung menjalankan mobilnya menuju ke kediaman Mecy. Mereka tiba lalu Acel memegang tangan Mecy.
“Nanti malam aku jemput kamu ya,”
“Iya, aku tunggu,” sahut Mecy kemudian mereka berdua berciuman.
Mecy melepaskan sabuk pengaman kemudian dia turun dari mobil dan tersenyum kepada Acel.
“Hati-hati ya!” pesan Mecy di ikuti anggukan kepala Acel
“Terima kasih,” ucap Acel kemudian dia menjalankan mobilnya kembali ke rumah.
Begitu juga dengan Cella Joe mengantar pulang Cella ke rumah. Mereka tiba lalu Cella dan Joe turun dari mobil. Sambil masuk ke dalam rumah mereka berdua berbincang-bincang dan menuju ke halaman belakang.
Cella tidak tahu kalau di ruang santai ada Carlos dan Jessica, Cella berpapasan dengan Dean dan menyapanya.
“Hi Dean, apakah semua baik-baik saja?” tanya Cella sembari berjalan ke dapur
__ADS_1
“Iya, Cella. Semua baik-baik saja. oh ya, Cella. ada yang ingin bertemu denganmu,” ujar Dean sambil mengikuti Cella dari belakang.
Cella berhenti kemudian dia memutar badannya menghadap Dean, dia menatap Dean.
“Siapa yang ingin bertemu denganku?” tanya Cella penasaran
Joe menghampiri Cella lalu dan memegang tangan Cella.
“Sayang, lebih baik kita pergi lihat saja,” ujar Joe kemudian Cella menganggukan kepala
“Oh ya, orangnya dimana?” tanya Cella lagi
“Mereka di ruang santai,” jawab Dean kemudian Cella dan Joe serta Dean pergi ke ruang santai.
Cella terkejut melihat Jessica dan Carlos, dia mengucak-ngucak matanya. Dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
“Ini tidak mungkin,” ujar Cella sambil melangkah mundur
Jessica dan Carlos langsung berdiri melihat Cella, Carlos berjalan menghampiri Cella tapi Cella menjauh dari Carlos.
“Kalian sudah mati, ini tidak mungkin,” kata Cella lagi matanya mulai berkaca-kaca
“Sayang, ini papa dan mama. Kami masih hidup, maafkan papa dan mama,” ucap Carlos seraya berjalan menghampiri Cella, dia ingin memeluk Cella tapi Cella menghindar.
Dia masih tidak percaya, karena dia masih ingat Jessica dan Carlos berada dalam peti dan di kuburkan. Sekarang mereka berdua ada di depan matanya.
“Tidak mungkin,” kata Cella lagi sambil menangis.
Tangis Cella pecah di pelukan Jessica, mereka berdua berpelukan erat dan menangis.
Joe juga terkejut melihat Jessica dan Carlos masih hidup, dia juga senang melihat mereka Cella bertemu kembali dengan kedua orang tuanya.
Carlos memeluk Cella dan mencium kedua pipi Cella.
“Maafkan papa dan mama, semuanya akan kami jelaskan supaya kalian tidak salah mengerti,” tutur Carlos dengan membelai rambut Cella.
Cella menganggukan kepala dan menyeka airmatanya, dia sangat senang karena ternyata Carlos dan Jessica masih hidup. Mereka bertiga duduk di sofa, Cella duduk di antara Jessica dan Carlos kemudian dia perkenalkan Joe kepada merekan.
“Pap, Mam. Ini Joe pacarku, aku dan Joe sudah merencakan untuk menikah,”
Joe bersalaman dengan Carlos dan Jessica kemudian dia duduk di sofa.
“Oh ya, kapan kalian akan menikah?” tanya Carlos seraya membelia rambut Cella.
“Rencananya selesai Kairos menikah, dua bulan depan Kairos akan menikah,” tutur Cella sambil menyandarkan kepalanya di punggung Jessica.
Jessica memegang tangan Cella dan tersenyum.
“Jadi Kairos akan menikah juga?” tanya Jessica
“Iya, Mam.” Jawab Cella kemudian terdengar suara Acel sedang berbincang-bincang dengan Charlie.
__ADS_1
“Itu pasti Acel,” kata Carlos sambil memegang tangan Jessica.
Carlos berdiri dan melihat Acel sedang berjalan ingin menaiki anak tangga,
“Acel,” panggil Carlos
Acel menghentikan langkahnya saat mendengar suara Carlos memanggilnya. Dia serasa tak percaya dengan suara itu, dia mengkerutkan dahi kemudian dia memutar tubuhnya secara perlahan-lahan.
Acel terkejut saat melihat Carlos, dia langsung berlari naik ke atas dan masuk ke dalam kamar. Acel duduk di sisi tempat tidur dan berpikir.
“Apakah itu benar-benar papa atau hanya hantu saja?” Acel berdiri lalu terdengar pintu kamar di ketuk
Acel berjalan ke arah pintu kemudian dia membuka pintu perlahan-lahan, dia melihat Carlos berdiri di depan pintu kamarnya.
“Apakah kamu benar papa?” tanya Acel sambil menangis di ikuti anggukan kepala Carlos
Acel langsung memeluk Carlos dengan erat, dia langsung menangis di pelukan Carlos. Begitu Carlos, dia memeluk Acel dengan erat dan membelai rambut Acel.
Acel tak henti menangis dan memeluk Carlos.
“Aku tidak percaya Papa masih hidup,” tutur Acel dengan memeluk Carlos begitu erat.
“Papa dan mama masih hidup, maafkan papa,” ujar Carlos seraya membelai rambut Acel.
“Mama dimana?” tanya Acel sambil menangis
Carlos melepaskan pelukannya dan mencium kening Acek, dia juga menghapus airmata Acel kemudian dia mengajak Acel turun bersamanya menemui Jessica.
Acel melihat Jessica kemudian dia berlari memeluk Jessica.
“Mama, aku sangat rindu padamu,” ucap Acel dengan memeluk erat tubuh Jessica dan menangis
“Mama juga rindu kalian semua.” Jessica memeluk Acel dengan erat, dia sangat merindukan keempat anaknya yang sudah lama dia dan Carlos tinggalkan.
“Mama dan Papa kemana saja? mengapa kalian meninggalkan kami,” tanya Acel sambil menangis.
Jessica melepaskan pelukannya kemudian dia menyeka air mata Acel
“Papa dan mama akan menceritakkan semuanya tapi kita tunggu Kairos dan Carissa,” sahut Jessica kemudian dia mencium kembali pipi Acel dan mengajak Acel duduk di dekatnya.
Carlos juga duduk dan berbincang-bincang dengan Acel dan Cella.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya
Maaf telat up karena fokus di Mencintai Bodyguarku
Terima kasih
__ADS_1