End Of Love

End Of Love
EOL 35


__ADS_3

Jessica POV


Aku memasukan semua peralatan dalam tas hari ini pertandingan akan di mulai. Aku memasukan pakaian voli ke dalam tas, sepatu juga aku masukan ke dalam tas kemudin aku memgambil handphoneku untuk menghubungi andrew tapi aku menerima pesan dari Glen, aku membacanya.


“Jess aku jemput kamu ya.” pesan Glen padaku.


“Boleh.” Balasku pada glen, kamu tau alamatku?”


“Aku tidak tahu, share location saja.”


“Ok aku kirim sekarang.” Aku mengirim lokasinya kepada Glen kemudian aku keluar kamar dan turun ke ruang makan. Aku membuka kulkas dan mengambil buah jeruk. Aku suka makan buah makanya di kulkas harus ada buah. aku duduk di ruang makan sambil memandang keluar jendela. Melihat gedung gedung bertingkat, sambil menunggu Glen aku mengupas jeruk dan memakannya.


Handphoneku berbunyi, aku lihat pesan dari Glen dia sudah di bawah. Aku menghabiskan jeruk dan kembali ke atas mengambil tasku dan turun kebawah.


Aku mengirim pesan pada Glen.


“Kamu dimana?” Glen sudah membacanya dn terlihat typing message, tidak lama kemudian pesan masuk.


“Aku di depan, mobil warna hitam tipe HR.” Aku melihat mobilnya, aku mendekatinya dan Glen turun dari mobil kemudian membukakan pintu untukku. Aku masuk dan Glen menutup kembali pintu dan dia berjalan kesisi lain dan masuk ke dalam mobil. Kamipun langsung berangkat ke gedung olahraga. Gedung olahraga agak jauh karena gedung terletak di Jakarta Selatan. Glen masuk tol dan dia melajukan mobilnya. Sesekali dia melihatku dan tersenyum, kami juga bebincang bincang di mobil.


Jalanan tidak macet makanya kami cepat sampai, kami masuk ke area GOR dan Glen memarkirkan mobilnya setelah itu kami berdua turun dan masuk ke dalam. Di dalam sudah mulai ramai, aku menelpon Tini dan Tini menjawabku ternyata mereka sudah di ruang ganti.


“Glen aku keruang ganti dulu ya.”


“Iya aku duduk disini saja biar dekat.” Kata Glen padaku


“Ok.. Aku masuk dulu ya.”


Aku pergi ke ruang ganti dan mereka semua sudah berkumpul, aku langsung mengganti pakaianku dan bergabung dengan mereka. Aku bercakap cakap dengan Aulia dan Okta, dan coach masuk. Coach menyuruh kami keluar dan kami keluar menuju ke lapangan.


Sebelum masuk lapangan coach memberi briefing pada kami, setelah itu kami masuk kedalam lapangan.


Wasit melemparkan koin dan service pertama di lakukan oleh tim lawan, kami mengambil posisi masing masing dan aku berada di depan net.


Lawan melakukan service dan di terima oleh Okta kemudian di berikan kepada Tini dan Tini mengumpan bola pada Fanya dan Fanya melakukan smash tapi bola masih bisa di terima oleh pihak lawan dan lawan melakukan smash, aku dan Fanya melakukan block dan bolah jatuh keluar lapangan tapi menyentuh salah satu tangan lawan.


Bola berpindah skor 0:1. Aulia melakukan service dan di terima bagus oleh lawan, mereka melakukan smash. Tini dan Fanya melakukan block tapi bola jatuh ke area kami dan srvice berpindah lagi skor menjadi sama. Mereka melakukan service kembali Okta menerima bola dan memberikan lagi pada Tini, Tini mengumpan bola padaku dan aku melakukan tipuan aku tidak melakukan smash tapi mendorong bola ke tempat kosong dan bola jatuh tepat di tengah lapangan mereka. Skor berubah dan berpindah service.


Babak pertama dan kedua kami menang dengan skor yang berbeda jauh. Kami mengalahkan mereka dengan muda, kami berkumpul di ruang ganti dan tidak lama kemudian kami keluar dan aku langsung menghampiri Glen.


“Hi Glen kita pergi sekarang.”


“Baik Jessi, ayo.” Kata Glen sambil berdiri.


Aku dan Glen berjalan ke parkiran dan bertemu dengan Fanya, Tini, Okta, Indah dan Aulia. Aku memperkenalkan Glen pada mereka dan Tini langsung berbisik padaku


“Pacar kamu Jess? tampan amat.” Kata Tini padaku.


aku tersenyum pada Tini, “Itu bukan pacarku, dia temanku.” Aku mengajak mereka jalan jalan


“Masih sore gimana kalau kita nongkrong dulu.?


“Iya ide yang bagus, bagaimana kalau kita ke GI kita jalan kesana sekalian kita cari tempat makan disana.


Fanya Tini dan Okta mau ikut tapi Indah dan Aulia memili pulang. aku semobil dengan Glen, Fanya dan Okta bersama dengan Tini di mobilnya. Kami menuju ke GI kebetulan hanya dekat. sampai di GI Glen memarkirkan mobilnya dan kami turun, aku dan Glen masih menunggu Tini Fanya dan Okta. Dan aku melihat mobil mereka masuk, aku melambaikan tangan dan mereka memarkir mobil dekat mobil Glen.


Kami masuk bersama sama ke dalam mall GI dan kami mencari tempat untuk nongkrong kami naik ke lantai tiga dan mampir ke ST Coffee. Kami masuk dan duduk tapi Tini Fanya dan Okta mereka pergi ke toilet, aku dan Glen menunggu mereka di ST Coffee. Tanpa sengaja mataku melihat Carlos.


Siapa perempuan yang bersama Carlos, perempuan itu memegang tangan Carlos aku dengan cepat mengambil topi Glen dan memakainya. Glen menatapku heran.


“Kenapa Jess, kenapa kamu mengambil topiku?” Tanya Glen heran.


Aku lihat carlos sudah lewat dan dia tidak melihatku, aku menatap Glen

__ADS_1


“Glen baru saja Carlos lewat.” Kataku pada Glen.


“Oh ya, ke arah mana?”


Aku menunjukan ara Carlos tadi lewat.


“Glen dia jalan bersama perempuan dan perempuan itu memegang tangan Carlos.”


Glen langsung berdiri dan mencari Carlos dan tidak lama kemudian dia kembali.


“Jess dia masuk ke restoran di ujung sana.” Kata Glen. “Apa yang kamu katakan benar, dia bersama perempuan.”


Aku hanya tersenyum, tidak lama kemudian Tini Fanya Okta datang. Kami tidak jadi memesan coffee. Glen mengajak masuk kerestoran di tempat Carlos masuk dan Glen berbisik padaku


“Dia duduk paling pojok nanti kita duduk jauh darinya tapi dia bisa melihat kamu.” Kata Glen padaku


Kamipun masuk, aku sempat melihat Carlos tapi Carlos tidak melihatku. Kami duduk jarak delapan meja dari Carlos.


Glen menarik kursi dan menyuruh aku duduk, aku tidak bisa melihat Carlos karena posisiku balik belakang. Tapi Carlos bisa melihatku, Glen duduk di sampingku Okta duduk dekat Glen, Fanya dan Tini duduk di depanku. Aku duduk dekat dinding dan Glen berbisik padaku.


“Jess aku akan berpura pura ke tempat cuci tangan dan aku akan menghampirinya.”


Aku berbisik pada Glen. “No need Glen, just let them.” Kataku pada Glen sambil tersenyum. “I’m ok Glen.”


“ Jess kamu tenang saja, tunggu disini ya.” Aku hanya diam dan membiarkan Glen.


Author POV


Glen berdiri dan berjalan ke tempat cuci tangan dan Carlos melihat Glen. Carlos melambaikan tangan pada Glen kemudian Glen menghampiri Carlos dan bersalaman. Carlos memperkenalkan perempuan itu pada Glen.


“Hi apa kabar?” Tanya Glen sambil mendekat pada Carlos dan bertanya. “Ini siapa ini, pacar barumu ya?”


Carlos hanya tersenyum.


“Umm.. Aku tidak sendiri carlos, aku datang bersama Jessica dan teman temannya, itu mereka.” Kata Glen sambil menunjukan meja mereka pada Carlos dan raut wajah Carlos berubah.


“Ok Carlos aku kembali dulu ya, selamat bersenang senang.” Kata Glen pada Carlos dan Carlos menganggukan kepala. Glen kembali ke meja dan duduk disamping Jessica. Tangan Glen dia letakkan di sandaran kursi Jessica.


Jessica menatap glen sambil tesenyum, tapi senyuman Jessica mengandung arti. Senyuman yang di paksakan, Glen berbisik pada Jessica. “Coba kamu telepon dia, lihat kalau dia mau jawab telepon kamu.”


Jessica POV


Tini Fanya dan Okta memesan makana. Dan aku menuruti saran Glen untuk menghubungi Carlos. Aku menelepon Carlos dan ada nada panggil, agak lama baru dia menjawabnya. Aku melirik dia keluar restoran untuk menerima teleponku. Dan terdengar suara Carlos


“Ya sayang kamu sudah selesai bertanding?” Tanya carlos lewat telepon


“Iya beb, aku lagi di mall GI bersama Glen dan teman voliku. kamu lagi di mana?” Aku berpura pura pada Carlos seolah olah aku tidak tahu kalau dia di GI


“Sayang aku lagi ada pertemuan di dekat kantor sebentar lagi aku selesai, nanti aku jemput kamu ya.


“Baiklah beb, kabarin aku saja.”


“Ok.. Bye sayang.”


Aku menutup telepon.


Author POV


Carlos kembali ke dalam restoran dan duduk. “Jessica tidak tahu kalau aku serestoran dengannya, berarti Glen tidak mengatakannya pada Jessica. Aku harus cepat pergi sebelum dia tahu aku disini.” Kata Carlos dalam hati.


“Maaf Olivia aku harus kembali kekantor ada urusan penting.” Kata Carlos pada Olivia dan menganggukan kepala kemudian berdiri. Carlos membayar ke kasir dan keluar dari pintu samping. Mereka langsung menuju ke tempat parkir dan Carlos mengantar Olivia pulang. Sampai di tempat kos, Olivia turun dan Carlos langsung menuju ke mall GI dan Carlos menelpon Jessica. Ada nada panggil.


Jessica POV

__ADS_1


Carlos berbohong padaku, sebenarnya hatiku sakit. Tapi aku tidak mau menunjukan pada Glen, gila melihat orang yang kita sayang bergandengan tangan dengan perempuan lain sakit kali, hati ini seperti di iris dan teleponku berbunyi. Aku melihat Carlo yang menelepon dan aku menjawabnya.


“Iya beb kamu lagi dimana?”


“Sayang aku lagi menuju GI kamu tunggu ya.”


“Iya beb aku tunggu.”


Glen melihatku dan berbisik. “Sabar laki laki begitu suka bermain api.” Aku hanya tersenyum. “Berarti kamu juga begitu ya glen.”


“No, aku tidak seperti itu. Aku tidak suka melukai hati perempuan.” Kata Glen sambil tersenyum padaku.


“Kamu bilang laki laki berarti itu termasuk kamu.” kataku pada Glen dan Glen tertawa


“Tapi bukan berarti aku juga Jess, coba saja kalau kamu mau.”


Aku menatap Glen. “Coba apa Glen?”


“Pacaran denganku, tinggalkan Carlos dan pacaran denganku. Kamu tidak akan pernah sakit hati yang ada bahagia terus,” bisik Glen Di kupingku


Aku langsung tertawa, Tini Fanya dan Okta melihatku dengan heran. Aku berbisik pada Glen. kamu lihat Fanya, dia cantik aku akan menjodohkanmu denganya.


”Boleh, tapi kalau kamu putus dengan Carlos kamu harus denganku.” Kata Glen padaku. Aku menatapnya dan tertawa.


Glen orangnya memang gokil.


Aku berdiri dan mendekati Fanya, aku menarik fanya duduk di meja lain. Aku bicara tentang Glen kepada fanya, dan sepertinya Fanya tertarik. Fanya jugakan bisa bahasa inggris jadi cocoklah. Aku memanggil Glen untuk duduk bergabung dengan aku dan Fanya, Glen berdiri dan duduk di samping fanya. Aku tersenyum melihat mereka berdua.


“Ok, kalian berdua ngobrol ngobrol aja dulu ya.” Aku berbisik pada Glen. “Carlos mau menjemputku dia sudah dekat.” Glen menatapku dan menganggukan kepala. Aku kembali duduk bergabung dengan Tini dan Okta, dan handphoneku berbunyi aku lihat Carlos yang telepon. Aku langusng menjawabnya


“sudah dimana beb?”


“Sudah dekat sayang, kamu tunggu depan pintu masuk saja ya.”


“Kamu tidak turun beb?”


“Tidak sayang, aku lelah.” Jawab Carlos dari seberang telepon


“Ok aku turun sekarang.” Aku menutup telepon dan aku pamit pada Tini juga Okta. Aku mendekati glen dan berbisik. “Carlos sudah menjemputku dia di bawah sekarang, aku duluan ya.” Glen menganggukan kepala. “Fanya aku duluan ya.” Pamitku pada Fanya


“Ok Jess hati hati ya.” Kata Fanya padaku.


“Glen anterin Fanya pulang, terus jangan macam macam ya.” Glen menarik tanganku dan berbisik. “Aku bukan Carlos.” Aku mencubit perutnya dan dia tertawa. Aku meninggalkan mereka dan pergi ke pintu masuk, aku melihat mobil carlos masuk. Aku berjalan ke mobil dan Carlos berhenti. Dia membukakan pintu dan aku masuk, aku menutup kembali pintu mobil. Dia menciumku dan kami keluar dari mall GI, aku hanya diam hanya diam di mobil. Carlos memegang tanganku dan menciumnya, dia membuka pembicaraan.


“Bagaimana pertandingannya tadi sayang.” Tanya Carlos padaku.


“Tadi kami menang beb.” jawabku. Dalam hatiku, kamu mau bermian main denganku. Kita lihat saja nanti.


“Bagus.” Kata Carlos sambil memegang tanganku dia menatapku dan tersenyum.


Aku berpura pura biasa seolah olah tidak melihat dia dengan perempuan itu. Aku membalas senyumannya, “kamu mau bermain denganku aku akan menggunakan Glen.” Kataku dalam hati.


Akhirnya kami sampai di apartemen, kami masuk dan aku langsung menuju ke dapur untuk mengambil air minum. Di AC tenggorokanku jadi kering, selesai minum aku naik ke atas dan mengambil handuk kemudian masuk ke kamar mandi. aku melepaskan pakaianku dan menyalakan shower, air membasahi tubuhku.


Carlos masuk ke kamar mandi dan buang air kecil, dia melepaskan pakaiannya dan mendekatiku. Dia menyabuni belakangku dan dia memutar badanku menghadapnya. Kami saling bertatapan, dia memelukku dan menyalakan shower kemudian dia membersihkan sabun yang ada di badanku. Aku mengambil sabun dan menyabuni dadanya yang berbulu aku suruh dia berbalik dan aku meyabuni belakangnya dan aku membersihkan sabun yang ada di belakangnya dengan air dan dia berbalik menghadapku.


Dia melingkarkan tangannya di pinggangku dan mencium bibirku aku membalas ciumannya, kami berciuman. Dan kami melakukan hubungan itu di kamar mandi, kami saling berpelukan. Pelukan yang sangat erat dan dia menatapku, memegang wajahku dan memelukku lagi, dia berbisik di kupingku. “Aku sangat mencintamu.. Sangat mencintaimu.”


Aku hanya tersenyum, dalam hatiku. “Kalau kamu mencintaiku tidak mungkin kamu mengkhinatiku.” Aku melepaskan pelukan Carlos dan menyalakan shower, aku membersihkan tubuhku dan memakai handuk.


Aku keluar dari kamar mandi dan Carlospun ikut keluar , aku masuk ke kamarku dan mengambil baju tidurku. Carlos dia hannya menggunakan underwear boxernya, dia masih bertelanjang dada. Aku keluar kamar dan duduk di ruang Tv, aku menyalakan Tv dan Carlos datang menghampiriku dan berbaring di sofa. Kepalanya di letakan di pahaku, dia mengambil tanganku dan di letakkan di dadanya.


Tanganku yang satu memegang handphone, aku melihat ada pesan dari Glen. Aku membacanya dan tersenyum sendiri. Dalam hatiku dasar. “ gila.”

__ADS_1


__ADS_2