
Jessica POV
Carlos membuka gorden kamar dan nampak sinar matahari terpancar di danau yang menyilaukan mataku, aku meregangkan badanku di tempat tidur dan Carlos menghampiriku dan berbisik di kupingku.
“Selamat pagi sayang, tidurmu sangat pulas.” Bisik Carlos sambil membelai pipiku.
Aku tersenyum dan melingkarkan tanganku di pinggangnya. “kamu masih mengantuk sayang?”
Dengan suara serak. “Iya beb, peluk aku!” Pintaku manja pada Carlos,
Carlos naik ketempat tidur dan berbaring di sampingku, dia memelukku erat sambil berkata “dasar manja.” Aku terseyum dan melingkarkan tanganku di perutnya
“Tapi kamukan suka kalau aku bermanja padamu beb.”
Carlos tertawa dan mencium keningku dan berkata. “Iya aku suka sayang.” Sambil memutar badannya menghadapku.
Aku memegang pipinya dan meraba bibir Carlos, dia memegang tanganku dan memasukkan jari telunjukku kemulutnya. Aku tersenyum, dan dia melingkarkan tanganku di pinggangnya dan memelukku erat,
Karena dia hanya memakai underwear boxer aku bisa merasakan juniornya, Tanganku mulai bergerak ke bawah dan masuk ke dalam boxernya, aku memegangnya dan dia tertawa katanya padaku.
“Sayang kamu mulai nakal.”
Aku tersenyum dan berkata
“Tapi kamu sukakan beb.” Dan dia tersenyum
“Iya sayang aku suka, sambil mndesah di kupingku. aku mencium dada Carlos lalu turun ke perutnya dan aku melepaskan boxernya dan melakukan aksi. “ maaf di sensor.”
Carlos menarikku dan melepaskan kimonoku aku berbaring dan dia melakukan asksinya
“Aahhh…. Beb hati hati perutku!”
“Iya sayang aku tau.” Jawab Carlos.
Dia melakukannya dengan lembut dan akhirnya dia terbaring di sampingku, dia memelukku dan kami berdua tertidur kembali.
Author POV
Handphone Carlos berbunyi Jessica melihat Federico yang menelepon.
“Beb bangun, daddy menelepon.” Carlos membuka matanya dan mengambil handphone dari tangan Jessica tedengar suara federico disana
“Hallo nak kalian dimana kenapa semalam tidak pulang?” Tanya Federico penuh khawatir, mommy mengkhawatirkan Jessica.
“Maaf dadd tidak mengambarkan kalian aku dan Jessica tidur di villa pinggir danau.”
“Cepat pulang Jessica harus ke dokter.” Kata Federico dari seberang telepon
“Iya dadd kami segera pulang.” Carlos menutup telepon dan menatap Jessica
”Ayo siap siap sayang kita pulang mommy sangat khawatir padamu.”
“Iya beb.”
Jessica dan Carlos masuk ke dalam kamar mandi, Carlos menyalakan shower dan menggosok punggung Jessica.
”Sayang sekarang mommy lebih mengkhatirkanmu dari pada aku, kamu lihat sayang mereka sangat menyayangimu apa lagi daddy, kamu sudah seperti anak kandung baginya.”
Jessica membalikkan badannya menghadap Carlos dan melingkarkan tangannya di punggung Carlos dan meledeknya
“Kamu iri ya beb?”
“Tidak sayang aku malah senang mereka menyayangimu.” Kata Carlos sambil melingkarkan tangannya di pinggang Jessica dan mencium hidung Jessica.
“Ayo selesaikan mandinya.” Jessica dan Carlos melanjutkan mandinya.
Selesai mandi mereka berdua keluar dan memakai pakaian mereka.
Jessica duduk di depan cermin dan Carlos menyisir rambut Jessica.
“Sayang kamu semakin cantik.” Kata Carlos pada Jessica sambil menyisir rambut. Jessica menatap Carlos lewat cermin Carlos tersenyum pada Jessica, dan dia mencium rambbut Jessica.
“Ayo kita pergi sekarang sayang.”
Jessica berdiri dan memegang tangan Carlos
“Ayo beb kita jalan.” Mereka berdua keluar dari rumah dan menuju ke mobil, Carlos membukakan pintu dan Jessica masuk kedalam mobil. Carlos juga masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin dan mereka pulang
Akhirnya mereka tiba di rumah Liliana menyambut Jessica dan Carlos
“Sayang kenapa tidak pulang semalam, aku mengkhawatirkan kalian.”
“Mom tidak perlu khawatir aku dan Jessica baik baik saja, aku dan Jessica hanya ingin berduaan saja disana.”
“Baiklah kalau begitu, sayang kamu harus kedokter untuk memeriksa kandunganmu ya.”
__ADS_1
“Iya mom, aku kekamar sebentar.”
Jessica berjalan kedalam dan masuk ke kamar di ikuti Carlos, dia mengganti pakaiannya dan Carlos juga mengganti pakaiannya dan mereka berdua turun. Disana Federico dan Liliana sudah menunggu mereka, Jessica dan Carlos menghampiri mereka berdua.
“Ok mom kami sudah siap ayo jalan.”
Mereka keluar dan menuju mobil dan Carlos membukakan pintu kemudian aku masuk, aku duduk di belakang bersama Liliana dan Federico duduk di samping Carlos dan Carlos menjalankan mobilnya.
Tidak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit dan mereka langsung menuju ke ruang dokter kandungan. Mereka di sambut oleh suster dan di suruh masuk, mereka duduk di dalam dan dokter meminta Jessica menimbang badan terlebih dahulu, selesai menimbang badan dokter menyuruh Jessica berbaring lalu dia berbaring di tempat tidur.
Terlihat wajah Liliana dan Federico begitu bahagia, mereka tidak sabar lagi ingin melihat janin di dalam perut Jessica
Dokter mengoles perut Jessica dengan gel dan alat mulai di gerakkan di perutku, aku melihat di monitor Carlos memegang tanganku. Semua mata tertuju ke monitor Federico memeluk Liliana
“Sayang itu cucu kita.” Kata Federico pada Liliana
“Iya sayang.” Balas Liliana sambil berdiri dan mendekatiku. dia tersenyum melihatku.
Selesai memeriksa, dokter membersihkan gel yang ada di perut Jessica. Jessica berdiri dan kembali duduk, Carlos juga duduk di samping Jessica.
“Janinnya sehat pertumbuhannya juga sangat bagus.” Jelas dokter pada mereka. “Tetap rajin minum vitamin ya.”
“Iya dok.” Jawab Jessica pada dokter.
Kemudian dokter memberikan vitamin padak Jessica dan mereka berpamitan. merekapun pulang. Dan sampai di rumah Jessica langsung naik ke atas dan masuk kamar, dia mengganti pakaiannya dan berbaring di tempat tidur.
Jessica POV
Dua hari lagi kami akan ke Spain dan malam ini Carlos mengajakku untuk ke rumah temannya, kata Carlos mereka sudah lama tidak bertemu. Tapi aku tidak ingin pergi, aku hanya ingin di rumah saja. Carlos ingin mengenalkanku dengan temannya tapi aku merasa lelah aku lebih memilih tinggal di rumah.
“Sayang ikutlah denganku malam ini saja temani aku bertemu dengan temanku.” Pinta Carlos padaku.
“Beb aku lelah kamu saja yang pergi ya, aku ingin istirahat.”
“Baiklah sayang aku tidak akan memaksamu.”
“Beb jangan minum alkohol ya.” Pintaku pada Carlos sambil melingkarkan tanganku di punggungnya.
“Iya sayang, tapi kalau mereka menawariku bagaimana?”
“Boleh tapi hanya sedikit saja, jangan sampai mabuk. Kalau kamu mabuk aku tidak akan tidur denganmu.”
“Iya sayang aku minum sedikit saja.”
“Janji ya beb, awas kalau bohong aku akan kunci kamar ini dan kamu tidur di luar.” Carlos tertawa dan mencubit pipiku.
“Tentu saja beb, aku tidak akan bukakan pintu. Sudah pergi sana, jangan pulang larut malam.” Aku melepaskan pelukanku pada Carlos.
“Iya sayang, aku hanya sebentar saja.” Kata Carlos sambil mencium keningku serta bibirku dan dia pergi.
Aku menyetel instrumen music dan berbaring di tempat tidur sambil membaca buku dan aku tertidur. Aku terbangun karena ingin buang air kecil, aku lihat kesamping Carlos tidak ada aku melihat jam sudah hampir jam dua belas. “Hmmm.. Belum pulang juga dia.” Aku bangun dan pergi ke kamar mandi. Selesai buang air kecil aku kembali berbaring dan aku tidak bisa tidur.
Aku menunggu Carlos pulang, mauku telepon tapi hendphoneku ada padanya. Aku berdiri dan membuka pintu arah ke teras dan aku duduk, aku tidak akan tidur sebelum Carlos pulang.
sekitar satu jam kemudian ada dua cahaya lampu mobil masuk ke dalam, mobil yang satu milik Carlos tapi yang satunya lagi entah mobil siapa. Aku membuka pintu kamar dan aku keluar kamar aku melihat dari atas Carlos di bopong masuk oleh kedua temannya. Aku masuk lagi ke kamar dan mengunci pintu.
Dia sudah berjanji tidak akan mabuk dan tidak akan pulang larut malam, tapi dia bohong padaku. Aku berbaring di tempat tidur aku tidak ingin dia masuk ke kamar, biar saja dia tidur di luar dan akhirnya aku tertidur.
Pagi pagi sudah berisik Federico memarahi siapa lagi. Aku bangun dan mencoba mendengar siapa yang di marahin Federico. “Oh.. Ternyata Carlos sedang di marahi Federico.
“Dimana pikiranmu membiarkan sendiri Jessica sedang hamil dan pergi mabuk mabukkan dengan temanmu, kalau kamu belum siap menikah dan masih ingin hura hura dengan temanmu katakan saja nanti daddy akan membatalkan pernikahanmu biar mommy dan daddy yang akan mengurus Jessica.” Kata Federico pada Carlos
“Jangan dadd aku ingin… Aku ingin menikah dengan Jessica. Aku sangat mencintainya.”
“kamu mencintainya tapi kenapa kamu tinggalkan dia sendiri, kamu lebih memilih teman temanmu dari pada Jessica.”
“Dadd aku minta maaf aku tidak akan mengulanginya.”
“Jangan minta maaf padaku tapi minta maaf pada Jessica.”
Dalam hatiku. “Sukurin, aku akan bersikap dingin padanya biar dia kapok.” Aku masuk kekamar mandi dan mandi, selesai mandi aku membuka pintu dan Carlos ada di depan pintu. Aku hanya menatapnya dan berjalan menuju tangga, Carlos menahan tanganku
“Sayang maafkan aku, aku sudah salah padamu.” Kata Carlos padaku.
Aku hanya menatapnya dan melepaskan tanganku darinya, aku turun ke ruang makan disana ada Liliana dan Federico. Mereka berdua menatapku, Federico berdiri dan memelukku.
“Bagaimana tidurmu semalam Nak.” Tanya Federico padaku
“Semalam aku tidur pulas dadd.”
“Baguslah sayang, ayo duduk disini kita sarapan.” Kata Liliana padaku
Aku menarik kursi dan duduk, Carlos datang keruang makan dan duduk di dekatku dan memandangku. Aku hanya diam saja, aku mengambil makanan dan memakannya. Carlos juga begitu. sedikit sedikit dia melihatku tapi aku cuek, aku tau dia tersiksa kalau aku diam.
Selesai makan aku berdiri dan pamit pada Liliana, aku pergi ke kamar dan Carlos mengikutiku dari belakang. Sampai di kamar aku mengambil buku dan pergi ke teras, aku membuka buku dan membacanya. Carlos juga ke teras dan duduk, dia ingin bicara tapi takut dia hanya duduk dan diam. Dan akhirnya dia berbicara padaku
__ADS_1
“Sayang...” Carlos memanggilku tapi aku tidak mau menjawabnya aku hanya diam. “Sayang tolong dengarkan aku please.”
Aku menatap carlos. “Dengarkan apa, jelas jelas kamu sudah berbohong padaku apa lagi yang harus aku dengar?” Aku berdiri dan masuk ke kamar, aku berbaring Carlospun masuk kekamar dan berbaring di sampingku. Aku membelakangi Carlos dan dia mencoba memelukku tapi aku tepiskan tangannya. Aku menutup kepalaku dengan bantal, aku ingin membuat dia benar benar kapok.
Akhirnya dia menyerah dan tidur, aku bangun dan mengganti pakainku kemudian turun kebawah. Aku menemui Liliana dan Federico, mereka lagi di halaman belakang. Aku menghampiri mereka dan meminta ijin untuk pergi ke toko buku.
“Mom aku ingin ke toko buku ada yang ingin aku beli.”
“Iya sayang, kamu pergi dengan Carlos?”
“Tidak mom, aku pergi sendiri saja. Carlos lagi tidur aku tidak ingin membangunkannya.”
“Jangan nak kamu tidak boleh pergi sendiri pergi saja dengan Rick atau Garry.” Kata Federico
“Baiklah dadd.”
Federico memanggil Garry dan menyuruhnya menemani aku ke toko buku, Federico dan Liliana tidak bisa menemaniku karena mereka akan pergi bertemu dengan rekan bisnisnya.
Aku keluar bersama Garry, aku masuk ke dalam mobil dan Garry menjalakan mobil menuju ke toko buku. Sampai di toko Garry memarkirkan mobil dan aku turun.
“Garry kamu tidak ikut ke dalam?”
“Ah… Tidak nona Jessica saya tunggu di mobil saja.” Jawab Garry padaku
“Baiklah kalau begitu aku hanya sebentar saja.”
Aku meninggalkan Garry dan masuk ke dalam toko buku, aku mulai memilih milih buku. Aku mengambil sebua novel yang berjudul The long Road Home karya Danielle Steel aku membaca sinopsisnya dan aku tertarik, kemudian aku mencari buku tentang ibu hamil.
Aku memilih empat buku, aku pergi ke kasir dan tidak sengaja aku melihat Darell aku mencoba menghindar tapi ternyata dia sudah melihatku duluan. “Ohh shit..” Umpatku dalam hati, Darell datang menghampiriku.
“Hi Jessi apa kabar, ternyata kamu disini juga ya?”
“Hi aku baik baik saja, iya aku hanya datang membeli buku.” Sambil menunjukan buku yang ada di tanganku.
“Ohh… Kamu senang membaca ya?”
“Iya aku senang membaca.”
“Oh ya Jess bagaimana kalau kita makan malam bersama aku akan traktir kamu.”
“hmm.... Bagaimana ya. Sepertinya aku tidak bisa karena aku sudah janji untuk makan malam bersama di rumah.
“Ohhh… Sayang sekali, kalau begitu next time.” Kata Darell padaku
“Ok Darell aku kekasir dulu ya.” Aku meninggalkan Darell dan pergi ke kasir. “Ahh.. Syukurlah dia tidak memaksa.”
Author POV
Sementara di rumah Carlos bangun dan mencari Jessica tapi Jessica tidak ada di rumah. Orang tuanya juga sudah pergi. Dia mencari Jessica ke pondok tapi tidak ada, dia masuk lagi kedalam rumah dan berpapasan dengan Marco
“Marco, mom and dadd kemana?” Tanya Carlos pada Marco
“Sudah pergi Tuan.”
“Kalau Jessica kemana?”
“Ohh.. Dia pergi ke mall Tuan.” Jawab Marco
“Dia pergi sendiri??
“Tidak Tuan dia pergi dengan Garry.”
“Ohh begitu, terima kasih Marco. Kenapa dia tidak membangunkanku, main pergi saja”
Terdengar mobil berhenti di depan, Jessica turun dari mobil dan masuk. Jessica melihat Carlos lagi menatapnya tapi Jessica hanya diam. Carlos menyambut Jessica
“Sayang kamu dari mana?” Tanya Carlos tapi Jessica tidak menjawabnya, dia naik ke atas dan masuk ke kamar. Carlos masih mengikuti Jessica
“Sayang bicaralah jangan diam seperti itu.” Jessica tetap diam dia mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi kemudian mengunci pintu kamar mandi.
“Sayang please jangan diam seperti itu padaku, aku tau aku sudah salah padamu maafkan aku sayang. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi.”
Jessica tetap diam dia membiarkan Carlos bicara sendiri. sebenarnya Jessica sudah tidak marah dia diam hanya acting saja. Jessica keluar dari kamar mandi dan Carlos mendekati Jessica
Sambil memegang tangan Jessica. “Sayang please maafkan aku, aku janji tidak akan mengulanginya.”
Jessica menatap Carlos. “Mana handphoneku..?”
“Iya sayang aku akan memberikan handphonemu.” Carlos mengambil handphone Jessica dan memberikannya pada Jessica
“Ini sayang handphonemu.” Jessica mengambil handphone dari tangan Carlos dan berjalan ke teras, dia mencoba menelpon Andrew dan Carlos mendekati Jessica dan memeluknya dari belakang, Jessica membiarkan Carlos memeluknya. “Hmm handphone Andrew tidak aktif.” Jessica sudah kangen padanya.
Jessica kembali ke kamar dan berbaring, Carlos juga ikut berbaring disamping Jessica. Dia memeluk Jessica dan Jessica membiarkan Carlos memeluknya.
Carlos terlihat begitu senang karena Jessica tidak marah lagi. “Aku lega dia tidak marah lagi, aku tidak akan mengulanginya lagi.” Kata Carlos dalam hati, Carlos mencium kening Jessica dan memeluknya erat.
__ADS_1
Selamat membaca
Terima kasih bagi yang masih setia memberi like dan koment