End Of Love

End Of Love
EOL 36


__ADS_3

Tim kami suda melakukan enam kali pertandingan dan belum pernah kalah, poin kami sangat tinggi dan kami lolos masuk ke babak semi final. Pertandingan akan di mulai dua hari lagi, hari ini aku di apartemen saja karena hari ini sekolah libur dan carlos pergi ke kantor.


Aku membersihkan apartemen sambil mendengarkan musik aku meyambungkan dengan handphoneku dan terdengar Cigarettes Of Ours Songs. Aku sangat suka dengan musiknya, setiap malam aku selalu mendengarkan lagu ini dan aku ikut bernyanyi, karena tiap malam aku mendengarkan lagu ini makanya aku hafal.


{ author juga suka lagu ini , sambil mendengarkan lagunya author menulis novel ini }


Aku melihat jam sudah pukul tiga sore. “hmmm… Waktu begitu cepat.” Dan handphoneku


berbunyi aku lihat pesan dari Fanya, aku langsung menelepon Fanya dan Fanya langsung menjawabnya.


“Hi Jess kamu bacakan pesannya?”


“Iya aku baca Fan, kamu bareng Glen sekarang?”


“Iya Glen lagi sama aku sekarang.” Jawab Fanya dari seberang telepon


“Ya sudah jemput aku sekarang.” Kataku pada Fanya.


“Ok aku dan Glen kesana sekarang.”


Aku cepat cepat ambil handuk dan mandi, selesai mandi aku langsung masuk kamar dan mengambil celana jeans dan t’shirt kemudian memakainya. Aku tidak suka make up, natural aja. Aku mengambil tas dan sepatu kemudian aku langsung turun kebawah dan memakai sepatu. selesai memakai sepatu aku turun ke lobby dan menunggu jemputan Fanya dan Glen. Aku berdiri keluar dan melihat mobil Glen, aku menghampiri mobil Glen dan membuka pintu. Aku masuk ke dalam mobil dan Glen menjalankan mobilnya.


“Kita mau kemana Fan?”


“Kita ke mall Jess kita nonton film saja.” Jawab Fanya.


“Ok..” Glen melajukan mobilnya menuju ke mall dan akhirnya kami tiba mall, kami turun dan masuk ke dalam mall. Kami menuju bioskop dan membeli tiket, kami akan menonton Terminator Dark. Filmnya mulai jam lima dan sekarang baru jam empat, kami nongkrong di coffee B. Aku memesan hot chocolato, maklum aku gak tau minum coffee.


Kami ngobrol ngobrol dan bercanda, Glen selalu ledekin aku. Aku tidak tau kenapa Glen selalu berbisik begitu padaku, mungkin dia tau banyak tentang Carlos. Suatu waktu aku akan berbicara panjang dengan glen.


“Sudah mau jam lima kata Glen.” Kata Glend padaku dan Fanya, kamipun berdiri dan berjalan menuju bioskop. Kami masuk dan memberikan tiket kepada petugas, kami bertiga masuk dan duduk di bangku ke dua dri belakang. Awalnya aku duduk dekat Fanya tapi Glen maunya duduk di antara aku dan Fanya.


“Glen Fanya yang di tengah kenapa malah kamu.” Kataku pada Glen.


“Tidak apa apa Jess, supaya aku juga bisa ngobrol dengan kamu.” Kata Glen sambil tersenyum padaku.


“Kamu mau nonton atau mau ngobrol?”


“Nonton dan ngobrol.” Jawab Glen.


Fanya tertawa melihat aku dan Glen.


“Sebenarnya kalian berdua itu cocok.” Kata Fanya pada aku dan Glen.


Aku langsung melotot pada Fanya dan Fanya menertawaiku. Akhirnya filmnya di mulai, aku fokus pada film tapi Glen sering menggangguku. Aku pingin pindah tapi semua kursi penuh, terpaksa aku bertahan di samping Glen.


Glen berbisik lagi. “Jess kamu pasti akan meninggalkan Carlos.


“Kenapa? kenapa kamu berkata begitu begitu?” Bisikku pada Glen.


“Tidak kenapa kenapa feeling aku saja.” Kata Glen lagi.


“Glen filmnya bagus tapi kamu selalu membuat konsentrasiku hilang.” kataku pada Glen dengan kesal.


Glen menertawaiku dan akhirnya filmnya selesai, kami keluar dan melihat jam baru pukul tujuh. Glen mengajak kami ke cafe di daerah selatan, akupun mau dari pada bt di apartemen apa lagi Carlos pasti pulang malam.


Kami menuju ke cafe KMG tidak lama kemudian kami sampai, Glen memarkirkan mobil dan kami keluar dari mobil kemudian masuk ke dalam, Glen mencari tempat yang remang remang. Kami mendapat meja di pojok, aku duduk menghadap pemain band dan Glen memesan minuman.


“Jess Fanya kalian mau minum apa?” Tanya Glen padaku dan Fanya.


“Soft drink saja.” Kataku pada Glen.


“Kalau kamu Fanya?” Tanya Glen pada Fanya


“Sama saja seperti Jessi.


Glen memesan satu pitcher bir aku dan Fanya soft drink, tidak lama kemudian minumannya datang. Pelayan meletakkan di meja kami dan kami mendengarkan live music, sejam kemudian Glen berbisik padaku.


“Jess aku mau kasih tahu sama kamu tapi kamu jangan langsung membalikkan badan kamu, kamu berpura pura berjalan ke arah toilet nanti kamu lihat di meja dekat pintu keluar. Tapi please kamu jangan terkejut.


“Ada apa Glen.” Aku menjadi penasaran.


“Ikuti saja apa yang barusan aku katakan.”


Aku mengikuti perintah Glen, aku berdiri dan berjalan ke toilet. Glen mengikutiku dari belakang, aku masuk ke toilet perempuan dan glen toilet pria. Tidak lama kemudian aku keluar menunggu Glen. Akhirnya Glen keluar dan aku melihat ke meja dekat pintu, aku melihat carlos dengan perempuan itu lagi. Aku ingin samperin Carlos tapi Glen menahan tanganku, aku melihat glen menggelengkan kepala. Akhirnya aku dan Glen kembali ke tempat duduk.

__ADS_1


Tidak lama kemudia Glen berdiri berjalan menuju kasir, aku melihat dia meminta kertas dan menuliskan sesuatu di kertas itu. Aku tidak tahu apa yang akan di lakukan Glen, aku berbincang bincang dengan Fanya. Dan aku melihat dia menghampiri pemain band dan memberikan kertas. mungkin dia mau reguest lagu gumamku dalam hati. Glen kembali ke tempat kami dan duduk, dia tersenyum padaku.


Aku lihat Fanya sibuk dengan ponselnya. Musik selesai Mc- nya mengambil mic dan mulai bercuap cuap di atas panggung. Aku terkejut saat Mc-nya menyebut namaku


“Ok we get reguest from mr Glen and He ask Miss Jessica from table six for singing.


Aku terkejut dan menatap Glen


“Glen what are you doing, you know i can’t singing. you are so crazy.” Kataku pada Glen.


Glen dan Fanya tertawa . “Oh come on Jess you can, just try.” Kata Glen padaku. Fanya melihatku dan tertawa. “Ayo Jess kamu bisa.” Kata Fanya padaku.


Akhirnya aku berdiri dan menuju ke depan. aku tidak tahu mau nyanyi apa.


“Ok Give applause for Miss Jessica.” Kata si MC.


Aku mendengar mereka bertepuk tangan. aku jdi gugup, aku menghampiri Mc dan dia memberikan micnya padaku, aku tidak mau nyanyi sendiri aku harus mengerjai Glen juga.


“Ok thank you but i dont wanna sing alone so i want mr glen singing with me.


Semua bertepuk tangan dan meminta Glen untuk maju. “Ok Mr Glen come here.” Akhirnya dia berdiri dan terdengar lagi mereka bertepuk tangan.


Glen menghampiriku dan melingkarkan tangannya di pinggangku, aku langsung tau dia ingin membuat Carlos cemburu. Mc memberikan mic pada Glen, aku dan Glen saling pandang dan tersenyum.


Author POV


Sementara itu Carlos terkejut mengetahui Jessica ada di café. “Ternyata Jessica juga disini, kenapa Glen membawanya kesini.” Kata Carlos dalam hati.


Hati Carlos terasa panas melihat Glen melingkarkan tangannya di pinggang Jessica.


Jessica POV


Aku dan Glen mendekati pemain band dan memberitahukan lagu yang akan kami nyanyikan.


“Bisa iring just a fool?” Tanyaku pada pemain band dan mereka menganggukan kepala.


Mereka bisa dan musik di mulai, Glen memegang tanganku dan aku lebih dulu menyanyi


Another shot of whiskey please. bartender


How bad it hurts when you're gone (na na na)


the music up a little bit louder


Just gotta get past the midnight hour


Maybe tomorrow it won't


Be this hard


Who am I kidding


I know what I'm missing


I had my heart set on you


But nothing else hurts like you do


Who knew that love was so cruel


(Yeah yeah yeah)


And I


Waited and waited so long


For someone who'd never come home


It's my fault to think you'll be true (yeah. yeah)


I'm just a fool


(Yeah)


Glen :” I said that I don't care

__ADS_1


I'd walk away whatever


And I tell myself we were bad together. (uh huh)


But that's just me trying to move on


With out you


Glen & Jess : “ But who am I kidding


I know what I'm missing


Hey, I had my heart set on you


But nothing else hurts like you do


Who know that love was so cruel


(Yeah yeah yeah)


And I


Waited and waited so long


For someone who'd never come home


It's my fault to think you'll be true (yeah. yeah)


I'm just a fool


For holding on to something that


Is never ever gonna come back


I can't accept that it's lost


Aku tidak bisa bernyanyi lagi dadaku terasa sesak tanpa sadar aku memeluk Glen dan berbisik


“Glen aku ingin pulang.”


Glen memelukku dan berbisik. “Menangis saja kalau kamu ingin menangis jangan di tahan.”


Aku turun dan keluar melewati Carlos dan perempuan itu, aku tidak mau melihatnya tapi aku yakin dia melihatku. Glen mengikutiku dari belakang, sampai di luar aku langsung memeluk Glen dan pecah tangisku. Glen memelukku dan berbisik. “Menangis Jess, lepaskan semua jangan disimpan.” Aku memeluk erat Glen dan terus menangis, ingin rasanya aku berteriak. Dan aku mengajak glen untuk mengantarku pulang.


“Glen aku mau pulang please.”


Author POV


Carlos keluar dan melihat Jessica memeluk Glen, dia melihat jessica menangis di pelukan Glen. “Ada apa? apakah Jessica melihatku disini? waktu bernyanyi dia juga menangis dan memeluk Glen.” Kata Carlos dalam hati.


Jessica POV


Glen aku ingin pulang, aku tidak mau disini. Glen menyeka air mataku, aku melihat Fanya dan Fanya mendekat padaku dia juga memelukku.


“Jess aku sudah tau semuanya, Glen sudah menceritakannya padaku. Tinggalkan Carlos, lebih baik kamu sakit sekarang dari pada nanti.” Kata Fanya padaku.


“Fanya kita pulang.” Ajakku pada Fanya.


Glen memelukku dan berbisik. “Tinggalkan Carlos, kamu masih muda masih banyak laki laki yang lebih baik dari Carlos.


Aku hanya diam dan mengajak Glen untuk mengantarku pulang.


“Iya kita pulang sekarang.” Kata Glen padaku.


Kami berjalan menuju mobil, Glen membukakan pintu untukku dan aku masuk. Glen menjalankan mobil dan mengantar aku pulang. Sepanjang jalana aku memilih diam, sampai di gedung apartemen aku langsung turun dari mobil dan masuk kedalam apartmen. Aku masuk kedalam dan melihat jam sudah mau jam dua belas. Aku mengunci kamarku.


Author POV


Sementara di cafe Carlos mengajak Olive untuk pulang, pikirannya tertuju pada Jessica. Carlos mengantar pulang Olive, sampai di tempat kos Olive turun dan Carlos langsung pulang. sampai di apartemen Carlos langsung naik ke atas, dia membuka pintu kamarnya tapi Jessica tidak di kamar. Carlos mencoba membuka pintu kamar Jessica tapi terkunci dari dalam. Akhirnya Carlos kembali ke kamar dan berbaring. “Apakah jessica melihatku?” Tanya Carlos dalam hati.


Jessica POV


Benar apa yang Glen katakan, aku harus meninggalkan Carlos. Aku akan pergi, aku masih muda masa depanku masih Panjang untuk apa sakit hati. Aku tidak ingin menangis lagi, kita lihat saja Carlos, aku mengambil handphoneku dan mendengar music dan aku tertidur.


Episode berikut apakah jessica akan meninggalkan Carlos?

__ADS_1


Tunggu saja ya.


__ADS_2