End Of Love

End Of Love
SS2 EOL Eps 27


__ADS_3

Philadelphia


Clinton berjalan mondar mandir di kamarnya.


“Elena, dasar kamu bodoh kalau saja kamu tidak melukaiku kamu tidak akan mati.” Kata Clinton lalu dia melihat wajahnya di cermin. “Lihat Elena kamu meninggalkan bekas yang dalam di wajahku. Dasar perempuan sialan.” Umpat Clinton dalam hati.


Sementara di luar villa, terlihat polisi masuk lalu mereka mulai mengepung villa. Salah satu polisi mendobrak pintu lalu pintu terbuka, mereka langsung masuk ke dalam dan mencari Clinton.


Polisi yang lain naik ke atas dan yang lain pergi berpencar mencari Clinton. Salah satu polisi memberi isyarat agar berhenti, dia melihat Clinton lagi di kamarnya.


Salah satu polisi menghampiri Isam


“Apakah dia orangnya.”


Isam mengintip lalu dia menganggukan kepala


“Iya benar dia orangnya.” Kata Isam lalu mereka langsung menerobos masuk dan menodongkan senjata kepada Clinton. Clinton terkejut melihat polisi di villanya, dia mengangkat tangannya lalu polisi yang lain langsung membalikkan badan Clinton dan memborgolnya. Mereka membawa Clinton keluar dari villa dan memasukannya ke dalam mobil.


Salah satu polisi menghampiri Isam


“Apakah kamu akan membawanya langsung ke Kota Torrance?”


“Iya tapi aku butuh pengawalan, aku tidak ingin dia lepas karena dia berbahaya.” Kata Isam


“Baiklah, aku akan memberikan dua orang untuk mengawalnya.


“Terima kasih sudah membantu menangkapnya, aku harus membeli ticket.” Kata Isam lagi


Kemudian mereka kembali ke kantor polisi. Tiba di kantor polisi Clinton langsung di masukan ke dalam tahanan. Sedangkan Isam dia membeli ticket pesawat, hari ini juga dia harus membawa Clinton ke Kota Torrance.


Isam mengeluarkan handphonennya lalu dia menelepon Charlie. Panggilan terhubung


“Hallo Charlie, kami baru saja menggerebek villa milik orang tua Clinton.” Kata Isam


“Oh ya? Lalu bagaimana? Apakah Clinton ada disana?” Tanya Charlie


“Iya Charlie, sekarang dia bersama kami. Hari ini juga aku akan membawa dia ke Kota Torrance.” Kata Isam lagi


“Bagus Isam, jangan sampai dia lepas.” Kata Charlie dari seberang telepon


“Tentu saja Charlie. Baiklah Charlie nanti aku kabarkan kalau aku sudah di Torrance.” Kata Isam lalu dia menutup teleponnya.


Akhirnya Clinton di bawah ke Kota Torrance dengan menggunakan pesawat. Mereka tiba di Airport lax, mereka di jemput dengan pengawalan ketat. Mereka langsung membawa Clinton ke kantor polisi, tiba di kantor polisi Clinton di masukkan keruang tahanan. Kemudian Isam mengabarkan kepada Charlie, dia mengirim pesan kepada Charlis.


Sementara di kediaman Kairos terlihat Acel sedang berbincang bincang dengan Luca. Lalu handphonenya berbunyi, dia melihat Charlie yang menelepon.


“Hallo Charlie, bagaimana sudah ada kabar?” Tanya Acel


“Sudah Acel, mereka sudah menangkap Clinton. Dan sekarang Clinton ada di kantor polisi. Mereka sudah masukkan dia dalam tahanan.


“Senang mendengarnya Charlie, semoga orangtuanya tidak membebaskan Clinton.” Kata Acel

__ADS_1


“Kita lihat saja Acel, kalau orang tuanya membebaskan Clinton, silahkan Joe mencari Clinton.” Kata Charlie lagi.


“Baiklah Charlie aku akan mengabarkannya kepada Kairos.” Kata Acel kemudian dia menutup teleponnya. “Sebentar Luca, aku akan menemui Kairos.” Kata Acel kemudian dia meninggalkan Luca lalu dia masuk ke dalam rumah.


Acel menuju ke ruang kerja kemudian dia masuk.


“Hai Kairos aku sudah mendapat kabar dari Charlie.” Kata Acel sambil menarik kursi lalu dia duduk.


“Oh ya? Apakah Clinton sudah di tertangkap?” Tanya Kairos


“Iya Kairos, Clinton sudah tertangkap. Sekarang dia lagi di tahan di kantor polisi.” Jawab Acel.


“Aku senang mendengarnya, mudah mudahan orang tuanya tidak membebaskan dia.” Kata Kairos lagi sambil bersandar di sandaran kursi


“Kalau orang tuanya membebaskan dia, Joe pasti akan mencarinya.”


“Iya Acel, dan aku akan membantu Joe untuk mencari Clinton.” Kata Kairos agak emosi.


“Tidak perlu mencarinya, aku punya mata mata di keluarga Clinton.” Kata Acel sambil tersenyum.


“Baguslah Acel.”


“Baiklah Kairos, aku mau pergi sebentar.” Kata Acel sambil berdiri


“Kamu mau kemana Acel?” Tanya Kairos sambil menatap Acel


“Aku ingin pergi ke tempat teman.” Jawab Acel kemudian dia meninggalkan Kairos.


Sementara itu Joe baru saja turun dari mobil, dia melihat Acel sedang menggunakan helm. Joe menghampiri Acel dan menepuk punggun Acel


Acel melepaskan helmnya kembali


“Hi Joe, iya Cella di dalam. Dia lagi menunggumu.” Kata Acel sambil mengedipka sebelah matanya kepada Joe. Lalu Joe tertawa. “Hei Joe, jangan permainkan Cella.”


Joe tersenyum kepada Acel


“Kamu tenang saja Acel, aku mencintai Cella jadi tidak mungkin aku mempermainkan Cella. Apalagi dia perempuan yang baik. Dan kedua kakaknya sangatlah. Ummm……


“Sangat apa?” Sela Acel lalu Joe tertawa


“Sangat menakutkan.” Canda Joe lalu Acel tertawa.


“Baiklah Joe, aku harus pergi. Cella di dalam, kamu masuk saja.” Kata Acel sambil memakai Helm


“Ok thanks ya.” Kata Joe kemudian dia masuk ke dalam rumah. Dia mengirim pesan kepada Cella dan tidak lama kemudian Cella turun menemui Joe


“Ayo Joe kita ke halaman belakang.” Ajak Cella kepada Joe


Kemudian mereka berdua pergi dan duduk di teras belakang.


“Sebenta Joe aku akan mengambilkan minum untukmu.” Kata Cella lalu dia berdiri meninggalkan Joe dan pergi mengambil minuman di minibar kemudian dia kembali lalu dia duduk dekat Joe dan menuangkan minuman untuk Joe. “Ini Joe.” Kata Cella sambil memberikan gelas yang berisikan minuman kepada Joe.

__ADS_1


“Terima kasih Cella, oh ya Kairos mana?” Tanya Joe


“Dia lagi di ruang kerjanya.” Jawab Cella sambil tersenyum.


Joe menarik tangan Cella dan menyuruh Cella duduk di pangkuannya. Cella berdiri lalu dia duduk di pangkuan Joe.


Joe melingkarkan tangannya di pinggang Cella.


“Oh ya Cella aku harus kembali ke Seattle.” Kata Joe sambil membelai rambut Cella.


“Mengapa kamu Seattle?”


“Cella profesiku Dokter dan aku bekerja di salah satu rumah sakit di kota Seattle jadi aku harus kembali ke sana. Nanti kalau aku cuti, aku pasti akan datang kesini.


“Cuti? Berapa kali setahu kamu cuti.” Tanya Cella


“Aku juga tidak tahu.” Kata Joe sambil membelai wajah Cella.


“Jadi kita akan jarang bertemu?”


“Sayang, kita bisakan komunikasi lewat telepon kita bisa video call juga via skype.” Kata Joe lagi


‘Tapi itukan beda Joe.”


“Iya aku tahu, kamu bisa menunggukan?” Tanya Joe


“Baiklah.” Kata Cella dengan wajah memelas


Joe mengecup kening Cella


“Terima kasih sayang. Aku akan setia padamu.” Kata Joe kemudian dia memegang tangan Cella. “Kamu akan setia padakukan?”


Cella memagang wajah Joe


“Aku mencintaimu, aku akan setia menunggumu.” Kata Cella kemudian Joe mencium bibir Cella. Cella membalas ciuman Joe, dia melingkarkan tangannya di pungung Joe lalu mereka berdua saling berciuman.


Joe menghentikan ciumannya lalu dia membelai wajah Cella.


“Terima kasih sayang. Oh ya bagaimana kalau kita makan di luar?” Kata Joe kepada Cella


“Umm.. baiklah. Ayo!” Kata Cella kemudian mereka berdua berdiri dan berjalan kedepan.


Cella pergi keruangan kerja lalu dia pamitan kepada Kairos.


“Kairos aku akan pergi dengan Joe.”


“Baik Cella, ingat jaga tubuhmu.” Canda Kairos lalu Cella melototkan matanya kepada Kairos dan Kairos tertawa.


Cella meninggalkan Kairos kemudian dia pergi dengan Joe.


Selamat membaca

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar ya


Terima kasih


__ADS_2