End Of Love

End Of Love
SS2 EOL Eps 24


__ADS_3

Semenjak kepergian Elena Kairos lebih banyak diam dan dia menghabiskan waktunya di luar kantor. Kairos juga selalu pulang larut malam. Acel dan Cella merasa kasihan kepada Kairos, mereka tahu Kairos sangat mencintai Elena.


“Acel, berbuatlah sesuatu untuk Kairos, aku kasihan melihatnya seperti itu.” Kata Cella kepada Acel


“Cella aku tidak tahu harus berbuat apa. Biarkan saja yang terpenting dia tidak mabuk mabukkan, kalau dia hanya mengurung diri di kamar dan pulang larut malam itu tidak apa apa. Lagipula Ryder dan Lincon selalu bersamanya.”


Tiba tiba handphone Acel berbunyi, dia melihat panggilan dari Charlie. Acel langsung menjawab telepon dari Charlie.


“Hallo Charlie, apakah sudah ada kabar siapa yang membunuh Elena?” Tanya Acel


“Iya sudah Acel dari hasil forensic, darah yang mereka ambil di tempat kejadian itu milik Clinton.” Jawab Charlie.


“Aku sudah katakan padamu Charlie bahwa Clinton yang membunuhnya.” Kata Acel lagi.


“Iya Acel, tapi saat ini Clinton sudah meninggalkan Kota Torrance, tapi polisi sudah berkerja sama dengan kota kota lain dan mengirim foto Clinton. Mudah mudahan dia cepat tertangkap.”


“Mudah mudahan Charlie, kalau tidak Joe dan Kairos yang akan mencarinya.” Kata Acel kepada Charlie.


“Katakan kepada Kairos jangan melakukan hal buruk, serahkan kepada polisi.” Kata Charlie dari seberang telepon


“Baiklah Charlie, terima kasih atas informasinya.” Ucap Acel


“Sama sama Acel.” Kemudian terdengar telepon di tutup


Cella menatap Acel


“Ada kabar apa Acel?” Tanya Cella


“Umm.. Charlie mengabarkan kalau yang membunuh Elena adalah Clinton. Dan sekarang Clinton sudah meninggalkan Torrance.


“Pengecut juga si Clinton.” Kata Cella lagi


Lalu terdengar pintu di ketuk. Cella dan Acel saling pandang


“Siapa itu Acel?’ Tanya Cella


Acel mengangkat bahunya.


“Aku tidak tahu Cella, sebentar aku lihat.” Kata Acel kemudian dia pergi membuka pintu. Acel melihat Joe lalu dia tersenyum. “Hi Joe, ayo masuk.”


Joe masuk ke dalam rumah


“Oh ya Acel, apakah Kairos di rumah?” Tanya Joe sambil berjalan masuk bersama Acel


“Umm.. dia tidak di rumah Joe.” Jawab Acel.


“Ehm.. tadi aku pergi ke kantornya tapi dia tidak ada Acel.” Kata Joe sambil melihat Cella yang sedang duduk di ruang santai. “Hi Cella, apa kabar.” Sapa Joe kepada Cella


Cella berdiri lalu dia tersenyum kepada Joe


“Hi Joe, aku baik baik saja.” Jawab Cella sambil bersalaman dengan Joe. “Oh ya, ayo duduk Joe.” Kata Cella


Joe tersenyum lalu dia duduk di sofa.


“Oh ya Joe, jadi tadi kamu ke kantor Kairos?” Tanya Acel sambil duduk di sofa juga.


“Iya Acel, tapi dia tidak di kantor.” Jawab Joe tapi matanya selalu melirik Cella.

__ADS_1


“Umm.. mungkin dia lagi di proyek Joe. Semenjak kepergian Elena dia selalu menghabiskan waktunya di luar kantor.” Kata Acel lagi.


“Ohh.. begitu ya.” Gumam Joe. “Papiku juga begitu, dia jarang di kantor semenjak kematian Elena.”


“Oh ya Joe, aku sudah mendapat kabar tentang orang yang membunuh Elena.” Kata Acel kepada Joe


“Benarkah Acel? Siapa yang telah membunuh adikku?” Tanya Joe


“Clinton yang membunuh Elena.”


“Clinton? Siapa itu Clinton?” Tanya Joe lagi


“Hemm… Clinton adalah anak rekan bisnis papi kamu.” Kata Acel lagi


“Apakah polisi sudah menangkapnya?”


Cella hanya dia dan memperhatikan Acel dan Joe berbincang. Cella juga memperhatikan Joe


“Joe sangat tampan.” Kata Cella dalam hati.


Acel menggelengkan kepala


“Belum Joe, Clinton sudah meninggalkan Kota Torrance.” Kata Acel sambil memperhatika Cella. “Jangan jangan Cella menyukai Joe, dari tadi matanya melihat Joes terus.


“Bangsaat..” Kata Joe dengan geram. “Aku akan mencarinya.”


“Sudahlah Joe, serahkan saja semua kepada polisi.” Kata Acel menenangkan Joe.


“Ya serahkan kepada polisi, begitu dia tertangkap orang tuanya pasti akan menebusnya.” Kata Joe dengan kesal.


“Joe, kalau orang tuanya membebaskan Clinton kamu habisi saja dia.” Kata Acel


Acel tersenyum.


“Apa yang akan kamu lakukan kepada Clinto?” Tanya Acel


“Nanti Acel, kamu akan melihatnya kalau dia sudah di depan mataku.” Kata Clinton sambil tersenyum sinis.


“Oh ya Clinton, sebentar aku ambilkan minum.” Kata Acel kemudian dia berdiri lalu pergi mengambil minuman di mini bar


Joe menatap Cella lalu dia tersenyum.


“Oh ya kamu masih kuliah?” Tanya Joe


“Iya Joe, aku masih kuliah.” Jawab Cella sambil tersenyum.


“Ohh.. begitu ya. Oh ya kamu cantik Sekali.” Kata Joe sambil menatap mata Cella


Cella menjadi rishi dengan tatapan Joe padanya. Cella menjadi salah tingkah.


“Ehmm.. Terima kasih Joe.” Jawab Cella sedikit gugup. “Kamu juga sangat tampan Joe.” Kata Cella dalam hati.


Acel datang membawa minuman lalu dia menuangkan di gelas dan memberikannya kepada Joe.


“Terima kasih Acel.” Kata Joe sambil mengambil gelas yang berisikan minuman dari tangan Acel.


“Sama sama Joe.” Balas Acel sambil tersenyum kemudian dia duduk kembali di sofa.

__ADS_1


Mereka berbincang bincang kembali lalu Cella berdiri


“Oh ya Joe, aku ke kamarku dulu ya.” Kata Cella kepada Joe


Joe menatap Cella lalu dia menganggukan kepala.


“Iya Cella.”


Cella meninggalkan Acel dan Joe di ruang santai. Acel tersenyum melihat Joe yang sedang memperhatikan Cella yang sedang berjalan menaiki tangga.


“Sepetinya kamu menyukai adikku Joe?” Canda Acel


Joe terkejut dan menjadi gugup lalu dia meminum minuman yang ada di tangannya. Dia tersenyum kepada Acel.


“Ahh… Acel sudaramu sangat cantik.”


Acel tersenyum


“Apakah kamu menyukainya?” Ledek Acel kepada Joe lalu Joe tertawa


“Acel, semua laki laki pasti akan menyukai wanita cantik seperti sudaramu itu. Dia sangat cantik.” Kata Joe sambil tersenyum


Dan Kairos masuk, dia melihat Joe dan Acel sedang berincang bincang di ruang santai lalu dia menyapa mereka


“Hi Joe. Mengapa kamu disini?” Tanya Kairos. “Dia pasti ingin bertemu dengan Cella.” Kata Kairos dalam hati.


“Umm.. tadi aku kekantormu tapi kamu tidak ada. Jadi aku datang mencarimu di rumah.” Kata Joe sambil tersenyu. “Tapi ternyata kamu juga tidak di rumah, untung saja ada Acel.


“Ohh.. begitu.” Gumam Kairos. “Alasan dia saja. dia pasti ingin bertemu Cella.” Kata Kairos lagi dalam hati.


“Oh ya Kairos sebenarnya aku mencarimu untuk mencari tahu siapa sebenarnya yang membunuh Elena, tapi Acel sudah mengatakannya padaku.” Kata Joe lagi


Kairos menatap Acel


“Apakah kamu sudah mendapat kabar dari Charlie?” Tanya Kairos kepada Acel.


“Iya Kairos, Charlie sudah memberi kabar kepadaku. Dia mengatakan kalau Clinton pemilik darah di tempat kejadian. Jadi sudah pasti Clinton yang membunuhnya. Dan sekarang Clinton sudah meninggalkan Kota Torrance.” Kata Acel kepada Kairos.


“Bangsaaat kamu Clinton. Jangan sampai aku menemukanmu.” Kata Kairos dengan geram kemudian dia duduk di sofa.


“Kairos, Charlie berpesan untuk menyerahkan semuanya kepada Polisi.” Kata Acel


Kairos menatap Acel


“Percuma Acel, pasti orang tuanya akan membebaskan dia.” Kata Kairos


“Kalau orang tuanya membebaskan dia, aku akan mencarinya Kairos.” Kata Joe. “Kita tunggu saja Kairos, biarkan polisi bekerja. Yang penting harus ada yang mengawasi ke mana Clinton akan pergi lalu kita menculiknya.”


“Kamu benar Joe, oh ya aku akan menghubungi mata mataku. Aku ingin mereka mencari informasi kemana Clinton melarikan diri.”


Kairos menepuk bahu Acel


“Bagus Acel, sebaiknya kamu menghubungi mereka sekarang supaya kita cepat mendapatkan informasi.” Kata Kairos.


“Baik Kairos, aku akan menghubungi Abel.” Kata Acel kemudian dia berdiri lalu naik ke atas menuju ke kamarnya.


Acel mengambil hanphonenya lalu menghubungi Abel

__ADS_1


Selamat membaca


__ADS_2