
Jessica POV
Akhirnya aku dan Carlos tiba di airport Lax, kami tiba pada pukul sepuluh. Carlos mengantarkanku menuju ke imigrasi dan mereka memberikan stempel di pasporku dan kemudian kami berjalan keluar dan menunggu taxi. Carlos memanggil taxi dan taxi berhenti di depan kami, Carlos meletakkan barang barang di bagasi dan kemudian masuk dan duduk di samping ku. Carlos meminta pada sopir taxi untuk mengantar kami ke rumahnya di daerah Torrance dan sopir mengantar kami menuju kekediaman Carlos dan orang tuanya. Jaraknya tidak jauh hanya sekitar 20 - 30 menit.
Tidak lama kemudian kami sampai dan seseorang membukakan pintu gerbang, dari pintu gerbang masi ada jarak sekitar 100m untuk sampai dirumahnya. Aku deg degan, aku menatap Carlos dan Carlos tersenyum. Dia memegang tanganku, rumah orang tuanya sangat besar dan aku berbisik pada Carlos.
“Carlos aku takut bertemu dengan orang tuamu, apakah mereka akan menerimaku?”
“Sayang kamu jangan takut orang tuaku baik, mereka suka sama kamu. Jangan takut ya.” Kata Carlos sambil memegang tanganku.
Aku menganggukan kepala tapi jantungku masih deg degan, akhirnya kami sampai depan rumah Carlos. Aku dan Carlos turun dari taxi dan seseorang menghampiri Carlos dan Carlos memeluknya. Dan orang itu bertanya pada Carlos.
“Tuan kenapa tidak memberi kabar kalau mau datang?”
“Aku ingin memberi kejutan pada orang tuaku, oh ya mereka dimana dimana Garry?” Tanya Carlos.
“Oh.. Namanya Garry.” Gumamku dalan hati
“Ada di halaman belakang tuan.” Jawab Garry pada Carlos
“Ok.. Thanks ya Garry.”
Carlos memegang tanganku dan masuk ke dalam rumah, kami menuju ke halaman belakang.
Dari dalam Carlos sudah melihat orang tuanya lagi duduk duduk, Carlos membuka pintu dan menyapa mereka.
“Hi mom dadd apa kabar?” Mereka berdua terkejut melihat Carlos, Liliana langsung berdiri dan memeluk Carlos. Aku tersenyum melihat mereka.
“Sayang kenapa tidak memberitahu kami kalau mau datang.” Kata Liliana pada Carlos.
“Ahh.. Nak kamu selalu membuat kejutan.” Kata Federico sambil memeluk Carlos.
“Aku merindukan kalian.” Kata Carlos sambil melepaskan pelukan mereka berdua dan menarik tanganku. Carlos memperkenalkan aku pada orang tuanya.
“Mom dad ini Jessica.” Kata Carlos pada orang tuanya. Liliana mendekat padaku dan memelukku.
“Kamu cantik sekali.” Kata Liliana sambil memelukku
“Terima kasih Nyonya, oh ya Nyonya selamat ulang tahun ya.” Ucapku sambil mencium kedua pipi liliana, dan Carlos tesenyum melihatku.
“Terima kasih cantik.” Balas Liliana sambil memegang pipiku dan aku tersenyum.
Tuan Federico memelukku juga
“Selamat datang nak.” Kata tuan Federico.
“Terima kasih Tuan.”
“Oh ya mom happy birthday, aku menyayangimu.” Kata Carlos sambil memeluk Liliana dan Liliana memeluk Carlos juga.
Carlos memberikan amplop pada Liliana dan Liliana menatap Carlos dan tersenyum
“Apa ini sayang?” Tanya Liliana pada Carlos.
“Buka saja mom.” Carlos mendekat padaku dan melingkarkan tangannya di punggungku dan aku melingkarkan tanganku di pinggang carlos. “Ayo di buka mom, itu hadia satu satunya dari aku dan Jessica.” Kata Carlos pada Liliana.
__ADS_1
Liliana membuka amplop itu dan dia melihat ada kain biru mudah dan dia melihat padaku dan Carlos, aku dan Carlos tersenyum.
“Sayang apa artinya ini?” Tanya Liliana penasaran.
“Buka saja sayang dan lihat di balik kain itu apa.” Kata Federico pada Liliana
Liliana membuka kain itu dan dia terkejut melihat foto hasil USG, dia menatap aku dan Carlos.
“Sayang ini...? Federico lihat.”
Federico juga melihat foto itu dan menutup mulut dengan kedua tangannya dan memandang aku dan Carlos seakan tak percaya.
Liliana mendekati aku dan Carlos, dia menatapku. “Sayang.. Kamu hamil?” Tanya Liliana padaku, dan aku mengangguk dengan pelan. “Dan kain biru ini pertanda itu laki lakikan?” Tanya Liliana lagi dan aku mengangguk juga, sontak Liliana berteriak histeris dan melompat lompat kegirangan dia memeluk Federico sedangkan Federico masih terbengong bengong. Liliana masih melompat kegirangan. Aku dan Carlos tertawa melihat Liliana.
Federico mendekat padaku dan memelukku.
“Terima kasih sayang, akhirnya kami akan memiliki cucu.” Federico memelukku dengan erat, Liliana juga datang memelukku.
“Sayang ini hadia yang luar biasa, terima kasih sudah memberikan kami kebahagiaan.” Kata Liliana padaku.
Aku tersenyum melihat mereka berdua.
“Sama sama nyonya.” Kataku pada Liliana.
“Jangan memanggilku nyonya lagi kamu akan menjadi menantu kami, berarti kamu bagian dari keluarga ini juga. Kamu juga anakku jadi panggil kami seperti Carlos memanggil kami.” Kata Liliana padaku.
Aku tersenyum dan menganggukan kepala. Liliana dan Federico mengajak kami masuk ke dalam dan kami duduk di sofa aku duduk di antara Liliana dan Federico. Liliana memegang terus tanganku, dia kelihatan sangat bahagia. Aku pikir mereka tidak akan menerimaku, Carlos tersenyum melihat kedua orang tuanya dekat denganku.
“Sayang kalian berdua beristirahat dulu, kalian pasti lelah apa lagi kamu sedang mengandung. Istirahatlah.” Kata Federico padaku dan Carlos.
“Jessica jangan panggil aku Tuan kamu sekarang sudah menjadi anak kami juga, ok.” Kata Federico lagi.
“Baik.. Federico mengangkat keningnya menatapku. “Baik dadd.”
Federico tersenyum padaku. “Bagus anakku.”
Carlos mengajak aku naik ke atas menuju kamarnya, aku masuk ke kamar Carlos dan kamarnya besar sekali. Kamarnya ada teras yang luas, aku berdiri di teras memandang hijau pepohonan dan rerumputan yang tertata rapi. Carlos memelukku dari belakang dan aku memegang tangan Carlos, aku tidak percaya kalau aku sudah berada di rumah orang tua Carlos.
“Beb aku seperti bermimpi.” Aku membalikkan badanku dan berhadapan dengan Carlos, aku melingkarkan tanganku di punggungnya dan Carlos memelukku.
“Kamu tidak bermimpi sayang, ini nyata.” Kata Carlos sambil mencubit pipiku.
“Auugghh sakiit beb.”
“Nah itukan kamu tidak bermimpi, dan kamu sudah melihatkan orang tuaku sayang padamu.” Kata Carlos padaku.
Aku tersenyum dan memeluk Carlos, Carlos pun memelukku dengan erat dan berbisik.” Kita istirahat sayang.” Aku menganggukan kepala dan masuk kekamar lalu berbaring di tempat tidur. Carlos memelukku dan mencium bibirku, aku membalas ciuman Carlos.
Dia menatapku dan terseyum.
“Kamu lelah sayang?” Tanya Carlos padaku.
“Sedikit, kenapa beb?”
Carlos berbisik di kupingku.
__ADS_1
“Aku lagi ingin.” Bisik Carlos
Aku tersenyum dan mencium bibirnya, Carlos membalas ciumanku dan kami berciuman. Dia melepaskan pakaiannya dan aku juga melepaskan pakaianku dan kami melakukan hubungan itu.
“Ahhh… Beb pelan pelan.”
“Iya sayang........ Ahhh.... maaf disensor.
Kami berpelukan Carlos mencium keningku. And then i sleep in his arms.
Terdengar pintu di ketuk, aku membangunkan Carlos
“Beb ada yang mengetuk pintu.” Carlos berdiri dan pergi membuka pintu, ternyata Liliana
“Sayang bangunkan Jessica sudah waktunya makan siang, dia sedang hamil tidak boleh terlambat makan.” Kata Liliana pada Carlos.
“Iya mom.”
Liliana kembali turun dan Carlos mendekatiku. “Sayang kita makan dulu nanti istirahat lagi.” Kata Carlos padaku
Aku bangun dan masuk ke kamar mandi, selesai mandi aku memakai pakaianku dan ikut Carlos turun keruang makan.
Liliana dan Federico tersenyum melihatku, Liliana mengajakku duduk di dekatnya dan aku duduk di dekat Liliana. Dia mengambilkan makanan untukku dan memberikannya padaku
“Terima kasih mom.” Ucapku pada Liliana.
“Iya sayang.” Kata Liliana sambil memegang pipiku. “Makan sayang supaya cucuku dan kamu sehat.” Kata Liliana lagi padaku
Aku menganggukan kepala, untung Carlos sering ajak aku makan masakan luar jadi aku sudah terbiasa. Masakan ini juga enak.
Aku makan dengan lahap, Carlos selalu menatapku dan tersenyum.
Aku sangat senang karena mereka menerimaku dan menyayangi aku seperti anak mereka sendiri. Selesai makan kami duduk duduk di halaman belakang aku duduk dekat Liliana dan Federico, Carlos duduk di depanku.
“Sayang sudah berapa bulan kandunganmu.” Tanya Liliana sambil memegang perutku
“Sudah empat bulan mom.”
“Aku akan segera mengatur pernikahan kalian berdua.” Kata Federico sambil melingkarkan tangannya di punggungku. "Carlos kalian ingin menikah dimana?” Tanya Federico pada Carlos.
Carlos menatapku dan aku hanya mengangkat bahuku.
“Dad aku ingin pernikahanku dengan Jessica di adakan di Spanyol, keluarga kita semuakan ada di Spanyol.” Kata Carlos pada Federico lalu dia menatap Liliana. “Bagaimana mom?”
“Itu bagus sayang kita adakan di Spanyol saja, kapan rencana kalian akan menikah sayang?” liliana bertanya pada Carlos
“Bulan depan minggu kedua mom.” Jawab Carlos, dia menatap Federico. “Dad bisakan bantu mengurus visa ke Spanyol untuk Jessica?”
“Tentu saja anakku, kamu jangan khawatir masalah visa Jessica, daddy akan urus secepatnya.
Aku hanya tersenyum mendengar percakapan mereka, dalam hatiku ternyata Carlos sudah punya rencana untuk pernikahan kami nanti.
Selamat membaca
Terima kasih bagi yang masih setia memberi like dan koment
__ADS_1