
Ace sedang bersiap-siap pergi, dia ingin menemui orang yang dia sekap di landasan milik Tuan Federico.
Acel keluar dari kamarnya dan mencari Lincon dan Dean, dia ingin mengajak mereka untuk ikut bersamanya.
Acel melihat Lincon dan Dean sedang duduk-duduk di belakang kemudian dia memanggilnya.
Lincon dan Dean berdiri dan mengikuti Acel. Mereka masuk ke dalam mobil lalu Dean menjalankan mobil menuju ke landasan.
Mereka tiba lalu Acel, Lincon dan Dean turun dari mobil. Mereka masuk ke dalam gudang. Mereka langsung menemui dua orang yang di sekap itu.
Acel langsung menyapa Alex yang lagi duduk menjaga kedua orang itu.
"Apakah mereka sudah buka mulut?" tanya Acel sambil menarik kursi dan duduk.
"Belum Acel," jawab Alex sambil menatap kedua orang itu.
Acel bersdiri lalu membuka tutup mulut kedua orang itu.
"Baiklah, kalua kalian tidak mengaku maka aku akan membunuh kalian berdua," ujar Acel dengan kesal.
"Mengapa kalian membunuh orang tuaku?" tanya Acel
"Aku berani bersumpah, aku tidak membunuh orang tuamu, aku memang yang membebaskan Adrian dari penjara. Hanya itu saja," jawab pria itu kepada Acel.
"Apa yang dikatannya benar, aku dan dia hanya membebaskan Adrian dari penjara, karena itu sudah perjanjian kami dengan Adrian. Aku dan dia tidak membunuh kedua orang tuamu."
Acel kembali duduk dan menatap kedua orang itu. Dia melihat keseriusan di wajah orang itu.
Acel kemudian berbisik kepada Alex,
"Bagaimana menurutmu?"
"Acel. Sepertinya mereka berkata dengan jujur," sahut Alex
"Benarkah?"
"Iya, Acel. Sebaiknya kita lepaskan saja mereka berdua." ujar Alex kepada Acel.
"Baiklah kalau begitu, kamu atur saja," sahut Acel kemudian dia berdiri dan mengajak Lincon untuk kembali bersamanya.
Alex dan Dean melepaskan kedua orang itu kemudian mereka kembali ke kediaman Acel dan Kairos.
Acel dan Lincon tiba di rumah, Acel turun dari mobil dan langsung pergi ke minibar dan mengambil red wine kemudian dia duduk di halaman belakang.
Sementara itu Kairos dan Laura sedang berbincang-bincang di kamar. Mereka sedang membicarakan pernikahan mereka berdua.
"Aku akan membeli tiket ke Indonesia untuk kita berdua, minggu depan aku ingin ke Indonesia bersamamu." ujar Kairos dengan mengatur rambut Laura di belakang telinga.
__ADS_1
"Iya, terserah kamu saja," sahut laura seraya menatap mata Kairos.
"Aku ingin secepatnya mengurus dokumen-dokumen milikmu, aku ingin kita berdua menikah di sini saja. Kita bisa memakai halam belakang untuk pernikahan kita. Halamannya sangat luas," kata Kairos lagi sambil tersenyum.
"Iya, kamu atur saja," ucap laura.
"Baiklah aku harus membeli tiket sekarang," ujar Kairos kemudian dia berdiri dan membuka komputer.
Laura bediri kemudian dia keluar dari ruang kerja Kairos dan pergi ke kamar Carissa.
****
Cella dan Joe sedang bersantai di halaman belakang, mereka terlihat sedang bersenda gurau. Terdengar tawa Cella saat Joe menggelitik pinggangnya.
"Geli Joe," ujar Cella sembari tertawa dan mencubit perut Joe.
Joe memegang tangan Cella kemudian dia mencium bibir merah delima itu, mereka saling berciuman.
Joe menghentikan ciumannya kemudian dia membelai rambut Cella, kemudian dia mendekatkan wajahnya di kuping Cella.
"Aku lagi ingin," bisik Joe di kuping Cella lalu Cella tertawa dan memegang pipi Joa.
"Kita ke kamarku saja," ujar Cella sambil berdiri dan menarik tangan Joe.
Joe berdiri dan ikut bersama Cella, mereka berdua masuk ke dalam kamar kemudian Joe langsung menarik Cella ke dalan pelukkannya.
Merek saling berciuman kembali, Cella melingkarkan tangannya di punggung Joe dan merasakan lidah Joe masuk ke dalam mulutnya.
Cella meyambut lidah Joe dengan gigitan lembut sambil tangan satunya meraba milik Joe yang masih terbungkus dengan celana jeans.
Joe membuka ikat pinggang dan menurunkan resleting celana agar Cella lebih leluasa memainkan miliknya.
Cella memasukkan tangannya kemudian dia mengelus milik Joe yang sudah mengeras sambil memainkan lidahnya di dalam mulut Joe.
Joe merasakan batangnya semakin keras saat tangan lembut itu mengelusnya, Joe tidak tinggal diam. Dia memasukan jari jemarinya dia antara paha Cella kemudian dia mengelus milik Cella yang masih terbungkus dengan cd.
Terdengar desahan dari mulut Cella saat jemari itu menyentuh organ intimnya. Napas mereka berdua semakin memburu, mereka saling paguut dan melmat bibir, sesekali Cella mengambil jedah untuk bernapas kemudian dia kembali mencium bibir Joe.
Joe membaringkan Cella kemudian dia menerjang kembali bibir merah itu sambil mengeluarkan miliknya yang sudah keras dari balik underwear boxer dan membiarkan Cella mengelusnya.
Cella terus memainkan jemarinya di milik Joe kemudian dia melepaskan celananya dan memegang kembali milik Joe kemudina dia membuka pahanya dan menggesek-gesekkan milik Joe di daerah organ intimnya sambil menggigit lembut bibir Joe.
Joe berhenti mencium bibir Cella dan menatap mata Cella yang lagi terpejam menikmati gesekan miliknya, Joe membantu menggerakkan pinggangnya.
"Bagaimana kalau masukkan saja?" bisik Joe di kuping Cella
"Ah .. nanti saja kalau kita sudah menikah," jawab Cella seraya menggesek milik Joe di miliknya kemudian dia mendesah.
__ADS_1
Joe menarik napas panjang kemudian dia melepaskan celananya dan memegang miliknya. Dia membuka paha Cella dan menempelkan miliknya di organ intim Cella yang sudah sangat basah itu. Dia menggesek-gesekkan miliknya sampai Cella mengalami pelepasan.
Joe memegang miliknya dan memasukkan ke dalam mulut Cella.
Cella memainkan milik Joe masuk keluar di mulutnya, dia mengisap batang itu layaknya mengisap ice cream.
Joe memejamkan matanya dan menikmati setiap jilatan-jilatan yang di lancarkan Cella.
Dia memegang kepala Cella dan menekan pinggangnya, Joe mengeluarkan cairannya di dalm mulut Cella.
Joe berbaring di samping Cella lalu Cella meletakkan kepalanya di dada Joe.
"Kapan kamu akan bicara kepada Kairos?" tanya Cella
"Besok aku akan bicara dengannya, aku juga tidak sabar untuk menikahimu," jawab Joe sambil membelai rambut Cella.
"Baiklah, aku akan mendampingimu saat bicara dengan Kairos," ujar Cella kemudian dia berdiri, " Aku akan ke kamar mandi.
Cella turun dari tempat tidur lalu dia pergi ke kamar mandi.
Joe tersenyum melihat Cella, kemudian dia bangun dan ikut masuk ke kamar mandi.
Dia melihat Cella tidak memakai apa-apa lagi kemudian dia melepaskan kaosnya dan bergabung bersama Cella.
Dia meremas dada yang tidak terlalu besar itu dan mencium punggumg Cella.
Cella memejamkan matanya dan merasakan kecupan-kecupan lembut yang di berikan Joe.
Dia merasakan jari Joe meraba organ intimnya dan memainkan jarinya di sana.
Joe memutar tubuh Cella kemudian dia langsung menerjang dada Cella. Dia mengisap daging kenyal yang sudah menonjol itu dan memainkan lidahnya.
Joe turun dan mencium perut Cella sambil jemarinya memaikan milik Cella.
Joe semakin turun ke bawah, dia mengangkat kaki Cella dan meletakkan di punggungnya kemudian dia menjilat milik Cella yang sudah basah itu.
Cella meremas rambut Joe, dia merasakan lidah Joe bermain dengan cepat di miliknya.
Joa berdiri dan menyandarkan Cella di dinding kamar mandi kemudian dia selipkan miliknya di antara paha Cella.
Cella mengapit milik Joe yang sudah keras itu dengan pahanya.
Joe menggerakkan pinggangnya maju mundur, dia merasakan milik Cella yang sudah sangat basah itu.
Mereka berdua saling berciuman. Terdengar napas mereka berdua semakin, memburu. Cella meremas rambut Joe dan mendesah.
Joe mempercepat gerakkannya kemudian dia dan Cella berpelukan dengan erat. Mereka berdua mengalami pelepasan.
__ADS_1
Joe mengeluarkan cairannya diantara paha Cella.