
Jessica POV
Sudah beberapa hari ini Fanya dan Tini selalu main ke apartemen, kali ini kami ingin jalan jalan ke mall aku minta ijin sama Carlos, awalnya dia gak kasih tapi aku memaksa dan akhirnya di ijinkan. Kami jalan pakai mobil Tini ke mall, aku ingin traktir mereka karena hari ini hari terakhir aku bersama mereka berdua, besok subuh aku dan Carlos akan berangkat ke Amrik. Kami tiba di mall dan masuk ke dalam, kami mencari tempat makan. Aku ingin mereka berdua yang memilih restorannya.
Akhirnya kami masuk di salah satu resto dari luar, pelayan menyambut kami dan mengantar kami ke meja dan memberikan buku menu. Aku memesan mie goreng yang terbuat dari ubi ungu, dan juice sirsak. Sambil menunggu pesanan kami ngobrol ngobrol dan becanda, tidak lama kemudian pesanan kami datang dan kami mulai makan. Sesekali Tini dan Fanya mengambil mie goreng ku.
“Jess enak juga ya mie ungunya mendingan aku tadi pesan mie ungu aja.” Kata Tini.
“Lagian pesan makanannya kayak gitu, aku gak bisa makan makanan begitu.” Ucapku pada Tini “Kalau kamu mau pesan aja lagi.”
“Gak usa jess aku makan ini saja.”
Fanya menghabiskan makanannya dan aku meledeknya
“Fan kamu lapar apa doyan?” Fanya menatapku dan tersenyum
“Dua duanya Jess.” Jawab Fanya padaku
Aku dan Tinipun tertawa, selesai makan kami jalan jalan keliling mall dan aku merasa Lelah. Aku meminta Tini untuk mengantarkankku ke kantor Carlos.
“Tini anterin aku ke kantor Carlos ya.”
“Sekarang Jess?” Tanya Tini padaku
“Iya.. Bisa?”
“Bisalah Jess, kasih tau aja alamatnya nanti aku anterin.”
Kami keluar dari mall dan menuju parkiran kami naik ke mobil dan keluar dari parkiran mall menuju ke kantor Carlos, aku memberitahukan alamatnya kepada Tini dan Tini mengantarku.
Tiba di kantor aku langsung turun.
“Kalian gak ikut turun?”
“Gak Jess, nanti kita mengganggu kesenangan kamu sama Carlos.” Canda Fanya
Iya Jess nanti kita hanya menjadi satpam bagi kalian berdua.” Goda Tini sambil tertawa.
“Icchh apaan sichh, Sudah pergi sana.” Tini dan Fanya tertawa.
“Ya sudah kami tinggal ya Jess, jangan lupa sering sering hubungi kami kalau sudah di Amrik.”
“Iya tenang aja.”
Akhirnya Fanya dan Tini pergi dan aku masuk kedalam kantor, aku memberi salam kepada security dan dia membalasnya. Tapi kok raut wajahnya seperti tegang begitu, aku masuk ke dalam semua melihat ke arahku. seperti ada sesuatu ada apa ya?
Aku berjalan ke ruangan Carlos, aku membuka pintu terlihat Jenny sedang memegang kemeja Carlos dan tangan Carlos memegang tangan Jenny, Carlos terkejut melihatku dan melepaskan tangan Jenny secara kasar. Aku masuk dan menuju ke meja kerja Carlos dan duduk, aku membiarkan mereka berdua bertengkar. Saat Carlos akan menampar Jenny aku berteriak pada Carlos, aku berdiri mendekati carlos. Aku memegang tangannya.
“Jangan pernah memukul perempuan, nanti kamu akan terbiasa beb.” Aku menarik Carlos ke meja kerja dan menyuruh dia duduk. Aku menenangkannya.
“Beb masalah Jenny biar aku yang atasi.
Aku mendekati Jenny.
“Tolong jangan ganggu Carlos lagi!”
“Aku mencintai Carlos dan tidak akan melepaskannya dan kamu telah merebutnya dariku”
__ADS_1
“ Ak tidak pernah merebut Carlos darimu, bukannya kamu yang meninggalkan dia demi laki laki lain dan kamu bilang mencintainya. Cinta macam apa itu?”
“Kamu tidak tau apa apa.”
“Aku tidak tau apa apa? aku tau semuanya, aku tau juga kamu meninggalkan lelaki itu karena dia sudah tidak kaya lagi bukan dan sekarang kamu mau kembali pada Carlos. Kamu sudah terlambat, aku sedang mengandung anaknya dan kami akan segera menikah. Jadi kamu jangan pernah mengganggu Carlos lagi. sekarang silahkan keluar dari ruangan ini!”
“Carlos apakah benar dia sedang mengandung anakmu?” Tanya Jenny pada Carlos
“Ya benar sekali, dia sedang mengandung anakku dan kami akan segera menikah. Kamu tau aku tidak mencintaimu, sekarang pergi dari hadapanku!” Kata Carlos pada Jenny dengan wajah marah
“Kenapa kamu tidak mati saja waktu di pantai.”
Aku menatap Jenny dan menarik tangannya.
Jadi kamu yang mencoba menabrakku?” Aku tersenyum. “Sayang ya tidak berhasil, kasian. Lihat dirimu sungguh menyedihkan, makanya jadi orang jangan matre.”
Jenny menatapku dengan marah dan pergi meninggalkan ruangan.
Carlos memelukku. “Sayang untung kamu cepat datang, kalau tidak aku sudah menamparnya.”
“Beb jangan pernah memukul perempuan itu tidak baik.”
“Iya maafkan aku, aku terlalu emosi tadi.”
Aku mengajak Carlos duduk, aku keluar dan mengambil air minum untuk Carlos. Kemudian memberikan aku memberikan pada Carlos dan dia meminumnya.
“Sudah jangan marah marah lagi, aku sudah disini jangan tunjukan wajah marah. Jennykan sudah pergi.” Carlos tersenyum dan memelukku lagi.
“Kamu selalu membuatku tersenyum.” Kata Carlos sambil mencium keningku
“Beb aku capek, aku mau tiduran ya.”
“Iya sayang tiduran saja di sofa.”
Aku berbaring di sofa dan memejamkan mata, terasa ciuman Carlos di kening dan bibirku.
Dia berbisisk. “Aku sangat mencintaimu sayang.” Dan aku tersenyum.
Jam tiga subuh Carlos sudah membangunkanku, mataku masih berat aku masih ingin tidur lagi.
“Sayang bangun, nanti kita terlambat ke Airport. Bangun sayang.”
Carlos mencium keningku, aku masih menutup mataku.
“Sayang..” Carlos mencolek pinggangku.
“Beb... Sebentar lagi aku masih mengantuk.” Kataku sambil memeluk guling.
Carlos menarik gulingnya dan memelukku.
“Sayang nanti kita terlambat pesawat, ayo bangun.”
Aku membuka mataku dan memeluk Carlos, dia tersenyum. “Ayo bangun terus mandi.” Kata Carlos padaku.
“Tapi gendong.” Bisiku pada Carlos dengan suara manja
“Iya, manja.”
__ADS_1
Carlos menggendongku ke kamar mandi, aku melepaskan pakaianku dan Carlos menyalakan shower dan keluar dari kamar mandi. Dia pergi ke dapur mengambil air putih hangat untukku juga membuatkan aku susu.
Selesai mandi aku memakai kimonoku dan duduk di ruang Tv. Carlos memberikan segelas air putih hangat padaku dan aku meminumnya. Susu dan roti dia letakkan di atas meja dan dia masuk kekamar mandi.
Aku berdiri dan masuk kamar kemudian aku mengganti pakaianku. Selesai mengganti pakaian aku keruang Tv dan memakan roti buatan Carlos. Tidak lama kemudian Carlos keluar dari kamar mandi dan masuk kamar. Aku menghabiskan susu dan masuk kembali ke kamar.
Kami tidak membawa barang banyak, kata Carlos bawa seadanya saja nanti beli lagi di amrik. Jadi banyak pakaianku aku tinggalkan di apartemen.
Carlos membungkus foto hasil USG dengan kain biru mudah dan di masukkan kedalam amplop, dia menatapku dan tersenyum.
“Kejutan buat mom and dadd, mereka pasti sangat bahagia akan memiliki cucu.” Kata Carlos padaku. “Sayang ini hadia di ulang tahunnya.” Aku tersenyum melihat Carlos memasukan amplopnya di travel bagnya.
“Sayang kamu sudah selesai?”
“Iya beb aku sudah selesai dari tadi.”
Terdengar bel pintu berbunyi. Itu pasti Andrew, dia yang akan mengantar kami ke airport.
Carlos membukakan pintu dan menyuruh Andrew masuk, dan Andrew langsung naik ke lantai dua dia melihatku dan tersenyum.
“Sudah siap semua?”
“Iya sudah, kita harus pergi sekarang nanti terlambat.” Kata Carlos pada Andrew
Andrew membawa koper kecilku dan kami keluar dari apartemen menuju basement, Andrew memasukkan koperku ke bagasi dan kami masuk kedalam mobil. Andrew menjalankan mobil menuju Airport.
Akhirnya kami tiba di Airport Andrew mengeluarkan koperku dari bagasi. Andrew menatapku, wajahnya terlihat sedih. Aku juga merasa sedih akan berpisah dengan sahabat terbaikku. Aku dan Andrew berpelukan, aku menangis dan Andrew memelukku dengan erat.
“Jess jangan pernah lupakan aku ya.” Bisik Andrew di kupingku
“Aku tidak akan pernah melupakkanmu, kamu sahabat terbaikku dan selamanya tetap yang terbaik.” Aku memeluk Andrew dengan erat.
“Jess sering sering telpon aku ya, aku akan merindukanmu.”
“Iya Ndrew aku akan selalu menelponmu, aku juga akan merindukanmu.” Aku melepaskan pelukanku dan menatap Andrew, dia tersenyum.
Carlos memeluk Andrew juga.
“Andrew terima kasih, kamu sudah banyak membantu aku dan Jessica. Aku berhutang budi padamu.
“Sama sama Carlos, aku titip Jessica padamu. Tolong jaga dia.”
“Tentu saja Ndrew, kamu taukan aku sangat mencintainya. Kamu jangan khawatir, oh ya aku titip kedua mobil padamu ya.”
“Ok siip.. Teriman kasih carlos, sudah kalian masuk saja nanti terlambat.” Kata Andrew pada aku dan Carlos
Sekali lagi aku memeluk Andrew kemudian aku dan Carlos masuk ke dalam untuk check in, selesai check in kami menuju ke Imigrasi dan mengantri. Kami antri terpisah aku antri di antrian untuk lokal dan Carlos antri di antrian untuk orang asing, selesai paspor di stempel aku dan Carlos menuju keruang tunggu. Karena ticket kami bussines class ruang tunggu kami berbeda dengan economi class, banyak makanan dan buah buahan tersedia di ruang tunggu bussines class. Aku dan Carlos mengambil sarapan, selesai sarapan kami masih menunggu. Aku membaca buku dan Carlos membaca koran, tidak lama kemudian terdengar pengumuman untuk masuk ke dalam pesawat dan kami masuk. Pramugari menyambut kami dan mengantar kami ketempat duduk.
Deretan kami ada enam kursi aku dan Carlos di tengah, aku bisa menarik tempat duduk menjadi tempat tidur. Tempatnya begitu nyaman Carlos meletakan barang barang di kabin dan duduk di dekatku. Tempat duduk kami pakai pembatas jadi Carlos tidak bisa dekat dekat denganku, tapi kalau pegangan tangan masih bisa.
Akhirnya pesawat mulai berjalan semakin lama semakin cepat dan pesawat take off, aku tidak bisa melihat kota Jakarta karena aku duduk di tengah. Carlos mengambil tanganku dan memegangnya, dan dia tersenyum.
Kami akan transit di Hongkong selama satu jam, Carlos membeli ticket pesawat yang transit di Hongkong karena hanya satu jam, tergantung maskapainya juga sich. Kalau di tokyo bisa empat sampai lima jam jadi total perjalanan bisa 22 sampai 23 jam ada juga total sampai 30 jam. Kalau dari Jakarta Hongkong dan Lax total hanya 18h 40 menit
Aku berbaring dan Carlos memakaikanku selimut, kemudian dia memberikan buku padaku. Setelah itu dia berbaring, dan menonton film.
Terima kasih bagi yang masih setia memberi like dan koment
__ADS_1