
“Kairos ayo cepat aku sudah terlambat kulia.” Panggil Cella pada Kairos.
Kairos keluar dari kamar dan menemui Cella.
“Sabar Cella aku lagi menggantikan pakaian pada Carissa.”
“Baiklah.” Jawab Cella sambil mengikuti Kairos ke kamar. Dia juga membantu Kairos menggantikan pakaian pada Carissa dan memakaikan sepatu. “Acel sudah pergi ya Kairos?”
“Iya Cella, dia pergi pakai motorku.” Jawab Kairos. “Cella berikut kamu pakai saja mobil mama pergi kuliah, jangan aku terus yang mengantarmu. Kamu tahukan aku pagi pagi sibuk mengurus Carissa belum lagi aku harus pergi kekantor.”
“Ah tidak mau Kairos, aku ingin kamu yang mengantarku pergi kekuliah.” Kata Cella pada Kairos.
Cella memang manja, dia sudah terbiasa di manjakan oleh Carlos Tapi Kairos juga sangat meyayangi adik adiknya.
“Makanya pagi pagi bantu aku untuk mengurus Carissa, kamu mandikan Carissa dan aku yang membuat sarapan untuknya.” Kata Kairos pada Cella. “Nah, Carissa sekarang sudah cantik. Ayo sini peluk aku.”
Carissa memeluk Kairos.
“Kairos aku benar benar sudah terlihat cantik?” Tanya Carissa sambil memegang pipinya.
“Uumm.., tentu saja gadis kecilku kamu sudah terlihat cantik.” Kata Kairos sambil menggendong Carissa. “Ayo kita pergi mengantar Cella kekampus.”
“Aku juga ikut Kairos?”
“Tentu saja gadis kecil, kamu harus ikut. Nanti setelah itu kamu pergi ke rumah oma ya, karena aku harus pergi kerja.” Kairos melihat Cella dan tersenyum. “Ayo Cella aku akan mengantarmu sekarang.”
“Iya Kairos aku bisa terlambat.” Kata Cella pada Kairos.
Mereka bertiga naik kemobil dan Kairos mengantar Cella ke kampus. Sampai di kampus Cella mencium Kairos dan Carissa lalu dia turun dari mobil dan langsung berlari kedalam kampus.
Kairos dan Carissa melihat Cella berlari ke dalam kampus lalu mereka berdua tertawa.
Kairos melihat carissa lewat spion dan tersenyum.
“Carissa mau tetap duduk di belakang atau mau pindah kedepan?”
“Kairos aku di duduk belakang saja.” Kata Carissa dengan suara mungilnya.
“Ok gadis kecil, sekarang kita langsung pergi ke rumah oma ya.”
Kairos langsung mengarahkan mobilnya ke kediaman Federico. Sampai kekediaman Federico Kairos langsung turun dari mobil dan mengangkat Carissa kemudian mereka masuk kedalam rumah.
Liliana menyambut Kairos dan Carissa, dia mencium Kairos dan Carissa. Kairos juga mencium kedua pipi Liliana.
“Oma aku titip Carissa ya, nanti kalau Cella pulang kuliah dia akan langsung kesini.” Kata Kairos pada Liliana.
“Iya sayang, tidak apa apa. Oma malah senang kalau Carissa tidur dengan oma. Besok saja baru Carissa di jemput Kairos, oma sangat kesepian disini.” Kata Liliana.
“Baiklah oma, Carissa nanti tidur dengan oma. Besok pulang kantor aku akan menjemputnya.”
Liliana sangat senang Kairos mengijinkan Carissa bermalam bersamanya.
“Terima kasih sayang.” Kata Liliana sambil memeluk Kairos.
__ADS_1
“Iya oma. Kalau begitu aku pergi dulu ya oma. Aku harus kembali kerumah dan bersiap siap untuk kekantor.
“Iya sayang hati hati ya.” Ucap Liliana.
“Iya oma. Aku pergi dulu ya.” Kairos memeluk Liliana dan Carissa lalu dia meninggalkan kediaman Federico dan kembali kerumah. Sampai di rumah dia langsung mandi. Selesai mandi dia memakai pakaian dan sepatunya kemudian dia langsung pergi ke kantor.
Sampai di kantor dia bertemu dengan Billy dan Billy ingin berbincang bincang dengan Kairos lalu Kairos mengajak billy untuk keruangannya. Mereka masuk kedalam ruangan dan Kairos menyuruh Billy duduk.
“Umm..., apa yang ingin kamu bicarakan Billy?” Tanya Kairos pada Billy sambil menarik kursi kerjanya dan dia duduk.
“Ehm..., begini Tuan Kairos. Ada salah satu perusahaan, mereka mempunyai proyek yang besar tapi terkendala dengan keuangan dan mereka ingin bertemu dengan Tuan Kairos.
“Oh.. begitu, kamu atur saja Billy. Kapan saja mereka ingin bertemu denganku aku siap. Yang penting kamu harus mendampingi aku, karena kamu lebih paham soal itu.
“Ahh.., Tuan Kairos tenang saja, aku pasti aku akan mendampingi Tuan.” Kata Billy sambil tersenyum
“Terima kasih Billy, kamu begitu setia dengan perusahaan mamaku.” Ucap Kairos pada Billy.
Sambil menarik nafas panjang.
“Hmmm.., mama kalian itu sangat baik dia sering membantu kami dan dia tidak perhitungan pada kami. Dia tidak menganggap dirinya atasan kami, seolah olah tidak ada batasan antara kami dan dia. Aku tidak pernah melihat pimpinan sebaik nyonya Jessica.” Kata Billy dengan wajah tertunduk. Mereka juga merasa sangat kehilangan Jessica. “Makanya kami sangat setia pada nyonya Jessica.”
Kairos mendengar Billy berkata begitu dia hanya terdiam dan merasakan rindu yang dalam terhadap Carlos dan Jessica.
“ Terima kasih Billy. Mudah mudahan kamu bisa setia juga padaku.” Canda Kairos pada Billy dan Billy tertawa.
“Tentu saja Tuan Kairos, aku pasti akan setia pada Tuan.” Kata Billy sambil tersenyum, kalau begitu aku pamit dulu Tuan Kairos.
“Baik Tuan Kairos.” Billy kemudian keluar dari ruangan Kairos.
Kairos kembali duduk dan memeriksa pekerjaan pekerjaan yang di tinggalkan Jessica. Menjelang siang perut Kairos berbunyi,
“Ahh.., aku mulai lapar. Aku ingin makan siang bersama Acel dan Cella.” Kata Kairos dalam hati. Dia mengeluakan handphone di saku celananya dan dia menelpon Acel. Terdengar nada panggil dan suara Acel terdengar di seberang telepon
“Hallo Kairos ada apa meneleponku?” Tanya Acel dari seberang telepon.
“Acel kamu sudah makan siang?”
“Belum Kairos, kenapa?” Tanya Acel
“Ehhh.., begini Acel. Aku ingin mengajak kamu dan Cella untuk makan siang bersama.”
“Baiklah Kairos nanti aku beri tahu Cella, aku masih di kampus.” Kata Acel lagi dari seberang telepon.
“Ok Acel, jangan lama lama ya. Aku sudah lapar.”
“Iya Kairos, secepatnya aku kabari kamu.” Kata Acel
“Baiklah Acel, sampai nanti.” Kairos menutup telepon dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Dan tidak lama kemudian handphonenya berbunyi, dia melihat satu pesan dari Acel di wa. Dia membacanya.
“Kairos kita akan makan siang dimana? Katakan saja tempatnya nanti aku langsung pergi kesana.” Pesan Acel.
__ADS_1
Kairos membalas pesan Acel.
“Kamu tentukan saja Acel tempatnya.” Balas Kairos pada Acel. Terlihat Acel masi typing dan tidak lama kemudian pesan Acel masuk
“Bagaimana kalau kita makan di Gaetano’s restaurant.” Tanya Acel.
Kairos membalas pesan dari Acel.
“Baiklah Acel kamu tunggu aku disana. Aku akan menjemput Cella.”
Kairos keluar dari kantor dan langsung masuk kedalam mobilnya. Kemudian dia pergi menjemput Cella. Sampai di kampus, Cella sudah menunggunya. Kairos membuyikan klatson mobilnya dan Cella pergi berjalan ke arah mobil Kairos kemudian dia masuk kedalam mobil, dan Kairos langsung mengarahkan mobilnya ke restaurant yang di pilih Acel.
“Acel sudah di sana Kairos?” Tanya Cella.
“Iya Cella, dia sudah menunggu kita disana. Ehmm.. oh ya Cella apakah kamu sudah punya pacar di kampus?”
Cella menatap Kairos dan tersenyum.
“Belum kairos, aku masih malas untuk pacaran. Aku ingin kuliah dulu dan meneruskan usaha mama. Aku ingin seperti mama Kairos. Menjadi ibu yang baik pada anak anaknya juga istri yang baik.” Kata Cella pada Kairos sambil membayangkan Jessica.
Kairos tersenyum pada Cella
“Iya Cella, walaupun mama sibuk tapi dia tetap memberikan waktu untuk kita semua. Aku juga ingin mencari istri setidaknya seperti mama. Ya tidak harus 100% seperti mama, tapi setidaknya bisa menjadi istri yang baik perhatian pada anak anak dan suami walaupun dia wanita karir.” Kata Kairos
“Kairos yang lebih penting sayang keluarga. Jangan hanya melihat kamu banyak uang terus pura pura baik sama keluarga kita. “ Kata Cella.
“Iya Cella kamu benar.” Kata Kairos sambil tersenyum. “Oh ya kita sudah sampai.”
Kairos menepikan mobilnya dan berhenti. Kemudian dia dan Cella turun dari mobil dan masuk kedalam restaurant. Kairos melihat Acel sudah duduk menunggu dia dan Cella. Kairos dan Cella berjalan ke arah Acel dan mereka saling berpelukan dan duduk. Kemudian mereka memesan makanan.
“Kamu pesan apa Kairos?” Tanya Acel.
“Umm...,” sambil melihat lihat menu dan mengangguk nganggukan kepala. “Ehmm ..., aku pesan Grilled chicken saja acel.” Kata Kairos pada Acel. “Kamu sudah pesan makanan Acel?”
“Sudah Kairos, aku sudah memesan makanan. Kamu Cella mau pesan apa?” Tanya Acel pada Cella.
“Ehhm.. sebentar Acel aku masih mau lihat lihat dulu.” Kata Cella
“Jangan lama lama Cella, aku sudah lapar.” Sahut Kairos pada Cella.
“Iya tenang saja.” Kata Cella sambil melihat lihat menu. “Baiklah aku pesan ini saja, pastrami Melt.”
Mereka memanggil pelayan dan memberikan pesanan mereka. Sambil menunggu pesanan mereka bertiga berbincang bincang.
Selamat membaca
Terima kasih bagi yang masih setia menanti season 2 ini
Jangan lupa like dan komentnya ya.
Salam
Author
__ADS_1