
Kandungan ku sekarang sudah sembilan bulan, tinggal menunggu hari melahirkan. Perutku belakangku punggungku terasa sakit, Carlos selalu mendampingi aku. Begitu juga Liliana dia selalu berada di rumah, dia tidak ingin meniggalkanku. Aku mondar mandir di dalam di rumah untuk menghilangkan rasa sakit. Carlos memperhatikanku dan aku tersenyum melihatnya. Aku tidak ingin dia khawatir aku, menghampirinya dan duduk disampingnya kemudian dia memegang perutku dan tersenyum karena bayinya bergerak.
“Sayang lihat dia menendang.” Kata Carlos padaku sambil mengelus perutku.
Aku tersenyum melihatnya dan aku memegang tangan Carlos. Perutku terasa sakit sekali, aku berdiri dan berjalan lagi aku melihat Carlos mulai khawatir dan Liliana datang.
“Sayang kamu baik baik saja.” Tanya Liliana padaku
“Mom belakang dan perutku sakit sekali.”
“Mom apa sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang?” Tanya Carlos pada Liliana.
“Iya sebaiknya kerumah sakit.” Kata Liliana.
Carlos mengeluarkan mobil dari garasi, aku keluar bersama Liliana dan masuk ke dalam mobil dan Carlos langsung menjalankan mobilnya. Dan perutku terasa sakit sekali.
“Mom perutku sakit sekali.” Kataku pada Liliana.
Liliana mengelus perutku dengan lembut. Tidak lama kemudian kami tiba di rumah sakit, Carlos memegangku turun dari mobil. Kami masuk ke dalam dan tiba tiba air ketubannya pecah. petugas langsung membawaku keruang bersalin. Carlos mendampingiku, aku tidak tahan lagi sungguh perutku terasa sakit. Dokter mulai membimbingku, aku menarik nafas dan mengejan aku memegang kuat tangan Carlos.
Carlos menyeka keringatku, aku berteriak kesakitan sambil menarik kaos Carlos, aku mengejan lagi, berulang kali aku mengejan dan akhirnya terdengar tangisan bayi. Carlos menyeka kembali keringatku, dia mencium keningku dan terasa air mata Carlos jatuh di pipiku. Dia menempelkan dahinya di dahiku. Aku memegang wajahnya dan tersenyum, aku menyeka air matanya.
Tidak lama kemudian aku di pindahkan keruangan VIP, Federico dan Liliana masuk ke dalam ruangan. Mereka berdua tersenyum melihatku mereka memeluk dan menciumku. Kemudian suster masuk membawa bayiku. Kami semua sangat bahagia terlebih Federico dan Liliana. Suster memberikan bayi itu padaku dan aku menggendongnya. Carlos mencium keningku dan tersenyum, senyuman kebahagiaan.
Aku membelai wajah bayiku. “hmm sangat lembut.” Federico mendekat padaku dan membelai rambutku.
“Kalian akan memberi napa apa pada anak kalian.” Tanya Federico
“Aku akan memberi nama Kairos dadd.” Kata Carlos pada Federico
“Bagus juga.”
Carlos mengambil Kairos dariku dan menggendongnya.
“Selamat datang kesayangan papa.” Kata Carlos pada Kairos sambil mengecup kening Kairos
Aku tersenyum melihatnya, mereka bergantian memeluk Kairos.
Akhirnya aku sudah bisa pulang kerumah, Liliana dan Federico sudah mempersiapkan kamar buat Kairos. Kamar Kairos di cat warnah biru mudah, aku meletakkan kairos di box bayi. Di atas box tertulis “ Welcome Kairos.” Kairos masih tidur, Carlos menghampiriku dan memelukku. Kami berdua memandang Kairos yang lagi tidur. “Kebahagiaan kami lengkap sudah dengan kehadiran Kairos.
Setelah kelahiran Kairos Carlos bekerja di perusahaan Federico. Perusahaannya di Indonesia di serahkan kepada Mba Tiara. Dan Mba Tiara selalu memberikan laporan kepada Carlos. Liliana tidak pernah ke kantor lagi semenjak Kairos lahir, dia selalu di rumah membantu aku mengurus Kairos.
Carlos tidak mau berlama lama di kantor dia selalu pulang cepat karena ingin bersama Kairos.
Terkadang dia tertidur dengan kairos di dadanya.
Hari ini juga Carlos pulang cepat, masih siang dia sudah pulang sampai di rumah langsung mencari Kairos. Aku malah di lupakannya.
__ADS_1
“Sayang Kairos mana?” Tanya Carlos padaku.
“Ada sama mommy.” Jawabku dengan wajah cemberut.
“Kamu kenapa sayang?” Tanya Carlos sambil membelai rambutku
“Kamu sudah tidak pernah memperhatikan aku lagi.”
Carlos mencium keningku dan memelukku. “Sayang jangan bicara seperti itu.” Kamu tahu aku sangat mencintaimu, Kairos juga kamu adalah hidupku.” Kata Carlos padaku dan dia kembali mencium keningku.
“ Aku tidak bisa jauh dari kalian berdua sayang, jangan cemberut begitu.”
Dan Federico datang menghampirku dan memelukku serta mencium keningku. “Sayang di mana cucuku?” Tanya Federico padaku.
“Di halaman belakang bersama mommy.”
Federico pergi ke halaman belakang meninggalkan aku dan Carlos.
“Lihat beb, daddy saja datang langsung memelukku dan menciumku, kamu sudah tidak pernah melakukan itu lagi padaku.”
“Iya.. Iya.. Maaf sayang.” Kata Carlos sambil mencium keningku. “ Jangan marah lagi.”
“Aku tidak marah beb. Cuma mengingatkan kamu.”
“Iya.. Maafkan aku.”
Aku mengambil foto Kairos dan mengirimnya kepada Papa, Andrew juga Tini dan Fanya. Mereka sangat senang melihat foto Kairos. Apalagi Andrew sedikit sedikit video call ingin melihat Kairos.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sekarang Kairos berusia empat bulan dan tanpa sengaja aku mendengarkan percakapan antara Liliana, Federico dan Carlos. Liliana menginginkan aku melanjutkan sekolah tapi Carlos tidak mengijinkan.
“Mom Jessica sudah menikah dan punya anak, bagaimana dia bisa sekolah lagi?” Tanya Carlos pada Liliana.
“Sayang Jessica tidak terlihat sudah menikah dan memiliki anak. Coba kamu lihat dia masih terlihat muda sekali.” Kata Liliana pada Carlos.
“Benar Nak, Jessica tidak terlihat sudah menikah dan memiliki anak dia bisa sekolah kembali.” Sela Federico
“Tapi bagaimana kalau pihak sekolah tau kalau Jessica sudah menikah?” Tanya Carlos pada Liliana dan Federico.
“Sayang mereka tidak akan tahu. Kita masukan Jessica di sekolah yang sedikit jauh supaya tidak ada yang tahu. Mommy akan masukan Jessica di sekolah RK, mommy donatur terbesar di sekolah itu mereka sudah pasti akan menerima Jessica. Kamu tenang saja, mommy akan atur semuanya.” Kata Liliana pada Carlos. “Lagi pula sayang Jessica hanya sekolah setahun, tidak akan terasa.” Kata Liliana lagi.
“Mommy tanya Jessica dulu, dia mau atau tidak. Kalau dia tidak mau jangan memaksanya.”
Tiba tiba Kairos menangis, aku langsung masuk kamar Kairos dan menggendongnya. Aku keluar dari kamar Kairos sambil menggendong Kairos dan menuju kekamar aku dan Carlos. Aku berpapasan dengan Liliana dan Liliana mengajak aku duduk bersama Federico dan Carlos. Aku duduk di samping Carlos, dan menyusui Kairos.
Liliana mulai menceritakan rencana dia untuk menyekolahkanku.
__ADS_1
“Bagaimana sayang kamu mau sekolah lagi?” Tanya Liliana padaku.
“Mom aku terserah Carlos saja, kalau Carlos ijinkan saya mau.”
“Bagaimana Carlos, kamu ijinkan Jessica sekolah kembali?” Tanya Liliana pada Carlos.
Carlos menatapku. “Sayang kamu bisa ambil keputusan sendiri jangan minta ijin padaku.” Kata Carlos padaku.
“Beb tapikan kamu suamiku, aku harus minta ijin padamu.”
“Sayang aku memang suamimu, tapi jangan selalu bergantung dengan keputusan suami, Kalau suami mengambil keputusan salah dan merugikanmu bagaimana. Sekarang aku mau tanya kamu mau sekolah lagi atau tidak?” Tanya Carlos lagi padaku.
Aku menganggukan kepala. “Tapi bagaimana dengan Kairos, siapa yang akan mengurusnya kalau aku kesekolah?” Tanyaku pada Liliana sambil melihat Kairos yang sudah tertidur kembali.
“Sayang nanti mommy yang akan mengurus kairos.” Kata Liliana
Aku menatap Carlos dan dia menganggukan kepala dan membelai rambutku. “Aku akan selalu mendukungmu.” Kata Carlos padaku.
“Bulan depan kamu sudah akan sekolah Nak, nanti mommy yang akan mengantar kamu untuk mendaftar di sekolah.” Kata Federico.
“Baik dadd.” Kataku pada Federico. Aku berdiri dan membawa kairos ke kamarnya dan meletakkannya di box, Carlos menghampiriku dan memelukku.
“Dia tertidur pulas sayang.”
“Iya beb.” Kataku pada Carlos.
Carlos mencium Kairos dan akupun mencium Kairos, aku dan Carlos keluar dan menutup pintu kamar Kairos, dan masuk ke kamar kami.
Carlos memelukku dan menciumku.
“Sayang sudah lama kita tidak melakukan itu.” Kata Carlos padaku.
“Tidak sekarang.”
“Kenapa sayang?”
“Aku lagi period.” Jawabku pada Carlos sambil tersenyum.
“Hmmm..” Gumam Carlos. “Jadi berapa lama baru bisa?”
“Tunggu saja lima hari.”
Carlos tersenyum dan mengangkat ku kemudian membaringkanku di tempat tidur, lalu dia memberikan buku padaku, dan aku membacanya.
Selamat membaca
Thank you yang masih setia membaca dan like serta koment.
__ADS_1
Salam