HALLO, OM ...!

HALLO, OM ...!
MOMENT TERBAIK


__ADS_3

Ayu telah dibuat terpukau begitu rupa, bahkan sejak awal menginjakkan kakinya di lobby hotel mewah tersebut.


Tak dipungkiri ini kali pertama Ayu memasuki hotel sebagus ini, karena saat terakhir kena gerebek ayahnya, hotel yang bisa dibilang salah satu hotel terbaik ditempat Ayu, malah terlihat tak ada apa-apanya dibandingkan hotel yang ia datangi dengan Biyan saat ini.


"Om, hotelnya bagus banget yah ..." bisik Ayu, sambil memeluk sebelah lengan kekar Biyan, didalam lift yang kebetulan hanya terisi oleh mereka berdua.


"Namanya juga hotel bintang lima, Ay, pasti baguslah ..."


Ayu mengerling sedikit kearah Biyan yang berdiri dengan senyum yang seolah tak pernah kekurangan stock-nya.


"Emangnya Om Biyan sering nginep di hotel mewah kayak gini?" tanya Ayu dengan raut wajah penuh rasa ingin tau, yang dijawab Biyan dengan sekali anggukan.


"Lumayan sering sih."


"Sama siapa, Om?"


Kali ini alis Biyan langsung bertaut mendapati pertanyaan yang bagi Biyan terdengar lumayan absurd.


"Apanya yang sama siapa, Ay,?"


"Ya nginepnya lah ..."


Biyan nyaris tersedak mendengar kalimat yang tersirat jelas nada cemburu tersebut. "Nginepnya sendiri lah, Ay. Emangnya mau nginep sama siapa, Ay?"


Jawaban jujur Biyan malah belum mendapat tanggapan berarti.


"Lagian Om nginep di hotel juga kalau lagi keluar kota, Ay. Kalo di sini justru gak pernah. Memangnya Ayu lagi mikirin apa sih ...?" usut Biyan yang mulai curiga jangan-jangan Ayu beranggapan dirinya sudah terbiasa membawa wanita check in di hotel mewah seperti saat ini.


Padahal boro-boro ...


Lagian kalau cuma perkara ingin tidur enak, di rumah juga bisa. Ukuran kamar pribadi Biyan tak kalah luas dengan berbagai fasilitas yang juga mumpuni, bahkan ranjang Biyan pun berukuran king size, sama persis dengan ukuran ranjang di kamar presidential suite yang saat ini telah menjadi tujuan utama mereka.


Tapi dalam situasi dan kondisi hubungan mereka yang masih berupa permainan petak umpet, bagaimana mungkin Biyan bisa memboyong Ayu kedalam kamarnya?


Tidak, tidak, meskipun Biyan tidak termasuk tipe pria yang mampu merancang hal-hal spektakuler seperti layaknya adegan dalam drakor-drakor romantis, namun tetap saja Biyan berkeinginan untuk mensukseskan rencana hebatnya dalam menghabiskan malam pertama bersama istri tercinta.


Biyan memang tipe pria yang to the point dalam bertindak, alias sat-set sat-set yang penting tujuan utama tercapai.


Namun Biyan juga tak ingin mengambil resiko yang bisa saja menggagalkan semua harapannya.


Alhasil demi mewujudkan apa yang sekiranya ingin ia lakukan untuk Ayu, seharian ini Biyan sengaja meminta pertolongan Yos untuk membooking sebuah kamar tipe presidential suite, bahkan juga mengikutsertakan istri Yos agar bisa membantu dalam menyiapkan segala sesuatu dalam waktu singkat, karena sudah pasti segala hal yang menyangkut wanita masih lebih baik ditangani oleh wanita juga.

__ADS_1


Begitu pintu lift terbuka, langkah keduanya pun mengayun seirama.


Menyadari Ayu yang sejak pembicaraan terakhir tadi masih betah berdiam diri membuat Biyan iseng menowel ujung hidung Ayu yang bangir alami.


"Kok diem? Masih mikirin pembicaraan yang tadi?"


Ayu terlihat mengerling sedikit kearah Biyan. Tapi bukannya menjawab gadis itu malah menaikkan bibirnya dua centi.


"Astaga, Ay, selama ini Ayu kan tau sendiri Om hanya mikirin Bella sama kerjaan, mana punya waktu buat ngelakuin sesuatu yang aneh-aneh ..."


"Ayu mana tau kan, Om, lagian Om Biyan kan fansnya banyak ..."


Mendengar ucapan dingin itu Biyan malah terkekeh.


"Masa sih?" tanya Biyan dengan mimik usil.


"Dih, malah pura-pura gak tau ..."


Lagi-pagi Biyan terkekeh mendapati cibiran Ayu.


"Tapi Om Biyan cintanya cuma sama Ayu. Gimana dong?" ujar Biyan sambil memasang tampang jahil.


"Gombal ih ..." jari Ayu refleks terjulur, hendak mencubit lengan kokoh milik Biyan.


"Gombaaaallll ..."


"Biariiinn ..."


"Ishhh,"


"Aduhh, ampun Aaayyyy ..."


Lagi sebuah cubitan kembali mendarat, kali ini bersarang tepat diperut Biyan yang bertekstur liat.


Dan mereka terus bercanda riang seperti itu hingga tak terasa langkah mereka telah sampai didepan pintu kamar yang dituju.


Biyan meremas sejenak jemari Ayu yang ada dalam genggamannya, seolah ingin mengalirkan kekuatan juga keyakinan, sebelum akhirnya ikut menarik tangan Ayu agar masuk kedalam ... Mengiringi langkahnya yang telah terayun mendahului Ayu ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Memang benar, ada begitu banyak moment tentang kebahagiaan yang telah terjadi dalam hidup Ayu.

__ADS_1


Tapi sungguh, kebahagiaan Ayu kali ini terasa berbeda dan sangatlah spesial.


Begitu banyak ...


Lengkap ...


Indah ...


Sederhana ...


Tapi rasanya sangat sempurna ...!


Seolah seluruh kosa kata terbaik diatas muka bumi ini tak akan pernah mampu menggambarkan perasaan Ayu yang dipenuhi bunga bermekaran, karena melewati waktu bersama Biyan saja sudah merupakan hal yang membahagiakan.


Sejak awal masuk kedalam kamar yang sangat luas, mewah, dengan berbagai fasilitas nomor satu didalamnya, Ayu sudah dibuat terpukau.


Apalagi saat Ayu mendapati ada berbagai hadiah yang telah disiapkan oleh Biyan, yang semuanya terkemas apik pada beberapa buah paper bag yang tersusun rapi diatas hampaan permadani tebal.


Melihat pijar mata Ayu yang begitu gembira, bersemangat dan terus terpukau saat membuka satu per satu hadiah tersebut sukses membuat Biyan jadi ikut merasa senang.


Beberapa set pakaian, beberapa pasang sepatu, beberapa buah tas, bahkan set perhiasan, yang semuanya berasal dari merk terkenal, hasil maha karya designer-designer kondang dari dalam maupun luar negeri.


"Om, barang sebanyak ini nanti gimana dibawa pulangnya? Bisa-bisa Bella curiga kalo liat Ayu bisa punya barang-barang mahal kayak gini ..." celetuk Ayu yang tiba-tiba teringat Bella, disaat dirinya baru setengah jalan membuka berbagai hadiah Biyan satu per satu.


"Gak usah khawatir. Biar nanti Yos yang akan mengurus semuanya. Lagian secepatnya juga Bella bakal diberi tau kok perihal semuanya ..."


Ayu terdiam sejenak, tapi sepasang matanya kini menyorot penuh kearah Biyan yang sejak tadi duduk ditepi ranjang sambil mengawasi dirinya yang duduk bersila diatas permadani tebal, sambil membuka satu per satu paper bag yang ada dengan penuh semangat dan rasa penasaran.


"Udah, gak usah mikir macem-macem. Intinya sekarang positif thinking aja dulu, dan yang paling penting ... Kita akan menghadapi semuanya bareng-bareng ..."


"Iya, Om, Ayu selalu berdoa agar semua niat baik Ayu sama Om Biyan gak akan menemui kendala, terlebih saat menghadapi Bella ..."


"Amin ... Amin ..." sambut Biyan, seiring dengan terdengarnya suara ketukan pintu. "Kita makan malam dulu yah, Ay, tuh makan malamnya udah ada ..." ucap Biyan sambil beranjak dari duduknya, hendak membuka pintu yang barusan diketuk dari luar.


"Egh, tapi Ayu belum mandi, Om. Bisa gak Ayu mandi duluan ...?"


"Ya udah, Ayu mandi duluan deh, biar nanti kalo udah selesai, bisa gantian sama Om ..." jawab Biyan sambil berjalan kearah pintu dan membukanya, sementara Ayu beranjak ke kamar mandi setelah terlebih dahulu menyambar sebuah dress sederhana berwarna lime dengan bahan crinkle ...


Next ...


🧕: Sebelum Next, jangan lupa di Like and support dulu yah 🙏

__ADS_1


By the way, untuk semua reader yang sekiranya ada bab yang kelewatan sehingga belum di Like, mohon di Like dulu 🙏


Please, biar performa novel ini makin cakep, dan otornya juga makin semangat ... 🥰


__ADS_2