HALLO, OM ...!

HALLO, OM ...!
KENYATAAN PELIK


__ADS_3

Hembusan napas berat Biyan terdengar jelas ditelinga Bella.


Sejak awal Biyan masuk kedalam kamar putrinya dan menghempaskan tubuhnya keatas kursi belajar milik Bella pada beberapa saat yang lalu, memang belum ada satu pun kata yang terlontar dari bibir keduanya.


Biyan masih menimbang pembicaraan mana yang harus ia dahulukan, apakah ia harus menghalangi dengan tegas cinta putrinya dengan Eros sahabatnya yang terkenal casanova serta masih berstatus suami Anya itu, atau ia harus memproklamirkan hubungannya dengan Ayu terlebih dahulu ...?


'Aku harus mikirin ini baik-baik, karena kalo aku salah memutuskan, bisa-bisa Bella balik gak merestui hubungan aku sama Ayu ...'


Memikirkan berbagai kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi, alhasil Biyan jadi pusing sendiri, padahal saat Biyan mendengar pengaduan sepihak dari Rania, amarahnya seolah begitu mudah terpancing, dan dia bahkan sudah begitu tega menyalahkan dan mendiamkan Ayu tanpa mendengarkan lebih dahulu pembelaan istri kecilnya itu.


Kalau boleh jujur, bisa dibilang sekarang Biyan menyesal belum karena apa-apa sudah bertindak gegabah.


Toh pada akhirnya, buntut-buntutnya sekarang justru Biyan sendiri yang malah mati kutu dan serba salah.


Sementara itu ...


Bella yang duduk ditepian ranjang juga tak kalah berperang bathin.


Jujur, sejak awal Bella sudah berusaha semaksimal mungkin mempersiapkan mentalnya guna menghadapi apapun yang hendak diutarakan Biyan.


Tapi pada akhirnya, hanya dengan menatap sosok Papanya yang belum bicara sepatah kata saja, Belum apa-apa nyali Bella sudah menciut duluan!


"Bell ..." panggil Biyan, lirih.


"I-iya, Pa ..." jawab Bella, gugup.


Tarikan napas panjang sepenuh rongga dada kembali dihirup oleh Biyan, seolah ingin mendapatkan lebih banyak keberanian.


"Bell ... Bella pasti udah tau kan, apa yang mau Papa omongin sekarang?"


Bella mengangguk kecil, kali ini tanpa kata.


"Tapi sebelum kita bahas masalah itu, ada sesuatu yang gak kalah penting, yang ingin Papa omongin lebih dulu ..."


Alis Bella sontak bertaut mendengarnya.


'Sesuatu yang gak kalah penting ...?'

__ADS_1


'Emangnya Papa mau ngomongin tentang apa ya, sampai-sampai urusan percintaan Bella sama Om Eros tiba-tiba jadi nomor dua untuk dibahas ...?'


Bella membathin bingung campur penasaran, terlebih saat menyadari wajah Biyan yang menegang.


"Sebelumnya Bella dan Papa udah pernah bahas masalah ini. Tentang Papa dan seseorang yang pernah Papa ceritakan tempo hari ..."


"Bella masih inget kok, Pa. Kan katanya Papa masih pe de ka te, makanya Papa belum mau spill orangnya ..."


Biyan terdiam sejenak, tak menyangka kalau ternyata Bella masih ingat betul pembicaraan mereka waktu itu sampai ke detail-detailnya.


"Iya, Bell, justru karena itu Papa mau minta maaf, karena saat itu Papa terpaksa bohongin Bella ..."


"Bohongin Bella? Maksud Papa?"


"Anu, Bell ... Itu ... Sebenarnya ..."


Mengambang.


Sungguh, Biyan merasa benar-benar bingung harus mulai darimana menjelaskan hubungannya dengan Ayu yang bahkan statusnya sudah sah sebagai suami istri tanpa sepengetahuan Bella.


"Sebenarnya ada apa sih, Pa?" tanya Bella kemudian, menyadari Biyan yang tak kunjung menyelesaikan kalimatnya.


Bella menatap Biyan lamat-lamat, mencoba mencari jawaban yang nyata atas kalimat Biyan yang masih saja terdengar ambigu.


"Maksud Papa, Papa udah nembak gebetan Papa itu ...?"


Biyan menggeleng kecil. "Malah lebih dari itu, Bell ..."


"Maksudnya udah jadian ...?" tebak Bella lagi.


Biyan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ehemm ... Lebih lagi, Bell ..."


Sepasang mata Bella membeliak lebar, sambil menatap sosok Biyan yang semakin salah tingkah dihadapannya dengan tatapan menaksir-naksir.


"Lebih lagi?" ulang Bella seolah sukar percaya dengan pendengarannya sendiri. "Trus apa dong, Pa? Jangan-jangan ... Diam-diam Papa udah nikahin perempuan itu yah ..."


Glek.

__ADS_1


Biyan langsung tersedak saliva-nya sendiri mendengar tebakan Bella yang benar-benar jitu, sementara Bella tak kalah terhenyak mendapati ekspresi Biyan yang semakin mencurigakan.


"Ya ampun, Paaaa ... Jadi ... Jadi tebakan Bella benar ...?"


Biyan yang merasa tak lagi punya pilihan pada akhirnya hanya bisa mengangguk pasrah.


"Panjang ceritanya, Bell, dan Papa hanya ingin mengatakan hal itu dulu karena sekarang kita gak akan bicara tentang Papa tapi tentang Bella ..."


"Padahal udah sejauh itu, tapi Papa masih gak mau terbuka juga ..."


Biyan tau biarpun sedikit Bella pasti kecewa dengan keputusannya, atau boleh jadi Bella juga mencurigai niatnya yang enggan membahas persoalan pribadinya terlebih dahulu, namun kali ini Biyan merasa perlu berlaku sedikit curang dan egois terhadap Bella.


Bagaimana pun sebagai seorang ayah, sangat tidak mungkin bagi Biyan untuk diam saja saat mengetahui putrinya dipacari seorang pria beristri, apalagi orang itu sekelas Eros yang terkenal playboy berat.


Terlepas dari se-toxic apa hubungan rumah tangga Eros dan Anya, dan Eros sebagai sahabat terdekat yang juga telah banyak berjasa dalam hidupnya, Biyan tetap merasa dirinya tak rela menyerahkan Bella kepada pria seperti Eros, yang seumur hidup Biyan mengenalnya, pria itu seolah selalu dikelilingi wanita dimana pun dirinya berada.


Yah ... Meskipun semua kenyataan itu tak lepas dari bisnis dan pekerjaan Eros yang memang selalu bersinggungan langsung dengan wanita dan dunia malam, toh Biyan tetap saja tak rela.


"Jadi Papa gak butuh pendapat Bella lagi nih ...?" kalimat Bella seolah memecah keheningan diantara mereka yang tercipta tanpa sengaja.


Bella terlihat menatap Biyan dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Bukan gak butuh, Bell, tapi Papa sama Bella kan udah pernah ngomongin hal ini dan Bella juga udah setuju kalo kelak Papa akan membuka lembaran baru di kehidupan Papa ..."


"Iya sih, tapi kan sampai hari ini Bella masih belum dikasih tau siapa namanya, yang mana orangnya ..."


"Kalo hari ini Bella gak punya hubungan dengan Om Eros, pastinya detik ini juga Papa udah ingin meluruskan semua kenyataan. Tapi sekarang Papa bahkan gak bisa mikirin hal lain dulu, Bell, meskipun itu menyangkut kehidupan pribadi Papa sendiri ..."


Bella terdiam sejenak mendapati wajah kuyu Biyan yang menatapnya lekat.


"Bella tau Papa sedih. Maafin Bella yah, Pa, Bella udah bikin Papa kecewa karena Bella sayang sama Om Eros ..."


Kini gantian Biyan yang termanggu mendapati Bella yang tertunduk sendu.


"Bell, kenapa harus Om Eros sih ...? Apa karena Om Eros yang sengaja bikin Bella jatuh cinta dan ..."


"Gak, Pa, gak ... Pleasee, jangan nyalahin Om Eros tentang perasaan Bella. Bella ngaku, Pa, sebenarnya udah sejak dulu banget Bella udah ngejar-ngejar Om Eros setengah mati, tapi justru Om Eros yang selalu nolak ..." pungkas Bella pada akhirnya, yang dengan terpaksa harus membuka tabir hatinya, semata-mata karena dirinya tak rela Eros kembali disalahkan, padahal sudah jelas-jelas semua persoalan cinta ini berawal dari cinta sepihak Bella untuk Eros ...

__ADS_1


Next ...


🧕 : Sebelum Next, jangan lupa di Like, Comment, and vote yah 🙏


__ADS_2