HALLO, OM ...!

HALLO, OM ...!
DILEMMA PERASAAN


__ADS_3

Ayu bukannya tidak tau kalau menyisakan makanan itu seharusnya tidak boleh, bahkan kata orang tua pamali namanya.


Ayu bahkan ingat betul kalau hal seperti itu semisal terjadi di dalam lingkup rumahnya terlebih lagi di depan mata ibu, sudah bisa dipastikan bahwa jangankan Ayu, Ayah saja tidak akan bisa lolos dari dumelan ibu yang pastinya akan memaksa mereka untuk menghabiskan makanan sampai tak ada sebutir nasi pun yang tersisa diatas piring.


Biyan terlihat melongokkan kepalanya untuk mengecek langsung isi piring Ayu yang ternyata masih menyisakan separuh.


"Kok banyak amat sisanya, Ay?" ujar Biyan dengan dua alis yang mengerinyit nyata.


"Maaf Om, habisnya sore tadi Ayu udah minum susu segelas sama ngemil biskuit roma ..."


"Tapi ini sisa nasinya banyak banget loh, Ay ... Kasihan loh ini kalo dibuang semua ..."


Ayu tertunduk pasrah dengan penuh penyesalan. "Maaf banget deh, Om, tapi Ayu beneran udah kenyang. Perut Ayu udah gak muat lagi ..."


Biyan terlihat berdiam diri untuk sejenak, sebelum akhirnya kembali menatap Ayu dengan seksama.


"Ya udah, ke sini sebentar ..."


Tak disangka Biyan malah bangkit dari duduknya begitu saja dan meraih sebelah pergelangan tangan Ayu dengan serta-merta.


Biyan menarik lembut Ayu agar kembali duduk di tepian ranjang seperti semula, masih dengan piring yang sama disebelah tangan yang lain.


Kemudian begitu mereka duduk tepat bersisian, Biyan pun langsung mengambil alih piring tersebut dari tangan Ayu, dan menyendokkan satu suapan penuh.


"Aaaaaa ..." ucap Biyan bak sedang menyuapi seorang anak balita, saat menyodorkan sendok tersebut tepat didepan mulut Ayu yang saking nge-lag-nya atas segala tindakan spontan Biyan, malah refleks membuka mulut, guna menerima satu suapan penuh dari Biyan untuknya.


Biyan tersenyum penuh kemenangan mendapati Ayu yang awalnya menolak meneruskan makannya, justru tanpa sadar telah mengikuti ke mana arah keinginan Biyan.


"Mmmm ..."


Ayu menutup mulutnya dengan jemari, masih berusaha mengunyah satu sendok penuh makanan, yang Ayu sendiri bingung entah bagaimana ceritanya bisa tiba-tiba nyasar kedalam mulutnya tanpa perlawanan.


"Satu suapan terakhir, dan Om janji gak akan maksa Ayu untuk makan lagi. I promise ..." ucap Biyan kemudian, sambil kembali menyendokkan satu lagi suapan istimewa untuk Ayu.


"T-tapi, Om ..."


"Aaaaaa ..."

__ADS_1


Biyan mengacuhkan segala bentuk rasa keberatan Ayu yang mau tak mau kembali membuka mulutnya.


Dalam hati Ayu hanya bisa berharap, semoga saja Biyan akan menepati janji untuk tidak lagi mencoba menjejalkan makanan kedalam mulut mungilnya, karena sesungguhnya kali ini Ayu merasa perutnya sudah teramat sangat kekenyangan!


Untungnya kekhawatiran Ayu sepertinya tak terbukti sama sekali, karena pada kenyataannya Biyan benar-benar menepati janji untuk tidak kembali berusaha memaksa Ayu agar mau makan lagi.


"Minum dulu, Ay ..."


Tanpa menaruh piring ditangannya terlebih dahulu, Biyan telah bangkit guna meraih gelas berisikan air mineral dari atas meja, dan menyodorkannya kearah Ayu yang langsung menerima pemberian pria itu dengan penuh suka cita.


"Terima kasih, Om ..."


Ayu meneguk air mineral pemberian Biyan dengan perlahan, sementara Biyan kembali duduk disisi ranjang, tepat disebelah Ayu.


Sesaat kemudian Ayu menjadi sangat terperanjat, manakala menyadari pria disampingnya itu diam-diam kini malah memakan sisa makanan Ayu yang ada didalam piring tanpa sedikit pun keraguan!


"Om Biyan ...?" Ayu sedikit terpekik seraya mengawasi Biyan dengan tatapan nanar.


"Ada apa lagi sih, Ay?" Biyan mengerling santai kearah Ayu yang sedang menatapnya dengan mulut terbuka.


"Om ... Om Biyan ... Kenapa Om Biyan makan makanan sisa Ayu ...?" tanya Ayu dengan nada suaranya yang rada panik.


Tanpa mempedulikan rasa keheranan yang bercampur dengan rasa tak enak hati yang terekam jelas di wajah Ayu, dengan cueknya Biyan malah terus melahap sisa makanan Ayu hingga habis tak bersisa.


"Gak boleh buang-buang makanan, dosa tau. Lagian mubazir juga kalo makanan sebanyak itu mau dibuang begitu aja ..."


"T-tapi ... Itu ... Itu kan ..."


Mengambang.


Belum sempat rasa keterkejutan Ayu usai, Biyan malah kembali membuat Ayu terhenyak ditempat saat dengan cueknya pria itu justru menyambar gelas yang masih berisikan separuh air mineral dari tangan Ayu, kemudian meneguknya hingga tandas.


'Om Biyan apa-apaan sih ...'


'Kok bisa-bisanya sisa makanan Ayu malah di sikat, dan sisa air minum Ayu juga di embat gak bersisa ...?'


Ayu masih berada dalam mode takjub.

__ADS_1


Ayu juga merasa sangat speechless dan tak bisa berkata apa-apa, menyadari bahwa Biyan bukan hanya nekad menghabiskan sisa makanan dan minumannya sekaligus, namun pria itu juga dengan tanpa rasa rikuh, ragu, bahkan jijik, malah makan dari sendok yang sama dengan bekas mulut Ayu, juga minum dari gelas yang sudah jelas-jelas bekas mulut Ayu juga.


Oh my ...


Kalau sudah begini tolong jangan salahkan siapa pun jika jiwa raga Ayu seolah sedang meleleh tak tertolong.


"Gak apa-apa dong, Ay, kalo Om makan dan minum dari bekas Ayu. Lagian Ayu kan sekarang istri Om ..."


Ayu tertunduk jengah, masih tak bisa berkata apa-apa.


'Oh, stoped it. Gimana nih ...?'


'Sekarang Om Biyan malah berani bawa-bawa perihal status istri, yang bahkan secara gak langsung Om Biyan mengakui dong kalo Ayu emang istri Om Biyan ...'


'Duhh, Om Biyan, please deh. Kok pada tega banget sih bikin anak perawan jadi ge-er setengah mati kek begini ...?'


Hati Ayu sibuk membathin, separuh juga bingung menelaah berbagai tanya, tentang mengapa Biyan seolah sengaja ingin menaruh Ayu dalam sebuah dilemma perasaan yang tak bertepi.


Sebuah dilemma perasaan, yang seandainya saja semua itu bisa berubah menjadi nyata, maka sudah pasti Ayu akan merasa bahwa dirinya-lah satu-satunya wanita yang paling bahagia ... diatas muka bumi ini ...


Bersambung ...


🧕: Hai ... Hai ... Novel author dengan judul "MENIKAHI PERAWAT LANSIA" barusan TAMAT loh.


Hanya 46 bab, namun didalamnya sarat akan ke-uwwuan yang hakiki, yang mengisahkan kisah cinta antara seorang Raja Adiguna sang pria arogan dan perfeksionis, dengan Naysila Pertiwi, yang notabene hanyalah sosok Perawat Lansia, untuk sang kakek di se-masa hidupnya.


So, buat kalian yang belum sempat kepoin karyanya, yuk marathon dibaca. Kisahnya dijamin bakalan sukses bikin kalian semua baper parah loh ... 🤗


By the way, jangan lupa kepoin juga Karya Tamat author yang lain, yah :


- Ceo Tampan dan Istri Rahasia,


- PASUTRI,


- Terjerat Cinta Pria Dewasa, dan


- Nona Mafia dan Dokter Menawan

__ADS_1


Yuk kak, mari kita gasss ... 💪



__ADS_2